CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 54 : KEHAMILAN


__ADS_3

Raeviga telah berada di dalam pesawat.Namun gadis itu kini tidak lagi duduk di samping Dava melainkan duduk bersama Pak Jo,supir pribadi Dava.


"Non,yakin gak mau pindah duduk sama tuan Dava.."ucap Pak Jo sambil menunjuk ke arah Dava yang sedang duduk di barisan belakang mereka.


"Biarkan saja pak,bau badannya membuat saya mual.."jawab Raeviga santai.Dia tidak mengetahui bahwa sekarang Dava sedang menatap tajam ke arah mereka berdua.


"Kalau menurut saya,Nona Rae sekarang sedang hamil non.."Pak Jo memberi penjelasan dari pengalaman istrinya dulu saat hamil.


"Tapi saya mualnya ketika mencium aroma tubuh Dava saja pak.."keluh Raeviga masih menyangkal tentang kehamilannya.Dia tidak merasakan gejala seperti pusing atau mual berkali-kali.Kondisi tubuhnya yang sekarang hanya sedikit merasa lemas dan anti dengan bau badan suaminya sendiri.


Pak Jo akan membalas ucapan Raeviga namun kedatangan Dava di samping mereka dan Dava yang berdeham keras membuat mereka menoleh ke arahnya.


"Sepertinya obrolan kalian menarik.."ungkap Dava dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal melihat keakraban keduanya.Bukan karena Dava merasa cemburu dengan Pak Jo yang usianya dua kali lipat usianya namun karena Raeviga terlihat sangat nyaman berbicara dengan supirnya itu.Berbeda dengan bersama dirinya seharian ini yang selalu mual berada di dekatnya.


Apa bau badan Pak Jo lebih harus dariku? Tidak mungkin.


Pak Jo yang melihat situasi sedikit menegang memilih untuk segera pindah duduk begitu saja.Dava menjatuhkan tubuhnya di kursi samping istrinya.


Raeviga dengan cepat duduk menjauh dari suaminya itu.


"Yank,kok gitu sih.."keluh Dava melihat Raeviga yang menggeser duduknya menjauh dari Dava.


"Nanti aku mual lagi? kamu mau tanggung jawab?"


Dava mendengus kesal.Lelaki itu mengambil masker yang di mintanya dari pramugari di sana.


"Pakai ini deh yank.."Dava memberikan masker yang berada di tangannya.


Raeviga memakai masker ini sembari menatap Dava yang terlihat cemberut.


"Maaf ya Dav,kamu jangan marah.." Raeviga meraih tangan suaminya dan memeluk lengannya walau jarak di antara mereka sedikit menjauh.


"Nanti langsung ke dokter ya yank,kayaknya kamu hamil deh.."Dava sangat yakin dengan perkataan jika saat ini Raeviga memang hamil.


Gadis itu mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.


_______________________


Setelah perjalanan yang memakan waktu 2 jam di bandara,kini Dava-Raeviga sedang perjalanan menuju Rumah Sakit langganan mereka.


Dava bersama Raeviga masuk ke dalam ruangan Jerome,dokter kandungan sekaligus teman akrab Dava yang selama ini selalu membantunya dan keluarganya.


"Hai Je.."sapa Dava setelah sekian lama dirinya tidak bertemu dengan dokter itu.


"Hey Dav.."balas Jerome menyapa Dava.


"Dan nyonya Dava yang juga ikut kesini..."canda Jerome ketika melihat Raeviga yang masuk juga ke ruangannya.

__ADS_1


"Apa istrimu sedang bunting sekarang?"tebak Jerome melihat dari wajah lelah Raeviga.


"Entahlah,aku kesini agar kamu memeriksanya.."ucap Dava sambil meletakkan kursi di depan Raeviga agar istrinya itu bisa duduk.


Jerome mengangguk mengerti.


"Rae,kamu sedang sakit?"tanya Jerome sambil menunjuk kearah Raeviga yang memakai masker.


"Akhh,tidaak.."sanggah Raeviga dengan cepat.


"Seharian ini dia merasa mual jika mencium aroma tubuhku.Apa itu terjadi masalah?"tanya Dava terlihat khawatir dengan kondisi istrinya.


"Ku rasa indera penciumanku hanya sedikit sensitif.Dia sangat berlebihan.."timpal Raeviga lirih.


"Benarkah? biar aku cek keadaanmu sebentar.."Jerome mulai mengeluarkan alat deteksi yang di perlukan.Raeviga membaringkan tubuhnya di ranjang yang dis ediakan.


Jerome melakukan USG di perut Raeviga.


"Lihatlah,biji hitam di sana.Itu adalah janin yang telah kalian buahi.."ungkap Jerome sambil menunjuk ke arah monitor.


"Jadi Raeviga sedang hamil sekarang?"tanya Dava memastikan.


Jerome mengangguk mengiyakan.


"Ini masih berumur 2 minggu.." jawab Jerome menjelaskan dengan detail.


Seketika Dava memeluk Raeviga yang akan bangun dari posisi terlentangnya sekarang.


"Hueeeeek.." Raeviga mulai mual lagi ketika Dava memeluk tubuh istrinya.


"Jangan deket-deket dulu Dav.Nanti aku lama-lama jadi pusing.."


Jerome tersenyum melihat pasangan itu.


"Tenang saja Dav,ini gak akan berlangsung lama kok.Untuk sekarang kamu lebih baik sedikit jaga jarak dengan istrimu.."seru Jerome sambil tersenyum kecil menatap Dava yang mengerutu kesal.


"Apa mual seperti ini tidak ada obatnya?"keluhnya pada Jerome.


"Tentu ada,akan aku resepkan untuknya setelah ini.Tapi tetap saja Raeviga akan sensitive mencium aromamu.Itu sangat normal untuk ibu hamil di awal kehamilannya..."jelas Jerome lagi.


"Apa sekarang aku harus jaga jarak denganmu sayang?"tanya Dava dengan manja.


"Hemm,sepertinya bayi kita tidak menyukaimu.."ejek Raeviga yang membuat Dava menatap kesal ke arah istrinya.Sedangkan Jerome dan Raeviga tersenyum melihat Dava yang menanggapi ucapannya dengan serius.


"Aku hanya bercanda.."seru Raeviga sambil meraih telapak tangan suaminya.


"Kita masih berpegangan tangan seperti ini.."ucap Raeviga melanjutkan sambil mengangkat tangannya yang mengenggam tangan Dava.

__ADS_1


Dava tersenyum dengan perlakuan Raeviga.


"Akkh,aku ingin menciumu sekarang.."keluh Dava menatap wajah Raeviga lekat.


"Apaan sih,malu tuh di denger sama dokternya.."jawab Raeviga sembari mengalihkan tatapannya dari Dava agar wajah memerah malunya tidak terlihat oleh Dava.


Jerome terkekeh geli melihat pasangan yang sedang di mabuk asmara itu.


Dava-Raeviga sudah dalam perjalanan menuju rumah mereka setelah sedari tadi berbincang-bincang dengan Jerome masalah kehamilan Raeviga.


Dava telah memberikan kabar bahagia itu kepada mamanya,begitu pula pada Arga,Siska dan tentunya saja gadis kecil mereka Angela yang terlihat sangat senang ketika Dava mengatakan bahwa Angela akan segera memiliki seorang teman setelah ini.


Raeviga tertidur menyender di pintu kaca mobil dengan tangan kirinya yang masih menggengam erat jemari Dava.


Sesampainya di depan rumah,Dava menggendong istrinya yang masih tertidur itu masuk ke dalam kamarnya.


Dava meletakkan tubuh Raeviga perlahan di atas Ranjang,gadis itu terlihat tidur sangat pulas.


Kenapa dia terlihat semakin cantik.


Dava menyelimuti tubuh istrinya dan mencium kening istrinya yang tertidur.


Loh kok gak mual aku cium sekarang? Astaga hormon seperti apa itu.


Dava yang sedari kemarin malam menahannya akhirnya bisa mencium lembut bibir istrinya itu.Lelaki itu tersenyum menatap Raeviga yang tidak terbangun ataupun merasa mual,padahal sedari tadi Dava sudah mengecup bibir Raeviga.Setelah semalam dia harus menahannya karena rasa mual yang di alami Raeviga.


Dava tidur di samping Raeviga sambil merengkuh tubuh istrinya.


Aku mencintaimu sayang,terima kasih telah bersamaku hingga saat ini..


Dava mengelus perut Raeviga yang masih terlihat datar sembari membisikkan sesuatu kepada buah hatinya yang masih di dalam perut Raeviga.


"Anak manis,baik-baik ya di dalam sana.Papa mau tidur dulu sama Mama sekarang.Good Night.."gumam Dava pelan sembari menundukkan kepalanya mencium perut Raeviga.


-


-


BERSAMBUNG


Yuk baca cerita yang lain.


FIRST NIGHT WITH MY BOSS


(Ini kisah tentang Arga-Siska)


__ADS_1


__ADS_2