
Sashi terdiam sejenak. Kata-kata itu seakan membuatnya tersadar akan perjuangan Andreas selama ini untuknya. Ingatan kejadian semalam membuat Sashi menitikkan air mata.
Aku terlalu ambisius. Aku bahkan melupakan seseorang yang selalu ada di sampingku hanya keegoisanku. Aku mengabaikan perasaan Andreas begitu saja. Tidak, aku tidak ingin kehilangan dia.
[EPISODE SEBELUMNYA]
Andreas duduk di kursi kerjanya. Dia sama sekali tidak fokus dengan berkas-berkas di meja kerjanya. Sejak kepulangannya dari Bandara, Andreas hanya memikirkan tentang Sashi. Pikirannya kacau, seolah rintangan untuk hubungannya kembali datang. Seakan akhir yang bahagia kembali tertunda. Andreas mengacak-acak rambutnya frustasi. Tak senagaja kedua matanya melihat kearah foto Sashi bersama dirinya saat merayakan Anniversary tahun lalu. Andreas mengambil foto yang berada di atas meja kerjanya dan memandanginya lama.
Ini bahkan belum satu hari kepergian kamu Sas, tapi aku sudah sangat merindukan kamu Sashi..
"Kak Andreas!" seru seorang wanita yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya. Ia berlari menghampiri Andreas dan memeluknya erat. Ia tidak memperdulikan berapa banyak pegawai yang memperhatikannya saat ini. Wanita itu adalah Sashi. Ia menenggelamkan wajahnya di pelukan Andreas erat.
Andreas membalas pelukan wanita itu. Ia sedikit terkejut dengan kedatangannya Sashi tiba-tiba. Andreas berpikir bahwa saat ini Sashi sudah dalam perjalanan menuju impiannya. Namun seolah keadaan berpihak kepadanya,Sashi kembali tanpa ia duga saat ini.
"Kenapa kamu bisa ada disini?" Andreas tak bisa lagi menyembunyikan keterkejutannya melihat kedatangan Sashi.
"Lupakan itu. Saat ini aku ingin memeluk kamu. Maaf aku salah, tak seharusnya aku mengabaikan perasaan kamu kemarin" Andreas merasakan tetesan air mata Sashi mengenai punggungnya.
Andreas membelai lembut puncak kepala Sashi. "Apa hanya karena ini kamu kembali kesini?"
Sashi melepaskan pelukannya pada Andreas. Ia menengadahkan tangannya di depan kekasihnya. "Bukankah seharusnya saat ini waktu yang tepat untuk memberiku cincin tunangan?" celetuk Sashi tiba-tiba dengan wajah khas-nya yang berpura-pura bermuka masam.
Gerakan di bibir Andreas nampak mengembang. Ia terlihat bahagia melihat Sashi kembali hanya untuknya. Kini ia percaya bahwa cinta sejati itu memang ada, dan Andreas yakin bahwa Sashi adalah cinta sejatinya.
Andreas mengeluarkan sebuah kotak cincin dari laci mejanya. Ia memperlihatkan sebuah cincin yang sudah terukir nama Andreas di bagian dalam cincin itu.
Sashi mengulurkan tangannya menunggu Andreas memasangkan cincin bermata berlian itu di tangannya. Jantungnya berdegup kencang saat benda itu telah melingkar di jari manisnya.
"Ini cincin yang sangat cantik" puji Sashi sembari menatap jarinya lama.
Andreas menyingkap rambut Sashi yang terlihat berantakan menutupi wajahnya. Sashi memejamkan kedua matanya saat Andreas semakin dekat kearahnya. Namun suara siulan dan seruan dari pegawai Andreas membuat keduanya nampak canggung.
Sashi kembali membuka kedua matanya dan berdiri sedikit menjauh dari Andreas. Ia tak menyadari jika saat ini semua pegawai Andreas tengah melihat diam-diam ke arah mereka.
"Menikahlah denganku Sas.."
Sashi memandangi wajah Andreas. Tak lama ia mengangguk setuju dengan ajakan Andreas. Ia tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa bersama Andreas. Karena ia tahu bahwa waktu akan terus berputar, dan Sashi takut akan kehilangan kesempatan itu.
"Jika kamu memutuskan untuk bersamaku disini..lalu bagaimana dengan kursus kamu disana?"
"Aku bisa belajar disana saat kita telah resmi menikah. Aku memberikan kesempatan kursus ini untuk seseorang yang lebih beruntung dari aku. Kamu ingat seorang wanita yang memenangkan juara 2.. aku memberikan kesempatan bagus itu untuknya.." ucap Sashi yang terlihat senang dengan keputusan yang di ambilnya.
"Jadi kapan kita akan menikah?"
****
Arka nampak serius memperhatikan kondisi Marsha yang sedang di periksa oleh dokter. Arka melipat tangannya berharap tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada Istrinya.
__ADS_1
"Istri anda baik-baik saja, Pak Arka.."
Arka mengernyitkan kedua alisnya bingung. " Jika dia dalam kondisi baik, lalu kenapa Marsha bisa mual seperti itu?"
" Itu hal yang wajar untuk kehamilan terutama minggu pertama hingga bulan ketiga. Kemungkin mual ini di sebabkan oleh hormon.." ungkap Dokter wanita itu sambil melihat hasil diagnosanya dari USG.
Arka dan Marsha sontak terkejut dengan pernyataan dari Dokter Maria. Mereka tak menyadari jika saat ini Marsha tengah mengandung anak kedua.
"Jadi saya hamil dok?" tanya Marsha memastikan dengan semburat wajahnya yang bahagia.
"Benar, ini adalah hasil rontgen USG. Ini adalah buah hati anda Nona Marsha.." tunjuk Dokter Maria pada sebuah foto hasil USG Marsha.
Arka menghampiri Marsha dan mencium dahi dan perut Marsha. "Halo sayang, terima kasih sudah hadir di kehidupan Papa sama Mama,"
****
Sejak keputusan Sashi untuk selalu bersama Andreas. Gadis itu seringkali bersama dengan kekasih dan menemani Andreas saat bekerja. Seperti saat ini, Sashi tengah duduk di sofa ruang kerja Andreas dan sesekali melihat majalah fashion dengan sangat serius. Bahkan ia tak menyadari jika Andreas sudah duduk di sampingnya sedari tadi.
"Sas, hari ini aku ingin mengajak kamu ke sesuatu tempat"
Sashi dengan cepat menoleh kearah Andreas. Ia meletakkan beberapa majalah di tangannya.
"Kemana? Apa kita akan liburan?" tanya Sashi terlihat senang.
"Bisa di bilang begitu. Tapi ini akan lebih formal dari liburan biasanya" ucapan Andreas itu membuat Sashi bertanya-tanya. Ia masih tidak mengerti maksud dari 'Liburan Formal'.
"Ikut saja. Nanti kamu akan segera mengetahuinya" Andreas meminta Sashi untuk segera beranjak dari tempat duduknya dan membawa gadis itu pergi. Sashi tak menyadari jika Andreas tersenyum kearahnya seolah telah merencanakan sesuatu untuknya.
Mereka mengendarai mobilnya ke sebuah tempat yang hanya berjajar gendung-gedung tinggi di samping kanan kiri mereka.
"Kita mau kemana? mau traktir Sashi makan?" tebak Sashi namun justru Andreas semakin memberikan teka teki lain untuknya.
"Yah, semacam itu. Tapi kamu tidak akan sendiri"
"Sama keluarga juga ya?"
"Mungkin. Kamu akan tau saat kita sudah sampai disana"
Andreas menghentikan mobilnya di sebuah hotel mewah dengan hiasan bunga dan pernak pernik lainnya.
"Untuk apa kesini? Apa akan ada acara keluarga?" Sashi menatap Andreas bingung.
Andreas hanya tersenyum kecil dan meminta Sashi untuk masuk ke dalam gedung itu. Dua orang pelayan dengan khusus membuka pintu megah itu untuk Sashi.
Pintu hotel itu terbuka dan memperlihatkan sebuah dekorasi gedung yang nampak elegan. Sashi menatap tak berkedip saat melihat semua keluarga dan teman-temannya berada di dalam ruangan itu.
"Kenapa kamu hanya berdiri saja? ayo masuk ke dalam.." pinta Andreas yang meraih telapak tangan Sashi dan berjalan beriringan masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
Tiga orang pelayan datang dan meminta Sashi untuk ikut dengannya ke sebuah ruangan berpintu putih itu. Ruangan yang bernuansa Rose-Gold itu nampak mewah dengan warna baju yang di pakai oleh tamu-tamu yang kini tatapannya tertuju pada Sashi dan Andreas.
"Apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba ada acara seperti ini?" tanya Sashi saat melihat Marsha datang menemuinya.
"Kamu akan tau nanti. Andreas sudah menyiapkan segalanya untuk kamu. Dia benar-benar pria yang romantis"
Butuh waktu hanya 1 jam untuk Sashi terlihat anggun dengan gaun berwarna White-Gold dan sebuah mahkota kecil terselip di atas kepalanya. Lima orang pelayan itu telah menunjukkan bakat profesionalitas mereka untuk acara Spesial yang telah di rencanakan oleh Andreas.
Sashi melangkah perlahan menuju altar pernikahan. Ia masih terkejut membayangkan apa yang baru saja ia alami saat ini. Ini adalah moment yang sangat penting untuk hidupnya dan Andreas telah mewujudkan itu semua tanpa sepengetahuannya. Sashi melihat Andreas bersama dengan Dava dan seorang penghulu. Mereka duduk saling berhadapan dengan raut wajahnya yang serius. Andreas dengan lantang mengucapkan Ijab Kabul di depan Penghulu.
Setetes air mata membasahi kedua pipinya saat mendengar suara penghulu dan para tamu undangan mengatakan kata "Sah" dengan keyakinan penuh. Penantian Andreas untuk membina sebuah hubungan rumah tangga akan di mulai dari sekarang. Andreas tersenyum bahagia saat melihat Sashi berjalan kearahnya.
Aku tak pernah kecewa. Bersama dengannya seakan tanpa beban. Aku tidak pernah menyesal telah memilih kamu dalam hidupku.
Andreas menggenggam tangan Sashi dan mencium keningnya lama.
"Terima kasih telah hadir di dalam hidupku dan selalu memberiku sebuah kejutan-kejutan menarik yang tak pernah aku dapatkan sebelumnya" Sashi
"Tidak masalah jika pasangan tidak pernah mengatakan cinta padamu, karena dalam kehidupan pernikahan cinta diungkapkan dengan perbuatan dan perjuangan.” Angela
"Mencintai bukan untuk menyamai tetapi keikhlasan menerima perbedaan," William melihat kearah Angela yang tersenyum memandanginya.
“Jangan selalu bertengkar, persoalan pernikahan hanya bisa dijawab oleh waktu dan jalan takdir.” Marsha memperhatikan Arka yang terlihat bermain-main dengan Arsha.
” Jika pernikahan itu sulit bersyukurlah karena ada kenikmatan hidup bersama pasangan yang tidak pernah dirasakan orang lain.” Arka
“Cinta itu candu bagi yang merasakannya, dan hanya pernikahan lah penawarnya. Nikmati candu di pernikahan agar selalu tawar racunnya.” Ungkap Raeviga saat sorot matanya tak sengaja bertatapan dengan Dava. Raeviga memperlihatkan senyum manisnya dan berjalan menghampiri Dava. Raeviga memeluk suaminya dengan sayang, moment keduanya tak sengaja tertangkap oleh perhatian Siska dan Arga yang berdiri tak jauh dari mereka.
Arga membelai lembut wajah Istrinya.
"Manisnya cinta sesungguhnya bukan pada saat cinta menghiasi hati tetapi rasa memiliki diantara keduanya.”
TAMAT
Hai Readers.
Buat pembaca yang baik hati bak bidadari DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE VOTE NOVEL INI YA. JANGAN LUPA, GAK BOLEH PELIT HEHE.
...TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MENGIKUTI NOVEL INI HINGGA AKHIR CERITA ❤️...
PELUK SAYANGKU BUAT KALIAN ❤️
SETELAH INI AKU AKAN FOKUS UNTUK
FIRST NIGHT WITH MY BOSS
LOVE & HATE
__ADS_1
JADI JANGAN LUPA BUAT BACA JUGA. CERITANYA GAK KALAH MENARIK JUGA DARI INI.