
Dava terbangun dari tidurnya,tangannya meraba ranjang yang semalam di tiduri Raeviga.Namun gadis itu sudah tidak berada di sana.Dava mengejapkan matanya kembali memperjelas pandangannya.Namun ia tidak mendapati Raeviga di sampingnya,ia berseru beberapa kali memanggil nama istrinya namun tidak ada jawaban.Ia berjalan menuju kamar mandi namun ruangan itu kosong.
Tak lama kemudian,Laili datang membawa rantang berisi makanan.
"Dav.."panggil Laili ketika telah melihat Dava terbangun.
"Ma,liat Raeviga.." ucap Dava kemudian sembari menelpon seseorang.
"Raeviga? mama baru saja sampai.Dan mama gak ngeliat Raeviga sama sekali.."
"Sial!"
Dava menuju ruang informasi mencari tau keberadaan Istrinya.Namun bagian informan mengatakan jika baru saja berganti shift dengan temannya sehingga dia tidak melihat secara pasti pasien yang keluar dari rumah sakit semalam.
Dava memukul pelan meja informan kemudian dia berlalu pergi meninggalkan wanita bagian informasi itu yang sedikit ketakutan melihat kemarahan Dava.
Jerome terkejut dengan kedatangan Dava tiba-tiba di ruangannya.
"Kenapa Dav?" tanya Jerome melihat Dava khawatir.
"Raeviga tidak ada di kamar.."seru Dava kemudian.
Jerome mengerutkan keningnya mendengar perkataan lelaki di hadapannya.
"Sepertinya dia pergi meninggalkanku.."
"Kamu sudah memastikan bahwa dia tidak di rumah sakit?"tanya Jerome memastikan.
"Entahlah,hanya saja dia tidak berada di kamarnya.Anak buahku sudah sedang mencarinya di sekitar rumah sakit ini.." Terlihat kekecewaan dan kekesalan tersirat jelas di wajah Dava.
"Kita liat CCTV sekarang!"seru Jerome kemudian.
Mereka beranjak dari duduknya dan berjalan bergegas menuju ruang keamanan di rumah sakit ini.Dava menunggu di luar ruangan itu sedangkan Jerome masih berdiskusi dengan pihak keamanan di sana.
"Masuklah"pinta Jerome ketika pihak keamanan menyetujui permintaan mereka.
Dava memantau setiap detik ketika cctv itu memperlihatkan Raeviga yang tengah menuju kamar mandi menganti baju rawatnya.Camera itu terus melacak keberadaan Raeviga hingga di depan rumah sakit.
"Perbesar gambar itu!" pinta Dava pada petugas keamanan ketika melihat Raeviga sedang mengobrol dengan seorang lelaki di depan rumah sakit.Namun karena posisi lelaki itu membelakangi camera maka wajah lelaki yang bersama Raeviga itu tidak terlihat dengan jelas.
"Kau mengenalnya?"tanya jerome kemudian.
Dava hanya menggeleng merespon pertanyaan jerome.
__ADS_1
"Aku tak bisa melihatnya dengan jelas.."keluh Dava kemudian keluar dari ruangan keamanan di susul Jerome.
"terima kasih"ucap Dava dan berpamitan pada temannya itu.
Jerome mengangguk mengiyakan.
Dava mengendarai mobilnya ke suatu tempat dengan cepat,pikirannya sangat kacau ketika Raeviga dengan mudahnya meninggalkannya sendiri.
Ia berkali-kali mengumpat kesal di dalam mobil.
Dava telah sampai di sebuah apartement dan melangkahkan kakinya cepat menuju lantai 3.
Dava mengedor dengan kuat pintu apartement itu hingga pemilik rumah bergegas membukanya.Arga terkejut ketika melihat Dava di depan Apartemennya,tanpa sepatah kata apapun Dava menerobos apartemen Arga mencari keberadaan Raeviga.
" Lo ngapain?"tanya Arga pada Dava yang tiba-tiba mengeledah ruangannya.
"Lo sembunyiin dimana Raeviga?"ucap Dava marah sambil menarik kerah baju Arga.
Arga menampik kedua tangan Dava yang menarik bajunya.
"Bicara yang jelas!ada apa dengan Raeviga?"
"Fvck! gausah berlagak bodo! Raeviga sama elo kan?" tanya Dava penuh amarah.
"Lo kesini cuma mau debat sama gue.Denger ya Dava.Lo itu bodo---" Dava menjotos wajah Arga ketika lelaki itu mengatainya.
"Lo itu bodo! lo gak bisa melihat seberapa besar Raeviga cinta sama elo!"Arga meneruskan perkataannya sambil memegang ujung bibirnya yang berdarah.
" Lo itu munafik kak..Lo ganggu rumah tangga gue!!" umpat Dava mengacak kesal rambutnya.
"Gue sama Raeviga hanya sebatas temen.Lo bodo! Lo lebih mentingin egois dan cemburu Lo yang ga beralasan itu.."
"Sekarang Lo cari Raeviga ke gue? Raeviga bukan lagi gadis yang ingin menemani gue di hari tua.." Arga menghampiri Dava yang berada di depannya dan membisikkan sesuatu.
"Lo bodo,kalo cari Raeviga ke gue.Seharusnya Lo lebih peka."tekan Arga kemudian.
Dava meringkuk dan menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya.
"Gue benci sama takdir hidup gue kak! gue di lahirkan sebagai anak haram,anak gue meninggal dan sekarang Raeviga ninggalin gue!" tangan Dava mengepal keras dan berkali kali memukul frustasi pada dirinya sendiri.
Arga mungkin membenci Dava karena berasal dari rahim wanita jalang yang berhasil membuat hubungan kedua orang tuanya berantakan.Namun di sisi lain,lelaki yang berada di depannya itu kini merasa jiwanya telah kosong,seolah tidak ada lagi kehidupan dalam dirinya.
"Gue bantu Lo cari dia.." seru Arga kemudian.Namun tidak ada jawaban dari Dava,lelaki itu hanya meringkuk dalam tangis tertahannya.
__ADS_1
"Gak perlu.." balas Dava setelah beberapa detik hanya diam tak menanggapi.
"Raeviga memang sengaja menjauh dari gue.Mungkin itu memang membuatnya bisa bahagia.." ucap Dava lagi dan beranjak dari duduknya dan meninggalkan Apartemen Arga dengan tatapan kosong.
🍀🍀🍀
Sudah 3 tahun lamanya Dava tidak berusaha mencari keberadaan gadis yang telah menetap di hatinya,Dava membiarkan Raeviga pergi dengan kebahagiaannya sendiri.
Sedangkan dia sendiri seolah telah kehilangan jiwanya.Hidupnya kini kembali pada kecanduannya pada wanita.Setelah kepergian Raeviga, prinsip hidup Dava sekarang hanya wanita dan kematian.Dia seolah menjadi lelaki yang siap melepaskan nyawanya jika di butuhkan oleh tuhan.
"Dav.." seru seorang wanita yang tidur memeluk tubuh Dava.
"Hemm!!" Dava berdeham sembari meraih handphone-nya di samping meja lampu kamar.
Wanita itu bangkit dari tidurnya dan mulai mengoda Dava kembali dengan tubuh seksinya.Namun seolah telah merasa bosan Dava hanya melirik tubuh wanita itu dan beranjak dari tidurnya sambil memakai pakaiannya menghiraukan wanita di sampingnya.
Sekar mengerutkan keningnya melihat sikap tiba-tiba Dava itu.Yah,wanita yang semalam menemani Dava adalah Sekar.
"Kau puas?" tanya Sekar seolah ingin mendengar komentar Dava.
Namun lagi-lagi Dava hanya berdeham dan melemparkan segepok uang ratusan pada Sekar.
Sekar tersenyum senang dengan lembaran uang di hadapannya walaupun ia merasa jika sifat Dava sedikit aneh.Namun gadis itu tidak mempedulikannya asal lembaran uang itu telah di dapatkannya.
Dava memakai jasnya dan berjalan meninggalkan motel itu,ia melirik sekilas dan tersenyum sinis ke arah Sekar yang tengah bermain-main dengan uang yang di lemparkannya.
"Gadis jalang.."gumam Dava melihat Sekar yang tergila-gila dengan uang.
Dava sedang berada di sebuah Restoran bersama dengan Angela,gadis yang masih berusia 3 tahun itu terlihat sangat lengket kepadanya.
Tak jauh dari tempat itu terlihat Arga mengenggam telapak tangan seorang wanita yang menyenderkan kepalanya pada pundak Arga.Mereka tengah memperhatikan kebersamaan Dava bersama gadis kecil itu.
BERSAMBUNG
Koment di bawah yaa tentang "CINTA MALAM PERTAMA"
Dukung cerita ini dengan tinggalkan like dan Vote ya teman-teman.
Si Raeviga kemana ya?
Menghilang tanpa jejak..
Itu yang di gendong Dava siapa?
__ADS_1
Anaknya?😵