
Dava sedang duduk bersama Axel di Coffe Shops yang terletak tidak jauh dari kantornya.
"Muka kamu asem banget,Dav.."ejek Axel terkekeh geli menatap wajah teman yang sedang menumpu kepalanya dengan tangan kanannya seolah telah kehabisan tenaga.
"Istri kamu kalau hamil gitu juga gak sih?"tanya Dava dengan nada kesal.
"Emang kenapa?"tanya Axel dengan menyuruput secangkir kopi di tangannya.
"Ini udah 2 bulan lebih tapi Raeviga masih aja mual kalau deket-deket sama aku.."gerutu Dava sambil mengaduk kopinya dan menambahkan lagi sedikit gula.Terlihat jelas ekspresi wajah Dava yang kusut.
Axel tertawa mendengar hal itu,lelaki semakin menertawakannya ketika Dava melotot kesal padanya.
"Itu bawaan hormon atau mungkin memang bayi yang di kandung Raeviga sekarang benci deket-deket sama bapaknya.."ungkap Axel dengan tawa cekikikan.
"Pengen nyoba nonjok kamu sekarang!"keluh Dava menatap kesal pada Axel yang masih tertawa kecil.
"Lagian manusiawi lah,namanya juga hormon ibu hamil.Biar kamu tuh puasa menjamah istri kamu sekarang..." ledek Axel lagi membuat emosi Dava mendidih.
"Gue cabut aja,ngomong sama kamu itu ibarat ngerok lumpur pake sendok.Gak guna!" Dava pergi begitu saja meninggalkan Axel.Wajahnya masih terlihat kesal bahkan setelah keluar dari Cafe itu.
"Ndih gitu aja marah.Sensitif amat kayak orang bunting..."gumam Axel pelan masih dengan tawa yang tak lepas dari bibirnya.Axel memperhatikan kepergian Dava yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
_______________________
Dava sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya setelah bertemu dengan Axel di Coffe Shops tadi.
"Punya temen kayak dia tuh pingin gue taruh di museum aja..."gerutu Dava mengingat respon Axel yang hanya mengejek dan menertawainya.
Suara dering panggilan dari ponsel Dava membuatnya menepikan mobilnya ke sisi jalan.
"Kenapa sayang?"tanya Dava ketika mengangkat telepon dari istrinya.
"Kamu dimana?" tanya Raeviga dari seberang telepon.
" Lagi perjalanan pulang.."
"Jangan pulang dulu.."cegah Raeviga pada suaminya.Dava mengerutkan keningnya mendengar perkataan istrinya itu.
"Belikan aku donat dulu.Anak kita pengen donat.."ucap Raeviga meneruskan perkataannya.
"Cuma donat aja?nanti aku belikan yang banyak..."tanya Dava memastikan lagi.
"Tapi..." suara rendah dari Raeviga dari seberang telepon Dava tiba-tiba membuat lelaki itu bertanda tanya.
"Kenapa sayang?Aku belikan yang banyak nanti.Tunggu ya..."Jelas Dava mendengar suara Raeviga yang terputus seolah menimang kembali apa yang akan di katakan kepada suaminya.
"Cuma donat aja kan?"tanya Dava lagi karena tidak ada respon dari istrinya.
"Ekkh..tapi bentuk donatnya harus bulan sabit, jangan di lapisi mentega,pake selai strawberry sama selai coklat dan keju di dalam donatnya."
"Terus..meses-nya harus tiga warna ya Dav.."pinta Raeviga pada suaminya.Permintaan Raeviga itu sukses membuat Dava yang mendengarnya hanya melongo beberapa detik tak merespon permintaan istrinya.
Donat seperti di jual dimana? Istriku bikin sakit kepala.
"Dav,gimana?Beli ya.Bayi kita minta seperti itu.Tadi bibi udah belikan Donat yang biasa tapi gak selera aku makan.Aku ingin yang aku sebutin tadi.."
__ADS_1
"Yank,sebutin lagi yank kamu minta seperti apa? Kok aneh gitu sih Rae." Jawab Dava setelah beberapa detik hanya mendengarkan perkataan Raeviga.
"Ikhhh kamu deh,pokoknya kayak gitu.Cepetan beli.."Raeviga mendengus kesal pada suaminya karena ternyata sedari tadi Dava tidak memperhatikan ucapannya.
"Permintaannya aneh yank,sebutin lagi ya biar bisa inget.."Ucap Dava menenangkan istrinya.
Raeviga menghela napas dan menyebutkan kembali permintaannya.
"Belinya dimana yank?" tanya Dava setelah Raeviga selesai menyebutkan kembali permintaan donat aneh itu.
"Gak tau,cari aja.Kamu coba tanya gitu ke siapa.Usaha dong Dav buat anak kamu.."
"Ini juga sambil mikir nanyak ke siapa.Hadehh"gumam Dava tanpa suara.
"Tanya siapa yank?" Dava masih bingung akan pergi mencari dimana donat seperti yang di sebutkan oleh Raeviga.
Orang hamil gini banget sih!
"Toko Donat lah sayang gak mungkin kan nyari ke bengkel mobil..."keluh Raeviga yang terlihat kesal mendengar pertanyaan Dava.
"Buruan sayang.." Raeviga memaksa Dava untuk segera membelinya karen sedari tadi Dava masih diam di tempat tidak segera membelikan makanan itu.
"Kok tumben panggil aku sayang.." Dava terkekeh geli di sela kebingungannya karena tiba-tiba Raeviga memanggilnya seperti itu.Karena Dava sangat memahami bahwa Raeviga adalah tipe wanita yang sangat malu menunjukkan kemesraannya terlebih dahulu.Dan sekarang ia sudah berani memanggil suaminya dengan kata mesra seperti itu.
Astaga,aku merinding mendengar ucapan itu.
"Buruan,ini anak kamu udah ngiler..."sahut Raeviga sambil menyembunyikan wajah yang tersipu malu dari seberang telepon Dava itu.
Kenapa mulutku tiba-tiba memanggilnya kayak gitu.Malu banget.
Setelah beberapa menit mengobrol dengan istrinya tentang permintaan aneh itu,Dava menutup panggilan teleponnya dan mulai menjalankan kembali mobil miliknya ke toko kue atau roti terdekat.
"Silakan tuan.."sapa pelayan wanita toko itu ketika melihat Dava masuk ke dalam tokonya.
"Saya mau beli beberapa Donat.." ucap Dava sambil mencari sesuatu di dalam sakunya.
"Disini tuan,banyak pilihan Donat yang tersedia.."pelayan itu menunjukkan barisan donat yang bervariasi.Namun dari pilihan donat yang tersedia tidak ada yang cocok sesuai permintaan istrinya.
"Ekkhmm,saya mencari donat yang berbeda.."jawaban Dava itu membuat pelayan wanita itu bingung.
"seperti ini.."Dava memberikan catatan kecil yang di tulisnya saat Raeviga menyebutkan kembali ciri-ciri donat yang dia minta.
Pelayan wanita yang masih remaja itu membaca catatan milik Dava yang di berikan kepadanya.
"Tunggu dulu ya tuan..."seru Pelayan itu dan kembali memberikan catatan yang di pegangnya pada Dava.Gadis pelayan itu masuk ke dalam ruangan memanggil seseorang.
Tak berselang lama seorang wanita tua keluar dari ruangannya yang di ikuti oleh pegawai tadi.
"Untuk istri kamu?"tanya wanita tua yang menjadi pemilik toko kue itu.
Dava mengangguk membenarkan.
"Istri saya sedang hamil,dia sangat ingin memakannya.."jawab Dava pada wanita tua itu dengan sopan.
"Apakah ada?"tanya Dava lagi.
__ADS_1
"Ada jika di buatkan.Apa kamu mau menunggunya? biar aku buat dulu.."
Dava mengiyakan dan berterima kasih atas bantuan wanita itu.
__________________________
Dava sudah dalam perjalanan menuju rumahnya.Di sampingnya tergeletak satu kotak yang berisi kue donat sesuai permintaan istrinya.
Raeviga sedang berada di taman belakang bermain ayunan di temani mama mertuanya yang satu jam yang lalu berkunjung menjenguk menantunya yang hamil.
"Sayang.."panggil Dava mencari istrinya ketika telah sampai di depan rumahnya.
"Nona Rae sama nyonya di taman tuan.."jawab pelayan rumah pada Dava.
Dava berlari kecil menemui istrinya.
"Rae..."panggil Dava yang sudah berada di belakang istrinya.
Raeviga menoleh dengan panggilan suaminya.
"Mana donatnya?"tanya Raeviga menatap ke arah tangan Dava yang di sembunyikan di belakang tubuh lelaki itu.
"Cium dulu.."goda Dava dengan tawa cekikikan.Laili yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala menatap Dava.
"Gak mau nanti aku muntah.Kamu bau.."gerutu Raeviga sambil menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya.
Laili tertawa mendengar jawaban Raeviga itu.
"Mama kok malah ketawa.."ucap Dava kesal yang melihat Laili tertawa seketika.
"Mana donatnya"rengek Raeviga pada Dava yang tidak segera memberikan kue yang di mintanya.
"Sabar yank,Nih.." Dava tersenyum melihat wajah manis Raeviga yang sedang merengek manja.
Akkh,menggemaskan.
Raeviga tersenyum senang melihat donat itu sesuai dengan permintaannya.
"Terima kasih.."seru Raeviga dengan wajah yang masih tak lepas dari senyum bahagianya.
Dava mendekati Raeviga.Lelaki itu melipat kedua kakinya hingga sejajar dengan Raeviga yang sedang duduk di ayunan.
"Sayang,kamu pinter banget sih bikin Papa puyeng.."ucap Dava sambil mengelus perut Raeviga lembut.
Raeviga dan Laili ikut tersenyum mendengar ungkapan Dava.
-
-
BERSAMBUNG
Baca Novel ini juga ya,
Kisah ini menceritakan ARGA-SISKA.
__ADS_1
Kedua Novel ini saling berhubungan nantinya.