CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 12 # ARKA : NADA RINDU


__ADS_3

"Kirimkan lokasinya segera.."jawab Arka lagi setelah memdengar apa yang di katakan Pria di seberang teleponnya itu.Entah apa yang sedang mereka bicarakan namun Arka terlihat sedikit senang.


_________________________


Arka melajukan mobilnya kembali setelah menerima telepon dari asisten pribadinya atau lebih tepatnya adalah orang yang ia percaya untuk mencari informasi secara detail untuknya.Lelaki yang sudah berumur sekitar 40 an itu mengatakan alamat tempat tinggal Marsha secara lengkap.


Mobil Arka berhenti tepat di sebuah Apartement di kawasan kota Jakarta.Lelaki itu mengambil sebuah buket bunga yang ia beli di toko sekitar saat ia dalam perjalanan tadi.


Arka berjalan menuju Lobby hotel dan pergi menuju ke pegawai wanita yang bekerja sebagai Resepsionis disana.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya salah satu wanita yang berpakaian rapi dan berseragam.


"Bisa tolong bantu saya untuk memberikan bunga ini ke Wanita bernama Marsha penghuni lantai 5 no.15?"tanya Arka sambil memberikan buket bunga di tangannya dan secarik kertas yang ia selipkan di antara bunga-bunga mawar yang telah di kemas itu.


"Baik tuan,satpam disini akan mengantarnya.."jawab pegawai itu di sertai senyum tipis terukir di. bibirnya.


Arka kembali mengendarai mobilnya setelah memberikan buket bunga yang di belinya itu untuk Marsha.


Aku sangat berharap kamu bisa memaafkanku,Sha...


Setelah kepergian Arka,berjarak beberapa jam Marsha masuk ke dalam gedung Apartemennya dengan membawa 2 kantong plastik bahan makanan dan snack ringan yang di belinya di supermarket saat perjalan pulang dari kantornya.


Bersamaan dengan itu ia sudah terbebas dari Angga yang sejak tadi mengajak mengobrol selama perjalanan menuju. tempat belanja itu.Angga mendapat panggilan telepon penting sehingga ia harus kembali lagi ke Universitas untuk pertemuan rapat di bidang pembelajaran khusus.


Marsha akan berjalan menuju lift di gedung itu,namun Satpam yang berdiri di samping meja resepsionis itu memanggil dirinya.


"Nona Marsha kan?"tanya lelaki itu yang berpakaian dan beraktribut lengkap seorang satpam.


"Iya pak.."jawab Marsha heran.Satpam itu segera menuju meja resepsionis yang sedang tidak ada pegawai itu dan mengambil buket bunga dari loker di meja resepsionis.


"Ini dari seseorang.Tadi menitipkannya untuk Nona Marsha.."Satpam itu memberikan buket bunga mawar yang di pegangnya kepada Marsha.Namu seketika Marsha menghindar ketika bunga mawar itu di berikan kepadanya.


"Maaf pak,saya alergi.Ini dari siapa?"ucap Marsha sambil mengibaskan hidungnya yang mulai sedikit gatal karena telah tercium serbuk bunga mawar itu.


"Saya tidak tau Non.Pegawai resepsionis hanya mengatakan jika seseorang lelaki memberikan ini kepada Nona.."jelas Satpam itu yang hanya mengetahui tentang itu saja.


"Baiklah,terima kasih..."


Marsha mengambil buket bunga itu dan sedikit menjauhkan dari wajahnya.Saat telah masuk ke dalam Apartemennya ia melihat sebuah amplop biru terselip di antara tangkaian bunga mawar indah itu.

__ADS_1


Selembar kertas kecil bergaris yang telah usang,terlihat bentukan garis lipatan dan beberapa bercak kecoklatan menempel di kertas itu.Namun tidak ada tulisan sama sekali yang terukir disana.Marsha membalikkan kertasnya,ia menemukan tulisan tangan Arka dengan bulpoin merah di ujung bawah kertas itu.


Kertasnya kosongkan?


emang sengaja,karena dari kertas yang usang ini aku mengerti jika hati tak bisa di biarkan kosong lagi Sha.


Hatiku sama seperti kertas ini,Sha.Terasa kosong tanpa adanya tawamu seperti dulu


Aku mencintaimu


Hatiku hanya butuh jawaban itu.


Maaf,telah menyakiti hatimu saat itu..


Arka.


Setetes air mata jatuh mengenai kertas itu,membaca setiap kalimat yang di tulis oleh lelaki itu membuat Marsha mengingat kembali kenangan-kenangan Arka dengan dirinya di masa silam.


"Aku membencimu Arka.." Marsha meletakkan surat itu ke dalam laci meja riasnya.Gadis itu duduk di tepi tempat tidur dengan wajah sedihnya yang ia tenggelamkan pada telapak tangannya.


Biarkan kisah kita berakhir Arka...


22.02


Sashi yang saat itu berjalan menuju kamarnya yang terletak di sebelah Arka,menoleh sejenak kearah kamar Saudara kembarnya itu.


Wajah Sashi juga terlihat kecewa,air mata masih mengenang di ujung matanya.Hatinya juga sedang menangis,menahan kekecewaan yang telah membelenggu hatinya.Kenyataan pahit yang akan ia dengar dari Andreas dan Angela.


Sashi menghapus air mata yang mengenang di kedua matanya,ia masuk ke dalam kamar Arka perlahan.Ia membutuhkan teman untuk melampiaskan emosinya saat ini.Setidaknya agar ia bisa tidur dengan tenang malam ini.


"Arka.."panggil Sashi lirih.Gadis itu perlahan memasuki kamar Arka yang di dominasi oleh warna hitam dan putih.Lampu tidur yang temaram sedikit menerangi pencahayaan kamar itu.


Arka membalikkan tubuhnya yang duduk diatas tempat tidur membelakangi Sashi.Lelaki itu memicingkan kedua matanya menatap Sashi.


"Ada apa?"


Sashi menggelengkan kepalanya pelan,ia duduk di sebelah Arka menatap gitar yang di pegang oleh lelaki itu.


"Mainin lagu yang buat aku lebih tenang dong.."ucap Sashi sembari meraih satu bantal di dekatnya dan di taruhnya di pangkuan kakinya.

__ADS_1


"Kamu ada masalah?"tanya Arka memandang kearah saudara kembarnya itu.Arka bisa melihat dari lampu yang temaram itu jika wajah Sashi terlihat sendu.Gadis itu tidak pandai menyembunyikan kesedihannya.


"Mainan aja satu lagu.."


Arka mulai memainkan sebuah lagu sesuai permintaan Sashi.Alunan nada dari lagu Ari Lasso-Lirih mulai mengisi keheningan kamar itu,suara Arka yang ikut mengimbangi melodi lagu itu.Ingatan tentang Marsha mulai bermain di isi kepala Arka.Setiap lirik lagu itu seolah telah menggambarkan perjalanan cintanya.


Aku akan bertahan,Sha.Kali ini aku tidak akan melepaskanmu.Cukup 4 tahun itu aku selalu merindukanmu...


Sashi menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur Arka.Ia menutup perlahan kedua matanya meresapi nada yang begitu lembut dari gitar yang di mainkan Arka.


Aku sedih kak,tapi aku akan baik-baik saja.Melepaskan apa yang memang tidak akan pernah menjadi milikku adalah keputusan yang benarkan?


Petikan gitar Arka membuat ruangan temaram itu seakan ikut merasakan kerinduannya.Ia melepaskan kesedihannya saat ini lewat lagu yang ia mainkan.


.........Hidupku


Bersama rembulan


Aku menangis


Mengenangmu,Segala tentangmu


Ooh


Ku memanggilmu


Dalam Hati lirih.....


Potongan lirik itu telah sangat sesuai dengan keadaan hati kedua saudara kembar itu.Sashi sudah terlelap dalam tidurnya.


Arka menoleh kearah Sashi yang sudah meringkuk dengan mata yang juga terkatup rapat.Setetes air mata dari ujung matanya Sashi tak lepas dari perhatian Arka.


Lelaki itu memandangi wajah saudara kembarnya yang sayu.


"Apa dia sedang ada masalah dengan Andreas?"tanya Arka dalam hati.


Arka memang tidak pernah bisa terlihat akur bersama Sashi,ia sangat membenci sikap Sashi yang terkadang sangat manja namun ia sangat menyayangi saudara kembarnya itu.Kehidupan Arka tidak akan semenarik ini jika Sashi bukanlah saudaranya.


Arka menyampirkan selimut di tubuh Sashi sebelum meninggalkan kamar tidurnya,ia berjalan menuju kamar khusus tamu dan tertidur di sana.

__ADS_1


BERSAMBUNG


(Update setiap Senin-Selasa ya temen-temen❤)


__ADS_2