
Penjelasan Dava tentang keluarga baru Raeviga membuat Siska yang mendengarnya tidak percaya.
"kau sudah memastikannya?" tanya Siska yang menyangkal perkataan Dava itu.
"Dia sudah mengakui kalo anak lelaki itu adalah anaknya"jelas Dava lagi membuat Siska terdiam mendengarnya.
Di sela obrolan serius mereka bertiga,Ponsel Dava berdering membuatnya menghentikan pembicaraan mereka.Dava merogoh saku celana jeans untuk mengambil ponselnya yang telah berdering dari beberapa detik yang lalu.
"Halo Axel,ada apa?"tanya Dava ketika melihat nama Axel yang menelponnya.
"bisa kita bertemu sore ini? ada sesuatu penting yang ingin kubicarakan denganmu" jawab Axel dari seberang telpon milik Dava.
Dava melihat jam tangannya sekilas ketika mendengar permintaan Axel yang ingin bertemu dengannya.
"baiklah,satu jam lagi kita akan bertemu di Forest Cafe.."
"Ok." Axel memutuskan panggilan teleponnya setelah Dava menyetujui pertemuan mereka.
Axel tersenyum kepada seorang wanita yang berjalan menuju ke arahnya.Wanita itu tersenyum sangat bahagia menatap kepada Axel.Tangan wanita itu melambai ke arah Axel yang sedang duduk menunggunya,terlihat jemari manis wanita itu melingkar sebuah cincin berlian yang berkilau dan cantik.
"Hay,sayang.."seru wanita itu ketika telah berada dekat pada Axel.
"Hey,babe"balas Axel meraih tangan wanita itu dan menciumnya lama.
"siapkan dirimu untuk besok.."ungkap Axel pelan di telinga Wanita itu.
Senyum bahagia terukir jelas di wajah mereka berdua.Tak jauh dari tempat mereka duduk seorang wanita dengan rambut pirang sebahu dan kelopak matanya yang indah sedang bermain bersama pangeran kecil Axel yang sangat terlihat dekat dengannya.Sesekali wanita itu melirik sekilas melihat kebersamaan Axel dengan wanita yang sedang memeluk lengan Axel dengan tawa bahagianya itu.
_____________
Tangan Dava mengetuk pelan dengan ketukan berirama pada meja Cafe yang terbuat dari kayu mahoni itu.
Sudah 10 menit Dava menunggu kedatangan Axel yang belum terlihat sedari tadi.Dava mengangkat tangannya berseru pada pelayan cafe untuk meminta buku menu yang berisi daftar menu makanan atau minuman yang di sediakan oleh Cafe itu.
Seorang waiter masih berusia belasan tahun menghampiri Dava yang melambai ke arahnya sambil membawa catatan kecil dan buku menu di tangannya.
"selamat sore pak,ada yang bisa saya bantu.."sapa lelaki itu dengan sopan.
"bisa saya melihat buku menu?"
Waiter itu mengangguk mengiyakan dan memberikan buku menu kepada Dava.
"Dav.."panggil seseorang membuat Dava mencari sumber suara itu.Axel tersenyum kecil melihat Dava yang sudah duduk menunggunya,ia sedikit berjalan dengan cepat menuju meja tempat Dava yang berada di ujung.
"Saya pesan ini saja.."tunjuk Dava pada sebuah makanan khas indonesia.
"Hai Bro,sorry tadi ada masalah kecil di kantor"seru Axel sembari duduk di kursi depan Dava.
"tidak masalah.Aku juga baru datang"ucap Dava disertai senyum kecil di wajahnya.
__ADS_1
"samakan pesananku dengannya"pinta Axel ketika pelayan itu menyodorkan buku menu kepadanya.Pelayan itu mengangguk mengerti dan segera pergi menyiapkan makanan yang mereka minta.
"Ok Axel,hal penting apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Dava pada inti pertemuan mereka hari ini.
"Pertama,ini tentang perusahaan.Investor lain akan menelponmu dalam waktu dekat ini,dia akan mempercayai perusahaanmu yang telah berkembang pesat ini untuk menginvestasikan dana mereka kepada Junkfood Indonesia"jelas Axel tersenyum senang mengatakan hal itu pada rekan sekaligus teman barunya itu.
"Really?thank you bro!" seru Dava senang atas bantuan Axel itu.
Axel tersenyum kecil mengiyakan.
"And than.."
"Kedua,aku ingin mengundangmu secara khusus di pestaku nanti malam.Aku akan mengenalkan istriku kepada rekan kerja dan teman-teman dekatku"
"Wow"seru Dava mendengar ajakan Axel.
"Just a small party" Ucap Axel merendah.
"pesta yang sangat spesial.."puji Dava pada pesta yanga akan di adakan oleh Axel.
Obrolan mereka terhenti sejenak ketika pelayan cafe itu membawakan makanan mereka dan meletakkannya di atas meja yang di tempati oleh dua pria yang terlihat senang satu sama lain.
"Thank You!" ungkap mereka bersamaan.
"selamat menikmati.." ungkap pelayan itu sembari tersenyum kecil kepada mereka berdua dan berlalu pergi meninggalkan dua pria itu.
"Kapan acaranya?"tanya Dava sambil mencicipi makanannya yang masih terasa panas.
Dava mengangguk mengiyakan dan kembali melahap makanannya.
"Kau harus datang,Dav"pinta Axel di sela kunyahan makanannya.
"Baiklah,aku pasti datang.." jawab Dava mengiyakan.
___________________
Dava masih berada di kantornya membantu Arga dengan berbagai berkas penting perusahaan yang ada di meja kerjanya.Arga duduk di sofa panjang melihat layar laptop yang laporan-laporan penjualan dan pemasukan keuangan perusahaan.
"Kak,sepuluh menit lagi aku harus pergi ke acara pestanya Axel.."ujar Dava sembari melirik sekilas jam tangannya.
"Axel?" tanya Arga mendengar nama yang tidak asing di telinganya.
"Rekan Investor kita.."jelas Dava sembari membolak-balikan kertas kerja.
"Akkhh!pantas nama itu tidak asing di telingaku.."
Arga menoleh sejenak pada Dava yang duduk di meja kerja.
"Kalau begitu segera pergi acaranya pasti sudah di mulai..."ungkap Arga melihat Dava yang masih berkutat dengan laporan perusahaan.
__ADS_1
"Iya,setelah ini aku pergi.."
Dava mengambil jas berwarna pastelnya yang senada dengan warna celana yang di pakainya.Ia merapikan bajunya sejenak sebelum keluar dari ruang kerjanya.
"Kak,aku pergi dulu.."serunya sembari mendorong pintu kaca ruangannya.
Arga berdeham mengiyakan kepergian Dava.
Detik berikutnya suara deru mobil milik Dava melaju melintasi jalan memecah keramaian ibukota.
___________________
Seorang wanita sedang melihat penampilannya dari pantulan kaca di depannya.wanita itu merapikan rambut yang di gerainya.Gaun panjang berwarna coklat keemasan itu terlihat sangat elegan saat dipakainya.
"Rae,ayo keluar"panggil seorang wanita pada Raeviga,wanita itu masuk ke dalam ruang kamarnya dengan mengangkat sedikit gaun yang menjuntai panjang.
"kau sangat cantik.."puji wanita itu pada Raeviga yang tersenyum menatap wanita di depannya.
"kamu lebih cantik malam ini.."puji Raeviga pada wanita yang sedang berdiri di hadapannya.Tubuhnya yang sangat ideal dengan balutan gaun berwarna gold membuat terkesan sangat seksi.
Kedua wanita itu tersenyum senang melihat penampilan mereka dan mulai melangkah menuju tempat pesta yang berada di halaman rumah mewah itu.
Dava telah masuk ke dalam tempat pesta yang telah dipenuhi oleh kerumunan tamu yang datang ke pesta Axel.Lelaki itu mengedarkan pandangannya mencari sosok lelaki yang telah mengundang dirinya ke pesta mewah ini.
"Davaa.."panggil seseorang dari kejauhan.Lelaki itu mengenakan setelan jas formal hitam-putih dengan setangkai bunga mawar yang dipegangnya.
Dava tersenyum kecil melihat Axel yang menuju kearahnya.
"Kau sangat tampan hari ini.."puji Dava melihat penampilan rekannya itu.
Axel tertawa kecil menanggapi pujian Dava padanya.
"kau datang terlambat,bro!"
Dava mengangkat kedua alisnya mendengar teguran kecil Axel.
"bisnis nomer satu.."gurau Dava pada rekannya.
"Akhh!aku akan memperkenalkan istriku padamu.."seru Axel dengan nada gembiranya,kedua matanya mulai menjelajah mencari sosok wanita pendampingnya.
"Itu dia.."tunjuk Axel ketika melihat seorang wanita dengan penampilannya yang sangat anggun membuat Axel jatuh berkali-kali oleh pesonanya.
Dava mengikuti arah telunjuk Axel yang mengarahkan pada seorang wanita yang berjalan menuju ke arah mereka.Ekspresi Dava perlahan berubah datar ketika melihat wanita yang telah menjadi tempat berlabuh Axel itu.Pandangannya mengeras dan sekilas ia melihat ke arah Axel yang tersenyum bahagia melihat wanita yang berdiri tak jauh dari tempat mereka.
BERSAMBUNG
NB:
NB: Vote dan Like cerita ini ya kalau menurut kalian cerita ini memang layak untuk dilihat oleh lebih banyak pembaca.
__ADS_1
Terima kasih,