
"Aku membawa mobil sendiri.."tolak Sashi sambil menunjukkan kunci mobilnya dan tersenyum tipis menatap Andreas.
Aku pergi..
Terima kasih telah menjadi pria yang di cintai oleh Sashi...
Episode sebelumnya....
______________________________
Andreas menatap kearah Sashi yang sudah masuk ke dalam mobil dan sedetik kemudian mobil berwarna merah itu melaju dengan kecepatan normal meninggalkan Andreas sendiri.
Kilas balik saat Andreas bersama Angela di rumah sakit teringat kembali oleh lelaki itu.
"Kenapa kamu menjadi sangat dingin sekarang kepadaku Ndre? Apa karena kejadian di pesta waktu itu?" tanya Angela saat Andreas berjalan beriringan menuju ruangan dokter.
"Maaf,sepertinya aku telah melakukan kesalahan,Angela.Pernyataanku kepadamu itu hanyalah sebuah pengalihan agar Sashi menjauhiku.."penjelasan Andreas itu tentu saja membuat Angela menghentikan langkah kakinya dan menatap kearah Andreas untuk meminta penjelasan darinya.
"Apa maksudmu? ada apa dengan Sashi?"
"Aku hanya ingin membuatnya menjauh dariku.Saat ia terus menempel kepadaku seperti saat ini.Aku takut perasaanku tak dapat ku kendalikan lagi.."
"Kamu mencintai Sashi? apa Sashi juga tau perasaanmu?"tanya Angela lagi.
"Saat itu aku berpikir jika Sashi hanya menganggapku seperti dirimu ngel.Seperti saudara untuknya.Tapi kurasa semua itu salah.."
"Cobalah katakan perasaanmu kepadanya sekarang.Jangan biarkan dia menjauh darimu Andreas..."Angela mencoba memberi saran kepada Andreas sembari menepuk bahu kanan lelaki itu untuk menyemangatinya.
"Aku juga berpikir seperti itu.Setelah aku menemaniku check up aku akan segera menemuinya.Kita memiliki janji hari ini.."
"Hari ini? kalau begitu cepatlah pergi Andreas.Sashi akan menunggumu terlalu lama nanti.."Angela merasa bersalah telah menganggu waktu Andreas sekarang.
"Tidak,aku akan mengantarmu dulu.Aku sudah berjanji sama kamu Angel.Lagi pula kamu butuh seseorang untuk mendampingimu sekarang..
Angela tersenyum kecil mendengar ucapan Andreas.
"Kamu pria yang sangat baik Ndre.Andai saja lelaki yang selalu ku harapkan bisa sepeka dirimu.."gumam Angela pelan namun Andreas masih bisa mendengarnya.
"Lelaki yang kamu harapkan?"tanya Andreas bingung.
"Ekkhmm,sebenarnya saat di pesta malam itu.Yang ku katakan kepadamu bukanlah perasaanku sebenarnya Ndre.Malam itu aku hanya merasa kesal karena Alif terlihat sangat dekat dengan Sashi,bahkan ia mengabaikanku begitu saja di pesta..."keluh Angela dengan kedua sorot matanya yang terlihat sedih.
"Alif? Alif Putra Nugroho? teman kuliah kita dulu?"tanya Andreas memastikan.Andreas teringat saat lelaki itu memang mencoba mendekati Sashi,bahkan ikut bergabung dalam obrolan para gadis hanya untuk duduk berdekatan dengan Sashi.
Angela mengangguk pelan.
"Lupakan saja tentang hal itu,Aku tidak ingin mengingatnya.."
"Baiklah.Kalau begitu kita impas.."ucap Andreas di susul tawa kecil Angela disana.
Kembali ke waktu normal,Andreas masih duduk di tepi pantai yang sebentar lagi akan terlihat gelap karena cahaya matahari yang beberapa detik lagi akan bersembunyi.
Ponsel Andreas berdering,ia menerima panggilan masuk dari Arka itu.
__ADS_1
"Apa Sashi bersamamu?"tanya Arka saat panggilan mereka terhubung.
"Dia baru saja pergi.."jawab Andreas lirih.
"Baiklah,apa Sashi telah mengatakan kepadamu jika dia akan pergi ke London?" Pertanyaan yang di lontarkan Arka itu menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi Andreas.
"Maksudmu Sashi akan pergi ke London?"tanya Andreas memastikan.
"Hemm..Apa dia tidak mengatakannya?"Arka mengulang pertanyaannya.
"Tidak.."
Andreas berjalan menuju parkiran mobilnya dengan langkah terburu-buru.
"Berapa lama lagi penerbangan kalian lepas landas?"tanya Andreas sembari membuka pintu mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya dengan cepat.
"10 menit lagi.."
"Tolong bantu aku agar Sashi tidak ikut dalam penerbangan itu.."
"Aku tidak bisa membantumu jika tentang itu,Kepergian Sashi ke London adalah pilihannya..." jawab Arka dengan sedikit perasaan bersalah.Ia tidak ingin menghalangi pilihan yang telah di buat oleh saudara kembarnya.
Di dalam bandara,Dava dan Raeviga tengah duduk menunggu kedatangan Sashi.
"Apa yang di katakan Andreas? Apa Sashi bersamanya?"tanya Raeviga khawatir.
"Sashi sudah perjalanan kesini ma.."
"Maa,pesawat udah boarding?"tanya Sashi sembari melangkah kearah Raeviga dan Dava.
"Kamu dari mana aja sih,Sas.."tanya Dava sembari memberikan tiket pesawat kepada putrinya.
"Urusan bentar Pa.."jawab Sashi singkat.
"Yaudah buruan kalian check ini.Ini waktunya sudah mepet.."ucap Raeviga pada Sashi.
"Iya Ma.Kita berangkat dulu ya.."seru Sashi sembari memeluk kedua orang tuanya.
"Hati-hati ya kalian.Kabari Mama nanti saat sampai disana.."pesan Raeviga sembari mencium kening putrinya.
"Sas,Lo gak mau nunggu beberapa menit gitu? ada seseorang yang pengen ketemu elo.."ucap Arka yang sedari tadi hanya diam memandangi Sashi.Ia tau jika saat ini saudara perempuannya itu sedang terluka.
"Seseorang? siapa?"tanya Sashi mengangkat kedua alisnya bingung.
Begitu pula dengan Dava dan Raeviga yang juga mendengarkan perkataan Arka ikut bingung di buatnya.
"Andreas.."bisik Arka di telinga Sashi.
"Apa kamu memberitahunya jika aku akan ke London?"tanya Sashi menatap kearah Arka menunggu jawaban dari mulut lelaki itu.
Terdengar suara petugas wanita yang di pancarkan dari speaker bandara mengatakan jika pesawat yang di tumpangi oleh Sashi dan Arka meminta seluruh penumpang untuk segera boarding.
"Kamu yakin masih mau berangkat ke London?"tanya Arka memastikan.Sedangkan Raeviga dan Dava menatap heran keduanya.
__ADS_1
"Kalian mau nunggu siapa sih? ini udah di suruh boarding loh.Kalian nanti ketinggalan pesawat.."ucap Raeviga sembari menghela napas melihat kedua anaknya.
"Sas,apa kamu sedang ada masalah? Apa kepergianmu ke London untuk menghindari sesuatu?"tanya Dava seolah menangkap sinyal dari raut wajah Sashi yang terlihat sedih.
"Kamu tidak perlu memaksakannya.Semua pasti akan ada jalan keluarnya sayang.Kamu tidak perlu menghindar.."ucap Dava lagi sembari memeluk anak perempuannya yang telag beranjak dewasa itu.
"Apa ini tentang Andreas Sas?"tanya Raeviga pada inti dari akar permasalahan Sashi.
"Sas..."panggil Andreas dari jauh,lelaki itu berlari secepat yang ia bisa kearah Sashi.
"Kak Andreas.."gumam Sashi pelan.
"Sas,dengerin Aku baik-baik.Aku mungkin gak ada hak untuk mencegah kamu pergi sekarang.Tapi aku ingin kamu mengizinkanku untuk menunggumu disini.."ungakap Andreas dengan napas tersengal-sengal.
Andreas memberikan sebuah kertas yang di gulung dengan pita merah yang melekat disana.
"Ini adalah perasaanku sesungguhnya untukmu.."
Sashi mengambil kertas itu,namun ia tidak ingin membukanya sekarang.
"Aku akan membacanya nanti di pesawat.Jangan menungguku kak karena itu akan sangat membosankan.."seru Sashi sebelum pergi meninggalkan Andreas.
Dava mengaitkan tangannya ke bahu Raeviga.
"Haruskah aku ikut campur sayang? sepertinya mereka masih sangat amatir.Terlalu lambat.."bisik Dava di telinga Raeviga.
"Kamu diamlah.Ini urusan anak muda.Kamu sudah sangat tua untuk ikut campur di dalamnya.."ejek Raeviga dengan senyuman kecil yang ia perlihatkan pada suaminya.
"Kamu sudah berusaha dengan baik Kak,ku harapkan hubungan kalian setelah ini baik-baik saja.."seru Arka sebelum menyusul langkah kaki Sashi yang mendahului.
Andreas menatap kepergian Sashi hingga bayangan gadis itu menghilang dari pandangannya.
"Tenang saja,Sashi tidak akan lama disana.Di hanya butuh mencerna segalanya.."ucap Dava sambil menepuk bahu Andreas.
Andreas mengangguk mengerti.
___________________________
Sashi sudah berada di dalam pesawat yang telah lepas landas,ia membuka surat yang di berikan oleh Andreas.Terlihat sebuah foto masa kecil Andreas dan Sashi saat di sekolah dasar.
Di foto itu terlihat jelas Andreas yang tertawa lepas menatap kearah Sashi kecil yang berpose centil di depannya.
Sashi membalikkan foto itu dan menemukan tulisan Andreas di masa kecilnya.
Andreas cs Sashi ❤
Sashi memandangi kalimat singkat itu.Ia kembali teringat saat Andreas kecil selalu saja menuliskan kalimat seperti itu di belakang buku Sashi juga saat mereka belajar bersama.Andreas kecil mengatakan jika arti dari kalimat itu adalah Andreas cinta sejati Sashi.
Sashi yang saat itu tidak mengetahui apa cinta hanya tersenyum kecil saat Andreas selalu mengatakannya.
"Kenapa kamu mengingatkanku tentang ini,Andreas?"gumam Sashi dalam hati sembari menatap pemandangan daru kaca pesawat.
BERSAMBUNG
__ADS_1