CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 28 : TERUNGKAP


__ADS_3

Dava mengikuti arah telunjuk Axel yang mengarahkan pada seorang wanita yang berjalan menuju ke arah mereka.Ekspresi Dava perlahan berubah datar ketika melihat wanita yang telah menjadi tempat berlabuh Alex itu.


"Dia.."seru Dava memastikan kembali dengan wajah yang terlihat menahan emosi kemarahan dan kekecewaannya.


"Iyaa,dia Istriku"ungkap Axel membenarkan perkataan Dava sembari tersenyum melihat wanita yang berdiri tak jauh darinya.


"sudah waktunya.."seru Axel lagi ketika melihat jarum jam di alroji telah menunjukkan waktu acara yang sebenarnya.


Dava hanya memandang ke arah Wanita yang sedang berdiri sembari tersenyum kecil melihat ke arah panggung yang berdiri Axel di atas sana.


Tangan Dava telah mengepal keras dengan ekspresi wajah yang menatap tajam pada gadis itu.


"baiklah,terima kasih atas kehadiran kalian di acara pesta yang saya buat khusus untuk seorang wanita yang sangat saya cintai.."Axel menatap sekilas tersenyum pada wanita itu sebelum melanjutkan kembali apa yang di ungkapkannya diatas panggung.


"Kemarilah sayang.."ajak Axel pada wanita yang tersenyum tak jauh dari tempatnya.Dava mengalihkan pandangannya dan melangkah keluar dari kerumunan pesta itu.


Sedangkan di dalam pesta suara sorakan dan untuk kedua pasangan itu terdengar begitu jelas di telinga Dava yang telah berada di luar ruangan pesta.


"Wanita ini adalah Istriku.Maura Salsabila..."seru Axel memperkenalkan seorang wanita yang naik ke atas podium dengan senyum sumringah.Axel memeluk pinggang Maura dan tersenyum menatap ke arah wanita yang telah berdiri di sampingnya.


"terima kasih telah menemani hari-hariku.."ucap Axel lagi dengan dihiasi senyum bahagia yang tergambar jelas pada wajahnya.Axel mencium bibir Maura singkat sebelum turun dari atas podium itu.


Raeviga tersenyum kecil melihat kebersamaan Maura dan Axel yang terlihat sangat bahagia.Sekilas Raeviga merindukan kebersamaannya bersama Dava,tanpa Raeviga sadari ia tersenyum kecil mengingat kenangan lamanya.


"Hei,Rae.."sapa Maura dengan mengandeng tangan Axel.


Raeviga tersenyum kepada kedua orang itu.


"Aku ikut bahagia melihat kalian bersama seperti ini.."ungkap Raeviga sembari memeluk Maura.


"terima kasih telah memberiku tumpangan tiga tahun yang lalu hingga sekarang.."ungkapnya lagi.


"Kau sudah seperti saudaraku sendiri sayang.."balas Maura sembari menghapus setetes air mata yang membahasi pipi Raeviga.


Axel tersenyum melihat kebersamaan mereka.Axel teringat akan keberadaan Dava di pestanya namun lelaki itu tidak terlihat sama sekali sekarang.


"sebenarnya aku ingin memperkenalkan seorang teman baikku sekarang,tapi sepertinya dia sudah pulang"ucap Axel dengan sedikit nada kecewa.


"benarkah?"Maura ikut mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dicari suaminya walaupun ia juga tidak mengenal lelaki tersebut.

__ADS_1


"aku ingin pergi keluar sebentar"pamit Raeviga pada Maura.


"ada apa?"


"hanya ingin menghirup udara segar saja.."


"baiklah cepat kembali.."pinta Maura pada Raeviga.Gadis itu mengiyakan dan berjalan meninggalkan pesta yang lumayan ramai itu.


Raeviga berjalan menuju gerbang rumah yang disisi kanan kirinya adalah sebuah taman dengan pernak-pernik lampu yang mengiasi taman itu menjadi indah.Raeviga melihat seorang pria sedang tertuduk di salah satu bangku taman disana.Raeviga memperlambat gerakan kakinya,ia mengamati punggung lelaki yang berada di hadapannya seolah hatinya mengenal dekat lelaki itu.


Dava memutar tubuhnya menoleh ke belakang karena terdengar suara gerak kaki di belakangnya.Dava terkejut ketika melihat sosok wanita yang sangat di rindukannya berdiri tepat di depannya.


Kedua pasangan yang pernah bersama ini saling menatap dalam diam tanpa ada sepatah kata apapun yang akan mereka ucapkan.


Seolah waktu telah berhenti,Dava sangat menikmati waktu yang sedang terjadi sekarang.Menatap lekat wajah gadis yang sangat ia cintai sekarang sudah lebih dari cukup untuk mengobati rasa rindu di hatinya.


"Rae.."panggil Maura tiba-tiba memudarkan waktu yang telah terhenti diantara mereka.


Raeviga menoleh ke belakang melihat ke arah Maura dan Axel yang menghampirinya.


"Dav,aku kira kamu udah pulang"ucap Axel sembari menuju ke arah Dava.


"kalian seperti pasangan yang di takdirkan.Raeviga juga beralasan keluar juga mencari angin.."perkataan Maura itu membuat Raeviga dan Dava melirik satu sama lain.


"Ekhhm!apa kalian saling mengenal?"tanya Axel kemudian.


"Eeeeh.."Raeviga akan memberi alasan atas pertanyaan Axel pada mereka namun Dava tiba-tiba memotong ucapannya.Dava tak ingin kehadirannya akan merusak hubungan Axel dan Raeviga.Haduh!abang Dava salah paham :)


"Aku ikut bahagia atas ikatan kalian sekarang"seru Dava pada Axel dan sekilas melirik ke arah Raeviga yang juga menatapnya.


"Oh iya!Sayang,kenalkan lelaki ini adalah Dava.Lelaki yang sering aku ceritakan padamu"ucapan Axel itu menimbulkan pertanyaan pada Dava.Lelaki itu melirik sekilas kearah Raeviga yang hanya terdiam menatap mereka bertiga.Namun Raeviga menyadari sangat jelas bahwa lelaki yang berada tepat di depannya itu sedang menatapnya.


Maura mengulurkan tangan pada Dava.


"aku Maura"sapa Maura sembari menggandeng tangan Axel.


"Dava.."jawabnya sedikit kebingungan.


"dia adalah istriku,Dav.."ungkap Axel sembari mencium singkat kening Maura.

__ADS_1


"Dan wanita ini adalah Raeviga.Dia temanku.."seru Maura menunjuk ke arah Raeviga yang berdiri di belakang mereka.


"Papa.."panggil Anak axel yang berlari sambil membawa mainan kesayangannya.


"Anak ini..."Dava mengingat dengan jelas bahwa anak lelaki ini yang pernah ia temui saat kondisinya setengah mabuk dan saat itulah dia bertemu dengan Raeviga kembali.


"Dia anakku,Andreas.."ungkap Axel memperkenalkan.


Dava menatap ke arah Raeviga yang mengalihkan tatapannya pada Dava.Namun lelaki itu terus menatapnya begitu dalam.Ada sedikit kelegaan dari hatinya ketika mengetahui kebenarannya sekarang.


"Bodoh!"gerutu Dava mengutuk dirinya sendiri karena telah salah paham mengartikan yang sebenarnya.


"kita kembali ke dalam sekarang?"tanya Axel yang melihat cuaca yang sedikit mendung.


Maura mengangguk mengiyakan sembari meraih telapak tangan anak kecilnya kembali ke dalam.Sedangkan Dava masih berdiri diam di tempat memandang wanitanya.Raeviga masih tetap mengalihkan pandangannya dari Dava dan mengikuti Maura dengan gugup untuk masuk ke dalam kembali.


Namun ketika Raeviga sudah berjalan beberapa langkah,tangan kekar milik Dava meraih tangan Raeviga sehingga wanita itu berhenti berjalan dan menatap ke arah Dava.


Raeviga hendak mengatakan sesuatu ketika melihat Dava menarik tangannya namun lelaki itu menempelkan telunjuknya pada bibir Raeviga untuk tidak bersuara.


"Hussst!!"seru Dava seketika membuat Raeviga panik di buatnya.Gadis itu sedikit merasa panik dengan kontak fisik yang Dava lakukan.


Dava membawa Raeviga ke sebuah lorong tempat meletakkan barang bekas yang berada di samping rumah mewah milik Axel.


Dava memeluk wajah Raeviga dengan kedua tangannya untuk menatap ke arahnya.Namun gadis itu seolah berusaha untuk menghindari tatapan mata Dava.


"Ada apa?"tanya Raeviga dengan nada sinis.


Tanpa ada aba-aba Dava menarik tubuh Raeviga begitu saja dalam pelukannya.Gadis itu meronta untuk melepaskannya walaupun sebenarnya ia juga merindukan pelukan dari lelaki ini.


"lepasin!!"seru Raeviga sembari menahan air mata yang akan segera merebak keluar.


Namun bukannya melepaskan pelukannya pada Raeviga,lelaki itu semakin memeluk erat tubuh Raeviga dan menenggelamkan wajahnya pada bahu kanan Raeviga.


"Aku merindukanmu Rae.."


"Sangat merindukanmu.." ungkap Dava dengan setetes air mata yang tiba-tiba telah melesat keluar.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2