
Raeviga dan Dava sedang berada di kamar hotel tempat mereka menginap sementara waktu di Surabaya menyelesaikan urusan bisnis perusahaan suaminya.
Malam telah semakin larut,Dava telah tertidur lelap di samping Raeviga.Telapak tangan Dava mengenggam erat jerami istrinya.
Namun berbeda dengan Dava,Raeviga masih belum bisa memejamkan kedua matanya.Perasaannya terlihat panik,jantungnya berdetak tak beraturan.Dia merasa gelisah tanpa sebab.
Raeviga bangun dari tempat tidur menuju dapur untuk mengambil air putih.Wajahnya sedikit pucat tidak seperti biasanya.
"Apa aku sakit? badanku terasa lemas.."gumamnya merasa tubuhnya yang tidak dalam kondisi sehat.Raeviga menyenderkan tubuhnya sebentar di kursi dapur sendirian.
Dava menggeliatkan tubuhnya terbangun dari tidurnya ketika telapak tangannya tidak mendapati tubuh Raeviga di samping.Masih dengan kondisi mengantuk,Dava memaksa kedua matanya untuk terbuka lebar dan mencari istrinya.
"Rae.."panggil Dava sembari menuju dapur.
"Hemm.."gumam Raeviga menyahuti seruan Dava.
"Kamu kenapa?"tanya Dava melihat Raeviga duduk sendiri di ruang dapur.
Raeviga menoleh ke arah suaminya yang sudah duduk di sampingnya.
"Badanku terasa lemas,aku juga merasa gelisah.."ucapnya mencoba menjelaskan kondisi tubuhnya pada Dava.
"Kamu demam?"tanya Dava sambil menempelkan telapak tangannya di dahi Raeviga.
"Tapi suhu tubuh kamu normal kok.."jawab Dava setelah mengecek suhu tubuh istrinya secara manual.
"Kamu mungkin kecapean,kamu istirahat ya.."pinta Dava sembari menggendong tubuh Raeviga dengan cepat.
"Turunin,ngapain pake di gendong kan deket.Masih bisa jalan kok.."
"Biar romantis yank.."ucapnya menyerengeh.
Dava telah membaringkan tubuh Raeviga di atas ranjang.Dava akan merengkuh tubuh istrinya namun tangan Raeviga menghalaunya dengan cepat.
"Jangan deket-deket,kamu bau badan.."ucap Raeviga sembari mendorong tubuh Dava sedikit menjauh darinya.
"Bau badan?"seketika Dava mencium bau tubuhnya mendengar keluhan Raeviga.Dava mencium ketiaknya dan baju yang di pakainya namun ia tidak merasa mencium bau aneh di tubuhnya.
"Gak ada bau yang..."sanggahnya sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Raeviga.
"Bau..."seru Raeviga dengan nada sedikit kesal.Tak berselang lama gadis itu berlari ke kamar mandi karena merasa perutnya mual berlebihan.
Dava mengikuti Raeviga dengan panik ketika melihat istrinya telah berlari menuju kamar mandi hanya karena mencium aroma tubuhnya.
Emang tubuh aku bau banget ya? perasaan biasa aja.
"kamu sih,kan sudah aku bilang bau badan kamu gak enak.."ungkap Raeviga kesal setelah rasa mual di perutnya sedikit mereda.
__ADS_1
"Tapi gak bau yank.."Dava masih tidak terima jika Raeviga mengatakan dirinya bau badan.Dia sudah mencium aroma badannya berkali-kali namun hanya aroma deodoran yang tercium olehnya.
"Kalau kamu sendiri yang cium ketekmu ya gak bau.Kamu gak percaya sama aku.." Raeviga mendengus kesal dan meninggalkan Dava yang masih merengut.
Ketika Dava hendak menyusul Raeviga,lelaki itu mengingat sesuatu saat Raeviga hamil di tandai dengan mual-mual di perutnya.
"Yank,menstruasimu lancar gak?"tanya Dava pada Raeviga yang akan merebahkan tubuhnya kembali ke tempat tidur.
"Kenapa?" mendengar pertanyaan Dava tiba-tiba membuat Raeviga mengernyitkan kedua alisnya.Meminta penjelasan dari pertanyaan suaminya.
"Mungkin sekarang kamu berbadan dua Rae..." Dava tersenyum senang mengutarakan pendapatnya.Sedangkan Raeviga hanya memandangi suaminya dengan raut wajah datarnya.
"Kok kamu gak seneng gitu sih sayang.." Dava melihat raut wajah Raeviga yang biasa-biasa saja.
"Jangan deket-deket.Ntar aku mual lagi.."Raeviga mendorong tubuh Dava lagi yang akan duduk di depannya.
"Tapi mualku cuma karena mencium bau kamu,dulu kan aku mual berkali-kali tanpa alasan.Ini bukan karena hamil tapi karena bau ketek kamu.."ungkap Raeviga menjelaskan.Gadis itu kembali membaringkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya bahkan wajahnya dengan selimut.
Dava berdecak kesal sembari duduk diatas sofa di depan tempat tidurnya sembari melihat ke arah Raeviga yang sudah tertidur pulas di atas tempat.
Padahal kan pengen gituan.Kok malah aku di tendang.
Tidak ada pilihan lagi,Dava tertidur di atas sofa membiarkan Raeviga menikmati ranjang empuknya sendiri.
_________________________
Mentari pagi menyinari wajah Dava yang tidur meringkuk tanpa selimut di tubuhnya.Raeviga terbangun lebih dulu karena merasa susah tidur semalam.
"Sayang.."ucap Dava menghampiri istrinya.
Dava akan memeluk tubuh istrinya namun Raeviga melempari tubuh Dava dengan kulit jeruk yang berada di meja.
"Mandi sana.."keluh Raeviga melempari tubuh Dava lagi dengan kulit jeruk.
"Mau morning kiss dulu yank.." setelah mengatakan hal itu Dava akan mendekat ke arah Raeviga.Namun gadis itu tiba-tiba mual kembali dan berlari ke arah kamar mandi.
Dava mengacak rambutnya kesal.
emang bau gue gitu banget ya.Dulu juga gak masalah.
Lelaki itu mengikuti Raeviga yang memuntahkan isi perutnya.Raeviga menatap tajam Dava yang berdiri sedikit jauh darinya.
"Kan aku udah bilang kamu itu bau.Badan aku jadi lemes nih.."Rengek Raeviga namun dengab tatapan tajamnya.
"Iya deh yank,maaf.."ucap Dava lirih.
"Udah sana mandi,gak ada morning kiss..."omel Raeviga sembari meninggalkan Dava yang merengut di tempatnya.
__ADS_1
Bini gue galak bener.
Dava mengguyur tubuhnya dengan air hangat dan memakai banyak sabun mandi di tubuhnya.Hingga semua tubuhnya kini sudah berbalut busa sabun yang begitu banyak.
Biar wangi.
Di ruang tamu Raeviga menatap kesal ke arah Dava kamar mandi.Gadis itu sudah menunggu Dav yang tidak kunjung keluar hampir satu jam lamanya.
"Dia jadi cowok lama bener sih mandinya.Kan aku udah kebelet.."gumam Raeviga sambil menahan kencingnya.
Setelah Dava selesai ritual mandinya,Raeviga berlari dengan cepat menuju kamar mandi karena tidak bisa menahan pipisnya lagi.
"Kamu jadi cowok lama bener sih,masih luluran mandinya.."omel Raeviga sebelum menutup pintunya.
Dava hanya melongo berdiri menatap Raeviga yang telah menghilang di balik pintu kamar mandi.
Nih cewek kenapa sih.Dari tadi kok ngomel mulu..
_____________________
Dava berada di koridor kamarnya menunggu Raeviga yang sedang memakai bajunya di kamar mandi.Setelah ini mereka akan pergi ke bandara untuk kembali ke Jakarta setelah 3 hari berada di Surabaya karena urusan bisnis.
Raeviga menghampiri Dava yang masih menatap pemandangan luar yang terlihat sangat padat.
"Dav,ayo berangkat.."ajak Raeviga yang telah siap dengan pakaiannya.
Dava menoleh menatap istrinya yang terlihat sangat cantik dengan balutan dress selutut itu.
"Barang-barangnya udah masuk ke mobil semua kan?"tanya Dava pada Raeviga yang dijawab dengan anggukan kepala.
"Sini mau aku cium dulu.."ucap Dava menarik tangan Raeviga agar mendekat ke arahnya.
"Hueeeek..."
Raeviga kembali mual mencium bau di badan suaminya ketika Dava memeluk tubuh Raeviga.
Astaga kenapa lagi? mau cium aja susah.
Raeviga menutup hidungnya rapat dan menatap kesal pada Dava.
"Tadi kamu mandi pake sabun apaan sih! bau tau.."ungkap Raeviga kesal.
Dava menghela napasnya berat.
"Bini gue kenapa sih?" gumamnya sambil menatap ke arah Raeviga yang terlihat kesal.
-
__ADS_1
- fyi : 'FIRST NIGHT WITH MY BOSS' udah Up nih 2 episode.Baca yuk..jangan lupa like yaa...
BERSAMBUNG