CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S3 - PENOLAKAN RAEVIGA


__ADS_3

Arka menoleh kearah Laili yang duduk di sampingnya. "Oma, aku harus menjelaskan apa nanti pada Marsha? haruskah aku mengatakannya dengan jujur apa yang terjadi?"


"Fokuslah berkendara. Biar Oma memikirkannya sebentar"


BERSAMBUNG


Raeviga dan Marsha terlihat bermain dengan Arsha. Gadis kecil itu ingin Mama dan Neneknya bermain bersama dengannya. Sashi terlihat kembali sibuk dengan pekerjaan desain rancangan busana yang akan ia ikutkan dalam kompetisi desainer dua hari lagi. Sejak kondisi tubuh Dava yang memburuk karena Tumor otak membuat waktu menggambar Sashi terkuras habis. Dan sekarang ia harus mengejar ketinggalannya untuk bisa bersaing dengan desainer lainnya.


Sashi menghubungi William yang saat itu masih bersama dengan Angela dan keluarganya di rumah Arga. Angela melihat nama Sashi di layar ponsel William yang saat itu sedang berdiskusi mengenai pekerjaan dengan Arga.


"Babe, ada telepon dari Sashi" ucap Angela sambil memberikan Ponsel yang berdering itu pada William.


Angela tak lagi merasa cemburu dengan Sashi. Karena Ia telah mempercayai William sepenuhnya. Bahwa cinta Pria itu tidak akan terbagi untuk siapapun selain dirinya.


"Halo Sas.." jawab William saat ia menerima panggilan telepon itu.


"Halo, William. Apa aku menganggu waktumu sekarang?" tanya Sashi. William melihat kearah Arga dan Angela yang duduk di sampingnya.


"Tidak, aku juga sekarang sedang berada di rumah Om Arga"


"aku ingin mendiskusikan tentang perlombaan denganmu. Apa kamu bisa membantuku sedikit? Sepertinya aku tidak bisa menyelesaikan rancangan ku dalam dua hari ini. Apa syarat untuk memberikan 5 rancangan fashion itu wajib untuk di berikan? Aku baru menyelesaikan 3 rancangan busana yang telah siap" ungkap Sashi tentang masalah yang ia hadapi saat ini.


"Itu peraturan wajib Sas yang harus di penuhi Sas. Tapi aku akan berbicara lagi dengan juri dan Investor busana yang terkait dengan kompetisi ini. Malam nanti aku ada rapat lagi dengan mereka. Tapi tetap kamu harus bisa menyelesaikan rancangan itu" Penjelasan William itu membuat Sashi menghela napas tak bersemangat.


"Baiklah, kabari aku lagi nanti. Terima kasih William.." ucap Sashi sebelum panggilan telepon itu berakhir.


Marsha dan Raeviga mendengar percakapan Sashi dengan Wiliam. Mereka melihat kearah Sashi yang tertuduk lemas. Raeviga menghampiri gadis perempuannya itu dan menepuk pelan punggungnya untuk menyemangatinya.


"Apa ada masalah dengan perlombaan yang akan kamu ikuti nanti?" tanya Raeviga pada Sashi.


"Sedikit masalah. Tapi Sashi tidak tau cara mengatasinya"


"Ada apa Sas? Semua masalah pasti akan ada jalan keluarnya"


"Sashi sepertinya tidak akan mampu mengikuti kompetisi ini"

__ADS_1


"Kenapa kamu mengatakan itu? Bagi Mama, kamu itu desainer yang hebat. Kamu merintis butik dan bisnis start up kamu sendiri tanpa bantuan dari Mama dan Papa kamu. Itu hebat sayang"


"Sashi tau. Tapi Sashi tidak mampu memenuhi persyaratan perlombaan. Sama saja dengan Sashi tidak kompeten Ma.."


"Apa yang menjadi masalahnya sayang? Orang-orang di sekitarmu yang menyayangi kamu pasti akan membantumu. Katakan pada Mama, apa yang terjadi?"


"Rancangan busanaku masih kurang 2 lagi sedangkan lusa batas pengumpulan terakhir untuk seleksi pertama"


"Mama, Marsha, Arka, Andreas pasti akan membantumu. Kamu tidak bisa patah semangat seperti ini. Mama yakin kamu bisa"


"Mama Rae benar Sas. Kami semua akan membantumu..." timpal Marsha yang masih duduk menemani Putri kecilnya.


Ponsel Raeviga berbunyi. Ada panggilan Video masuk dari nomor tanpa nama. Sashi yang juga saat itu melihat kearah ponsel Mamanya meminta Raeviga untuk menerima saja panggilan video itu.


"Mungkin saja itu panggilan penting Ma. Jawab aja"


Raeviga menerima panggilan video itu dan tak lama wajah Dava terlihat di layar ponsel Raeviga.


"Halo sayang.." sapa Dava saat melihat wajah Raeviga.


"Pinjam Laptopnya Dokter Rayhan sebentar. Aku merindukanmu jadi aku memintanya untuk membawakan ku sebuah Laptop agar bisa melakukan panggilan ini dengan" Dava nampak tersenyum lebar melihat wajah Raeviga saat ini. Kerinduannya sedikit terobati dengan melihat Raeviga sekarang.


"Ishhh! buat Sashi jadi kangen Andreas aja!" celetuk Sashi tiba-tiba dan memperlihatkan wajahnya di layar ponsel Raeviga.


Dava tertawa menyadari jika di sekeliling Raeviga saat ini ada keluarganya.


"Papa gak istirahat? kenapa sekarang melakukan panggilan video? Dokter Rayhan tidak melarangnya?" ucap Sashi lagi.


"Ini papa juga istirahat. Panggilan video ini pakai laptop Dokter Rayhan. Papa kesepian kalo ga ada mama kamu" goda Dava lagi di depan Sashi dan di dengar Marsha juga.


"Sashi yakin Papa pasti saat muda playboy. Mulutnya pandai merayu" ejek Sashi dengan tawa kecil di sudut bibirnya.


Seseorang melangkah masuk ke dalam rumah Dava. Dia adalah Arka dan Laili. Melihat Raeviga dan yang lainnya berkumpul di ruang keluarga membuat Arka berbisik kearah Laili. "Oma, sudah tau apa yang harus dikatakan nanti? Terutama pada Marsha. Arka tidak ingin membuat Marsha khawatir karena kejadian yang Arka alami barusan"


"tenanglah. Oma yang akan mengurusnya" ucap Laili dan berjalan lebih dulu kearah ruang keluarga."

__ADS_1


"Nene buyuttt!!" teriak Arsha saat melihat Laili berjalan kearahnya.


Dava yang masih melakukan panggilan video juga mendengar teriakan Arsha yang memanggil nama Laili.


"Ada mama sayang?" tanya Dava pada Raeviga


"Baru saja datang bersama Arka" jawab Raeviga sambil melangkah mendekat kearah Laili untuk memberi salam ke Mama mertuanya.


"Aku baik-baik saja Rae?" sapa Laili.


"Rae, baik-baik saja Ma. Dava juga sedang melakukan panggilan video saat ini" tunjuk Raeviga pada ponselnya yang berdiri di atas meja keluarga. Raeviga mengarahkan layar ponselnya menghadap Laili.


"Halo Ma.." Sapa Dava saat melihat sosok mamanya di layar laptop.


Laili melambaikan tangannya dan tersenyum menyapa Dava. "Lihatlah dia sudah tua tapi tingkahnya masih seperti anak-anak"


Raeviga dan yang lainnya tertawa mendengar ejekan Laili pada putranya itu.


"Sayang, aku hanya ingin memberitahu kamu kalo Dokter Rayhan mengizinkan kamu untuk menemaniku seharian. Aku sangat bosan jika harus melihatmu hanya sebentar"


Raeviga nampak memikirkan sesuatu sebelum menjawab permintaan Dava. Dia sangat ingin menemani Dava seperti permintaan suaminya tetapi Raeviga juga memikirkan Sashi. Sashi memerlukan bantuannya untuk menyelesaikan rancangan Sashi yang tertunda.


"Sepertinya aku tidak bisa menemani kamu, Sayang"


"Kenapa?"


"Kenapa Ma?"


tanya mereka serempak pada Raeviga dan melihat kearahnya bersamaan.


BERSAMBUNG


Hai Readers.


[ MAU KASIH INFO AJA KALO NOVEL INI BAKAL SEGERA SAMPAI PADA TITIK AKHIR. JADI JANGAN SAMPAI KETINGGALAN BUAT BACA. VOTE SEBANYAK MUNGKIN BIAR AKU BISA UPDATE GILA]

__ADS_1


Buat pembaca yang baik hati bak bidadari DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE VOTE NOVEL INI YA


__ADS_2