
Raeviga berlari ke arah bibir pantai ketika kedua matanya sudah terkunci dengan pesona laut biru dan pasir putih yang indah itu.
"Dav,ini bagus banget!"seru Raeviga berkali-kali memandangi laut biru itu.Dava tersenyum senang memperhatikan Raeviga yang berlari-larian di sekitar pantai itu.Sesekali kaki gadis itu bermain dengan air dan pasir yang terhampar luas.
Dava menyelonjorkan kakinya,mencoba melemaskan otot kakinya yang terasa kaku.
"Tuan,apa tuan ingin saya bawakan obat oles yang di berikan nyonya Laili?"tanya Supir pribadinya yang melihat tuannya itu sedang memijat kakinya.
"Apa kau membawanya?"tanya Dava balik,karena seingatnya dirinya tidak menyuruh untuk membawa krim oles itu.
"Saya membawanya tuan.Biar saya ambilkan"Ucap supir itu dan bergegas naik ke tanjakan yang di lewatinya tadi untuk menuju mobil.
"Pak Jo memang bisa di andalkan"gumam Dava kecil.
Raeviga berlari seperti anak kecil menuju Dava yang sudah duduk beralaskan tikar yang di bawakan oleh Supirnya tadi.
"Sayang,jangan lari-lari nanti jatuh"ungkap Dava pada Istrinya yang sudah duduk di hadapannya.
Raeviga tersenyum kecil menatap suaminya itu,kemudian pandangannya mengarah kepada kedua kaki Dava.
"Mau aku pijitin tidak?"ucap Raeviga menawarkan jasa pijet kepada suaminya.
"Tidak perlu Rae,kamu bermain saja.Bukankah kamu suka pantai.."jawab lelaki itu sembari membelai lembut wajah istrinya yang terlihat sangat cantik.
"Tuan ini obatnya.."seru supir pribadi sembari memberikan krim oles itu pada Dava.
Raeviga melihat krim oles yang di berikan ibu mertua tempo lalu.Dava akan mengambil benda itu dari Supirnya namun tangan Raeviga lebih cepat mengambil dari tangan Pak Jo.
"Biar aku yang olesin!"seru Raeviga sembari membuka tutup obat oles itu.
"Sayang,sekarang kamu bermain saja.Nanti malam kamu boleh pijitin,sekalian plus-plus"Raeviga menepuk bahu Dava keras dengan ucapan yang di lontarkan suaminya,membuat Pak Jo yang berdiri di samping mereka meringis geli.
"Tuan,saya akan menunggu di kursi sebelah sana.."tunjuk Supir parubaya itu pada kursi kayu yang terletak sedikit jauh dari tempat Dava-Raeviga sekarang.
"Baiklah.." setelah mendengar jawaban itu,supir pribadi Dava itu segera pergi menjauh meninggalkan pasangan yang sedang membangun romansa berdua.
Raeviga menyingkap celana jeans suaminya ke atas dan mengoleskan obat oles itu di kaki Dava sembari mengurutnya lembut.
"Sayang,gak usah.Kaki aku gak sakit"seru Dava mencoba menahan Raeviga yang tengah mengurut kakinya.
Dava hanya merasa tidak nyaman jika Raeviga harus memijat kakinya.Dia membawa Raeviga ke tempat ini bukan untuk memijat kakinya.Dia ingin wanita yang telah berlabuh di hatinya itu untuk membawanya bersenang-senang menikmati keindahan pantai yang telah menjelang sore.
__ADS_1
"Dav,diem deh!aku cuma ngolesin kaki kamu doang.Kaki kamu jadi sakit gara-gara bawa aku kesini.."seru Raeviga merasa bersalah.
Dava tersenyum kecil menatap istrinya yang sedang memandanginya dengan ekspresi sedih.
"Yaudah,iya sayang terserah kamu"ucap Dava kemudian.
Raeviga tersenyum memandang Dava dan melanjutkan mengoleskan obat oles itu di kaki suaminya.Dava merasakan sensasi menthol saat Krim berwarna putih tulang di oleskan di kakinya.Rasa hangat dari krim itu membuat kakinya sudah terasa lebih baik.
"Sayang,udah jangan banyak-banyak ngolesinnya ntar kaki aku ke bakar yank.."seru Dava ketika melihat Raeviga yang mengoleskan terlalu banyak krim itu di kakinya.
Raeviga tertawa cekikikan dengan gerutuan suaminya."biar cepat sembuh,Dav.."
"Udah ayo berdiri,kamu mau nikmatin pantai ini atau main pijit-pijitan seharian?"Ucap Dava dengan tatapan liarnya.
Raeviga yang mengetahui maksud dari ucapan Dava segera berdiri mengikuti suaminya yang telah berjalan mendahuluinya.
Raeviga berlari memeluk Dava dari belakang.Melingkarkan kedua tangannya pada perut onepack suaminya.
"I love you 3300,my husband" seru Raeviga membuat senyum Dava mengembang begitu bahagia.Lelaki itu membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah Istrinya.
"Kok 3300 yank?bukan 3000?"tanya Dava masih dengan senyumnya yang melekat di wajahnya.
Dava melingkarkan tangannya di belakang kepala Raeviga dan mendekatkan tubuh gadis itu padanya.Aroma tubuh Raeviga yang menenangkan itu telah menjadi candu sejak lama.
"i love you 99% my wife.." seru Dava sembari menatap lekat wajah istrinya itu.
"1% kemana?"
"masih otw yank.."jawab Dava membuat Raeviga yang mendengarnya terkekeh geli.Dava mendaratkan sebuah ciuman ketika Raeviga tidak fokus menatap ke arahnya.
"1% aku transfer lewat sini.."ucap Dava lagi sambil mencium kembali bibir gadis itu.
Dava menatap ke arah Raeviga yang kini tengah tersenyum malu di depannya.
"Terima kasih Rae.."ungkap Dava sambil membelai wajah wanita yang dalam pelukannya itu.
"Terima kasih masih bertahan dengan laki-laki sepertiku.Entah akan seperti apa badai di kehidupan rumah tangga kita nanti,tapi percayalah tempat aku berlabuh hanya akan kepadamu,Raeviga Cahya Ginanjar. I Love You more and more.." ungkapnya lagi dengan wajah yang sendu menatap istrinya.
Akh,gadis ini.Aku tak akan melepaskannya.Tidak akan pernah.
Raeviga menitikkan air mata mendengar ucapan lirih yang di katakan Dava begitu dalam.Tak ada kata yang terucap dari mulut Raeviga,gadis ini telah tersentuh dengan perkataan Dava yang di ucapkan itu.
__ADS_1
Lelaki ini,pria yang sangat pencemburu ini ternyata sudah dewasa.Aku mencintaimu...
"Kenapa nangis?"tanya Dava sembari mengusap air mata yang menetes di pipi istrinya.
"Kamu mengatakan hal seromantis ini,tapi kamu gak inget ini hari apa?" Raeviga mengerucutkan bibirnya dengan sedikit kesal namun bahagia.Entah perasaan apa yang bisa di gambarkan dengan jelas saat hatinya kini berderu bahagia.
Dava terkekeh geli melihat tingkah manja istrinya.Lelaki itu mencium kening Raeviga lama.
"Happy Anniversary,sayang..." bisik Dava di telinga istrinya.Senyum Raeviga telah mengembang sempurna,gadis itu menatap lekat wajah suaminya yang juga tengah menatapnya.Raeviga menjinjit sedikit dan mengecup pipi suaminya dengan cepat.
" Aku mencintaimu.." ucapnya lagi sembari memeluk tubuh suaminya.
Tubuh ini terasa sangat hangat
Dari kejauhan Pak Jo,supir pribadi Dava yang sudah berusia 50 an itu ikut tersenyum bahagia melihat moment romantis majikannya sedari tadi.
_________________
"Akh,aku sudah memesan penginapan dekat sini untuk kita.."seru Dava yang membaringkan tubuhnya di pangkuan Raeviga menghadap pantai yang tenang melihat pemandangan di depan mereka yang sangat memanjakan mata.Matahari terbenam sore itu membuat kesan tersendiri bagi kedua pasangan ini.
"Penginapan? untuk apa? bukankah besok kita akan ke Surabaya?"tanya Raeviga bingung,seketika ia ingat dengan perjalanan bisnis Dava bahkan mereka belum menyiapkan apapun.
"Sayang,kamu tau kan.Aku menyiapkan moment seindah ini tidaklah gratis"ungkapnya dengan tatapan menyeringai seolah telah siap untuk 'memangsa'istrinya malam ini.
"Akh,aku masih halangan.."
"Aku tidak peduli.."seru Dava tersenyum geli mendengar alasan Istrinya.Dia masih ingat bahwa tadi siang Raeviga mengatakan bahwa masa merah itu telah berakhir kemarin.
Dava menggendong tubuh Raeviga ala bridal style dan membawanya ke penginapan yang telah di pesannya.
Matilah aku malam ini..
-
-
- Hahahihi si Dava malam ini mah,
BERSAMBUNG
( Temen-temen angkat jempol kaki kalian dan Vote sebanyak-banyak ya,terima kasih 😅 )
__ADS_1