
Raeviga membuka pintu kamar inap itu.Terlihat Axel dan Maura yang menatap kedatangannya.
"Rae.."Siska berseru pelan melihat kedatangan temannya.
Raeviga tersenyum tipis kepada Maura sembari berjalan perlahan pada seorang lelaki yang terbaring lemah yang masih tak sadarkan diri.
"Rae,kita tunggu di luar ya"kata Maura seolah memberi ruang kepada Raeviga untuk bersama dengan Dava berdua saja.
Raeviga mengiyakan ucapan Maura.Gadis itu mulai melangkah mendekat ketika Axel dan Maura telah keluar dari ruangan.Raeviga mengamati wajah Dava dengan sendu.Menatap lama laki-laki di depannya itu.
Raeviga duduk di kursi di sebelah Dava,tatapannya masih menatap terkunci pada wajah Dava.
"Maaf.."ucap Raeviga lirih dengan isak tangis yang coba di tahannya.
Tidak ada jawaban dari Dava yang masih terbaring lemah membuat Raeviga yang menatapnya tak bisa lagi menahan air matanya.
Raeviga menoleh ke arah pintu kamar ketika terdengar suara pintu terbuka.Laili dengan tubuh yang masih lemas berjalan ke arah Dava dan dirinya dengan tangan Arga yang membimbingnya.
Raeviga yang melihat kedatangan Mertuanya dengan cepat berdiri dari duduknya dan sedikit melangkah mundur memberi ruang kepada Mertuanya untuk menghampiri Dava.
"Dav,bangun nak.."seru Laili yang telah berada di samping Dava.
"Dav,bangun.."ulang Laili lagi,namun tetap saja tubuh Dava masih terkulai lemas tak bersuara.
_________________
Malam telah semakin larut,di depan kamar Dava hanya ada Arga,Laili dan Raeviga yang duduk menjauh dari mereka.
"Ma,mama istirahat ya biar Arga yang nungguin Dava.."pinta lelaki itu.
Namun Laili menggeleng pelan saran yang di ucapkan Arga.Dia akan tetap menunggu anaknya hingga kembali sadar.
Raeviga melihat wajah Laili yang sedikit pucat,kedua matanya yang juga terlihat sayu.Raeviga memberanikan diri menghampiri ibu mertuanya yang terlihat sangat lemah.
"Ma.."panggil Raeviga.Gadis itu dengan cepat melipat lututnya hingga bisa menatap dengan jelas raut wajah yang sangat cemas di wanita parubaya itu.
"Biar Arga sama Rae yang jaga Dava ma.Dan maafin Rae dulu pergi tanpa pamit.Rae egois ma.."keluh Raeviga tentang dirinya pada sang mertua.
Wajah Laili menatap ke arah Raeviga ketika gadis itu telah selesai dengan ucapan maafnya.
Tangan Laili terulur ke depan dan menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan Raeviga.
"Maafin mama juga,tadi mama emosi dan berpikir pendek.Mama tau pasti sangat berat buat kamu ngalamin itu.."
__ADS_1
Raeviga tersenyum menatap ibu mertuanya dan menggelengkan kepalanya kecil.
"Rae salah ma,Rae egois.Aku hanya menuruti kemarahan dalam diri aku sendiri"Jawab Raeviga sembari mengusap air mata yang menetes di wajah mertuanya.
Arga tersenyum melihat keduanya.
"sekarang mama pulang ya di anter supir kantor Arga di luar.." ucap Arga kemudian.Laili mengiyakan dan memandang ke arah Raeviga mengatakan sesuatu kepada menantunya.
"jaga Dava ya Rae.Kabari Mama kalo ada apa-apa"pinta Laili kemudian mulai berjalan pergi yang akan di antar Arga sampai pintu luar Rumah Sakit.
Raeviga tersenyum kecil sembali menganggukkan kepala.
___________________
Raeviga berada di kamar rawat Dava.Memegang telapak tangan Dava yang terasa sangat hangat dan duduk di sampingnya.Sedangkan Arga telah tertidur di sofa yang berukuran lumayan lebar yang terletak di ujung ruangan kamar rawat berkelas milik Dava.
Raeviga tertidur di samping Dava sambil mengenggam telapak tangannya.
Dava membuka kedua matanya perlahan.Lelaki itu mengedarkan pandangannya perlahan pada ruangan bercat putih itu.perlahan dia mengarahkan pandangannya ke sosok Arga yang tertidur di ujung kamarnya,hingga tatapannya berhenti saat mendapati Raeviga sedang tertidur pulas di sampingnya.
Dava menatap lama perempuan yang sedang mengenggam telapak tangannya.Pandangan Dava masih terlihat samar-samar ketika tangannya mulai menyentuh wajah Raeviga yang tertidur.Jarinya berjalan mengitari garis wajah Raeviga dan mengelus lembut wajahnya.Entah sudah berapa lama Dava bermain-main dengan wajah Raeviga namun gadis itu tidak merasakan apapun dan tetap tertidur pulas.
Dava mulai merasakan keanehan di kakinya saat akan menggerakannya.Kedua kakinya seolah terasa sangat kaku dan tidak bisa di gerakkan sama sekali.Dava mencoba kembali mengangkat satu kakinya namun tetap saja hasilnya nihil,kakinya tetap diam dan kaku.
"Shitt!!"rutuk Dava pelan melihat kondisi kakinya.
Raeviga terbangun perlahan ketika tubuhnya terasa kaku karena tidur dengan posisi duduk.
Raeviga menatap terkejut ketika membuka kedua matanya mendapati Dava yang telah bangun dari tidurnya selama satu hari itu.
"Dav.."panggil Raeviga menatap Dava dengan berurai air mata.
Dava menoleh menyadari Raeviga telah terbangun.
"Kedua kakiku kenapa,Rae?"tanya Dava khawatir dengan kondisi kakinya.Tangis Raeviga pecah ketika Dava sudah menyadari jika kedua kakinya tidak bisa di gerakkan.
"Maaf.."ucap Raeviga menangis terisak.
"Rae,kakiku kenapa?"tanya Dava semakin takut ketika melihat Raeviga tiba-tiba menangis.
"apa aku lumpuh?"tanya Dava lagi mencari jawaban dari Raeviga.Gadis itu mengangguk pelan membenarkan ucapan Dava.
Sontak Dava terdiam menatap kedua kakainya ketika Raeviga membenarkan perkataannya.
__ADS_1
"Sial!!"ungkap Dava sambil memukul kedua pahanya yang tidak merasakan sakit apapun.
Raeviga yang melihat Dava memaki dan memukul tubuhnya sendiri itu meraih kedua tangan Dava.
"Dav,hentikan.."gertak Raeviga sambil menangis membuat Arga yang tertidur di Sofa terbangun.
Raeviga dengan cepat memeluk tubuh Dava ketika lelaki di hadapannya terus memukul kedua kakinya.
"Dav,hentikan.Kamu akan melukai diri kamu sendiri.."ungkap Raeviga dalam pelukan Dava.
Arga berjalan tergesa-gesa menuju ranjang Dava.Terlihat kesedihan di wajah Arga menatap kondisi adik tirinya saat ini.
"Dav,gue yakin lo akan sembuh.Ini hanya kelumpuhan sementara kata dokter."
"tapi tetep aja aku lumpuh kak.Dan gak akan tau kapan akan sembuh.."keluh Dava merutuki kondisi tubuhnya sekarang.
"Kamu akan segera sembuh.."jawab Raeviga dengan cepat sambil melepaskan pelukannya pada Dava dan mendekatkan wajahnya pada lelaki itu.
"Aku yakin kamu akan cepet sembuh."Ucapan lirih Raeviga itu membuat Dava sedikit lebih tenang.Tangan Dava meraih lengan Raeviga dan menarik tubuh wanita itu dalam pelukannya.
"Aku lumpuh,Rae.Aku cacat"keluhnya sembari menenggelamkan wajahnya pada bahu Raeviga.
Raeviga mengelus lembut punggung suaminya dan ikut menenggelamkan wajahnya pada bahu Dava.Merasakan kehangatan dari tubuh yang dirindukannya selama ini.Dan mempererat pelukan mereka satu sama lain seolah meluapkan semua emosi mereka dalam pelukan eratnya sekarang.
Arga tersenyum kecil melihat kemesraan mereka berdua setelah beberapa tahun lamanya mereka harus hidup tanpa satu sama lain.
Raeviga menarik tubuhnya dari pelukan Dava dan menatap laki-laki di hadapannya sekarang.
"Kamu pasti sembuh"ucap Raeviga pelan sembari mendekatkan wajahnya dan mengecup lama bibir Dava mencoba memberi energi pada Dava untuk bertahan dengan keadaannya sekarang.
Tidak butuh waktu lama Dava membalas kecupan Raeviga itu dengan ciuman lembut pada bibir wanita di hadapannya tanpa merasa malu dengan Arga yang berdiri tak jauh dari mereka.
Arga yang melihat moment kemesraan mereka yang semakin dalam itu memutuskan keluar dari kamar mereka membiarkan pasangan itu meluapkan kerinduan satu sama lain.
Anjay gak malu tuh mereka
BERSAMBUNG
NB : Mau test kehadiran pengemar CINTA MALAM PERTAMA.Yuk Vote dan Like sebanyak mungkin cerita ini ya..
Terima kasih,
Vote sebanyak mungkin ya,aku nulis ini di jam setengah 3 malem ketika kebangun dari tidur karena gigitan nyamuk huhu.
__ADS_1