
Sashi menggeliatkan tubuhnya di atas tempat tidur ketika Cahaya pagi menerpa tubuhnya hingga membuat tubuh gadis itu sedikit hangat.
Sashi mengambil ponselnya yang terletak di samping tempat tidurnya.Gadis itu melihat jam dari ponselnya.
"Astaga,udah jam segini aja.."Sashi berlari ke kamar mandi dengan cepat dan mengambil jubah mandi yang di gantungkan.Gadis itu mengguyur tubuhnya dengan air hangat dengan cepat.
30 menit kemudian,Sashi sudah terlihat rapi dengan pakaian casual dan tas slempang kecil di bahu kanannya.
"Papa..."panggil Sashi dari anak tangga lantai dua.
Dava yang sedang memeluk tubuh Raeviga di dapur segera melepaskan pelukannya mendengar seruan Sashi.
Nih anak ganggu aja!
Raeviga meringis kecil melihat Dava yang berdecak kesal.
"Mama,Sashi berangkat ya.."ucap gadis itu sambil memeluk tubuh Raeviga dari belakang.
"Kok pagi banget sih sayang.."keluh Raeviga melihat jam dinding yang masih pukul 6 pagi lewat 5 menit.
"Ada pemotretan ma trus nanti langsung ke kampus.."
"Mau Papa anter gak?"tanya Dava yang berdiri di hadapan putrinya.
"Kok tumben,biasanya juga nyuruh Pak Jo yang nganter.."ejek Sashi pada Dava.
"Kemaren-kemaren kan Papa lagi sibuk.." balas Dava membelah diri.
"Yaudah deh.Sekali-kali di anterin Papa.."Sashi berjalan ke meja makan dan memasukkan beberapa lauk dan nasi ke dalam kotak makan.
"Banyakin sayang,buat makan nanti siang?"tanya Raeviga melihat Sashi yang sedang menuangkan nasi ke dalam kotak makannya.
"Bukan,buat Kak Andreas.."jawab Sashi dengan senyum kecil yang terbit di wajahnya.
Dava dan Raeviga bersamaan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sashi.
"Andreas siapa?"tanya Raeviga.
"Andreas anaknya Axel?"sahut Dava bersamaan dengan pertanyaan istrinya.
Sashi menoleh kearah orang tuanya yang menatapnya bingung.Dia mengangguk membenarkan pertanyaan Dava dengan senyuman kecil menghiasi wajahnya.
"Udah yuk,Pa.Berangkat.."ajak Sashi sambil menarik lengan Dava dan melambaikan tangannya kearah Raeviga.
Raeviga tersenyum mendengar pernyataan Sashi secara tidak langsung itu.Anak perempuannya itu kini telah dewasa bahkan sudah melabuhkan hatinya pada seorang pria.
Di dalam mobil Dava mengintrogasi Sashi sedetail mungkin perihal Andreas kepada anak perempuannya itu.
"Sejak kapan kamu suka lelaki itu?"tanya Dava sambil melirik sekilas kearah Sashi yang sibuk melihat jadwal pemotretannya.
"Dari Andreas pertama kali ke rumah dulu.Waktu SD.."ucapnya sambil mengingat-ingat pertemuannya dengan Andreas kecil saat itu.
"Andreas tau perasaan kamu?"tanya Dava lagi seolah ingin mengetahui sedetail mungkin kisah percintaan Putrinya itu.
Sashi hanya menggeleng lemah.Dia tersenyum kecut membalas pertanyaan sang Ayah.
__ADS_1
"Kenapa? kamu gak pernah bilang ya?"
"Mau Papa wakilin?"Dava melirik sekilas ke arah Sashi yang menatap lurus jalanan di depannya.
Sashi menoleh ke arah Dava berdecak kesal.
"Ikkh,apaan sih Pa.Emang mau ngambil sembako di wakilin.."keluh gadis itu.
"Ya bil--" Sashi memotong perkataan Dava dengan cepat.
"Papa,Sashi itu udah besar kok.Kalau masalah ini Sashi gak membutuhkan bantuan Papa.Oke?"
Dava mengiyakan dan tersenyum tipis menatap Putrinya yang telah tumbuh dewasa itu.
"Pa,mampir kantornya Om Axel ya.Mau ngasih ini.."tunjuk Sashi pada kotak makan yang di bawanya.
"Pulangnya gimana?"tanya Dava menyadari Sashi tidak membawa mobil sendiri.
"Minta anter kak Andreas.."jawab Sashi dengan senyum menyeringai.
Sashi memang sengaja tidak membawa mobil sendiri agar nanti Andreas bisa mengantarnya ke tempat pemotretan.
Sashi telah berdiri di depan pintu kaca ruangan Andreas,seperti biasa Sashi merapikan pakaian dan rambutnya sebelum masuk ke dalam ruangan itu.
Namun ketika Sashi akan membuka knock pintu,gadis itu sedikit terkejut mendapati Axel yang akan keluar dari ruangan Andreas
"Sashi?"seru Axel melihat anak gadis rekan kerjanya berada di dalam kantornya.
"Hai,Om.."sapa Sashi sambil menundukkan kepalanya sedikit menghormatinya.
Sashi mengiyakan dengan senyum manis yang masih melekat di bibirnya.
Andreas yang berada di dalam ruangannya mendongak mendengar nama Sashi di lontarkan oleh Papanya.
*Astaga nih bocah kesini lagi*...
"Yaudah,masuk aja.Andreas juga gak sibuk kok.." Axel mempersilahkan Sashi untuk masuk ke ruangan putranya.Kemudian lelaki itu pergi meninggalkan ruangan Andreas.
Sashi yang sudah masuk ke dalam ruangan itu di sambut dengan tatapan tajam Andreas.
"Kenapa kesini?"tanya Andreas dingin.
"Mau ngasih ini.." Sashi menunjukkan kotak bekal yang di bawanya.
Andreas menghembuskan napasnya melihat ke arah Sashi.
"Aku bisa beli di kantin.Kamu gak perlu terus-terusan bawakan makanan.."
Sashi hanya mengangguk sekilas dan mendekat ke arah Andreas untuk menaruh makanan itu di atas meja.
"Tinggal di makan aja susah banget sih!"keluh Sashi menatap kearah Andreas yang juga sedang memandangnya.
Tak berselang lama,Suara ketukan pintu membuyarkan keheningan mereka yang hanya saling menatap dalam diam.
Angela masuk ke dalam ruangan setelah mengetuk pintu kaca itu.
__ADS_1
"Sashi?"Angela sedikit terkejut dengan kehadiran Sashi.Begitu pula dengan Sashi yang mengalihkan tatapannya dari Angela ke Andreas,terdapat senyuman tipis di wajah Andreas ketika melihat kedatangan Angela.
Senyum itu,kenapa tidak pernah hadir saat bersamaku...
Wajah Sashi menjadi lesu,dia berdiri di antara Andreas dan Angela yang saling menatap dan tersenyum satu sama lain.
"Kamu gak ke kampus Sas?"tanya Angela kemudian.
Sashi menggelengkan kepalanya kecil.Dia melirik ke arah Andreas yang masih sibuk memandang Angela.
Apakah aku harus bersaing dengan saudara sepupuku sendiri?
"Kak Angel kesini kenapa?"tanya Sashi sambil membenarkan letak tas slempangnya di bahunya.
"Ada beberapa berkas mengenai saham yang harus di bahas sama Andreas.."ucap Angela membenarkan.
"Kamu kesini sendiri?"tanya Angela melanjutkan.
Sashi mengangguk lemah
"Mampir sebentar.Tapi sepertinya Kak Andreas sedang sibuk.."ucap Sashi sambil melirik kearah Andreas.
"Bukannya tiap hari aku memang selalu sibuk.."imbuh Andreas mengoreksi perkataan Sashi.
Sashi menoleh kearah Andreas sebentar sebelum meninggalkan ruangan itu.
"Aku mau ke studio dulu.Sebenernya aku mau minta Kak Andreas untuk nganter aku karena lagi gak bawa mobil.Tapi..."Sashi menatap kearah Angela yang masih berada di depannya.
"Tapi..Kak Angela sepertinya lebih butuh Kakak..."ucap Sashi dan melangkah meninggalkan ruangan tanpa menunggu jawaban dari kedua orang itu.
Sashi melangkah lemah yang sudah berada di Lobby Kantor itu.Pikirannya sekilas kembali teringat saat Andreas tersenyum manis saat kedatangan Angela.
Kenapa harus Kak Angela..
Sashi yang berjalan sambil melamun tidak sadar jika langkah kakinya akan menabrak pintu kaca perusahaan yang telah berdiri di depannya.
"Awwww!!!"rintih Sashi ketika keningnya mencium kaca pintu itu.
Beberapa orang yang melihat tak sengaja itu tersenyum geli melihat Sashi.Begitu pula dengan Andreas yang berada tepat di belakangnya.
"Makanya kalo jalan matanya jangan sambil tidur.."seru seseorang di belakang Sashi yang tak lain adalah Andreas.
Gadis itu menoleh ke belakang dan mendapati Andreas yang masih tertawa melihat kejadian konyol itu.
Bahkan senyumnya saat bersama Angela sangat berbeda dengan tawanya sekarang...
"Kakak mengejekku?"tanya Sashi sambil berjalan keluar dari perusahaan besar itu.
"Seperti itu.."jawabnya singkat.Sashi menoleh ke belakang lagi menatap Andreas.
"Kesini mau ngapain?"
"Nganter orang bodoh yang pagi-pagi udah kejedot pintu.."ejek Andreas pada Sashi.Gadis itu menatap kesal dengan jawaban Andreas walaupun rasa kesalnya sekarang tidak bisa menutupi kebahagiaannya melihat tawa kecil Andreas yang sangat jarang di lihatnya.
Sashi sayang Kak Andreas...
__ADS_1
BERSAMBUNG