CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 57 : BAU JIGONG?


__ADS_3

[ Sekarang MT entah kenapa proses review ceritanya jadi lama sekarang.Hadeh,bikin badmood ] Author.


Usia kandungan Raeviga telah berjalan empat,sudah terlihat sedikit bentukan bulat di perutnya.Gadis itu kini sedang berada di dapur bersama pelayan yang memasakkan sesuatu untuknya.


"Non,tunggu di meja makan aja.Biar bibi nanti yang bawa kesana.."ucap Pelayan wanita itu.


"Aku tunggu sini aja Bi.." Raeviga masih kekeh untuk duduk di meja dapur memperhatikan pelayan wanita itu memasak dan sesekali membantunya walaupun hanya mengiris bawang putih.


Pelayan itu mengangguk mengerti dan melanjutkan tugas memasaknya.Dava yang selesai mandi tidak menemukan istrinya di dalam kamar.


Bumil lagi kemana?


Dava memakai kemeja polosnya dan jas berwarna coklat muda yang di sampirkan di lengan kanannya.Sore ini Dava berencana bertemu dengan Arga untuk membahas perusahaan cabang mereka.Lelaki itu mencari Raeviga ke ruang tamu sambil memakai dasinya.


"Sayang..."panggil Dava ketika tidak menemukan istrinya di ruang tamu.


Raeviga yang mendengar panggilan Dava,berjalan sedikit cepat menemui suaminya.


"Kenapa?"tanyanya ketika telah melihat Dava yang baru saja dari taman belakang.


"Kamu dari mana?"tanya Dava pada istrinya.


"Dapur,ngeliat bibi masak.."


Dava mengangguk mengerti.


"kamu mau kemana? sore-sore gini.."tanya Raeviga melihat Dava telah berpakaian formal.


"Ke kantor mau bahas sesuatu sama Arga.."jawab Dava sambil menatap wajah Raeviga yang sedang berdiri di depannya merapikan kemeja dan dasi Dava.Dava tersenyum mendekati istrinya dan mencium keningnya.


"Loh kok udah gak mual?"tanya Dava ketika Raeviga baik-baik aja ketika dekat dengannya.


"Udah dari kemaren malem gak mual lagi.."jawab Raeviga dengan tawa kecil menghiasi wajahnya.


Dava mengerutkan kedua alisnya.Masih tidak mengerti dengan perkataan istrinya.


"Kemaren malem kan kamu masih mual waktu aku mau cium bibir kamu..." Raeviga hanya tertawa cekikikan dengan wajah bingung suaminya sekarang.


"Kamu bohongin aku ya?"tanya Dava menatap Raeviga yang masih tersenyum kepadanya.


"Hehe.Lagian orang tidur di ganggu terus.."ejek Raeviga sembari menjulurkan lidahnya ke depan.


"Nakal ya sekarang.."ucap Dava dengan mata menyeringai.Tangan Dava dengan cepat merengkuh tubuh Raeviga dan mengecup berkali-kali wajah istrinya.


Raeviga sudah bisa menghindar lagi dari rengkuhan tangan Dava.Gadis itu hanya perlu menerima dan sesekali membalas ciuman Dava di bibirnya.


"Gak jadi ke kantor deh.."ungkap Dava setelah melepaskan tautannya dari bibir manis istrinya.


"Kenapa?"


"Mau gituan aja sekarang.."bisik Dava di telinga Raeviga.Gadis itu melotot kaget ketika tubuhnya sudah di gendong oleh Dava ala bridal style menuju kamarnya.


Raeviga tersenyum kecut ketika mendengar ungkapan itu.

__ADS_1


Astaga,kenapa aku membangunkan serigala yang sedang tidur.


Dava telah meletakkan Raeviga di atas ranjang.Gadis itu tidak bisa lagi berkutik ketika dua lengan kekar Dava telah mengunci tubuhnya.


"Dav,gak bisa nanti malem apa? aku pengen makan.."ucap Raeviga dengan nada memelas.Walaupun sebenarnya ia tidak benar-benar merasa kelaparan karena tadi ia sudah memakan berbagai makanan ringan yang tersaji di meja ruang tamu.


"Makannya setelah ini sayang,gak lama kok.."seru Dava dengan sorot mata yang siap untuk 'melahap'istrinya.


Dava telah membuka kemeja polosnya hingga terlihat dada bidang dan perut onepack miliknya.Raeviga memejamkan kedua matanya ketika tubuh Dava sudah semakin dekat dengan wajahnya.Raeviga merasakan sangat jelas hembusan nafas tak beraturan dari Dava.


Dava mencium kening Raeviga lama,bibir Dava semakin bergerak turun ke pipi dan kedua mata istrinya yang sudah terpejam.


"Sayang..."panggil Dava dengan napas yang sudah menggebu.


"Hmm.."gumam Raeviga sambil membuka kedua matanya.Raeviga tersenyum kecil menatap wajah Dava.


Kenapa dia jadi terlihat sangat tampan.


"Terima kasih telah melalui banyak hal bersamaku..." Dava tersenyum lembut menatap wajah istrinya yang sedang menatapnya.


Dava perlahan mendekat mencium bibir Raeviga dengan lembut.


Aku mencintaimu.Akhh,sangat mencintaimu.


Dava semakin memperdalam ciuman mereka.Melarutkan semua rasa kasih sayang mereka malam itu.Kedua tangan Dava merengkuh tubuh Raeviga yang sudah tidak memakai sehelai kain di tubuhnya.


Dava menarik selimut menutupi tubuh mereka.Setetes air mata keluar dari ujung mata Raeviga dengan desahan ringan yang lolos keluar dari bibirnya.


Aku berterima kasih kepada tuhan atas pertemuan kita.Kesedihan,tawa,Pertengkaran,penyesalan,kebahagiaan telah banyak aku lalui karenamu.Bukankah pernikahan kita telah sempurna sekarang? Banyak hal yang telah kita lalui bersama.


Langit di luar masih terlihat gelap.Awan mendung menyelimuti langit malam.Dava memeluk tubuh istrinya yang tertidur dalam dekapannya.Dava mengelus lembut punggung istrinya yang masih polos tanpa busana.Lelaki itu tersenyum kecil mengingat kembali apa yang telah mereka lakukan malam ini.


Raeviga menggeliatkan tubuhnya masuk ke dalam pelukan suaminya lebih dalam.Dia merasa hawa dingin menerpa tubuhnya.


"Dingin.."gumam Raeviga pelan masih dengan memejamkan kedua matanya.


Dava menarik selimut lebih tinggi dan memeluk Raeviga erat.


"Tidurlah,aku akan memelukmu.."balas Dava sembari mencium kening istrinya.Dava memejamkan kedua matanya setelah beberapa menit melihat Raeviga yang sudah tertidur.


______________________


Dava mengerjapkan kedua matanya ketika sinar matahari dari kaca kamarnya menerobos masuk mengenai wajahnya.Tangan Dava bergerak ke samping mencari sosok Raeviga namun gadis itu sudah tidak berada di atas ranjang lagi.


Kemana dia?


"Reee..."Panggil Dava yang masih duduk di atas ranjang.


"Di ruang tamu.."jawab Raeviga ketika mendengar seruan dari suaminya.Dava beranjak dari tidurnya dan mengambil kaos polos untuk di kenakannya.


Raeviga sedang menonton acara telivisi pagi tentang kerohanian dengan semangkok soto betawi di atas meja ruang tamu.


"Sayang.."seru Dava yang sudah merangkul leher Raeviga dari belakang.Gadis itu sedang duduk dia atas sofa ruang tamu sambil menikmati sarapannya.

__ADS_1


"Kok udah makan aja? gak nunggu suaminya..."tanya Dava sambil duduk di sebelah istrinya.


"Kamu kelamaan bangunnya.Nanti anakku udah kelaparan.."ucap Raeviga dengan mengelus perutnya yang sudah membuncit sedikit.


"Kok anak kamu? anak kita.."


"Iyaa anak kita.." Raeviga mengoreksi ucapannya.Dava tersenyum menatap wajah istrinya dari samping.Dava mengecup pipi Raeviga yang tengah menyuapkan soto ke dalam mulutnya.


Dari samping aja udah kelihatan cantik banget.


"Kamu belom mandi ya?"tanya Raeviga pada Dava.Lelaki itu seketika cengir mendengar pertanyaan istrinya.


"Hehe.Belom.." Akui Dava dengan tawa cekikikan.


"Pantesan bau jigong.."keluh Raeviga sambil menghapus ciuman Dava di pipinya.


"Ikkkhh,apaan.Bau aku wangi kok.."kilah Dava sambil merentangkan tubuhnya.


"Udah sana mandi,bau! Nanti aku mual lagi gimana?"ancam Raeviga pada suaminya.


"Iyaa deh iya.."


Dava beranjak dari sofa dan pergi menuju kamar mandi.


"Kok aku masih lapar?"tanya Raeviga pada dirinya sendiri.


"Kamu masih lapar ya nak?" Raeviga mengelus perutnya menanyakan kepada buah hatinya yang masih dalam kandungan itu.


Raeviga pergi ke dapur menyendok kembali nasi dan soto yang di buat pelayannya tadi untuk menu sarapan pagi ini,lebih tepatnya Raeviga yang meminta untuk di buatkan soto betawi kepada pelayan dapur itu.Gadis itu kembali menyuapi mulutnya dengan makanan di depannya.Perut Raeviga merasa kenyang setelah mengabiskan 3 mangkok soto begitu saja.Sesekali ia bersendawa karena perutnya telah merasa kenyang.


-


-


BERSAMBUNG


Fyi : Sambil menunggu up yang lama ini karena proses review yang sekarang sangat lambat kalian bisa membaca novel karanganku yang lain Reader.Thx.


Novel yang lainnya,


First Night with my boss ( Arga-Siska)


Novel ini Berhubungan dengan Novel Cinta Malam Pertama.


Siapa sangka jika Siska telah melabuhkan hatinya pada sosok dingin seperti Arga.Namun seakan mengerti statusnya ia hanya menyimpan perasaan dan menguburnya dalam-dalam.


Love & Hate


Kesalahan saat malam itu,telah mengikat dua orang mahasiswa.Sifat yang saling bertentangan dan emosi yang masih labil menjadi konflik dalam rumah tangga mereka.


Dear Jingga


Alia merutuki dirinya sendiri karena perasaannya sudah tidak bisa di kendalikan jika itu tentang lelaki yang bernama Jingga.Cinta yang di bayangkannya sangat indah telah pupus dengan kebenaran pahit tentang mereka berdua.

__ADS_1


( Sebenarnya aku sudah UP 2 episode,tapi sama pihak MT baru lolos yang episode 2,yang prolog-nya masih belum di UP.Aneh sekarang sistemnya MT.Hadehhh😪 )


__ADS_2