CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S3 - ENDING [PART 1]


__ADS_3

"Aku akan berangkat besok siang. Kamu akan mengantarku ke bandara kan? Aku yakin kita bisa melewati hubungan jarak jauh ini" balas Sashi untuk pesan masuk dari Andreas.


Berselang beberapa menit, ponsel Sashi kembali berbunyi. Terdapat balasan dari Andreas.


Okey, aku jemput kamu besok. Kamu sudah sampai di rumah kan?


[EPISODE SEBELUMNYA]


Andreas telah menunggu di depan rumah Sashi. Gadis itu tengah bersiap dengan 2 koper besarnya. Arka memperhatikan saudara kembarnya yang terlihat sibuk dengan barang bawaannya. Arka datang sendiri tanpa Marsha di sampingnya. Tadi Pagi Marsha sudah merasa mual beberapa kali hingga membuatnya sangat tida nyaman.


"Kamu yakin mau pergi sendiri?" tanya Arka yang masih berdiri di sudut kamar Sashi.


"Kenapa? dulu aku juga pernah tinggal di London kan?"


"Itu karena ada aku, sekarang kamu sendiri. Apa kamu masih yakin untuk tinggal disana?" tanya Arka lagi untuk menyakinkan Sashi tentang keputusannya. Pria itu juga merasa khawatir jika Sashi harus berada di tempat yang jauh, karena ia tahu jika Sashi adalah gadis ceroboh dan seringkali keras kepala.


Sejenak Sashi terdiam nampak memikirkan perkataan Arka. "Kamu malah buat aku dilema tau. Keputusan aku tetap bulat, dan aku akan tetap pergi," Sashi menghapus beberapa hal yang baru saja ia pikirkan, terutama tentang Andreas dan keluarganya.


"Kamu harus ingat baik-baik, disana gak semudah hidup di Indonesia. Kamu harus bisa mandiri walaupun aku sendiri tidak yakin apakah kamu bisa melakukannya atau tidak"


Sashi melemparkan bantal kecil kearah Arka saat mendengar ungkapannya itu. "Dasar, Kamu ya, bisa gak kalau ketemu gak perlu bikin kesel"


"Liat tuh sikap kamu kalo di kasih tau pasti keras kepala"


"Kan kamu duluan yang mulai. Awas aja kebanyakan ngejek aku ntar anak kamu sifatnya pasti mirip aku,"


"Dih ogah deh, mending mirip Marsha aja,Ebih lemah lembut gak kayak kamu cengeng, kepala batu, ceroboh pula.."


"ARKAAAA!!" Sashi mulai kesal dengan perkataan saudaranya itu. Jika waktu penerbangannya yang masih lama ia akan memukul habis pria yang berdiri di depannya saat ini.


Udah punya anak pula tapi tetap aja kelakuannya masih sama. Ngeselin


Andreas melihat raut wajah Sashi yang masih kesal karena Arka. Ia memperhatikan wajah gadis itu baik-baik. Andreas masih berharap jika Sashi tak pernah meninggalkannya jauh seperti ini.

__ADS_1


"Kamu kenapa? kok murung gitu?" tanya Andreas sambil memasukkan koper Sashi ke dalam bagasi mobilnya.


"Tuh Arka lama-lama bikin kesel" tunjuk Sashi seperti anak kecil berusia 5 tahun.


Arka yang membuat mood Sashi menjadi buruk itu hanya diam saja dan sesekali tersenyum kemenangan ketika Sashi mendengus kesal kearahnya. Sudah lama sekali ia tidak pernah tertawa selepas ini karena berhasil menggoda Sashi.


Dasar cewek, kalo di bilangin malah marah-marah. Aku pasti merindukan kamu Saudara kembar manjaku.


"Barang-barang udah masuk semua. Kita berangkat sekarang?"


"Iya" sahut Sashi dan masuk ke dalam mobil di susul Andreas dan Arka yang di duduk di kursi depan.


****


Dava masih menjalani perawatan intensif pasca pengangkatan tumor otak. Setelah menjalani Fisioterapi,- terapi fisik untuk pemulihan otot-otot kakinya yang seringkali mati rasa. Raeviga dan Dava juga mendengar kabar tentang Sashi yang akan segera pergi ke Paris untuk melatih skill desainer-nya lagi. Raeviga meraih ponselnya yang bergetar karena panggilan Videocall dari seseorang.


"Ini Sashi. Pasti dia sudah sampai Bandara sekarang" Raeviga memperlihatkan panggilan video dari Sashi kepada Dava.


"Hai sayang, Kamu sudah ada di Bandara?"tanya Raeviga melihat latar belakang video Sashi yang terlihat seperti lokasi di Bandara.


Sashi mengangguk membenarkan. Dia juga memperlihatkan Arka dan Andreas yang duduk di sampingnya. "Sebentar lagi aku akan masuk ke pesawat"


"Hati-hati ya sayang. Maaf Mama gak bisa temani kamu di Bandara. Hubungi Mama atau Papa jika kamu sudah sampai di Bandara. Mengerti?"


"Iya Mama. Kalian tenang aja Sashi bakal baik-baik aja kok,"


Setelah beberapa menit berbicara dengan kedua orang tuanya, Sashi mengakhiri panggilan telepon bersamaan dengan suara dari petugas ATC yang memberikan penjelasan mengenai keberangkatan pesawat yang akan di tumpangi oleh Sashi.


"Aku harus segera check in" ucap Sashi melihat kedua orang pria yang sudah berdiri di depannya.


"Pikirkan baik-baik. Apa kamu yakin sudah siap untuk hidup disana?" ucap Arka lagi seolah mengerti jika saat ini Sashi juga sangat berat hati untuk pergi jauh dari keluarganya. Arka masih ingat jelas dulu Sashi selalu merengek pulang untuk bertemu Orangtuanya dan Andreas.


"Jangan membuatku semakin dilema.."ungkap Sashi dan mengalihkan tatapannya pada Andreas.

__ADS_1


"Aku pergi.." pamit Sashi pada Andreas. Langkah Sashi tertahan oleh lengan Andreas. Sedetik kemudian Andreas mendaratkan ciumannya di dahi Sashi lama.


"Kabari aku saat kamu sampai disana" ungkap Andreas dengan berat hati.


"Iyaa" Sashi melambaikan tangannya kepada kedua orang yang masih setia berdiri menunggunya hingga menghilang di keramaian orang.


****


Marsha beristirahat di tempat tidurnya, Arsha masih berada di rumah Laili sejak dua hari yang lalu. Arka membiarkan putri kecilnya tinggal bersama Laili agar Marsha bisa sedikit lama untuk beristirahat. Arka berjanji akan menemani Marsha untuk mengecek kondisinya setelah mengantar kepergian Sashi ke Bandara.


Marsha kembali berlari ke kamar mandi untuk kesekian kalinya. Ia terduduk di kloset karena merasa lelah.


"Ada apa denganku? apa aku sedang alergi makanan semalam" gerutu Marsha sambil mengelus perutnya sendiri.


****


Andreas sudah kembali menuju kantornya. Begitu pula Arka yang hendak pergi menemui Marsha. Sashi tengah duduk di salah satu kursi penumpang dan sesekali memperhatikan penumpang lainnya untuk menunggu persiapan pesawat untuk lepas landas.


Sashi melihat seorang wanita yang terlihat perhatian dengan lelaki yang duduk di sampingnya. Sesekali mereka menautkan jemari mereka dan menggenggam erat.


"Kita harus melewati ini semua bersama. Aku yakin untuk menikah dengan kamu karena keseriusan kamu sama aku. Bahkan kamu rela untuk menungguku sadar dari koma bertahun-tahun lamanya. Aku tak ingin mengulur waktu lagi. Aku takut jika nanti aku bisa kehilangan kamu" ucap seorang wanita itu yang terdengar oleh telinga Sashi.


Sashi terdiam sejenak. Kata-kata itu seakan membuatnya tersadar akan perjuangan Andreas selama ini untuknya. Ingatan kejadian semalam membuat Sashi menitikkan air mata.


Aku terlalu ambisius. Aku bahkan melupakan seseorang yang selalu ada di sampingku hanya keegoisanku. Aku mengabaikan perasaan Andreas begitu saja. Tidak, aku tidak ingin kehilangan dia.


BERSAMBUNG


[ MAU KASIH INFO AJA KALO NOVEL INI BAKAL SEGERA SAMPAI PADA TITIK AKHIR. JADI JANGAN SAMPAI KETINGGALAN BUAT BACA. VOTE SEBANYAK MUNGKIN BIAR AKU BISA UPDATE GILA]


Hai Readers.


Buat pembaca yang baik hati bak bidadari DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE VOTE NOVEL INI YA

__ADS_1


__ADS_2