CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 47 : KEJUTAN DAVA


__ADS_3

Raeviga tengah berada di ruang tamu menemani Dava yang masih berkutat dengan layar laptop dan Handphonenya.Sejak hiatusnya posisi Arga sementara karena sedang berlibur dengan keluarga kecil mereka,Dava yang menggantikan posisi itu untuk sementara waktu.Ini sudah terhitung tiga hari sejak kepergian kakaknya,dan dirinya sudah di pusingkan dengan laporan dari perusahaan cabang yang tidak beroperasi dengan lancar.


Dava menatap sekilas ke arah Raeviga yang membolak-balikkan majalah yang sedang di lihatnya.


"Sayang.."seru Dava kemudian.


"Hmm!"jawab Raeviga sembari mendongakkan kepalanya menatap ke arah suaminya.


"Besok aku harus ke surabaya lagi"ucap Dava pada istrinya.


"Apa ada urusan bisnis?"


Dava mengangguk kepalanya membenarkan pertanyaan istrinya.


"berapa lama? apa sangat lama?"tanya Raeviga lagi.


"Tidak mungkin hanya 2-3 hari"jelas Dava kemudian.


Raeviga menatap ke arah Dava seakan ingin mengatakan bahwa dirinya ingin ikut lelaki itu untuk menemani perjalanannya.Namun bibir itu terus terkatup karena merasa enggan untuk meminta hal itu pada suaminya.


"Baiklah,kapan kamu akan berangkat?"tanya Raeviga lagi.


Aku ingin ikut kamu...


"Besok sayang.."


"Baiklah,akan aku siapkan keperluan kamu selama di sana nanti.."balas Raeviga sembari melihat ke arah majalah yang sedang di pegangnya itu.Raeviga hanya membolak-balikkan majalah itu tanpa melihatnya dengan jelas.Seakan pikirannya telah menjelajah ke hal yang lain.


"Sayang.."panggil Dava lagi.


"Iyaa.."jawabnya lirih.


"Kamu mau ikut aku besok ke surabaya?" Raeviga mengangguk dengan cepat menjawab pertanyaan Dava itu.


Dava tersenyum senang melihat wajah Raeviga yang terlihat begitu bahagia.


"kamu kok jadi bahagia gitu.Ini bukan mau bulan madu sayang.."ungkap Dava melihat Raeviga yang tetap tersenyum senang seperti anak kecil yang kegirangan untuk di ajak berlibur.


"Aku tau,aku hanya merasa seneng aja bisa menemani kamu pergi sekarang"ucap Raeviga mengutarakan isi hatinya yang begitu bahagia.


"Kok jadi lengket gini? habis makan apa?"tanya Dava menggoda istrinya.


"Jadi kamu gak mau aku deket-deket sama kamu?"keluh Raeviga menatap marah ke arah suaminya yang duduk di depannya itu.


"Kok jadi baper gitu? lagi dapet ya?"


Raeviga mengerucutkan bibirnya membalas ucapan suaminya itu.


"kan baru aja kemaren selesai pms.."

__ADS_1


Dava membulatkan mulutnya membentuk huruf 'O'sembari menganggukkan kepalanya.


"trus kamu mau apa sayang.." ucap Dava meletakkan berkas yang berada di tangannya dan berjalan perlahan dengan bantuan tongkat kruk untuk menyangga kedua kakinya.


Raeviga masih menggerutu dalam hatinya pada Dava sekarang.Gadis itu melirik ke arah Dava yang berdiri di depannya.


Dasar pikun,gak inget apa ini hari apa?


Dava telah berdiri di depan Raeviga yang entah kenapa semakin terlihat manja itu.


"mau ikut jalan-jalan gak?"tanya Dava kemudian pada istrinya.


Raeviga mengangguk mengiyakan ajakan suaminya.


"mau kemana?"ucapnya sambil bangun dari duduknya.


melihat Raeviga telah berdiri di depannya seakan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan di depannya,Dava dengan cepat mencuri ciuman di pipi gadis itu membuat empu-nya sedikit terkejut dengan pergerakan Dava yang tiba-tiba.


"ngagetin orang aja deh!"seru Raeviga sembari memukul bahu suaminya pelan.


"kita mau kemana?"tanya Raeviga lagi karena Dava yang tidak menjawab pertanyaannya tadi.


"Raha-sia.."seru Dava sembari berjalan keluar rumah meninggalkan Raeviga yang masih cengo.


______________


Dava-Raeviga telah masuk ke dalam mobil hitam milik Dava.Pak Jo telah duduk di depan mengemudikan mobil itu.


"Baik tuan.."


"kita mau kemana?"bisik Raeviga di telinga Dava membuat lelaki itu ingin menggodanya lagi bahkan mungkin lebih dari itu.


"Duduk diam,atau kamu ingin aku mencium kamu disini.."gertakan kecil itu membuat Raeviga diam tak bersuara.Sebenarnya jika perihal ciuman,gadis itu tidak masalah Dava melakukannya toh dia sendiri juga sangat menikmatinya.Tapi jika harus melakukan disini di depan supir pribadinya,entah wajahnya akan semerah apa karena pasti terlihat sangat malu.


Dava yang melihat Raeviga yang sudah terdiam mendengar gertakan kecil darinya membuat lelaki itu merasa gemas dan ingin sekali mendekapnya erat.


Dava meraih telapak tangan Raeviga dan mengenggamnya,sesekali ia mencium telapak tangan itu mengendus aroma wangi di telapak tangan istrinya.


Selalu saja aroma tubuhnya seperti candu untukku sekarang.


__________________


Mobil hitam milik Dava itu berhenti di sebuah tempat yang masih di penuhi oleh pepohonan yang rindang.Terlihat banyak penjual makanan yang berjejer di antara pohon-pohon besar itu.


Terdapat tulisan menggantung di antara pohon besar itu.


1KM LAGI UNTUK MENUJU PANTAI K.


Tulisan itu tertempel di beberapa batang pohon besar itu dengan gambar tanda panah yang mengarah ke arah jalan yang menurun itu.

__ADS_1


"Yuk turun,kita harus jalan kaki kesananya.."seru Dava pada Raeviga yang masih melonggo tak percaya jika Dava membawanya ke sebuah pantai yang sangat ingin di datanginya bulan lalu.


"Ini beneran kita mau ke pantai yang aku bilang itu?"tanya Raeviga tak percaya sembari memeluk lengan Dava senang.


"Nah gitu dong senyum,dari tadi cemburut terus.."seru Dava sembari mencolek dagu Raeviga mengusilinya.


Raeviga tersenyum mencibir lelaki yang telah berjalan di depan sembari memeluk jemari istrinya.


Tetep aja kamu gak inget ini hari apa,Huh.


"Tuan,apa tuan bisa berjalan di tempat menurun seperti ini?"tanya Supir Pribadi Dava yang melihat kondisi tuannya yang masih menggunakan tongkat.


Raeviga yang baru menyadari hal itu,menatap ke arah Dava khawatir.Dia lupa bahwa akan sangat membahayakan jika Dava turun dengan memakai tongkat itu.


"Dav,kata Pak Jo bener.Kamu akan kesulitan jika harus berjalan di jalan seperti itu.."ucap Raeviga khawatir.


"Kan ada kamu sayang,kamu bisa menggendongku kan?"tanya Dava cekikikan menjawab rasa khawatir Istrinya.


"Kok malah becanda sih!"keluh Raeviga memukul lengan Dava sekeras mungkin hingga lelaki itu merintih kesakitan.


"Rae,aku bisa demi kamu.."seru Dava dengan penuh penekanan di setiap kata yang dia ucapkan.


"Enggak,aku gak mau.Nanti kamu jatuh kalo harus jalan memakai tongkat di jalanan seperti itu"tolak Raeviga sembari membalikkan tubuhnya ingin kembali masuk ke dalam mobil.


Namun tangan kekar Dava menghalangi tubuh Raeviga dan memeluk tubuh itu dari belakang.


"kaki aku sudah sembuh sayang"ucapnya lirih membuat Raeviga terkejut dengan ucapannya.


Dava memberikan kedua tongkat kepada supirnya dan mulai menggerakkan kakinya perlahan menunjukkan kepada istrinya bahwa dia baik-baik saja.


Raeviga mengernyitkan dahinya melihat kaki Dava yang sudah bisa di gerakkan itu.


"Sejak kapan?"


"masih kemarin sayang"ucap Dava sembari menghampiri istrinya.Kedua mata Raeviga telah berlinang air mata di ujung matanya,siap untuk merebak keluar.


"kenapa gak bilang dari kemaren?"keluh Raeviga dengan isak tangisnya.


"Biar terus goda kamu"Raeviga mendelik kesal mendengar alasan Dava.Namun Dava mencondongkan wajahnya ke telinga Raeviga melanjutkan perkataannya.


"kalo gak gitu kan aku gak akan dapet 'service'kecupan di wajah kamu tiap kali kamu bantu aku.."bisik Dava di telinga istrinya membuat Raeviga mendelik kesal.


Dasar nyebelin,kenapa aku gak sadar sama akal bulus nih cowok sih.


Raeviga dan Dava berjalan bergandengan menuruni jalanan itu.Setiap jalanan ada bebatuan Dava meringis tanpa suara menahan sakit di kakinya walaupun kakinya sudah bisa di gerakkan kembali.Namun kedua kaki lelaki itu masih terasa nyeri apabila harus menumpu sesuatu beban di kaki bawahnya seakan otot kaki menjadi kaku.


"Akhh!membahagiakan istri memang butuh pengorbanan" gumamnya dalam hati.


-

__ADS_1


- Yang menantikan Dava sembuh angkat jempolnya dan Like,Vote ya temen-temen wkwk :)


BERSAMBUNG


__ADS_2