
"Sha..."panggil Arka lagi singkat.Sama seperti Marsha,Arka juga menahan kerinduan yang selama ini terus mengikutinya.Wajah Marsha yang oriental,sikapnya yang manis seperti senyumnya terus saja membayangi pikirannya.
___________________
Arka berjalan menghampiri Marsha.Gadis itu tidak bergerak sama sekali.Lelaki yang sedang ia coba lupakan kini sedang berdiri di depannya.
"Aku ingin menjelaskan sesuatu tentang kita 3 tahun yang lalu,Sha.."ucap Aska lagi sembari menatap lekat wajah wanita itu.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan,semuanya sudah jelas..."ucap Marsha pelan ketika Aska sudah berdiri dekat dengannya.Ia hanya berkata pelan agar mahasiswa yang masih di dalam ruangan tidak bisa mendengar ucapannya.Marsha melangkahkan kakinya keluar dari ruang kelas tanpa menoleh ke belakang.
Arka mengejar Marsha yang sudah melangkah keluar.Beberapa mahasiswa yang masih berkeliaran di sekitar ruangan itu menatap keduanya sangat intens.Bahkan memperhatikan Dosennya yang terlihat sedih itu.
"Tuh cowok siapa? pacar bu Dosen?
"Kekasihnya bu Dosen ya dia? gila cakep bener dah.."
"Ku kira jomblo dong tuh cowok.."
keluh beberapa Mahasiswa wanita yang memandangi Arka dan Marsha bergantian yang sudah berjalan menjauh dari mereka.
"Sha,dengerin aku dulu.."jemari Arka dengan cepat meraih lengan Marsha untuk menghentikannya.
"Aku gak mau kamu di sini.Kamu gak liat kita udah jadi tontonan mahasiswa-mahasiswa disini.Jangan buat aku malu untuk kedua kalinya Ka.."ucap Marsha sembari meneteskan air mata tanpa di mintanya.
Arka merutuki dirinya sendiri karena ternyata ulahnya di masa lalu telah membuat perasaan wanita yang di cintainya terluka.
Aku memang lelaki pengecut Sha.Aku udah nyakitin kamu dulu tapi sekarang aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi...
Arka meraih telapak tangan Marsha dengan lembut,lelaki itu menatap Marsha lekat berharap Gadis itu bisa melihat seberapa besar rasa yang ia miliki kepada Marsha.Namun tidak,Marsha bersikap dingin kepada Arka.Ia menghentakkan tangan Arka dengan kasar saat lelaki itu memeluk telapak tangannya.
"Aku bukan lagi Marsha lemah seperti dulu.Kamu harus ingat itu! permisi!"ucap Marsha dengan tatapan sedih dan nada dinginnya.
Beberapa menit kemudian,Marsha sudah berjalan menjauh dan menghilang dari pandangan Arka.Lelaki itu masih terdiam di tempatnya dengan tatapan kedua matanya yang masih menatap kosong koridor kampus yang sepi itu.
Ini bukanlah akhir Marsha.Aku akan kembali lagi dan membuatmu menjadi milikku sepenuhnya.
Marsha menghapus air matanya yang terus saja menetes deras.Gadis itu kini berada di dalam uks.Marsha menenggelamkan wajahnya diantara telapak tangannya yang terasa dingin.
__ADS_1
Kenapa kamu harus kembali lagi Arka.Aku sangat membencimu..Aku benci kamu..
"kamu perlahan sudah menyayatku dengan kenanganmu Arka.Dan sekarang kenapa kamu harus kembali hadir mengusikku.Belum puas kah kamu menyakiti perasaanku.."ungkap Marsha pelan dengan air mata yang masih bertahan membasahi wajahnya.
Seseorang pria mendengarkan dengan diam apa yang sedang Marsha keluhkan dengan nada terisak.Lelaki itu hanya mengintip Marsha yang duduk membelakanginya.Marsha tidak menyadari jika seseorang sedang melihatnya dari balik tirai di sampingnya.Berdiri diam dengan tatapan sedih seolah sangat memahami perasaan Marsha sekarang.
"Kamu tidak akan terluka lagi seperti di masa lalumu,Marsha..."ucap lelaki itu dalam hati.
Setelah beberapa menit memperhatikan Marsha,lelaki itu akan melangkahkan kakinya keluar dari ruang UKS.Namun suara nada dering dari ponsel miliknya membuat Marsha dan juga lelaki itu terkejut.Terkejut seseorang sedang memperhatikannya sekarang,Marsha membuka tirai yang menutupi ranjang ber-sprei putih itu.
"Pak Angga?"ungkap Marsha melihat seseorang pria sedang terlihat gugup dengan ponsel berdering di tangannya.
"Eekkh..Bu Marsha a-daa disini?"tanya Angga dengan nada yang sedikit terbata-bata.
Marsha tak menjawab pertanyaan Angga yang di utarakan padanya.Gadis itu memperhatikan sikap Angga yang gugup dan mencoba mengalihkan wajahnya dari tatapan Marsha tajam.
"Apa bapak sejak tadi berdiri disini?"tanya Marsha dengan nada dan tatapan mata yang penuh selidik.
"Saya baru saja disini.."kilah Angga dari keadaan yang sebenarnya.Namun Marsha bisa melihat jika lelaki itu kini sedang membohonginya.Terlihat sangat jelas dengan wajah Angga yang mencoba tak memandangnya.
"Bu Marsha.."panggil Angga pada Marsha yang sudah berada di samping pintu UKS.
"Saya berharap kamu tidak akan menyerah hanya karena masa lalu.."ucap Angga melanjutkan perkataannya.Marsha yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil dan berlalu pergi meninggalkan Angga yang masih berada di ruangan itu.
Secara tidak langsung kamu mengakui jika sejak tadi mengupingku,Pak Angga.
Arka masih berada di dalam universitas itu.Ia duduk di kursi yang berada di selasar dengan ekpresi wajah yang terlihat kecewa.Sashi yang saat itu akan menuju kelas nya tak sengaja menangkap sosok yang sangat di kenalnya.Gadis itu melihat Arka yang terlihat sangat kesal dan sesekali tangan lelaki itu di hentamkannya ke kursi yang di dudukinya.
"Arka?"tanya Sashi heran.Gadis itu menghampiri saudara kembarnya dengan tatapan keheranan.Sashi sudah berada di samping Arka.Lelaki itu menyadari kehadiran seseorang di dekatnya.Ia sudah menebaknya jika orang itu adalah saudara sendiri,Arka sangat mengenali parfum branded favorite Sashi yang di pakainya sekarang.
"Pergilah.."seru Arka setelah Sashi berjalan lebih dekat kearahnya.Mendengar hal itu Sashi mengangkat kedua alisnya.Gadis itu seketika berhenti melangkahka kakinya.Ia mengambil sebuah bola coklat dengan campuran kacang yang di balut oleh plastik bening.Bola coklat itu sudah membeku karena memang sebelumnya sudah di bekukan oleh Sashi.
Gadis itu melemparkan dua bola coklat ke tangan Arka.
"Tuh makan biar gak cemberut aja.."ucap Sashi sambil tertawa kecil menggoda saudaranya.Ia tidak tau bahwa suasana hati Arka saat ini sedang kacau.
"Apaan sih! kamu kira aku masih anak-anak?"keluh Arka sedikit kesal karena Sashi mengusik dirinya.
__ADS_1
"Ikhh,kok marah-marah gitu.."balas Sashi yang juga merasa jengkel karena Arka berbicara ketus kepadanya.
"Tuh makan coklatnya biar gak asem tuh muka.." setelah mengatakan hal itu Sashi hendak meninggalkan Arka namun tiba-tiba Arka menghentikan langkah kaki Sashi yang sudah berjalan beberapa langkah.
"Sas.."panggil Arka kemudian sambil melihat dua coklat pemberian saudara kembarnya itu.
Sashi membalikkan tubuhnya,raut wajah kesal gadis itu berubah heran melihat ekpresi sedih yang tergambar jelas di wajah Arka.
"Kamu kenapa?"tanya Sashi sambil berjalan menghampiri Arka.
Arka menarik tangan Sashi yang masih berdiri untuk duduk di kursi di sampingnya.
"Aku sudah membuat kesalahan besar Sas.."ungkap Arka pada saudara kembarnya itu.
"Kesalahan apa? Kamu bunuh orang? atau..."Sashi melihat wajah Arka mencari jawaban darinya.
"Lebih dari itu Sas.."ucapan Arka itu membuat Sashi yang mendengarnya itu sangat bingung.
Seketika pikiran negatif Sashi semakin membuatnya takut.
"Astaga,Ar.Kamu ngehamilin cewek ya? terus ceweknya bunuh diri?"pekik Sashi dengan nada yang sedikit keras membuat beberapa mahasiswa yang duduk tak jauh darinya menoleh menatap Sashi dan Arka bergantian.
"Sial,Jangan bikin gosip sembarangan dong!"umpat Arka pada Sashi.Gadis itu mengatupkan bibirnya rapat ketika melihat tatapan tajam Arka.
"terus apaan dong Ka.Bicara yang jelas lah.."
Arka menghela napasnya berat,ia menatap Sashi sekilas dan menyandarkan kepalanya di bahu Sashi yang lebih pendek beberapa centi dari Arka.
"Aku udah buat wanita yang aku sayangi menangis Sas.."ungkap Arka dengan nada lirih,seolah meresapi apa yang baru saja di katakannya.Mengingat kejadian di masa lalunya bersama Marsha.
Sashi yang melihat kesedihan Arka itu, diam tak bersuara.Gadis itu menepuk pelan lengan Arka untuk sedikit menghibur suasana hatinya.
"Kalau kamu tau letak kesalahan kamu.Kamu harus mengejarnya Arka.Ungkapkan semua yang kamu rasakan kepada gadis itu.Aku yakin cinta yang tulus akan kembali mempersatukan kalian.."saran Sashi setelah beberapa detik hanya terdiam.
"Sama halnya dengan kisah cintaku.Aku hanya mengharapkan cinta tulus kak Andreas bukan belas kasihannya.."batin Sashi saat itu.
BERSAMBUNG
__ADS_1