
"Yaaak!!" keluh Raeviga ketika Dava melepaskan kecupan singkatnya pada bibir Raeviga.Gadis itu menutup mulutnya dengan telapak kanannya takut jika Dava akan melesatkan ciuman kedua padanya.
Dava tersenyum menatap Raeviga yang menatap tidak suka padanya.
"Rae,aku cinta kamu..."ucap Dava sambil mengelus lembut ujung kepala Raeviga membuat gadis itu sedikit luluh karena perlakuan Dava.
"aku beneran cuma nolong dia karena mabuk berat.." jelas Dava lagi sembari melipat kakinya agar sejajar dengan Raeviga yang sedang terduduk di meja makan.
Raeviga hanya menatap wajah Dava dalam diam.
"perutku mual.."jawab Raeviga sambil mengelus perutnya.
Dava mengangkat satu alisnya mendengar jawaban yang menyimpang dari penjelasannya.
Namun dengan cepat ia meraih kotak obat dan mengoleskan minyak kayu putih di leher dan akan mengoleskannya juga di perut Raeviga,tetapi gadis itu menahan tangan Dava dan mengambil alih minyak kayu putih itu dari tangan Dava.
"Biar aku aja.." Raeviga mengoleskan sendiri dan sedikit menyampingkan tubuhnya agar tak terlihat oleh Dava yang sedang berada di sampingnya.
Dava hanya memandangi Raeviga yang membaurkan minyak kayu putih pada perutnya,lelaki itu hanya diam dan sesekali tersenyum melihat Raeviga yang masih malu-malu membuka bajunya di hadapannya.
_____________________
Raeviga beranjak dari duduknya di ikuti oleh Dava yang berjalan memperhatikannya dari belakang.
"Aku akan tidur di ruang tamu"seru Dava yang hendak pergi meninggalkan kamarnya namun perkataan Raeviga menghentikannya untuk melangkah.
"tidak ingin sekamar denganku?"tanya Raeviga masih dengan nada ketusnya namun Dava memahami jelas bahwa nada ketus itu hanya di buat-buatnya.
"Kamu yakin?"
"Terserah"jawab Raeviga singkat sambil menutup pintu kamar namun Dava menghalangi pintu yang akan tertutup itu dengan tubuhnya.
Raeviga sudah merebahkan tubuhnya di ranjang di ikuti oleh Dava yang membaringkan tubuhnya di samping Raeviga.
"Selamat malam"ungkap Dava sambil mematikan lampu kamarnya.
Tidak ada sahutan dari Raeviga,gadis itu tidur dengan membelakangi Dava yang masih menatap lama punggung Raeviga.
Dava meraih tangan Raeviga dan mengenggamnya,sontak gadis itu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Dava yang tidur di sampingnya.
__ADS_1
"Ada apa?"tanya Raeviga sambil menarik tangannya dari genggaman Dava
"Rae,ayo hentikan berdebatan ini.." keluh Dava lirih
"kita sedang tidur bukan berdebat" cibir gadis itu.
" kalau begitu hentikan sikap ketusmu yang di buat-buat itu.Aku akan bersikap kasar jika kamu seperti ini"
Raeviga mengerutkan kening,merasa sedikit kesal mendengar ucapan lelaki di sampingnya.
"Bersikap kasar? dan di buat-buat?"tanya Raeviga sembari sedikit menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Dava.
Dava berdeham mengiyakan.
"Kau ingin melihat aku bersikap kasar?"tanya Dava berusaha membuat gadis itu sedikit menurunkan egoisnya.
"Bodo!"jawab Raeviga singkat dan membalikkan tubuhnya lagi dan membelakangi pria di sampingnya.Namun tangan kekar Dava dengan cepat membalikkan tubuh Raeviga dan memposisikan tubuhnya dengan cepat membuat Istrinya sudah dalam dekapannya.
Raeviga meronta ingin melepaskan pelukan itu namun Dava semakin mempererat dekapan itu.
Setelah beberapa menit,Raeviga yang sudah di bawah kendali Dava hanya bisa menerima pasrah pergerakan Dava yang sedikit kasar itu.Namun sangat munafik apabila Raeviga juga tidak menikmati apa yang sedang di lakukan Dava padanya.
Raeviga mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan Dava malam itu.Tangan Dava mengelus ujung kepala Raeviga dengan lembut dan menatap lekat wajah Raeviga sangat dekat.Dava memandangi wajah Istrinya yang seoalah tak ingin di sia-siakannya begitu saja.
Dava menghela napasnya berat sebelum mengatakan sesuatu kepada Istrinya.
"Rae,aku jujur tentang Sekar.Dia gadis sialan yang menjebakku.."seru Dava lirih
"jadi kita damai kan?"tanya Dava lagi
"Terpaksa.."
Dava memicingkan kedua matanya mendengar jawaban singkat Raeviga yang tidak ia terima.
"Okeey!" seru Dava kemudian dan akan mengecup kening istrinya namun gadis itu menghindar dari pergerakan Dava.
Dava tertawa kecil melihat pergerakan Raeviga yang dengan spontan menutup mulutnya,namun Dava tetap meluncurkan aksinya dengan mencium telapak tangan Raeviga yang masih menutup mulutnya.
Raeviga sedikit gugup dengan perlakuan manis yang di lakukan Lelaki di sampingnya.
__ADS_1
Lelaki itu memeluk tubuh Raeviga dan mendekatkan wajahnya di telinga kanan istrinya.
" I will always love you,beb" bisik Dava di telingga Raeviga,membuat gadis itu sedikit mengernyitkan telinganya karena geli.
Dava memeluk kembali Raeviga dan menenggelamkan wajahnya di pundak Raeviga hingga tercium aroma wangi dari tubuh istrinya.Aroma yang sangat menyegarkan baginya.
Suasana hati Raeviga sedikit membaik dengan perlakuan Dava malam ini,walau tidak sepenuhnya ia mempercayai Dava untuk saat ini.Kehadiran Sekar yang masih mengelilingi kehidupan pernikahannya tetap membuat Raeviga merasa sakit hati.
Raeviga melingkarkan kedua tangannya di pinggang Dava membalas pelukan lelaki yang sedang memeluknya itu.
"Apa aku beneran hamil?"Tanya Raeviga masih dengan melingkarkan tangannya di pinggang Dava.
Dava mengangguk mengiyakan apa yang di katakan Raeviga.Ia mengingat apa yang di katakan Jerome kepadanya.
"Besok kita akan periksa.."seru Dava kemudian.
Raeviga tersenyum kecil menanggapi ucapan Dava padanya.
"Rae.." seru Dava sambil melepaskan ikatan tangannya dari tubuh Raeviga,dia memegang kedua tangan Raeviga dan mengenggamnya sembari menatap kedua manik mata indah milik Raeviga.
"Aku ingin jenguk dede bayi" ucapnya sambil menahan tawanya dan menunjuk perut Raeviga.
"Gila!" umpat Raeviga yang juga menahan malu mendengar permintaan Dava.
"kenapa? anak kita perlu di jenguk sayang.."ucap Dava manja.
"Tidurlah,dasar mesum!" Raeviga mendorong pelan tubuh Dava dan menyenderkan tubuhnya pada sandaran ranjangnya.
"Tidur? apa kamu yang akan memulainya?"goda Dava lagi membuat wajah gadis di hadapannya memerah karena malu.
"Enggak!"seru Raeviga dengan mengedarkan pandangannya dari Dava agar tidak menatap langsung tatapan jail milik Dava.
Mendegar jawaban Raeviga,Dava hanya mengangguk kecil kemudian menarik selimut yang berada di sampingnya,menutupi setengah tubuh mereka dan kejadian malam pertama kembali terulang malam ini.
Malam yang dingin ini seolah bergerak lambat bagi mereka.Membiarkan cinta mereka melebur di udara malam yang terasa sangat dingin itu.Di bawah kendali Dava,Raeviga hanya menerimanya dan menikmati malam ini.
Tangan Dava melesat ke belakang punggung Raeviga menarik resleting dan mencium kening Raeviga lembut,melapiaskan apa yang sejak seminggu lalu di tahannya kepada Raeviga
Kita di pertemukan dengan kejadian yang tak terduga,dan saat itu aku sudah memandangmu berbeda dengan gadis yang pernah ku temui sebelumnya.Aku mencintaimu istriku...
__ADS_1
"SHITT!!" umpatnya ketika melihat tubuh polos istrinya.
BERSAMBUNG