CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 25 : WAKTU TERUS BERJALAN


__ADS_3

Arga bersama seorang wanita seusianya sedang memperhatikan Dava bersama gadis kecil tersenyum dengan gurauan-gurauan yang Dava berikan.


"Sayang.." seru Arga pada wanita yang menyenderkan kepalanya di bahunya.


"Iyaa.."seru wanita itu.


"Aku sangat bersyukur bisa memilikimu.."puji Arga sembari mencium kening Wanita itu.


Wanita itu tersenyum senang dengan pujian yang di lontarkan sangat manis padanya.


"Aku juga.."balas wanita itu menatap wajah lelaki di sampingnya.


"Maama.."seru gadis kecil yang bersama dengan Dava tadi.Gadis itu berlari memeluk Arga.


"Loh kan tadi manggil mama kok yang di peluk papa.."seru wanita itu pada anak perempuannya.Gadis itu tersenyum dan berganti memeluk mamanya.


"Andai anak gue hidup,pasti jadi adiknya Angela.."seru Dava kemudian.Wajah lelaki itu sangat kecewa dan menyesal atas perbuatannya di masa lalu.


"Itu udah berlalu,Dav.Mungkin memang belum rejeki kamu.."seru Arga pada Dava.


Setelah kepergian Raeviga dan seiringnya waktu berjalanan,hubungan Dava dan Arga semakin membaik.Tidak ada kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.Dava telah mengetahui bahwa hati kakaknya itu telah berlabuh kepada seorang wanita di sebelahnya,Siska.


"Om,ayyok maen lagi.."ajak Angela sambil menarik jemari Dava membuat lelaki itu tersenyum melihatnya.


"Angel,makan dulu ya.." seru Siska pada anaknya.


Angela mengangguk "Dicuapin om ma.."pinta gadis kecil itu di susul tawa dari ketiga orang dewasa yang kini melihatnya.


"Iya sini sama Om.."ajak Dava mendudukkan gadis cantik itu dalam pangkuannya.


🍀🍀🍀


Posisi CEO Perusahaan Jankfood kini beralih di tangan Arga.Sebenarnya Arga membiarkan Dava tetap menduduki posisi perusahaan pusat agar dirinya hanya berkecimpung di kantor cabang,karena setelah dirinya kembali bersama Siska ia ingin banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya namun Dava menolak dengan halus posisi itu.Ia tidak menginginkan posisi tinggi tersebut.Namun dia akan tetap membantu perusahaan dengan menangani keluhan klien dan investasi saja.


Seperti sekarang ini,setelah puas bermain dengan putri kecil Arga lelaki itu kini sedang menunggu klien pentingnya untuk membicarakan kelanjutan Investasi keduanya.


Dava sedang melihat pemandangan dari luar jendela kantornya.Gedung-gedung yang berjejer tinggi serta keramaian kota membuatnya merindukan kehadiran sosok Raeviga.Melupakan Raeviga adalah hal terberatnya hingga saat ini.


Sekeras apapun Dava mencoba melupakan Raeviga,namun kenyataannya selalu gagal.Gadis itu telah membuat kenangan tersendiri yang sulit untuk melupakannya.


"Selamat siang,Pak Dava.."sapa seorang wanita sembari mengetuk pintu ruangan Dava.


Dava membalikkan badannya dan tersenyum melihat tamu yang datang bersama dengan sekretarisnya.

__ADS_1


"Davaa.."sapa tamu itu dan saling berjabat tangan.


Ria,sekretaris Dava meninggalkan keduanya setelah keduanya saling menyapa.


"Hai,Axel apa kabar?"tanya Dava kemudian.


"Yah,seperti yang Lo liat sekarang.."jawabnya senang.


"Cuma yang beda sekarang,Andreas sudah memiliki seorang ibu.."ungkap Axel berbunga-bunga.


"Seriously?" Dava tersenyum mendengar ungkapan Axel.Lelaki di hadapannya ini adalah Klien yang di kenalnya tiga tahun yang lalu.Karena sifat Friendly Axel membuat Dava sangat mudah merasa akrab dengannya.


Axel mengangguk membenarkan.


"My wife is a Good girl.." Axel tersenyum memuji istrinya.


"Aku ikut senang mendengarnya,Axel.." seolah berbalik dari kehidupan Dava yang hanya sendiri,dia memikirkan sejenak jika Raeviga masih berada di sisinya mungkin perasaannya akan sebahagia Axel.


"Lain kali akan ku pertemukan kamu dengan istriku"


"Dan bagaimana dengan istrimu? dia baik-baik saja? bukankah kamu dulu mengatakan bahwa istrimu sedang hamil.."tanya Axel bertubi-tubi.Dia mengingat betul dulu ketika Dava mengatakan akan menyelesaikan meeting-nya dengan cepat karena akan mengantar istrinya untuk cek kandungan.


Dava yang mendengar pertanyaan yang di lontarkan Axel padanya hanya tersenyum kecut menanggapinya.


"Oh My Got! Really?" tanya Axel tak percaya.Ini mungkin pertemuan kedua Axel dengan Dava namun Axel sangat yakin bahwa Dava sangat mencintai istrinya terlihat dari gerak tubuhnya yang bahagia saat menceritakan istrinya di pertemuan pertama mereka.


"Yah! dan aku sendiri yang menyebabkannya.."Ucap Dava penuh penyelasan.


"Be Strong! Sesuatu yang baik pasti akan segera datang padamu.." Axel sedikit memberi semangat kepada rekan kerja dan temannya itu.


"aku berharap sesuatu yang baik itu Raeviga.."gumam Dava dalam hati.


Dava tersenyum berterima kasih kepada Axel yang mencoba menyemangatinya.


"Oke! kita bahas perusahaan sekarang.." ungkap Axel mencoba mencairkan suasana sedih pada hati Dava.


Dava mengangguk mengiyakan dan mulai membahas laporan laba tahunan perusahaannya.


🍀🍀🍀


Malam semakin larut,Dava sedang meneguk Bir dengan rakus.Lelaki itu kini sedang berada di dalam Bar dengan di kelilingi gadis yang siap memberikan tubuh mereka bahkan secara cuma-cuma.


Seorang wanita menyentuh lengan Dava menggodanya,tidak ada tindakan dari lelaki itu,dia hanya meliriknya sekilas kemudian melanjutkan meneguk Bir di tangannya.

__ADS_1


Gadis-gadis semakin haus menggodanya ketika melihat tubuh kekar Dava dengan tubuh yang sedikit tak sadarkan diri.Wanita tadi berani menyentuh lengan Dava dan mengelus lehernya menggoda.


Dava menampik kasar tangan wanita itu dari tubuhnya dan beranjak dari tempat duduknya dengan sempoyongan.


"Singkirkan tanganmu wanita jalang.."keluh Dava pada wanita yang menyentuhnya.Wanita itu meremehkan mendengar Ucapan kasar Dava.Seolah mengejek laki-laki itu bahwa dirinya sendiri juga Jalang.


Dava keluar dari Bar dengan tubuh sempoyongan.Beberapa orang yang sedang berjalan di depannya melihat merendahkan Dava yang berjalan dengan mabuk.


Dava merebahkan tubuhnya pada kursi kayu di sebelah toko Roti.Dia memegangi kepala yang terasa berat.Sebuah bola mengelinding di kaki Dava,lelaki itu sedikit bingung dan meraih Bola merah itu.


"Paman,lemparkan bola itu.."seru anak laki-laki berusia sekitar 2 tahun.


Dava menoleh melihat sosok laki-laki kecil yang memanggilnya.


"Hey,nak ini milikmu?"tanya Dava mengangkat bola yang di pegangnya.


Anak itu menganggukkan kepalanya.


"Kemarilah,ambil ini.."pinta Dava sembari melambaikan tangannya pada Lelaki kecil itu.


Anak itu dengan cepat berlari ke arah Dava.


"Kau anak yang tampan"puji Dava sembari mengelus lembut rambut Anak itu.


Bocah kecil itu tersenyum mendengar pujian Dava.


"Temenku juga banyak yang bilang kalo aku sangat tampan.." ungkap Anak itu dengan sangat percaya dirinya.


"Kau sangat percaya diri.."gumam Dava pelan.


"Ndre! ayo pulang!"seru seorang wanita yang berjalan menghampiri Anak kecil itu.


Spontan Dava dan anak kecil menoleh ke asal sumber suara.Apalagi suara itu sangat tidak asing di telingga Dava.


"Raeviga.."ucap Dava ketika melihat gadis yang berjalan ke arahnya.


Sesaat Raeviga tidak menyadari bahwa lelaki tak jauh di hadapannya itu adalah Dava,namun semakin ia mendekat ke arah dua laki-laki di depannya Raeviga menghentikan langkah kakinya dan terdiam menatap Dava.


Kedua orang itu kini saling menatap satu sama lain,hati mereka sedang bergelut dengan perasaan yang tak bisa di gambarkan dengan jelas.


Pertemuan itu telah membuat keduanya terdiam cukup lama.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2