CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 11 # SASHI : MENGALAH TENTANG HATI


__ADS_3

Andreas melihat Sashi yang berjalan keluar,lelaki itu hanya meliriknya sekilas dari tempatnya berdiri dan kembali menatap kearah Angela.Namun kali ini Andreas menatap dingin kearah Angela.Tatapan yang dulu selalu ia berikan kepada Sashi.


_____________________________


Seseorang mengejar langkah Sashi yang berjalan menjauh dari keramaian pesta itu.Alif meraih tangan Sashi dan menghentikan langkah gadis itu yang akan pergi semakin jauh dari keramaian.


"Kamu akan terlihat menyedihkan jika kamu berlari seperti ini.."seru Alif yang menghentikan langkah kaki Sashi.


"Apa maksudmu?"ungkap Sashi dengan ekpresi sedih terlihat jelas oleh Alif.Sashi mencoba menyembunyikan kesedihannya dari orang lain.


Alif tersenyum melihat Sashi menutupi kesedihannya.


"Aku juga melihat apa yang juga kamu lihat Sas.."jawab Alif kemudian.


Sashi melihat kearah wajah Alif setelah lelaki itu menyelesaikan perkataannya.


"Mungkin,bukan hanya aku saja yang menyadari jika kamu saat ini sedang cemburu.."imbuh Alif lagi membuat Sashi yang berada di depannya mengatupkan bibirnya rapat mendengar penuturan Alif.


"Aku hanya lelah..."sangkal Sashi lagi sambil melepaskan genggaman tangan Alif di telapak tangannya.


Namun Alif tidak begitu saja melepaskan tangan Sashi dari telapak tangannya.Lelaki itu semakin mendekatkan wajahnya kearah Sashi.


"Kamu mau apa?"tanya Sashi dengan nada gugup saat Alif semakin dekat dengannya.


Apa yang sedang ia lakukan.


Alif mencondongkan wajahnya ke telinga Sashi.


"Lupakan Andreas.Mulailah membuka hatimu untuk orang lain,untukku..."seru Alif lirih di telinga gadis yang dalam genggamannya.


Sashi yang mendengar jelas kalimat itu menatap kesal kearah Alif.Ia melepaskan tangannya paksa.


"Berhentilah mengatakan hal bodoh,aku tidak mengenalmu.."ungkap Sashi kesal dan pergi meninggalkan Alif.


Alif seolah tak ingin menunda kesempatan kosong ini untuk membuat Sashi tertarik kepadanya.Ia akan mengejar Sashi namun seseorang menekan bahunya dan menatapnya dengan sorot matanya yang tajam.


"Aku ingin melayangkan tinjuku ini kepadamu dengan keras,namun aku mengurungkannya karena aku menghargaimu sebagai tamuku disini.Jadi bersikaplah menjadi tamu yang sopan.."ucap Andreas sebelum pergi mengejar langkah Sashi.


Andreas mencari keberadaan Sashi di teras belakang yang berjarak beberapa meter dari tempat pesta dan kerumunan tamu yang berkumpul.


Lelaki itu melihat gadis yang di carinya sedang duduk di ayunan yang berada di samping kolam yang di hiasi lampu berwarna warni yang mengantung di antara langit-langit.


Andreas duduk di samping Sashi,gadis itu melirik sekilas melihat Andreas yang tiba-tiba duduk di sebelahnya.Dengan cepat Sashi menghapus air mata yang masih melekat di pipi manisnya.

__ADS_1


"Sas.."seru Andreas memulai obrolan dengan gadis di sampingnya.Ia tau bahwa gadis di sampingnya itu merasa sedih karena pernyataan Angela kepadanya.Namun sejak kejadian di Bar malam itu,isi kepalanya hanya berisi penyesalan yang ia lakukan terhadap Sashi.


"Yaa?"jawab Sashi dengan nada sangat rendah.Ia masih belum bisa mengontrol emosinya yang sedang sedih itu.


"Apa yang kamu lakukan sendirian disini?"tanya Andreas mencoba membuka obrolan ringan dengan gadis itu.


"Hanya mencari udara segar.Di dalam terasa sesak.."ungkap Sashi seolah menginsyaratkan keadaan dirinya sendiri.


Seolah mengerti apa yang sedang Sashi katakan,Andreas hanya diam tak ingin mengatakan apapun.


Aku tau kamu memiliki perasaan lebih kepadaku Sas.Kenapa tidak kamu katakan itu sejak dulu.Karena kamu adalah cinta pertamaku..


FLASHBACK


5 Jam yang lalu saat Andreas berada di rumah Sashi.


"Ndre,apa kamu sudah tau kalau Sashi mencintai kamu?"tanya Raeviga saat ia hanya duduk berdua bersama Andreas.Sedangkan Dava berada di dalam ruang kerjanya untuk mengambil beberapa berkas yanga akan ia lihat.


Andreas mengerutkan keningnya mendengar pernyataan Raeviga.


"Sashi tidak mungkin mencintai saya tan.Sejak kecil ia hanya menganggap saya saudara laki-lakinya.."Jawab Andreas menyangkal perkataan Raeviga.Ia merasa hal itu tidak mungkin karena Sashi selalu memperkenalkan Andreas kepada teman-temannya sebagai kakaknya bukan sebagai lelaki yang ia cintai.


Raeviga tersenyum kecil mendengar jawaban Andreas.


Perlahan memori tentang Sashi terus berjalan di pikirannya.Sikap perhatiannya,Tingkah kekanak-kanakan Sashi yang manja.


Apa semua ini kamu lakukan untuk mencuri perhatianku Sas? karena kamu mencintaiku?


"Tidak perlu kamu cemaskan Andreas.Tante tidak bermaksud untuk membuatmu harus menerima cintanya tapi tante hanya berharap kamu bisa membuatnya mengerti bahwa kamu tidak mencintainya.Tante gak ingin Sashi terus berharap.."ungkap Raeviga sebelum Dava datang dan bergabung kembali bersama Andreas dan Raeviga.


FLASHBACK END


Andreas menatap kearah Sashi yang sejak tadi hanya diam.


"Sas,aku akan mengatakan ke kamu kalau aku dan Angela akan..." Sashi menoleh kearah lelaki di sampingnya,Ia memotong ucapan Andreas dengan cepat.


"Kak,Sashi boleh minta sesuatu ke Kak Andreas? mungkin ini akan menjadi akhir dari pertemuan kita.."ungkap Sashi memotong pembicaraan Andreas.


Andreas yang mendengar hal itu mengerutkan dahinya dan menatap manik mata Sashi mencari penjelasan lewat tatapan itu.Namun kedua mata itu hanya tergambar kesedihan yang mendalam.


"Apa maksud kamu menjadi akhir pertemuan?"tanya Andreas kepada gadis di sampingnya itu.


"Buat jadwal Kak Andreas besok kosong..seharian penuh.."seru gadis itu sambil tersenyum yang terlihat di paksakan.

__ADS_1


Sashi berdiri dari ayunan itu dan menatap lekat ke wajah Andreas.


Sepertinya ini memang akhir.Kisah cinta Sashi akan berakhir disini.Kak Angela akan lebih baik mendampingi kamu.Sashi juga akan bahagia dengan pilihan Kakak.


"Aku mau pulang dulu kak.Ini sudah larut malam,Mama akan mencemaskanku.." ucap Sashi di sertai senyum manisnya kepada Andreas.Seolah senyum melambangkan perpisahannya.


Andreas meraih lengan Sashi.Ia menatap lekat gadis itu lama tanpa mengatakan apapun.


Sandiwara apa yang sedang kamu lakukan Sas.Apa kamu masih tidak ingin mengatakan apapun kepadaku tentang perasaanmu?


"Kak? ada apa?"tanya Sashi kemudian melihat Andreas hanya diam menatap kearahnya.


"Aku akan mengantarmu.."


"Tidak perlu,Pak.Jo sudah menjemputku dari tadi..." Sashi melepaskan pelukan tangan Andreas di lengannya.


"Aku sudah pernah merasakan duduk di mobil berdua bersama Kak Andreas,melihat sikap dinginmu sejak dulu,ciumanmu,dan sekarang sikap hangatmu kepadaku.Bukankah itu sudah cukup untuk mengisi kenanganku tentang kakak? Aku tidak akan lagi serakah..."gumam Sashi dalam hati sebelum pergi meninggalkan Andreas.


Sashi sudah berada beberapa langkah dari Andreas berdiri.


"Akkh iya,Besok Sashi akan mengajak Kakak ke sesuatu tempat jadi kuharap lelaki sibuk di depanku ini bisa meluangkan waktunya seharian..."ungkap Sashi dengan nada yang sedikit di tinggikan agar Andreas bisa mendengarnya dengan jelas.Sashi melambaikan tangannya sebelum berjalan kearah pintu gerbang rumah Andreas.Disana Pak Jo,supir pribadi Keluarga Dewantara sudah menunggunya.


"Sashi akan merelakan cinta itu untuk kakak,jika memang Kak Andreas memilih Kak Angela.Aku akan mengalah..aku tidak akan bersaing.Biarkan cinta yang memilih jalan hatinya..."ungkap Sashi saat memandangi rumah Andreas dari kaca mobilnya sebelum berjalan menjauhi rumah Andreas.


Andreas masuk kembali ke acara pesta,namun ia terlihat lesu setelah kepergian Sashi.Obrolannya yang baru saja berakhir itu kembali berputar di ingatan Andreas.


Angela menghampiri Andreas saat melihat lelaki itu masuk ke dalam tempat pesta.


"Andreas kamu marah sama aku? kenapa kamu pergi gitu aja?"tanya Angela sembari mengikuti langkah Andreas yang berjalan di sampingnya.


"Aku lelah ngel,bisa kita bicarakan besok kan?"tanya Andreas dan masuk ke dalam rumahnya.


Dari jauh Maura memperhatikan sikap Andreas yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah begitu saja.


"Apa ini masalah hati?"


BERSAMBUNG



FYI : YUK MASUK GRUP CHAT BIAR TAU JADWAL UPDATE CINTA MALAM PERTAMA


DAN JANGAN LUPA UNTUK VOTE YA ❤

__ADS_1


__ADS_2