CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 58 : SENSITIF


__ADS_3

[ Untuk menunggu proses review dari MT yang sekarang lama,kalian bisa baca karya aku yang lainnya ya..]


Waktu telah berjalan begitu cepat,usia kandungan Raeviga yang telah berusia 7 bulan membuat wanita itu semakin terlihat buncit.Emosinya yang terkadang naik turun tak lepas dari pengawasan Dava,walaupun pada akhirnya lelaki itu menjadi sasaran empuk Raeviga untuk pelampiasan emosinya.


Sabar,demi anak..


Raeviga sedang duduk di sofa dengan berbagai makanan di atas meja.Terlihat Siska dan anak kecilnya,Angela duduk mendampingi ibu hamil itu.


"Rae kamu masih belum kenyang?"tanya Siska ketika melihat Raeviga tak tidak merasa bosan memakan jajanan yang di bawa Siska begitu banyak.


Satu jam yang lalu,Siska menelpon Raeviga yang baru saja dari kamar mandi.Siska mengatakan jika dirinya akan berkunjung ke rumah Saudara iparnya itu karena merindukan Raeviga dan keponakannya.


"Kesini aja.Lagian si Dava sekarang cuek sama aku.Ngurusin kerja terus.."ungkap Raeviga kesal sambil menyampirkan handuk ke tempatnya.


"Ekkkhh..tapi bawa kue mangkok sama roti susu yaa yang di jual di sebelah kontrakan kamu dulu.."pinta Raeviga dengan cepat.


"Kan jauh dari rumah Arga sekarang Rae.." jawab Siska dari seberang telepon.


"Yaudah kalo gitu gausah kesini.."ucap Raeviga merengek.


"Jadi saudara ipar gak perhatian banget.."imbuh Raeviga lagi.


Siska yang berada di dalam kamarnya hanya menggelengkan kepalanya dengan ucapan Raeviga.


Nih bumil kenapa sih? Emosian banget.


"Iya deh aku beliin.." jawab Siska setelah Raeviga selesai dengan gerutuannya.


"Yang banyak.."imbuh Raeviga lagi dengan tawa cekikikan.


"Iya nanti aku bawain sekarung..."


Setelah puas dengan obrolannya bersama Siska,gadis itu menutup panggilannya dan berjalan menuju sofa ruang tamu.


________________________


Dan sekarang Siska hanya menatap ke arah Raeviga yang terus saja menyuapi mulutnya dengan makanan.


Rakus bener neng...


"Tante Rae,dedek bayinya kapan lahir.Kok lama bener sih?"tanya Angela mendekatkan wajahnya di perut buncit Raeviga.


"Gak lama lagi kok.."balas Raeviga sambil membelai lembut rambut Angela.


"Suami kamu kemana Rae?"tanya Siska lagi.


"Tau tuh di dalem ruang kerjanya.Dari tadi gak keluar-keluar.Betah banget dia di sana daripada sama istrinya sendiri..."keluh Raeviga masih dengan mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Lagi sibuk kerjaan Rae.Arga juga gitu kok.Makanya sekarang dia gak bisa nemenin.." Raeviga hanya mangut-mangut mendengarkan penjelasan Siska.


"Tetep aja itu namanya suami gak bisa pengertian sama istri.Udah tau istri lagi bunting ekkhh malah kerja terus.Ngeselin.."


Siska menghela napasnya panjang.Dia menatap raut wajah Raeviga yang terlihat kesal.


Keras kepala banget sih nih bumil.


"Kalo gak kerja biaya hidup dari mana?"tanya Siska sambil tersenyum kecil.


"Kan cuma sementara waktu.Lagian harta keluarga Dewantara gak akan habis di pakai sampai tujuh turunan.."imbuh Raeviga sambil tersenyum kecil mendengar kalimat yang di lontarkannya sendiri.


"Busyet dah mulut loh.."balas Siska dengan tawa yang juga menghiasi bibirnya.


"Apaan nih gosipin gue.." Dava muncul dari balik tembok yang menyekat ruang tamu.


"Ge.er banget ih kamu..."jawab istrinya sembari melirik sekilas ke arah suaminya yang berjalan mendekatinya.


"Galak amat sih bumil.."goda Dava sambil duduk di samping istrinya.


"Lagi minta di manja tuh istri kamu.."timpal Siska tersenyum mengejek Raeviga.


Angela berlari menuju Dava ketika melihat sosok lelaki itu.Gadis kecil itu sedari tadi bermain sendiri dengan boneka barbie yang di bawanya dari rumah.


"Om,maen boneka sama Angel yuk.."ajak gadis kecil itu sambil menarik manja lengan Dava.


"Eekhh jangan di tarik gitu sayang.Nanti Om Dava kesakitan.."Ucap Siska menasehati putri kecilnya.


Kenapa lagi sih ini istri gue?


"Ayo Om.."ajak Angel lagi karena Dava sedari tadi tak kunjung bangun dari duduknya.


"Iyaa ayo.."Dava berdiri dari duduknya,sekilas ia menoleh ke arah Raeviga yang masih duduk menyamping membelakanginya.


Angela dan Dava bermain di lantai ruang tamu yang telah di alasi oleh karpet berbulu yang sangat halus dan nyaman.


"Ikkhh,kamu gak boleh gitu sama suami.."tegur Siska sambil berbisik ke arah Raeviga.Bagi Siska,Raeviga bukan hanya saudara iparnya saja.Melainkan gadis yang usianya terpaut 1 tahun lebih muda darinya itu sudah seperti adik kandungnya sendiri.


"Biar aja.Emang sengaja.."ucap Raeviga sambil menoleh ke arah Dava yang terlihat sangat senang bermain bersama Angela.


________________________


Raeviga masih bersikap cuek pada Dava.Gadis itu sekarang sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Dava masuk ke dalam kamar mereka sambil membawa segelas air putih di tangannya.


"Yang,air putihnya aku taruh di atas meja ya.."kata Dava sambil menuju ke tempat tidurnya.Raeviga hanya berdeham membalas ucapan Dava.

__ADS_1


"Kenapa sih Rae?"tanya Dava lirih sambil memeluk tubuh Raeviga dari belakang.


"Kamu udah gak sayang sama aku lagi ya?" Raeviga membalikkan tubuhnya menghadap suaminya yang tengah memeluknya itu.


"Kok ngomongnya gitu?"Dava mengerutkan keningnya heran karena tiba-tiba Raeviga mengatakan hal itu.


"Kamu sekarang jarang nemenin aku,sibuk sama urusan kantor lah,itu lah,ini lah.."dengus Raeviga kesal.


Sejak 2 minggu yang lalu Dava memang di sibukkan dengan berbagai hal di bisnis yang sedang di kerjakannya.Terkadang ia harus pulang larut malam atau kadang lebih memilih untuk menginap di kantor untuk lembur kerja.


"Maaf ya sayang.."ucap Dava lirih sambil mencium dahinya.


"Kamu udah bosen kan sama aku.."Raeviga memukul lengan Dava yang sedang memeluknya.Setetes air mata keluar dari kedua ujung matanya.


Sensitif banget nih si bumil...


"Enggak sayang,aku gak pernah bosen sama kamu.Aku masih sangat mencintaimu.."Dava mengeratkan pelukannya pada istrinya.


"Tapi kamu..."belum selesai Raeviga merengek kepada suaminya sebuah kecupan hangat di bibir Raeviga membuatnya terdiam.


"Maaf,aku terlalu sibuk sama urusan kantor sampai aku gak menyadari kalo istriku sedang membutuhkanku.I love you,babe.."Dava membelai lembut wajah istrinya yang terlihat sendu.


"Kamu gak akan ninggalin aku kan? sekarang tubuh aku gemuk,jarang perawatan,lemak di pipi makin menumpuk..."ungkap Raeviga seolah menyadari jika sekarang penampilannya sangat berbeda dengan sebelum hamil.


"Enggak sayang.Kamu cantik.Sangat cantik.Wajah ini yang setiap kali ingin aku lihat.."seru Dava tersenyum menatap istrinya.


"Kamu pengen aku gendut terus?"Raeviga mengerutkan bibirnya sedikit kesal dengan Dava.


"Gak apa loh sayang.Kamu gendut makin gemesin kok.."goda Dava sambil mengenduskan kepalanya di lekukan leher istrinya.


"Gemesin karena jelek.."sindir Raeviga menambahkan ucapan yang di lontarkan Dava.


"Biar aja mereka bilang jelek,kan kamu istri aku bukan istri mereka.Biar gak ada yang godain kamu.." Dava tersenyum menatap Raeviga yang tak terima dengan perkataannya.


"Halah kamu mah bohong.Mana ada suami yang suka liat istrinya jelek.Yang ada malah di tinggalin.."


Dava menghela napas panjang.Dia sudah kehabisan akal untuk membujuk istrinya yang kini merasa kesal.


Astaga bini gue kalau sensitif gini banget.


Dava mendekatkan tubuhnya pada Raeviga,lelaki itu dengan cepat mencium bibir istrinya.Meluapkan semua rasa sayangnya kepada Raeviga.


"Aku sangat mencintaimu sayang.Aku memilihmu.Jadi jangan pernah mengatakan kalau aku akan meninggalkanmu.Mengerti?"


Raeviga mengangguk lirih mengiyakan perkataan Dava.Lelaki itu tersenyum kecil dengan perasaan yang menggebu.


"Aku jadi pengen gituan.Begadang yuk.."pinta Dava dengan nafas berat setelah melepaskan kaitan bibirnya dari bibir ranum Raeviga.

__ADS_1


[ bayangkan sendiri apa yang akan terjadi setelah itu.hehe..]


BERSAMBUNG


__ADS_2