CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 14 # ARKA : PERTIKAIAN


__ADS_3

Ini adalah hari terakhir Arka berada di Indonesia selama seminggu.Namun kali ini ia tidak akan pergi sendiri,Sashi akan menemaninya untuk tinggal di London.Arka menatap penuh selidik kearah Sashi yang sedang duduk di meja makan sembari mengutarakan keputusannya untuk tinggal sementara waktu di London.


"Kenapa mendadak Sas? Kamu ada masalah?"tanya Dava melihat kearah putrinya itu.


"Iya sayang kamu kenapa?"sahut Raeviga yang seolah berat untuk melepaskan lagi buah hatinya untuk tinggal jauh darinya.


"Gak ada apa-apa Pa,Ma.Sashi hanya perlu sedikit refresing.."balas gadis itu kemudian.


Sedangkan Arka tidak bersuara sedari tadi.Ia cukup mengamati raut wajah Sashi yang terlihat sedih,seolah gadis itu telah melepaskan sesuatu yang terasa berat untuk ia lepaskan.Melihat Sashi semalam yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya menguatkan kembali apa yang sedang ia pikirkan tentang Sashi saat ini.


Arka meraih tangan Sashi yang hendak pergi ke sesuatu tempat.Gadis itu menghentikan langkah kakinya yang sudah berada di halaman depan rumah ketika Arka menangkap lengannya.


"Apa rencana kepergianmu ke London ada hubungannya dengan Andreas?"tanya Arka pada saudara kembarnya itu.


Sashi menatap kearah Arka.Tak berselang lama air mata sudah menetes membahasi pipi Sashi.Gadis itu menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan isak tangisnya dari Arka.


Tanpa mengatakan apapun,Arka meraih tubuh Sashi dan memeluknya dalam diam.


"Aku hanya perlu untuk segera melupakannya.."seru Sashi di antara isak tangisnya.Arka kembali tak mengatakan apapun,ia hanya membelai rambut Sashi untuk membuatnya sedikit tenang.


Aku akan selalu berada di belakangmu Sas.Kamu gak akan sendiri.Arka akan selalu ada buat kamu...


Dari balik jendela di samping pintu rumah Dava dan Raeviga sedang melihat kejadian yang membuat mereka juga terlihat sedih itu.


"Anak kita sudah dewasa,yang.Mereka sudah terlibat dengan kisah asmara mereka.."Ucap Dava sembari melirik kearah Raeviga yang berada di sampingnya.Dava menggengam tangan Raeviga dan menatap penuh cinta kepada istrinya itu.


"Jangan menyerah untuk terus bersamaku ya Rae..."lanjut Dava sembari mencium kening istrinya.


Kita akan selalu bersama Dav.Selalu..."balas Raeviga sambil tersenyum menatap suaminya.


"Lalu bagaimana dengan Sashi sekarang? Apa kita perlu ikut campur?"tanya Raeviga pada suaminya.


"Tidak sayang.Biarkan mereka menyelesaikannya sendiri.Kita hanya perlu memantau agar Sashi tidak akan jatuh ke jalan yang salah.." Setelah Dava mengatakan hal itu,mereka kembali memandang kearah Arka yang masih mencoba menenangkan Sashi.


________________________________


Arka mengemudikan mobil milik Papanya ke sesuatu tempat.Setelah beberapa menit mengobrol singkat dengan Sashi saat itu seketika ponsel miliknya berdering.


10 menit yang lalu,


"Halo.." seru Arka memulai pembicaraan dengan orang itu.

__ADS_1


"Tuan,Nona Marsha sedang di rawat di rumah sakit..." ungkap asisten pribadinya setelah panggilan itu terhubung dengan atasannya.


"Dia kenapa? Berikan lokasinya sekarang..."


Lelaki yang berada di seberang telepon Arka itu mengiyakan perintah atasannya itu.


Dan sekarang Arka mengemudi dengan kecepatan liar untuk segera sampai di rumah sakit.Kepalanya sudah di penuhi dengan pikiran negatif tentang kondisi gadis yang sangat di cintainya.


Beberapa menit kemudian,Mobil milik Arka sudah berhenti di depan pintu rumah sakit.Ia melemparkan kunci mobilnya ke salah satu security yang berdiri di sana.


"Tolong parkirkan mobil itu untukku.."pinta Arka sembari masuk ke dalam rumah sakit.Lelaki bertubuh tegap yang berprofesi sebagai satpam itu sedikit terkejut dengan gerakan Arka padanya yang saat itu sedang mengawasi area sekitar rumah sakit.


Saat Arka berjalan memasuki lobby rumah sakit ia bertemu dengan Asisten pribadinya yang sudah duduk di sana.


"Apa yang sedang terjadi dengan Marsha?"tanya Arka cemas.


"Saya tidak sengaja melihat nona Marsha terserempet mobil saat akan menuju kearah kantor perusahan Tuan Dava.."jelas Asisten pribadi Arka dengan raut wajah yang juga terlihat iba.


"Bagaimana kondisinya sekarang?"tanya Arka sembari mengacak rambutnya frustasi.


"Masih dalam penanganan dokter tuan.Mari saya antar ke ruang tunggu operasi.." Arka dan pria yang sudah parubaya itu melangkah ke arah ruangan tempat Marsha menjalani operasi.


Saat berjalan melewati koridor rumah sakit,Arka tak sengaja menangkap sosok Andreas dan Angela yang baru saja keluar dari ruangan salah satu dokter.


Spesialis kandungan? Untuk apa mereka disini?Apa Angela telah..


Seketika Arka merasa kesal setelah menyimpulkan apa yang sedang di lihatnya sekarang.Tangan kanannya mengepal keras sembari berjalan kearah Andreas.


Sedetik kemudian,Tangan Arka sudah menyentuh wajah dingin Andreas hingga lelaki itu tersungkur ke lantai.


"Cowok Sialan! elo tanpa bersalah deketin saudara gue padahal elo sudah bermain mesra dengan saudara sepupunya.Cowok gak tau diri!"keluh Arka sambil memukul Andreas yang saat itu tersungkur ke lantai.


Angela mengatupkan bibirnya melihat kemarahan yang di tujukan Arka saat ini.Terlihat sorot mata tajam Arka yang siap membunuh mangsanya sekarang.


Sashi adalah saudara gue.Dia gak pantas dengan pria sialan sepertimu!


Dua orang satpam dan beberapa perawat laki-laki mulai berdatangan menghalangi pergerakan Arka yang membabi buta.Sedangkan Andreas hanya diam saja menerima pukulan bertubi-tubi dari Arka.


"Tuan,tolong tenanglah.."ungkap asisten pribadi Arka yang sejak tadi mencoba melerai Arka.


"Mohon untuk tidak membuat bising disini pak.Ini adalah tempat perawatan.Anda akan menganggu pasien dan pengunjung disini.."ucap satpam yang tadi berada di depan pintu masuk.

__ADS_1


"Arka! apa yang kamu lakukan ini.Kenapa kamu tiba-tiba seperti orang gila.."ungkap Angela setelah melihat keadaan sedikit tenang.


Arka masih menatap tajam kearah Andreas yang sudah babak belur.


"Sashi sangat bodoh.Dia sangat polos bahkan ia tidak tau jika lelaki yang di sukainya telah bermesraan dengan saudara sepupunya.."ucap Arka dengan jari telunjuknya yang mengarah ke depan wajah Andreas.


"Apa yang sedang kau bicarakan?"tanya Andreas dengan rintihan sakit di ujung bibirnya.


"Tuan tolong selesaikan perkara anda secara baik-baik atau terpaksa pihak yang berwenang akan menindaklanjuti perkara ini" ucap Satpam rumah sakit sebelum meninggalkan mereka,walaupun masih terdapat beberapa orang yang menatap kearah mereka karena pertikaian secara tiba-tiba tadi.


"Apa maksudmu dengan bermesraan?"tanya Angela pada Arka,lelaki saudara sepupunya itu.


"Jika tidak bermesraan apa hubungan kalian hingga masuk ke dalam ruang kandungan ini?"tanya Arka dengan tatapan lekat yang tak lepas dari keduanya.


Setelah mendengar perkataan Arka,Andreas meringis mengejek pemikiran pendek Arka.


"Apa sebatas itu pemikiran lelaki yang kuliah di luar negeri?"ejek Andreas pada Arka yang saat ini mengerutkan keningnya bingung melihat Andreas yang terlihat baik-baik saja dengan perkataannya.


"Bodoh! kamu salah paham sekarang.Andreas hanya menemaniku untuk mengecek penyakit yang ada di tubuhku pada salah satu temannya disini.."ungkapan Angela itu membuat Arka mati kutu di depan dua orang yang menatapnya kesal.


"Lo gak hamil kak?"tanya Arka pada Angela memastikan.


"Hamil dari mana sih! Lo tuh yang gila bukan Andreas!"keluh Angela lagi.


Arka menatap kearah Andreas yang sekarang mengangkat ujung bibirnya seakan meremehkannya sebelum pergi meninggalkan Arka yang terdiam di tempat.


"Kak Angela,Lo sakit apa?"tanya Arka seketika mengingat Saudara sepupunya itu mengatakan sedang mengecek penyakitnya.


"Tidak ada.Gue pergi dulu.."jawab Angela singkat dan pergi menyusul Andreas yang sudah berjalan di depan.


"Kak Andreas.."panggil Arka tiba-tiba.Membuat Andreas menoleh ke belakang kepada Arka.


"Gue minta maaf.Gue salah tapi gak sepenuhnya salah.Kalo sekarang lo terlambat maka Akan selamanya kehilangan Sashi.Kesempatan gak ada datang dua kali.."ungkap Arka dengan nada yang sedikit keras.Setelah mengatakan hal itu Arka berjalan pergi kearah yang berlawanan dengan Andreas dan Angela.


_______________________


Arka sudah berada di ruang rawat Marsha.Wajah gadis itu terlihat pucat dengan dahi yang di perban melingkar di kepalanya.


"Sha..."panggil Arka sembari mempererat pelukan telapak tangannya di jemari Marsha yang masih terkulai lemas.


"Tuan,istrihatlah sebentar.Nona akan segera siuman.."ucap Asisten Arka mencoba menenangkannya.

__ADS_1


"Aku akan berdiri di sampingnya hingga dia sadar.."


BERSAMBUNG


__ADS_2