CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 26 : PERTEMUAN


__ADS_3

Malam sangat dingin di kota metropolitan ini,Raeviga sedang membeli beberapa Roti di sebuah toko roti langganannya.Salah satu tangan Raeviga mengenggam telapak tangan lelaki yang masih berusia 2,5 tahun.Anak itu memghimpit Bola berwarna merah kesayangannya di lengan kecilnya.


Seorang pembeli tak sengaja menyenggol lengan Anak itu sehingga Bola yang di pegangnya mengelinding keluar,Bola itu tak sengaja tertendang seorang pejalan kaki sehingga berbelok mengelinding di samping toko dengan cepat.


Anak itu berlari keluar mengejar bolanya.


"Ndre! tunggu Mama Rae.."seru Raeviga memantau Anak kecil itu yang sudah berlari keluar.


Dava memungut bola yang menggelinding mengenai kakinya.


"Paman,lemparkan bola itu!" seru Andre pada seorang lelaki yang tidak di kenalnya.


Raeviga melihat sosok lelaki yang di panggil oleh Anaknya.Namun wajahnya tidak terkihat jelas karena melihatnya dari samping.


"Ndre! Ayo pulang!"seru Raeviga melihat anaknya berbicara dengan seseorang yang tidak mereka kenal.Raeviga semakin mendekat menghampiri putra kecilnya.Namun seketika langkahnya terhenti ketika melihat Dava di hadapannya sekarang.Lelaki itu terlihat sangat berantakan dengan kemeja yang sangat lusuh.


"Raeviga..."gumam Dava yang terdengar oleh gadis itu.


Mereka terdiam cukup lama melihat satu sama lain,bergelut dengan hati mereka.


"Mama Rae,katanya mau pulang.."seru anak itu memecah keheningan di antara mereka berdua.


Raeviga mengangguk dan mengandeng tangan Anaknya pergi.Dava terdiam sesaat kemudian memanggil nama Raeviga yang telah menjauh beberapa langkah darinya.


"Rae.."seru Dava lirih sambil menahan sakit di kepalanya yang menyerang.


Raeviga menoleh ketika suara hangat milik lelaki yang pernah bersamanya itu memanggil namanya.


"lelaki ini anak kamu?"tanya Dava menunjuk Andre yang masih sibuk memainkan bolanya.


Dava menunggu cemas jawaban Raeviga,rasanya akan sangat menyakitkan jika memang benar dia adalah anaknya.Wanita yang sekian lama di tunggunya,kini bertemu tanpa sengaja namun dengan seorang anak di sampingnya adalah kenyataan pahit bagi Dava.


Raeviga memandang anak lelaki kecil itu lama sebelum mengiyakan perkataan Dava.Gadis itu kemudian tak bersuara lagi dan mengajak bocah kecil itu pergi.Tangan Raeviga melambai pada sebuah taksi dan segera masuk ke dalamnya.


Dava memperhatikan kepergian Raeviga yang telah berlalu pergi.Lelaki itu mengacak frustasi rambutnya menahan emosi pada dirinya.


Sedangkan Raeviga menenggelamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya.Menahan air mata yang akan menetes keluar.Pikirannya menerawang kembali tentang kejadian 3 tahun silam hingga keputusannya untuk meninggalkan Dava.


Arga membawa tubuh Dava yang hanya setengah sadar itu ke rumahnya.


Setelah kepergian Raeviga,Dava merasakan sakit kepalanya semakin berat karena pengaruh Alkhohol.Tangannya meraih sebuah Handphone di sakunya meminta tolong kepada Arga untuk membawanya pulang.

__ADS_1


20 menit kemudian,Arga datang ketika Dava sudah merebahkan tubuhnya di kursi kayu yang tadi di duduki nya sembari berkali-kali memanggil nama Raeviga.


Arga merebahkan tubuh Dava di kamar tamu.Lelaki itu terus mengigau memanggil nama Raeviga berkali-kali.Arga hanya menatap sendu pada Dava.


________________


Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi namun Dava masih tertidur nyenyak di tempat tidur,penampilannya sangat kacau dan berantakan.Angela,gadis kecil Arga masuk ke dalam kamarnya dan menggoyangkan tubuhnya pelan.


"Om,ban-gun om.."seru gadis kecil itu lirih.


Dava mengacak rambutnya pelan ketika mendengar keponakan kecilnya berseru di samping ranjangnya.


"Hai,Angela.." sapa Dava pada gadis kecil yang berada di sampingnya.


Dava menyenderkan tubuhnya pada sandaran ranjangnya memulihkan kesadarannya yang masih terbawa dengan pengaruh Alkohol.


"Om,angela habis ini jalan-jalan.."rengek gadis itu pada Dava.


"Angela,mau pergi kemana?" tanya Dava melihat antusias Angela.


"mau ke taman yang banyak binatang-binatangnya om.." jelas Angela dengan memainkan tangannya membentuk lingkaran besar mengambarkan kata "banyak" yang di ucapkannya.


"Om,juga ikut Angela.Biar bisa liat kucing bes-sal..." ajak Angela menarik kecil tangan Dava.


"Lain kali aja ya,Om masih ada urusan.."Ungkapnya sembari Dava mengelus lembut rambut Angela yang tergurai sebahu.


Angela mengerutkan wajahnya mendengar penolakan dari pamannya.Gadis kecil itu menekuk wajahnya sedih.


"Om,harus ikut.."rengeknya dengan setetes air mata yang sudah hampir merebak keluar.


Tidak ada pilihan lain,Dava mengangguk mengiyakan permintaan gadis kecil itu.Angela bersorak senang ketika pamannya mengiyakan untuk ikut pergi bersamanya.Angela memang sangat dekat dengan Dava,bahkan bisa di bilang Dava adalah ayah kedua bagi Angela.Arga yang selalu di sibukkan dengan pekerjaan kantor membuatnya jarang untuk bermain dengan gadis perempuannya.


________________


Angela bermain ayunan bersama Papanya.Dava melihat dari jauh keceriaan gadis kecil itu.Siska menghampiri Dava yang duduk melihat kebersamaan Arga dan anaknya,Dava ikut tertawa kecil ketika melihat Angela merengek manja pada Arga.


"Dav.."seru Siska pada Dava.Lelaki itu dengan cepat menoleh pada saudara iparnya.


"Kamu sangat merindukan Raeviga?"Siska mengamati wajah Dava yang sendu seolah merindukan sesuatu yang telah hilang.


Dava hanya mengerutkan keningnya karena tiba-tiba wanita di sampingnya itu bertanya mengenai Raeviga.Walaupun memang bisa di bilang mereka adalah teman dekat dulu sebelum Siska pergi menjauh dari mereka semua.Namun pertanyaan tiba-tiba Siska itu menimbulkan pertanyaan di wajahnya.

__ADS_1


"Eehh!soalnya aku mendengar kamu mengigau nama Raeviga berulang kali.." Siska melanjutkan perkataannya karena melihat ekspresi heran di wajah Dava.


"Maaf! aku hanya mabuk saja kemarin."


Dava ingin mengatakan bahwa ia bertemu dengan Raeviga pada Siska,namun melihat Raeviga yang telah memiliki kehidupan barunya ia enggan untuk mengatakannya.


Siska melirik sekilas dan kembali menatap kebersamaan suami dan anaknya.


"Sayang kesini.."panggil Arga dari jauh pada Siska,wanita itu mengangguk dan berlari kecil menuju suami dan Anaknya.


"Aku bertemu dengan Raeviga.." ucapan tiba-tiba Dava pada Siska itu menghentikan langkah kaki Siska yang akan menuju suaminya.Siska menoleh ke arah Dava mencari kebenaran di wajah lelaki yang menjadi iparnya itu.


"Kau serius? dimana?" Siska melangkah mendekat ke arah Dava dengan rasa ingin taunya yang tinggi.


"semalam.."


"Lalu dimana dia sekarang?"


Dava mengacak rambutnya dengan rasa kecewa yang membelit hatinya.


"entahlah aku tidak tau.." ucapan Dava yang tak bersemangat itu menimbulkan pertanyaan di hati Siska.


Arga dan Angela menghampiri Siska yang sedang mengobrol bersama Dava dengan serius.Lelaki merasa penasaran apa yang di bicarakan oleh mereka berdua.


"Kalian masih belum baikan?"tanya Siska lagi.


"baikan?siapa?"tanya Arga tiba-tiba yang mendengar pertanyaan Siska pada Dava.


"dia bertemu dengan Raeviga mas" jelas Siska dengan wajah haru.Ia sangat ingin bertemu dengan teman yang telah seperti saudaranya itu.


"benarkah?"tanya Arga menanyakan kebenaran itu pada Dava.


"tapi sepertinya dia sudah bahagia dengan keluarga barunya.."


Arga dan Siska menatap bingung dengan penjelasan terakhir Dava itu.Begitu pula dengan Dava yang menenggelamkan wajahnya pada telapak tangannya setelah mengucapkan hal itu.


BERSAMBUNG


NB: Vote dan Like cerita ini ya kalau menurut kalian cerita bisa layak untuk di lihat lebih banyak pembaca.


Terima kasih,

__ADS_1


__ADS_2