CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 52 : PANTAI & MASA LALU


__ADS_3

Dava dan Raeviga telah berada di dalam kantor cabang Jankfood Indonesia yang berlokasi di Surabaya.


"Aku bosan.."keluh Raeviga yang sedang duduk diam di sofa ruang kerja Dava.Gadis ini merasa bosan karena sejak 3 jam dia hanya duduk di atas sofa tanpa melakukan apapun.


Dava menoleh ke arah Raeviga yang sedang memandang layar handphone-nya dengan malas.


"Kamu mau jalan-jalan?"tanya Dava masih dengan menatap wajah istrinya dari meja kerjanya.


Raeviga mengangguk tersenyum kecil,seolah meminta Dava untuk membiarkannya berjalan -jalan sebentar.


"Tapi harus di anter sama Pak Jo.."ucapnya dengan wajah yang terlihat seperti suami yang posesif.


"Iyaa.."jawab Raeviga dengan suara rendah.


Dasar masih saja posesif


Raeviga berdiri sambil meraih tas slempangnya yang di letakkan di samping meja kerja Dava.


"Aku berangkat sekarang.."pamit Raeviga dengan wajah sumringah kepada Dava.


"Kok kelihatan seneng banget kalau pergi tanpa aku.." ucap Dava dengan nada yang sedikit mengejek.


Raeviga menyunggingkan senyum kecil di bibirnya mendengar ucapan suaminya itu.Gadis itu mendekat ke arah Dava yang masih duduk menatap dirinya.


Cup


Raeviga mengecup kening Dava dengan cepat.


"Aku mencintaimu..."seru Raeviga sambil berlari menuju pintu kaca ruangan kerja Dava.


Lelaki itu tersenyum melihat Raeviga yang berlari keluar dengan wajah memerah.


Manis sekali..


Raeviga keluar dari ruangan Dava.Pegawai kantor di sana sontak menunduk menghormati Raeviga selaku istri dari atasannya.


"Selamat pagi bu.."sapa beberapa pegawai yang kebetulan melihat Raeviga.


"Pagi,semangat bekerja.."balas Raeviga dengan ramah.


Beberapa pegawai yang melihat keramahan Raeviga terlihat sangat senang.Setidaknya berbeda dengan Dava ataupun Arga yang terkadang sedikit gila memperlakukan pegawainya.


Raeviga berdiri menunggu Pak Jo yang sedang mengeluarkan mobilnya dari tempat parkir.


"Silakan nona.."seru Pak Jo ketika sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan Raeviga dan lelaki parubaya itu keluar dari mobil menyambut Istri tuannya itu.


"Terima kasih Pak.." Raeviga masuk ke dalam mobil hitam itu.


"Tunggu.."seru seseorang sambil menghalangi tangan Raeviga yang akan masuk ke dalam mobil itu.

__ADS_1


"Dava.."Raeviga sedikit terkejut melihat Dava yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.


"Pak Jo,biar aku saja yang menyetir.Bapak tinggalkan kita berdua saja.."


"Baik tuan.."Ucap supir itu sembari keluar dari mobil di gantikan oleh majikannya.


"Kamu gak mau masuk?"tanya Dava pada istrinya yang masih bediri di samping pintu mobil.


Raeviga mengangguk pelan mendengar pertanyaan Dava dan segera masuk ke dalam mobil itu.


Mobil hitam keluaran terbaru itu telah melaju dengan kecepatan normal bersama kendaraan yang lainnya.


"Kok kamu jadi ikutan pergi?"tanya Raeviga pada Dava yang terlihat fokus menyetir.


Dava melirik ke kaca spion yang berada di dalam mobil,tersenyum ketika melihat wajah bingung istrinya.


"Kamu gak suka kalau perginya sama aku?"


"bukan gitu,aku hanya tidak mau menganggu pekerjaanmu.."seru Raeviga pada suaminya.


"Akan aku lanjutkan nanti.Sekarang jika aku biarkan kamu pergi sendiri pikiranku yang akan terganggu.."ucap Dava dengan melirik ke arah Raeviga yang sudah tersenyum malu.


"kamu mau kemana?"tanya Dava melihat sedari tadi mereka berkendara tanpa tujuan.


"Entah,aku hanya ingin jalan-jalan.."


Raeviga mengangguk mengiyakan.Perutnya juga sepertinya sudah meronta kelaparan.


Selama di perjalanan menuju restoran,Raeviga tak melepas pandangannya dari wajah Dava.Lelaki yang sedang fokus menyetir itu terlihat sangat rupawan.


Akhh,beruntungnya aku memilikinya


"Apa aku sekarang sedang menggodaku?"tanya Dava melirik dari spion mobilnya.


"Tidak,kenapa?"tanya Raeviga masih dengan menatap lekat wajah suaminya.


Dava meminggirkan mobilnya ke tepi jalan.Lelaki itu menoleh ke arah Raeviga yang tersenyum manis menatapnya.


"itu..."tunjuk Dava pada wajah istrinya.


"Wajah itu seolah ingin memintaku untuk 'memakannya'sekarang.."ucap Dava sembari mendekatkan wajahnya pada bibir Raeviga.


Sontak Raeviga menyembunyikan bibirnya dengan telapak tangannya.


"Gak ada.."seru Raeviga dengan mulut yang masih di tutup oleh telapak tangannya.


Dava terkekeh geli menatapnya.Tangan Dava meraih tengkuk leher Raeviga dan mencium kening gadis itu lama sebelum melanjutkan kembali perjalanannya.


"Sayang,apa kita ganti tujuan ke hotel aja ya.Tuh di seberang jalan ada hotel.."ucap Dava dengan senyum serengehnya.

__ADS_1


"Enggak!!"


"Aku laperr..."ucap Raeviga meneruskan perkataannya dengan nada memelas.


Kemaren udah,sekarang mau minta lagi! Dasar mesum.


____________________


Raeviga sedang menikmati suasana di pesisir pantai dengan hembusan angin yang menyegarkannya.Gadis itu memejamkan kedua matannya merasakan hembusan angin yang menerpannya.


"Rae..."panggil Dava pada sosok wanita di depannya.


Raeviga menoleh menatap Dava yang membawakan makanan untuk mereka.Pasangan ini sedang duduk di atas perahu yang berada di pesisir pantai.Di hiasi lampu pernak pernik indah dengan lampu pijar merah yang menerangi suasana romatis mereka.Hamparan ombak kecil yang menerpa perahu kayu itu membuat sensani lebih menyenangkan.


Dava memeluk pinggang Raeviga dari belakang.Gadis itu sedang menatap indahnya pantai dengan laut biru yang terbentang luas.


"Terima kasih,karena selalu membawaku ke suasana laut seperti ini.."ucap Raeviga sembari memeluk jemari Dava yang merengkuhnya.


Dava tersenyum menatap punggung istrinya.Lelaki itu menenggelamkan kepalanya pada bahu Raeviga.


"Boleh aku tanya,kenapa kamu sangat meyukai pantai?"tanya Dava sembari mempererat pelukannya.


Mendengar pertanyaan itu raut wajah Raeviga terlihat sedih,gadis itu tersenyum getir mengingat kembali kenangan masa lalunya.Raeviga membalikkan tubuhnya menatap suaminya.


"Pertama kali aku mengunjungi sebuah pantai itu saat bersama Almarhum Papa,seperti kisah dongeng anak tiri lainnya aku hanya di sepelekan dan di anggap anak pembawa sial.Bisa di bilang masa laluku sangat kelam.Aku selalu menangis ketika Mama selalu memarahiku dan memukuliku tanpa alasan.Dia selalu mengucapkan bahwa aku anak seorang simpanan yang tak tau diri..."Raeviga menceritakan kisahnya sembari mengingat kembali masa lalunya itu.Dava membelai wajah istrinya dan mengusap air mata yang menetes semakin deras.


"Tidak perlu kamu lanjutkan..maaf aku tidak menyangka bahwa sebuah pantai telah membawamu mengenang hal buruk itu.."ucap Dava sembari memeluk istrinya.


"Tidak Dav.."


"hembusan angin laut,aroma air laut terasa sangat menyenangkan dan menenangkan.Rentangkan kedua tanganmu,tutup kedua mata ini dan nikmati setiap hembusan angin,perlahan masalah yang terasa berat itu seolah terbawa oleh hembusan angin..."Raeviga merentangkan kedua tangannya mengikuti ucapannya.


"Itu adalah kalimat yang di katakan Papa saat pertama kali membawaku ke pantai.."ucap Raeviga meneruskan.


Dava mengusap air matanya yang entah sejak kapan menetes di pipinya.Lelaki itu seolah ikut merasakan rasa sakit hati di masa kecil Raeviga,dirinya yang juga anak dari wanita simpanan dan masa kecilnya yang selalu di asingkan oleh kakak tirinya.


Tidak ada kata yang bisa di ucapkan oleh Dava,lelaki itu hanya memeluk Raeviga dan membelai lembut rambutnya.


"Aku mencintaimu..."seru Dava kemudian.


"Aku lapar.."ucap Raeviga dengan rengekan manja.Membuat Dava tertawa melihatnya.


Aku juga mencintaimu...


-


-


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2