CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 38 : SURPISE


__ADS_3

Raeviga tengah merias dirinya di depan kaca.Seperti penampilan Raeviga biasanya gadis itu merias wajahnya dengan warna make up yang natural dan tidak mencolok namun terlihat segar dan flawless.Balutan busana Raeviga berwarna navy dengan desain gaun terbuka di bagian lengannya.Hanya lengan kanannya yang berenda.Hiasan manik-manik indah yang melingkar di bagian pinggang Raeviga membuatnya terlihat sangat cantik.


Raeviga sudah terliat puas dengan penampilannya.Gadis itu berjalan menghampiri Dava dan mama mertuanya yang sudah menunggu Raeviga.


"Maaf lama ma"seru Raeviga ketika sudah berdiri di samping Dava.


"tidak masalah sayang.Kamu sangat cantik"puji Laili melihat anak menantunya yang terlihat cocok dengan busana yang di pakainya.


Begitu pula dengan Dava yang sudah menatap istrinya tak berkedip.


"Tuh Dava yang liat sampai ngiler!"ucap Laili menggoda anaknya yang terus menatap Raeviga.


"cantik"puji Dava tersenyum melihat penampilan Raeviga.


Gadis itu tersenyum senang mendengar pujian suaminya.Dia mendekati Dava dan mendorong kursi roda Dava.


Dalam perjalanan menuju acara pesta lelang perhiasaan Dava pandangan Dava tidak lepas dari wajah Raeviga membuat gadis itu sedikit kikuk.


"Jangan liatin aku terus dong Dav"Raeviga akhirnya membuka suaranya mengeluh pada Dava karena kedua matanya yang sedari tadi menatapnya.


"Trus aku mau liat siapa? Gak mungkin kan aku liat Pak Jo,ntar aku di kira gay lagi."seru Dava membalas ucapan Raeviga.


Laili yang duduk di depan bersama Pak Jo,supir pribadi Dava tertawa dengan perkataan konyol Dava itu.


"Tuan Dava udah kepincut sama kecantikan non.."ucap Pak Jo menimpali.


"Nah itu Pak Jo paham.."seru Dava menyetujui perkataan supirnya dan kembali memandang wajah Raeviga lagi.


"terserah kamu deh"ungkap Raeviga kesal.


Tau gitu gaudah dandan!


Mobil hitam milik Dava telah berhenti di sebuah Hotel mewah yang telah di hiasi karpet merah di tengah perjalanan menuju hotel.Sudah banyak pengusaha terkenal berlalu lalang masuk ke dalam hotel itu.


Supir Dava turun dari mobil dan mengambil kursi roda milik Dava yang di taruhnya di bagasi.Dava sudah duduk di kursi rodanya dibantu dengan pelayan dari hotel yang berdiri di depan pintu masuk dan supirnya sendiri.


Raeviga mendorong kursi roda Dava untuk masuk ke dalam hotel mewah itu.Raeviga berjalan di belakang bersama Dava mengikuti Laili yang sudah berjalan mendahuluinya.


"Hai,Dav.."sapa teman Dava yang juga seorang pengusaha itu.


"Hai,william!"Dava membalas sapaannya.

__ADS_1


"Kamu sakit?" tanya lelaki itu lagi yang usianya sama seperti Dava.


"Hanya kecelakaan kecil.."Jawab Dava sambil menatap sinis pada lelaki itu karena sedari tadi tatapannya melirik berkali-kali pada Raeviga.Sedangkan gadis polos itu tidak menyadari jika Dava sedang menatap marah melihat William menatap Raeviga.


"Dia Istriku.."seru Dava mempertegas setiap perkataannya.Raeviga sedikit terkejut tiba-tiba Dava memperkenalkannya.Raeviga menganggukkan kepala menyapa teman Dava itu.


Dava yang sudah malas dengan tatapan William yang masih saja menatap tubuh istrinya.Meminta Raeviga untuk kembali berjalan menyusul mamanya.


Sekarang Mata Lo bisa bebas dari pukulan gue!


"Kita cari mama sayang.Aku duluan!"seru Dava menatap sinis pada lelaki itu.


Raeviga mendorong kembali kursi roda Dava dan pergi meninggalkan teman Dava yang bernama William.Lelaki itu masih menatap Raeviga yang sudah berjalan jauh.


Menggemaskan!


Mereka sudah duduk di meja barisan kedua.Laili berbincang-bincang dengan teman perkumpulannya yang berada di sampingnya.Membicarakan banyak hal sembari menunggu acara itu di mulai.


Sedangkan Raeviga yang duduk di depan Dava hanya mengedarkan pandangan melihat suasana pesta yang sudah mulai ramai dan sesekali memakan camilan yang sudah tersaji di depannya.


Dava memperhatikan Raeviga yang terlihat sibuk mengedarkan pandangannya melihat keramaian pesta entah kenapa membuat Dava terlihat kesal.


"Aku cuma liat hiasan hotel ini"jawab Raeviga yang melihat raut wajah Dava yang kesal.


"Gausah kampungan deh!"ejek Dava pelan namun Raeviga bisa mendengar perkataan Dava itu.


"Kamu kenapa sih?kok jadi aneh gitu.." tanya Raeviga tak mengerti melihat Dava yang tiba-tiba marah.


"kamu gak liat?cowok-cowok disana lagi liatin kamu.Apalagi kamu malah nengok sana-sini seolah memberi kesempatan pada mereka.."


Dava mengungkapkan kekesalannya.Laili yang mendengar perkataan Dava yang sedikit keras itu melirik ke arah anaknya.Sedangkan Raeviga hanya menatap kesal dengan sikap Dava yang aneh itu.


"Kamu lagi cemburu ya?"tanya Laili melihat anaknya yang telah bermuka masam.


"Habis mata laki-laki disini seperti anjing yang terus mengonggong melihat Raeviga" keluh Dava berdecak kesal.


"trus aku harus gimana?mau pulang?"tanya Raeviga yang ikut merasa kesal.


Laili yang melihat pertikaian mereka hanya menggelengkan kepalanya.Pilihan untuk mengajak Dava adalah kesalahan untuknya.Temperamen Dava yang mudah cemburu itu jika di biarkan akan menjadi masalah.


Raeviga menghela napas menatap Dava.Raeviga lebih memilih mengalah dengan temparamen Dava.Raeviga berdiri dan dengan cepat berpindah duduk di apit oleh Dava dan Laili.

__ADS_1


"pinjem Jas"seru Raeviga sembari mengulurkan tangannya meminta jas yang di pakai Dava.


Laili tersenyum kecil melihat Raeviga yang mencoba mengendalikan emosi suaminya.Dava melepaskan jasnya di bantu oleh Raeviga.Gadis itu kemudian memakai jas milik Dava untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka.


"Sudah belum?"tanya Raeviga kemudian.


Laili menepuk pundak Raeviga memuji Raeviga yang dengan cepat bisa mengendalikan suasana hati Dava.


Dava tersenyum melihat hal itu,ia menarik tangan Raeviga dan memeluknya.


"Aku mencintaimu.."seru Dava pelan di telinga Raeviga.


Raeviga tersenyum senang dengan ungkapan itu.


"I love you my husband"balas Raeviga di telinga Dava.


Laili tertawa bahagia melihat Dava dan Raeviga yang mulai bisa saling melengkapi kekurangannya masing-masing.


_______________


Acara lelang telah di mulai pembawa acara mulai menawarkan sebuah cincin yang berlapis emang 24 karat dengan ukiran yang hanya ada 3 di dunia.Beberapa Pengusaha mulai menawarkan harga untuk membeli perhiasan itu.Namun baik Laili dan Dava tidak tertarik untuk membelinya.


Suara sorakan dan tepuk tangan meriah mengisi ruangan yang begitu megah itu ketika seseorang berhasil membelinya dengan harga yang tak bisa disaingi lagi.Begitu pula dengan barang-barang yang lainnya hingga sampai pada suatu barang yang membuat Raeviga tertarik hingga menatapnya tak berkedip.Dava yang menangkap binar mata Raeviga itu tersenyum merencanakan sesuatu.Dava mengambil ponsel yang berada di sakunya kemudian menelpon seseorang sambil memalingkan sedikit tubuhnya ke belakang saat kedua wanita yang berada satu meja dengannya sedang tidak memperhatikan Dava.


Benda yang membuat Raeviga tertarik itu hanya sebuah kalung emas murni dari italy dengan liontin yang berbentuk DR yang dilapisi berlian mewah dan limited Edition,yang hanya akan di produksi satu saja.Namun sebenarnya yang membuat Raeviga tertarik hanyalah huruf DR yang melambang huruf depan Dava-Raeviga.


Walaupun sebenarnya huruf DR adalah inisial untuk nama kalung itu Diamond Roland.


Namun saat pembawa acara melelang kalung itu,perusahaan perhiasaan memberi isyarat pada pembaca acara untuk menundanya sebentar.


Beberapa menit kemudian,pembaca acara mengumumkan bahwa kalung berlian itu telah terjual sedari tadi dengan seseorang yang tak ingin di sebutkan identitasnya.


Raeviga mendengar hal itu terlihat kecewa mendengarnya.Padahal ia ingin Dava ikut andil membeli kalung itu.


Dava yang melihat sorot wajah kecewa Raeviga tersenyum senang bahwa rencananya telah berjalan sempurna.


BERSAMBUNG


NB : Temen2 yuk vote dan like cerita ini yaa..


Thanks you! selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2