
Sashi menekan bel rumah Andreas beberapa kali.Seorang wanita parubaya dengan celemek yang melekat di tubuhnya membuka pintu rumah Andreas dan tersenyum menyapa kedatangan Sashi.Dia adalah pelayan setia keluarga Andreas.
_____________________
Pelayan wanita parubaya itu mempersilahkan Sashi untuk masuk ke dalam rumah Andreas.
"Saya panggilkan tuan sebentar ya non.."ucap wanita itu sambil melepas celemek yang masih melekat di tubuhnya.
"Tidak perlu bi,Bibi lanjutkan saja memasaknya biar saya yang ke atas..."
Pelayan itu mengiyakan saja apa yang di katakan Sashi.Karena ia sudah mengenal Sashi yang sudah beberapa kali datang ke rumah majikannya itu.Sashi segera menaiki tangga yang sudah berada dekat dengannya.
Lantai 2 rumah Andreas hanya terisi satu kamar milik Andreas dan balkon yang berada di sisi kanan kamarnya.Di depan kamar Andreas ada sebuah sofa yang membelakangi pintu kamarnya lengkap dengan TV,Sound system dan Komputer pribadinya.
Sashi mengetuk pintu kamar Andreas,namun.ketukan ringan Sashi tidak mendapatkan jawaban dari lelaki yang berada di kamar itu.
Gadis itu kembali mengetuk pintu kamar itu sedikit keras dan sesekali menyerukan nama Andreas.
Beberapa detik kemudian,Andreas yang bertelanjang dada dan wajah yang masih kusut khas orang yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya.
"Ada apa bi!!"ungkap Andreas dengan nada yang sedikit kesal karena telah menganggu tidurnya,ia mengira jika seseorang yang sedang mengetuk pintunya sekarang adalah pelayan rumahnya.
"Sashi?"Andreas mengerutkan keningnya ketika wajah Sashi yang sedang berdiri di depannya dengan senyum kecil yang menghiasi bibirnya.Melihat bibir ranum milik Sashi,Andreas memekik kesal saat ingatannya kemarin malam yang mencium dengan kasar bibir Sashi.
"Kak aku.."ucap Sashi yang seketika menjadi gugup,gadis itu menatap lekat wajah Andreas.Lelaki yang telah mencuri ciuman pertamanya.
"Tunggu aku di bawah 10 menit lagi.."potong Andreas ketika melihat wajah Sashi yang terlihat gugup.
Sashi mengiyakan ucapan Andreas tanpa bersuara,gadis itu turun ke lantai dasar dan duduk di sofa ruang tamu yang di dominasi warna putih tulang itu.
Di dalam kamar,Andreas merutuki dirinya sendiri karena mencium Sashi yang sudah di anggapnya seperti adiknya sendiri.
Sial!kenapa aku bisa membayangkan wajah Sashi adalah Angela.
Di ruang tamu,Sashi menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya.
"Apa Kak Andreas mengingat kejadian semalam?apa dia akan menjauhiku sekarang?"kalimat-kalimat itu terus berkecamuk di otak Sashi.Gadis itu takut jika kejadian semalam akan membuat Andreas bersikap lebih dingin kepadanya.
Andreas menuruni anak tangga dengan langkah ragu,memikirkan alasan yang tepat untuk di katakan kepada gadis itu.Ia menangkap sosok Sashi yang sedang duduk di sofa sendirian.
"Sashi.."panggil Andreas yang sudah berada di belakangnya.Rambut lurusnya yang di gerai dan bau parfum yang tersentuh indra penciuman Andreas seketika membuatnya gugup.
Kenapa gadis ini membuat perasaanku terguncang.Akkh,tidak.Dia sudah seperti adikku sendiri..
__ADS_1
Sashi membalikkan tubuhnya menatap Andreas yang berdiri di belakangnya.Andreas meminta gadis itu untuk mengikutinya ke halaman belakang rumahnya yang di jadikan sebuah taman dan di sisi kanannya terdapat kolam renang dan kursi santai yang terletak di beberapa titik.
"Soal semalam.."
Andreas akan melanjutkan perkataannya namun dengan cepat Sashi menyela ucapan lelaki itu.
"Aku akan melupakan kejadian kemarin.Aku tau kalau saat itu kak Andreas sangat mabuk berat.."ungkap Sashi yang menyela ucapan Andreas.
Andreas menatap gadis yang berdiri di depannya,ia tak menyangka jika Sashi akan mengatakan hal yang di luar dugaannya.Andreas berpikir bahwa Sashi akan sangat marah karena perbuatannya semalam.
Tak ada ucapan lagi yang keluar dari mulut Andreas,membuat Sashi salah tingkah karena sedari tadi Andreas hanya memandangnya tanpa bersuara.
"Kak Andreas kenapa? kok cuma diem aja?"ucap gadis itu sambil mengalihkan tatapan dari wajah Andreas agar tidak terlalu gugup.
Andreas menggelengkan kepalanya merespon ucapan Sashi.
"Maaf ya Sas.."seru Andreas lirih,lelaki itu merasa sangat menyesal telah melakukan hal yang sangat memalukan itu.
"Iya kak.."balas Sashi dengan senyum kecil di bibirnya.
"Ekkhhh,aku...mau ke kampus dulu ya kak.."nada suara Sashi masih terlihat gugup.
"Daah.."serunya lagi sambil melambaikan tangannya dan berjalan menjauh dari posisi Andreas yang berdiri.
"Apa jawabanku tadi membuat Kak Andreas melihatku murahan.Apa aku harus marah padanya? bagaimana kalau Kak Andreas menjauhiku"batin Sashi.
"Non,udah mau pulang?"tanya pelayan rumah yang melihat Sashi akan keluar dari rumah majikannya.
"iyaa bi,"jawab Sashi singkat sembari mengedarkan pandangannya mencari sosok Andreas yang tak dilihatnya lagi.
Apa kak Andreas merasa muak denganku?
Sashi kembali melangkahkan kedua kakinya menuju halaman depan rumah Andreas,namun masih beberapa langkah Sashi berjalan tangan Andreas menghentikan langkah kaki gadis itu.
Jemari Andreas yang hangat menyentuh telapak tangan Sashi tiba-tiba.Gadis itu membalikkan tubuhnya dan menatap Andreas yang tengah memegang tangannya.
"Biar aku yang anter.."ucap Andreas seketika.Beberapa detik sebelum Sashi merespon ucapan Andreas,gadis itu hanya memandangi Andreas mendengar perkataan Andreas yang tiba-tiba terdengar hangat.
Untuk pertama kalinya Kak Andreas mengatakan berkata dengan nada yang hangat kepadaku.
Sashi menganggukkan kepalanya menjawab ucapan Andreas kepadanya.Andreas melepaskan pelukan tangannya dari jemari Sashi dan melangkahkan kakinya menuju tempat parkir mobil miliknya.Namun sebelum Andreas melangkah pergi,lelaki itu sempat menatap wajah Sashi sekilas dengan tatapan yang tak bisa tergambar sangat jelas.
Kenapa tangannya terasa dingin saat ku sentuh.Dingin namun tanganku masih ingin menyentuhnya lagi.
__ADS_1
Di dalam mobil Andreas,Sashi hanya memandangi jalanan Jakarta yang terlihat ramai.Begitu pula dengan Andreas yang tidak mengalihkan pandangannya untuk fokus ke area jalan.Keadaan di dalam mobil itu terasa hening hanya suara lantunin musik ballad yang mengisi keheningan di dalam mobil itu.
Andreas menghentikan laju kendaraan melihat lampu lalu lintas berubah berwarna merah.Sashi merasa gugup sedari tadi,ini pertama kalinya lelaki yang sangat di cintainya itu mau mengantarkan dirinya.Sikap Andreas juga berubah perlahan kepada Sashi.
Apa Andreas hanya memandangku kasihan?
Andreas melirik sekilas dari kaca spion mobilnya kearah Sashi yang sibuk memperhatikan gedung-gedung tinggi kota Jakarta dan pengamen cilik yang berlalu lalang di jalanan saat lampu merah.
Tanpa Sashi ketahui,Andreas tersenyum kecil menatap Sashi yang duduk di sampingnya.
Kenapa gadis itu terlihat sangat manis bahkan di lihat dari samping.
Andreas kembali melajukan mobilnya setelah lampu lintas berubah warna kembali.
"Sas.."seru Andreas membuka suara.
"Hmmm?"Gadis itu mengalihkan kedua matanya menatap Andreas sejenak.
Andreas masih bimbang untuk mengatakannya.Beberapa kali ia hanya mengatup kembali bibirnya saat akan bersuara.
Sashi yang melihat hal itu mengangkat kedua alisnya bingung.
"Kak Andreas mau bilang apa?"tanya Sashi sembari memperhatikan jalanan sejenak.
"Ekkkhh.."Andreas masih sibuk menyusun kata-kata yang tepat untuk di katakan kepada Sashi.
"Aku..."
"Kak belok kanan..."seru Sashi tiba-tiba menunjuk kearah jalan yang menyimpang dari rute menuju kampusnya.Andreas dengan sigap membelokkan mobilnya dan berhenti tepat di depan Universitas Ternama itu.
"Makasih ya kak.."seru Sashi sembari membuka pintu mobil Andreas.Ia sangat gugup berdekatan dengan Andreas sekarang.Perubahan sikap Andreas kepadanya membuat perasaan Sashi menggila di dalam sana.
Namun saat setengah badan Sashi sudah keluar dari mobil Andreas,jemari Andreas lagi-lagi menghentikannya.
"Sas,mau ikut aku ke pesta perusahaan nanti malam?"tanya Andreas tiba-tiba.
Mandengar hal itu Sashi menoleh menatap Andreas dengan cepat ke lelaki di sampingnya itu.
Sentuhan tangan Andreas untuk pertama kalinya,nada suara yang terasa sangat hangat,dan sekarang ajakan ke pesta.Apa hari ini adalah hari keberuntunganku? atau Andreas hanya sedang merasa bersalah?
Tak ada jawaban dari mulut Sashi.Ia hanya memandangi wajah Andreas dan bergelut dengan perasaannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
[ untuk penggemar CINTA MALAM PERTAMA maaf ya udah buat kalian menunggu sangat lama beberapa hari ini.Kouta Author lagi habis soalnya 😌 ]