
Sama halnya dengan kisah cintaku.Aku hanya mengharapkan cinta tulus kak Andreas bukan belas kasihannya.."batin Sashi saat itu.
__________________________
Raeviga sedang bersama Sashi di dalam kamar putrinya itu.Ia sedang merias wajah Sashi sangat cantik.Hiasan wajah yang terlihat flawless namun tetap natural.
"Mau mama pinjemin Dress mama gak?"tanya Raeviga sembari menguncir rambut putrinya.
"Gausah ma,Sashi punya banyak baju bagus kok.."
"Yaudah deh.Mungkin aja Dresa mama nanti bawa hoki ke kamu.."goda Raeviga pada putrinya.Sashi yang mendengar itu tersenyum malu.
Raeviga mengetahui jika anak gadisnya itu sangat menyukai Andreas,anak dari rekan bisnis suaminya.Dan Andreas yang selalu bersikap dingin kepada Sashi.Raeviga telah mengetahuinya karena Sashi selalu bercerita kepada Raeviga saat suasana hati anaknya itu baik ataupun sedang bermasalah.Berbeda dengan Arka yang sangat tertutup dengan masalah atau kebahagiaannya.
"Tapi emang beneran Andreas ngajak kamu ke pesta perusahaannya?"tanya Raeviga memastikan.Karena ia sangat tau bahwa Andreas selalu mengatakan jika Sashi hanyalah gadis kecil yang dianggapnya saudara.
"Hemmm.."gumam Sashi mengiyakan.Sashi memang selalu terbuka dengan Raeviga namun kejadian malam itu di Bar bersama Andreas,gadis itu mengunci rapat-rapat mulutnya agar kejadian itu tidak terdengar Dava ataupun Raeviga.
Sashi takut jika ia mengatakannya maka kedua orang tuanya akan menjauhkan dirinya dari Andreas.
"Jam berapa Andreas jemput?"tanya Raeviga lagi.
"Mungkin habis ini..."jawab Sashi sambil melihat kearah jam dari beranda Ponsel pintarnya.
Tok..Tok..
Suara ketukan pintu kamar Sashi membuat Raeviga menoleh bersamaan dengan anak gadisnya.Dava membuka pintu kamar itu dan melihat dua bidadari yang sangat di cintai sedang menatap heran bersamaan melihat kedatangan Dava.
"Ada apa pa?"tanya Sashi kemudian.
"Tuh si Andreas udah dateng.."
Mendengar hal itu Sashi segera merapikan kembali riasannya dan memilih dress yang akan ia gunakan di acara pesta itu.
"Ma,Sashi pake yang mana?"tunjuk dua gaun yang berbeda desain dan warnanya.
Raeviga mengambil sebuah gaun berwarna coklat keemasan dengan lengan terbuka itu.
"Ini bagus sayang.."Raeviga mengambil gaun selutut itu dan memberikannya pada Sashi.
Andreas sudah berada di ruang tamu.Jas berwarna kopi susu dan kaos dalam berwarna putih itu membuat pria itu terlihat sangat tampan.
Dava datang bersamaan dengan Raeviga yang berjalan di belakang Dava.Sedangkan Sashi masih berada di dalam kamarnya untuk berganti pakaian.
"Kamu tunggu sebentar ya,Ndre..."kata Raeviga pada pemuda yang sedang duduk di ruang tamu itu.
"Iya tan.."jawab Andreas singkat.
"Kamu punya rencana mau nikah di umur berapa Ndre?"tanya Dava memulai basa-basi sembari mengisi keheningan diatara mereka bertiga.
__ADS_1
"Di umur 25-26 Om.."
Dava mengangguk setuju dengan jawaban Andreas,karena ia juga menikahi Raeviga di saat umurnya 25 tahun.
Obrolan mereka semakin nyaman seiring berdetiknya waktu saat ini.Sashi masih berada di dalam kamar,ia nampak gugup dan beberapa menghembuskan napas beratnya mencoba menetralkan perasaannya yang sejak tadi menggebu itu.
Sashi menatap kearah kaca di meja riasnya.Dia memandangi wajahnya sendiri beberapa detik.
Jangan gugup.Kak Andreas akan merasa cangung jika melihatku seperti ini.
Sashi berjalan menuruni tangga,mendengar suara ketukan kaki dari heel yang di pakai Sashi membuat tiga orang itu menatap kearah Sashi bersamaan.Raeviga tersenyum melihat hasil riasannya yang terlihat sangat cantik di wajah putrinya
Begitu pula dengan Dava,lelaki itu juga merasa bahagia melihat senyum yang terpancar jelas di wajah putrinya.Sedangkan Andreas hanya menatap lekat kearah Sashi tanpa melepaskan tatapan itu sedetikpun.
"Yuk kak.."seru Sashi yang sudah berdiri tak jauh dari Andreas yang masih duduk di Sofa.
"Ekkh iya.."jawab Andreas lirih masih dengan tatapan yang terkunci di wajah Sashi.
Sas,Kamu apain muka kamu.Kenapa jadi secantik ini.
Sashi berpamitan kepada kedua orang tuanya di susul oleh Andreas yang melakuka hal yang sama.
"Ma,Arka kemana?"tanya Sashi teringat dengan kejadian pagi itu.
"Katanya mau pergi main sebentar sama temen-temennya.."jawab Raeviga menjawab sesuai apa yang di katakan anak laki-lakinya pada Raeviga.
Sashi mengangguk mengerti.Ia kembali melanjutkan langkah kakinya menyusul Andreas yang sudah berjalan mendahuluinya.
Tak ada obrolan di dalam mobil itu.Hanya suara alunan musik dari mobil Andreas yang mengisi keheningan di dalamnya.
Beberapa menit kemudian,mobil hitam itu berhenti di rumah Andreas.Beberapa tamu undangan sudah banyak berdatangan.Pesta itu sebenarnya juga di adakan untuk merayakan keberhasilan Perusahaan mereka yang semakin berkembang pesat.Pesta itu hanya berisi pegawai dan keluarga besar Axel-Maura.Mereka juga mengundang beberapa rekan bisnis Axel seperti Dava dan Arga yang sudah di kenalnya sangat dekat.Namun karena tema pesta itu berkonsep Young Party maka mereka mengundang anak atau keluarganya yang masih berusia muda.Dava yang di wakili oleh Sashi dan Arga yang di wakili oleh Angela.
Sashi turun dari mobil Andreas dan berjalan mengikuti pria yang melangkah di depannya.
"Hey,Sas.."sapa Maura,ibu Andreas melihat kedatangan anak dari sahabatnya itu.
Sashi tersenyum membalas sapaan hangat Maura.
"Hai tan.Apa kabar?"tanya Sashi dengan senyuman yang masih terpancar di wajahnya.
"Baik sayang..."
Andreas yang sudah bersama Papanya berkumpul dengan anggota keluarga dari rekan bisnis dan pegawai mereka.
Sashi duduk bersama beberapa wanita yang sebaya-nya setelah Maura memperkenalkannya kepada tamu undangan mereka.
Sedangkan di seberang meja lainnya,Andreas diam-diam melirik kearah Sashi yang terlihat tertawa senang sambil menikmati makanannya.Lelaki itu duduk bersama beberapa anak dari rekan bisnis orang tuanya.
"Ndre.."bisik lelaki yang duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Kenapa?"tanya Andreas singkat.
"Lo kenal sama tuh cewek ga? yang pake dress coklat.."tunjuk lelaki itu tepat kearah Sashi.
Andreas menoleh kearah temannya itu penuh selidik.
"Kenapa?"
"Kenalin ke gue dong.Tuh cewek senyumnya manis banget.."puji Lelaki itu sembari menikmati senyuman Sashi dari jauh.Mendengar itu,Andreas berdecak kesal melirik kearah temannya itu.
"Udah ada yang punya.."ucap Andreas yang tanpa ia sadari ekpresi wajahnya sudah berubah kesal.
Sedangkan Sashi yang sibuk tertawa bersama teman barunya itu tidak mengetahui jika beberapa pasang mata saat ini sedang memperhatikannya.Seorang pria dengan segelas minuman soda di tangannya berjalan menghampiri Sashi.Andreas yang saat itu masih memperhatikan Sashi dari kejauhan semakin terlihat kesal dengan kedatangan seorang pria di samping Sashi.
"Hey,Boleh gabung ga?tanya pemuda itu pada beberapa wanita yang duduk melingkar di meja yang sama dengan Sashi.
"Silahkan.."jawab sebagian dari mereka yang memperbolehkan sedangkan yang lainnya hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Aku Alif.Kamu?"tanya lelaki itu sembari mengulurkan tangannya kepada Sashi yang duduk di sampingnya.
"Sashi.."
"Tuh,ada cowok yang lagi ngajak kenalan.Gue ikutan deh.."seru teman Andreas yang akan beranjak dari duduknya.Namun dengan cepat Andreas menahan lengan lelaki itu dan meliriknya kesal.
"Gausah macem-macem! "ungkap Andreas dengan nada yang lebih mirip seperti ancaman.Andreas berjalan menghampiri Sashi setelah mengatakan hal itu kepada anak rekan bisnis yang duduk di sebelahnya itu.Namun langkah kaki Andreas terhenti ketika mendengar seseorang menyerukan namanya.
"Andreas!"
Angela tersenyum kecil menghampiri Andreas,sedangkan lelaki itu hanya berdiri diam memandangi Angela yang perlahan semakin mendekat.
Kamu tersenyum seolah kita sedang baik-baik saja,Angela.
Sashi yang juga mendengar seseorang menyerukan nama Andreas ikut menoleh ke belakang menatap mereka.
"Kak Angela?"gumam Sashi pelan melihat saudara sepupunya juga datang.
Sashi memperhatikan keduanya yang berdiri saling berhadapan sekarang,Sashi memperhatikan wajah Andreas yang terlihat sayu saat menatap Angela.
Apa memang mereka sudah di takdirkan bersama tuhan? Apa aku sudah tidak memiliki kesempatan?
Alif,lelaki yang duduk di sebelah Sashi juga ikut menatap kearah Andreas dan Angela.Ia seakan memiliki sesuatu rencana ketika melihat keduanya.
"Aku akan menerima permintaanmu menjadi kekasih kamu.."ungkap Angela dengan nada yang sedikit keras membuat tamu di sekitarnya juga mendengar obrolan mereka termasuk Sashi.
Gadis itu yang tak tahan melihat keduanya dan ungkapan Angela yang di dengarnya sangat jelas membuatnya ingin melarikan diri dari keramaian itu sekarang.Sashi melangkahkan kakinya dengan cepat melewati Andreas dan Angela.
Andreas melihat Sashi yang berjalan keluar,lelaki itu hanya meliriknya sekilas dari tempatnya berdiri dan kembali menatap kearah Angela.Namun kali ini Andreas menatap dingin kearah Angela.Tatapan yang dulu selalu ia berikan kepada Sashi.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Untuk pembaca setia CINTA MALAM PERTAMA yuk masuk grup room chat CMP,karena mulai minggu depan akan ada jadwal update untuk novel ini❤