CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 41 : KECELAKAAN


__ADS_3

Raeviga sedang membantu Dava untuk pindah ke tempat tidurnya.Tangan kanan Dava yang kekar bertumpu pada bahu Raeviga membuat gadis itu tidak dapat menjaga keseimbangannya.Apa lagi dengan berat tubuh Dava yang tidak seimbang dengannya membuat mereka terjatuh dan menimpa tubuh Dava di atas ranjang.


"Awww!!"keluh Raeviga ketika tubuhnya telah terjatuh di atas tubuh Dava.


Sedangkan Dava yang seakan mendapat lampu hijau dengan kesempatan ini langsung memeluk Raeviga begitu saja.Membuat gadis itu membelalakkan mata karena kecepatannya menangkap sinyal yang menguntungkannya itu.


"Aku mau mandi dulu,Dav bau!"sergah Raeviga ketika Dava sudah ingin mengangkat kepalanya ingin mencium Raeviga yang masih berada di atasnya.


"Nanti aja,sekalian.."jawabnya dengan senyum liciknya yang terlukis jelas di wajah Lelaki itu.


Raeviga yang mengerti hal itu menghela napasnya dan memukul dada Dava berkali-kali hingga lelaki itu meringis kesakitan.


"Dasar!otaknya masih mesum aja!!"keluhnya.


Dava melepaskan cengkaramannya pada tubuh Raeviga melihat gadis itu telah menatapnya tajam seolah ingin mencabik-cabik tangan Dava yang memeluknya.Namun tak ingin merasa dirugikan sebelum Dava melepaskan pelukannya lelaki itu sudah mengecup bibir Raeviga berkali-kali.


Raeviga sudah berada di kamar mandi sedangkan lelaki itu sedang berkonsultasi dengan dokter pribadinya mengenai permasalahan kakinya yang sudah bisa menggerakkan jari-jari kakinya.


Room chat


-


Dr.Tedy : Syukurlah jika sudah ada perkembangan


Dava : Aku sangat berharap segera sembuh,Dok.


Dr.Tedy : Jangan putus asa,kamu harus yakin untuk sembuh.Besok datanglah ke rumah sakit untuk melihat perkembangannya.


Dava : baiklah,terima kasih!


Dr.Tedy : Ok.


-


End Chat


Dava meletakkan kembali Handphonenya setelah selesai mengakhiri obrolan chatnya dengan Dokter pribadinya.Lelaki itu melepaskan baju yang di pakainya karena merasa sedikit gerah di tubuhnya.Dava meraih Remote Ac yang berada di meja yang terletak sedikit jauh dari ranjangnya.Dava berusaha meraih Remote itu dengan tangannya,tubuhnya sudah berada di tepi tempat tidur dan hampir terjatuh ke lantai.


"Daav.."seru Raeviga yang baru saja keluar dari kamar mandi yang masih berbalut dengan jubah mandi itu.Dia menghampiri Dava yang sudah berada di ujung tempat tidur.


"Rae,tolong ambilkan remote itu"tunjuk Dava pada Remote Ac yang tergeletak di meja yang jaraknya sedikit jauh dari tempat tidur mereka.


Raeviga mengambil remote Ac itu dan memberikannya pada Dava yang telah membenarkan posisi terlentangnya kembali.


"Terima kasih sayang.."ucap Dava manja.


"Kamu nunggu aku aja kalau ambil sesuatu yang lumayan jauh jaraknya.."jawab Raeviga yang sedikit khawatir.

__ADS_1


"Aku bisaa.." Dava mengenggam tangan Raeviga menyakinkannya.Dia tak ingin harus merepotkan Raeviga dengan hal-hal kecil yang masih bisa dia lakukan sendiri.Dava tidak ingin Raeviga memandangnya lemah dan tidak bisa melakukan apapun.


Raeviga santuy kok bang! :|


Raeviga duduk di tepi ranjang samping Dava dengan masih berbalut jubah mandi dan rambut yang masih setengah basah.Sorot mata Raeviga menatap ke arah Dava yang tersenyum menyakinkan kepada istrinya.


"Aku tau,hanya saja jika kamu perlu bantuan karena tidak dapat melakukannya sendiri,kamu bisa meminta bantuan orang lain.."


"Aku hanya sangat cemas jika kamu selalu memaksa tubuhmu untuk melalukan sesuatu yang berlebihan.."imbuh Raeviga yang nampak khawatir.


"Iya sayang,maaf ya.."seru Dava sembari memeluk tubuh Raeviga.


"Kemarin malam aku bermimpi kita sedang pergi ke sebuah pesta9,kata Papa dulu..."Raeviga tidak melanjutkan lagi perkataanya dan memeluk erat suaminya yang masih memeluk tubuhnya.


"lalu ada apa dengan mimpi itu?"tanya Dava ketika Raeviga tidak lagi menjelaskannya.


"Papa bilang itu artinya pertanda buruk.."serunya sambil menenggelamkan wajahnya pada bahu Dava yang tegap.Raeviga menggelengkan kepalanya mencoba menyingkirkan ramalan-ramalan itu dari pikirannya.


"Sayang,itu hanya mimpi.Tidak ada hal seperti itu"Dava mengelus rambut Raeviga menenangkannya.


"Aku harap begitu"imbuh Raeviga dengan kembali memeluk suaminya.Namun entah kenapa kecemasannya masih saja membayangi pikirannya.Raeviga masih memeluk tubuh Dava dan menenggelamkan wajahnya dalam dekapan Dava.


Dava menyadari kalau kini Raeviga sedang mencemaskan sesuatu karena mimpi-mimpinya.Lelaki itu melonggarkan pelukannya pada Raeviga hingga Dava bisa melihat wajah yang sedang risau itu.


"Rae.."seru lelaki itu sambil menatap wajah istrinya perlahan.Kedua mata indah milik Raeviga kini membalas tatapannya.


Gadis itu mengangguk dan kembali memeluk Dava erat.


"Haduh yank,meluknya jangan kenceng-kenceng ga bisa napas.."ejek Dava sambil menepuk pelan punggung Raeviga.


Raeviga melepaskan pelukannya dengan wajah yang sedikit kesal.


"Huh,biasanya juga kamu yang sering peluk aku tiba-tiba.."keluhnya sembari memanyunkan bibirnya.


Dava tertawa mendengar keluhan manja Raeviga.Lelaki itu meraih tangan Raeviga dan mendekapnya dalam pelukan tubuhnya.


"Biar aku aja yang meluk kamu sekalian sama pelayanan plus plus.."godanya sambil melepaskankan tali baju yang mengikat jubah mandi Raeviga.


Raeviga yang sudah mengetahui maksud lelaki itu melepaskan pelukannya cepat dan menutupi tubuhnya kembali yang tidak memakai apapun di dalamnya kecuali jubah mandi yang di pakainya.


"Aku masih halangan.."ungkap Raeviga sembari mengikat kembali tali juba mandinya.


"Kok lama sih yang.." gerutu Dava mendengar ucapan Raeviga.


Raeviga hanya menggelengkan kepalanya mendengar keluhan Dava.


"Puasa dong sekali-kali.."ucap Raeviga mengejeknya dan dengan cepat berlari ke arah lemari mengambil pakaiannya sebelum tangan Dava meraih tubuhnya.

__ADS_1


"Untung sayang.."ucap Dava pelan yang kedua matanya masih memperhatikan Raeviga yang berlari kecil menuju kamar mandi untuk memakai bajunya.


Dava yang melihat Raeviga masih memakai pakaiannya di dalam kamar mandi menatap heran kepada Istrinya.Buat apa harus di tutupi kembali padahal sudah berkali-kali melihatnya saat berolahraga bersama.


"Yank,kenapa ganti bajunya di kamar mandi?"tanya Dava beberapa detik kemudian melihat Raeviga yang tak kunjung keluar.


"Apaa?" tanya Raeviga yang tidak mendengar perkataan Dava dengan jelas karena ia sedang menghidupkan keran air.


"Kenapa ganti bajunya di dalam sana?" tanya Dava dengan nada yang sedikit lebih keras.


"Kalau di depan kamu,kasihan nanti kamu nyilu"ucap Raeviga dengan tawa cekikikan dari dalam kamar mandi.


"Sial!"umpat Dava mendengar jawaban Raeviga yang sedikit geli di dengarnya.


"gadis ini lama tidak bertemu semakin bar-bar aja.."ungkapnya dalam hati sembari menyunggingkan senyum di bibirnya.


_________________


Dava sedang bersama dengan Raeviga di dalam ruang perawatan di rumah sakit milik temannya.Perkembangan kaki Dava semakin terlihat kemajuannya.Jemari-jemari di kakinya sudah bisa di gerakkannya perlahan walaupun tidak begitu lancar.


Dava sudah mengakhiri sesi terapi pada kedua kakinya.Kini mereka sedang menunggu supir pribadi Dava yang sedang mengambil mobilnya di tempat parkir.Raeviga melihat jalan raya yang lumayan padat itu dengan sesekali memainkan rambut suaminya.


Raeviga memperhatikan seorang anak perempuan yang berusia sekitar 3 tahun sedang memainkan bonekanya di tepi jalan raya yang tak jauh dari tempatnya duduk.Raeviga melihat ibunya yang sibuk dengan panggilan teleponnya.


Raeviga membelalakkan kedua matanya terkejut ketika anak perempuan itu tiba-tiba berlari mendekat ke arah Jalan raya mengambil mainannya yang terjatuh dan tak sengaja terlempar karena seseorang menendangnya.


"Nak.."seru Raeviga sambil berlari menghentikan langkah gadis itu,membuat Dava yang sedari tadi berada di depan Raeviga mengikuti arah Raeviga berlari.Raeviga menghentikan sebuah mobil yang akan menabrak gadis itu,semua orang menatap terkejut karena suara klanson yang berbunyi nyaring termasuk dengan Dava yang menatap syok ke arah Raeviga.


Raeviga akan berbalik dan membawa anak kecil itu.


"Awaass Rae!!!"Seru Dava sembari mendorong kursi rodanya.


Bruukkkkk


Tubuh Raeviga terhuyung hingga terjatuh membentur trotoar jalan ketika tiba-tiba sebuah motor menyerempetnya hingga tidak bisa mengendalikan tubuhnya karena laju kecepatan motor itu.


"Tidaakkk!Rae!!"Seolah waktu telah berhenti saat itu,tubuh Dava seolah mengigil melihat istrinya yang tergeletak tak sadarkan diri Dava berlari mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju Raeviga yang sudah di kerumuni banyak orang.Namun Dava terjatuh di pertengahan jalannya dan menabrak orang-orangnya yang sedang mengerumuni istrinya.


"Tolong bawa istri saya ke rumah sakit!!"serunya sembari berusaha bangkit dengan air mata yang sudah melekat di ujung matanya.


_


_


BERSAMBUNG


Nb : Maaf ya baru bisa update lagi sekarang,makrabnya baru selesai tadi siang..

__ADS_1


VOTE YANG BANYAK TEMEN2💕💕💯


__ADS_2