
Masih berada di belakang panggung Sashi duduk bersama Andreas dan menyaksikan pembawa acara yang mulai mengenalkan para juri dan tamu undangan yang menyaksikan langsung acara bergengsi di Jakarta saat ini.
[EPISODE SEBELUMNYA]
"Sebentar lagi..kita akan menyaksikan bersama penampilan busana dari desainer muda berbakat di Indonesia" ucap pembaca acara bersamaan dengan tirai arena fashion show yang terbuka.
"Hitung mundur mulai..3..2..1...,"
Beberapa model wanita mulai menunjukkan bakat fashion show mereka di atas panggung dengan memperlihatkan setiap gaun yang di buat oleh para desainer. Pembaca acara mulai menyebutkan nama desainer saat salah satu model wanita melangkah paling depan.
"Next..busana rancangan dari Valerie Amanda.." seru pembaca acara lagi dengan lantang. Tak lama beberapa model mulai melangkah masuk ke atas panggung.
Sashi meremas tangan Andreas gugup. Setelah ini busana miliknya yang akan tampil di publik. Andreas merintih kesakitan saat merasakan cengkraman tangan Sashi semakin kuat di lengannya.
"Sas.., kamu bisa membuat tanganku memerah" keluh Andreas sambil menunjukan bekas jari Sashi di tangannya.
Sashi nampak terkejut dengan ulahnya sendiri. Dielusnya tangan Andreas agar bekas merah itu bisa pudar.
"Maaf, aku gugup. Setelah ini namaku akan di sebut"
Sashi menyentil dahi Sashi gemas. Bahkan saat ini tangan terlihat berkeringat dingin karena kegugupannya. "Kenapa kamu sangat gugup? jika seperti ini terus kamu lama-lama bisa pingsan" goda Andreas mencairkan suasana.
"Ishh! kalo ngomong jangan yang aneh-aneh deh."
Andreas tersenyum dan merentangkan tangannya untuk memeluk bahu Sashi dari belakang. "Karya kamu sudah sangat baik. Kamu harus optimis"
Sashi mengangguk mengiyakan dan membalas senyum Andreas padanya.
"Ini adalah rancangan busana terakhir yang di buat oleh.. Sashi Kirana Dewantara..." suara MC yang memenuhi ruangan sejenak membuat Sashi tak bisa bernapas dengan normal. Kali ini kegugupannya telah berada di level paling atas. Ia bisa menghembuskan napas lega saat para model yang memperagakan busananya mulai berlaku pergi setelah menampilkan ke depan publik.
"Apa sekarang sudah tidak gugup?" tanya Andreas yang melihat Sashi mulai sedikit lebih tenang.
"Sudah, walaupun hasilnya belum tau. Tapi aku sudah bisa lega sekarang"
beberapa detik Sashi dan Andreas saling menatap sayang tanpa mengatakan apapun, hingga suara Pembaca Acara mulai terdengar kembali mengisi ruangan.
"Waktu untuk penilaian kepada para juri dan tamu undangan akan di mulai dari sekarang. Silakan untuk memutuskan hasil penilaian anda pada sebuah remote control yang telah di sediakan di atas meja masing-masing"
Sashi memperhatikan beberapa juri mulai mendiskusikan penilaian yang tepat sesuai. Raeviga dan Dava juga menyaksikan acara kompetisi desain busana itu di salah satu stasiun televisi swasta yang di tayangkan secara langsung.
__ADS_1
"Apa putri kita akan memenangkan kompetisi ini?" tanya Raeviga yang duduk di samping ranjang Dava.
"Menang atau tidak...itu. bukan masalah. Sashi telah berusaha hingga saat ini adalah sebuah keberhasilan tersendiri yang perlu di apresiasi oleh kita"
"Kamu benar. Anak itu terlalu berpikir dewasa, bahkan dia tidak membiarkan kita untuk membantunya" ucap Sashi membenarkan perkataan suaminya. Ia memberikan potongan apel yang telah dikupasnya pada Dava.
****
Arka bersama Marsha juga menunggu pengumuman pemenang dari kompetisi yang di ikuti oleh Sashi. Ia datang ke acara ini untuk mewakili Raeviga dan Dava.
"Baiklah, inilah puncak acara yang di tunggu-tunggu. Panitia telah menghitung hasil akumulasi penilaian untuk peserta. Hanya 2 orang saja yang berkesempatan untuk memenangkan acara bergengsi ini. Juara 1 akan menjadi Queen Designer of the Year 2021 dan berkesempatan untuk menikmati kursus desainer di Paris selama 6 bulan." ucapan pembawa acara itu sontak membuat Andreas terkejut. Ia tak tahu jika benefit utama yang di peroleh dari kompetisi ini adalah sebuah pendidikan desainer.
Andreas menatap Sashi lama yang tak di sadari oleh Sashi.
Bagaimana jika Sashi yang memenangkan kompetisi ini? Apakah dia akan meninggalkanku? Selama 6 bulan bisakah kita bertahan dengan hubungan jarak jauh. Aku tak mungkin bisa menyusul Sashi karena pekerjaan yang di bebankan Papa padaku.
Andreas mulai gelisah dengan pikiran-pikiran yang berkecamuk di kepalanya.
"Untuk juara kedua adalah.. Valerie Amanda, silakan naik ke atas podium untuk menerima penghargaan langsung oleh wakil asosiasi dari acara ini.."
"Dan untuk juara 1..selamat kepada Sashi Kirana Dewantara atas busana musim panas yang di kombinasi dengan kain kebanggaan Indonesia.."
Sashi mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Ia menatap Andreas yang berkecamuk dengan lamunannya sendiri. Suara tepuk tangan dan sorak penonton mulai mengisi ruangan.
"Kepada Nona Sashi Kirana Dewantara silakan naik ke atas podium.."
"Sas, nama kamu di panggil.." ungkap Andreas pada kekasihnya. Walaupun perasaannya saat ini tak sebahagia yang terlihat di wajahnya.
Sashi tersenyum senang dia memeluk Andreas dan segera naik ke atas podium. Arka dan Marsha bertepuk tangan bangga dengan prestasi yang di hasilkan oleh kerja keras Sashi. Begitu pula dengan Dava dan Raeviga yang juga sangat senang dengan keberhasilan Sashi.
"Apakah Nona Sashi bisa sedikit menceritakan bagaimana perasaannya sekarang sebagai pemenang kompetisi ini?" tanya sang pembaca acara dan memberikan salah satu mic clip on pada Sashi.
Tanpa Sashi sadari Andreas telah berjalan pergi meninggalkan tempat acara dan duduk sendiri di dalam mobilnya. Ia beberapa kali melampiaskan kekesalannya pada stir mobilnya.
"Aku sangat senang. Sangat sangat bahagia dengan apa yang aku peroleh saat ini. Jika tidak ada dukungan dari orang-orang yang sangat mencintaiku mungkin karyaku ini tidak akan pernah selesai. Mereka hebat, itulah yang menjadikanku bisa berdiri disini. Terima kasih kepada sang pencipta, terima kasih kepada Mama,Papa, Arka dan istrinya, dan juga terima kasih pada kekasihku Andreas yang sudah menemaniku semalaman..." ungkap Sashi penuh senyuman.
"Wah ternyata desainer muda ini sudah memiliki kekasih. Kalau boleh, apakah kekasih dari Nona Sashi bisa naik keatas podium sebentar? Saya juga ingin berbasa-basi sebentar" guraunya sambil memanggil nama Andreas beberapa kali.
Sashi membalikkan tubuhnya menatap ke kursi paling ujung tempat sedari tadi mereka duduk. Namun kursi itu kosong, Andreas sudah tidak berada di ruangan itu.
__ADS_1
"Sepertinya Andreas sedang ada urusan" ucap Sashi singkat dengan raut wajahnya yang sedikit kecewa.
*****
Sashi sudah berada di balik panggung. Acara telah selesai. Arka dan Marsha datang menemui Sashi dan memberikan buket bunga kepada gadis itu sebagai ucapan selamat.
"Kok bisa bawa buket bunga juga?" tanya Sashi sambil mencium aroma bunga mawar asli itu.
"Aku sudah yakin jika kamu akan menang" goda Marsha pada saudara iparnya.
Sashi mengedarkan pandangannya mencari Andreas. "Apakah kalian juga bertemu dengan Andreas. Dia tiba-tiba pergi gitu aja"
"Aku tidak bertemu Andreas. Sejak tadi aku hanya bersama Marsha"
Sashi nampak lesu. Di hari bahagianya ini seharusnya Andreas ada bersamanya. Mereka bisa melakukan sesi foto berdua.
Kemana perginya Andreas?
"Aku akan pergi mencari Kak Andreas. Kalian bisa pulang terlebih dahulu"
"Kamu yakin gak pulang sama kita? Andreas mungkin saja sudah pulang" tanya Marsha yang menghentikan langkah Sashi.
"Aku rasa tidak. Mungkin dia masih ada disekitar sini. Aku juga bisa pulang untuk di jemput supir nanti. Tenang saja" setelah mengatakan hal itu, Sashi sedikit mempercepat langkahnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Andreas.
Andreas melihat kearah ponselnya yang menyala karena panggilan telepon dari seseorang. Nama Sashi menghiasi layar ponselnya.
"Kamu dimana?" tanya Sashi saat Andreas menerima panggilan itu.
"Di mobil.." jawab Andreas singkat.
"Kenapa disana? aku mencari kamu sejak tadi. Tunggu aku, aku sedang berjalan kearah sana"
panggilan telepon itu terputus sepihak. Andreas tak sengaja mengakhiri panggilan telepon dengan Sashi.
"Kenapa dia mengakhiri panggilan? aku belum selesai bicara"
BERSAMBUNG
[ MAU KASIH INFO AJA KALO NOVEL INI BAKAL SEGERA SAMPAI PADA TITIK AKHIR. JADI JANGAN SAMPAI KETINGGALAN BUAT BACA. VOTE SEBANYAK MUNGKIN BIAR AKU BISA UPDATE GILA]
__ADS_1
Hai Readers.
Buat pembaca yang baik hati bak bidadari DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE VOTE NOVEL INI YA