
Arka duduk di atas sofa ruang tamu sembari menikmati cemilan yang telah tersaji di atas meja.Sesekali ia melihat kearah televisi yang sedang menceritakan berita gosip.
Aktifitas menyemil Arka terganggu dengan suara panggilan telepon dari Sashi.
"Apa cil.."sahut Arka ketika Panggilannya telah tersambung.
"Sashi bukan Bocil.."jawab Sashi daris seberang telepon dengan raut wajah yang sedikit kesal karena Arka selalu saja mengatainya.
"Ya kan emang bocil.Ada apa sih telpon-telpon?"tanya Arka sambil kembali mengunyah makanannya.
"Papa cuma mau ngeprank mama..dia gak beneran marah sama Mama.Ada-ada aja kan si Papa.."ungkap Sashi menjelaskan kepada Arka.
"Ngeprank buat apa? emang sekarang ada hari spesial ya?"tanya Arka dengan wajah bingungnya.
"Wah kamu anak durhaka,2 hari lagi peringatan hari pernikahan mereka.."ejek Sashi dengan nada yang meninggi dan di buat-buat.
"Oh i see..." ucap Arka yang baru menyadari hal itu.
"Yaudah,aku mau jalan-jalan dulu sama kak Andreas.."
"Halah bucin lu.." cecar Arka mengejek Sashi.
"Biarin.Daripada kamu jomblo.." setelah mengatakan kalimatnya,Sashi menutup panggilan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Arka.
"Wah busyet nih bocil udah di matiin aja teleponnya.."gerutu Arka dengan mulutnya yang tak berhenti mengunyah.
Arka melihat kearah jam di sebelah TV di depannya.
"Astaga,udah jam segini aja.." Arka beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju kamar mandi.
20 menit telah berlalu,Arka sudah terlihat rapi dengan pakaian casualnya.Ia membuka rak bawah di laci mejanya dan mengambil kotak biru berisi kalung yang di belinya di London.
Saat Arka menuju pintu keluar rumahnya,Arka berpapasan dengan Papanya.
"Arka? kamu juga pulang?" tanya Dava terkejut melihat kehadiran putranya.
"Iyaa pa. Arka ada urusan.."
"Urusan hati ya?"tebak Dava dengan tawa kecil di bibirnya.
"Urusan hatinya Mama yang sebel sama Papa.Tuh Mama mau pergi ninggalin Papa.."ucap Arka memutar balikkan keadaan.
"Serius? kan papa cuma becanda.." Dava berjalan mencari sosok istrinya.
"Mama di kamar Pa.." seru Arka sebelum melanjutkan lagi langkahnya menuju mobil.
Ada-ada aja sih Papa..
Dava menghampiri Raeviga yang berada di dalam kamar.Lelaki itu melihat Raeviga tertidur membelakanginya.
__ADS_1
"Sayang..."seru Dava berjalan menghampiri wanitanya.Tidak ada sahutan dari Raeviga.
Dava melihat Raeviga tertidur lelap.Lelaki itu membuka sepatu dan dasi yang di pakainya sebelum naik ke tempat tidur.
Dava memeluk pinggang istrinya yang tidur membelakangi.Sesekali ia mencium punggung Raeviga.
Raeviga membuka kedua kelopak matanya namun ia tidak membalikkan tubuhnya.Dia tidak sepenuhnya tertidur sejak tadi,saat seseorang membuka pintu kamar ia telah menyadari kedatangan suaminya.
____________________________
Arka mengemudikan mobilnya menuju sebuah universitas tempat Marsha mengajar disana.Jalanan Jakarta yang sangat ramai beberapa kali membuat Arka mengeluh kesal.
Nih jalan gak bisa di perluas lagi kah? macet bener..
Arka melirik sekilas kearah jam di tangannya.
"bisa keburu telat nih.."gerutu Arka sendiri.
3 jam yang lalu,setelah Sashi pergi bersama Andreas menuju kantor Dava.Arka menelpon wanita yang di rindukannya selama ini.Marsha.
Panggilan telah terhubung di ponsel Marsha,namun gadis itu tidak mengetahui karena ponselnya sedang dalam mode silent. Marsha terlihat sedang mengajar materi ke mahasiswa yang hadir di kelasnya saat ini.
Arka menelpon kembali Marsha dan mengirimnya beberapa pesan untuknya.Berselang beberapa detik,Marsha kembali ke tempat duduknya dan melihat notifikasi panggilan tak terjawab Arka sebanyak 5 kali.
Marsha berjalan keluar dari ruangan dan menelpon kembali Arka.
"Iyaa ka?" suara Arka membuat Marsha menjadi gugup.
Aku sangat merindukan suara ini..
"Aku..." Arka memperlambat gerakan kalimatnya.Ia terlihat bimbang untuk melanjutkan perkataannya.
Mendengar Arka yang tidak menyelesaikan kalimatnya,Marsha berinisiatif untuk memulai pembicarannya.
Aku ingin ketemu kamu..
"AKU INGIN BILANG SESUATU.."ucap mereka bersamaan
Keduanya menjadi kikuk ketika mengatakan kalimat yang sama.Marsha mengatupkan bibirnya menunggu Arka melanjutkan kalimatnya terlebih dahulu.
"Sepertinya kita sama-sama ada yang ingin di bicarain.Bisakah kita ketemu hari ini?"tanya Arka setelah beberapa detik suasana telepon itu hening.
"Iyaa boleh.Tapi kamu?"Seketika Marsha teringat kalau Arka berada di London.
"Aku di Indonesia sekarang.." jawab Arka membuat bibir Marsha tersenyum tipis.Gadis itu terlihat sangat senang ketika mengetahui jika Arka telah kembali ke Indonesia.
"Tunggu aku di cafe sebelah Universitas 1 jam lagi.."ucap Marsha sekaligus mengakhiri panggilannya itu dengan Arka.
Di teras rumah Arka,lelaki itu tersenyum sendiri setelah panggilannya dengan Marsha berakhir.
__ADS_1
Aku berharap ini adalah hari yang baik untuk kita memulai Sha..
FLASHBACK END
Arka telah sampai di depan cafe.Terlihat dari kaca cafe itu,Marsha telah duduk di meja ujung dengan meminum segelas jus.
Marsha melihat kearah pintu masuk ketika terdengar suara bunyi bel dari pintu itu.
"Maaf Sha telat.."ucap Arka ketika sampai di meja tempat Marsha duduk.
"Iyaa gak apa.."balas Marsha sembari memandang kearah wajah lelaki.
Begitu pula dengan Arka,dia menatap wajah Marsha sembari mengeluarkan kotak kalung yang di simpannya di dalam saku jaket yang di pakainya.
"Buat kamu.."Arka memberikan kalung itu kepada gadis di depannya.
"Ini apa?"tanya Marsha melihat kotak selebar telapak tangannya.
"Hadiah.Dan aku ingin kita bisa memulai hubungan lagi Sha.Selama ini gadis yang ada di pikiran aku cuma kamu.Gak ada niatan sama sekali buat nyaak.."belum selesai Arka mengungkapkan isi hatinya,Marsha sudah memeluk Arka yang duduk di sampingnya.
"Maaf ka.Aku yang salah..aku lebih percaya omongan orang lain daripada kamu.."Marsha menitikkan air mata di pelukan Arka.Lelaki itu membalas pelukan Marsha.Ia membelai lembut rambut Marsha untuk menenangkannya.
"Lupakan masa itu Sha.Ayo kita mulai lagi hubungan kita.."
Arka melepaskan pelukannya pada Marsha.Ia menatap penuh sayang kepada Marsha.
Gadis ini telah membuatku gila.Aku mencintaimu Sha..
Marsha menganggukknn kepalanya,ia mengiyakan ajakan Arka untuk kembali memiliki hubungan di antara keduanya.
Arka tersenyum bahagia.Ia mencium kening Marsha dan memeluknya.Beberapa pelanggan cafe yang melihat moment mereka berdua ikut bahagia melihat keduanya.Bahkan ada beberapa mahasiswa juga yang merekam moment bahagia dosennya itu.
Marsha melepaskan pelukan Arka.Ia menatap lekat kearah lelaki di sampingnya itu.
"Seharusnya dari dulu aku mempercayaimu.."ungkap Marsha menyesali keputusannya.
Arka menggenggam tangan Marsha dan memandang kearah gadis itu.
"Seharusnya aku menggenggam erat tanganmu seperti ini.Agar kamu tidak bisa lari dariku.." balas Arka dengan kalimat penyesalannya.
"Terima kasih telah memperjuangkan kisah kita.."imbuh Marsha sambil meletakkan satu tangannnya lagi pada pelukan tangan Arka.
Arka mengambil kalung yang masih berada di dalam kotak biru itu dan membuka pengaitnya.
"Terima kasih masih ingin percaya dan menunggu.."ungkap Arka sambil memakaikan kalung itu di leher Marsha.
"Cantik.."puji Arka ketika kalung itu telah melekat di tempatnya.Marsha melihat sejenak kalung itu sebelum memandangi wajah Arka yang sangat di rindukannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1