CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 33 # ARKA SASHI : TAHUN KEMUDIAN...


__ADS_3

1 tahun kemudian....


Desiran pantai pasir dan sejuknya udara sore itu membuat Sashi sangat menikmatinya. Sashi,Marsha dan Angela menikmati ombak pantai sembari duduk dan melentangkan kaki mereka di atas pasir agar ombak bisa mengenai kaki mereka.


"Sangat menyenangkan.." seru Sashi sembari memainkan pasir pantai di sampingnya.


Marsha melihat Arka yang kesusahan membawakan makanan dari Villa. Ia segera berlari membantunya.


"Istri yang sangat berbakti.."puji Sashi melihat Marsha sigap membantu Arka. Angela tersenyum mendengar ucapan Sashi.


"Kamu kapan akan menyusulnya?" tanya Angela pada Sashi yang hanya di jawab dengan helaan napas panjangnya.


"Entahlah.Hubungan kami hanya berjalan di tempat saja.Kadang membosankan tapi juga menyenangkan saat sudah bersamanya.." jelas Sashi sambil menikmati desiran ombak.


"Sas.." panggilan seseorang sembari melambaikan tangannya pada Sashi.


"William?" seru Sashi sembari berjalan menuju lelaki itu.Dia memastikan apa yang sedang di lihatnya.


Angela mengikuti langkah Sashi dari belakang.


Sashi mengelantungkan lengannya ke tangan William dengan sangat antusias.


"Kamu mengatakan jika tak bisa datang? lalu ini apa.." keluh Sashi senang.Sejak kejadian satu tahun yang lalu di pesta perayaan Pernikahan orang tua Sashi, William mencoba melupakan perasaannya pada Sashi walaupun itu terasa sangat sulit awalnya. Namun perlahan perasaan itu hilang dengan seiringnya waktu,dan kini Ia sudah menganggap Sashi seperti Adiknya.


"Apa dia temanmu?" tanya Angela pada Sashi saat melihat William.Ini pertama kalinya Angela bertemu William.


Sashi mengangguk membenarkan. Masih sambil merangkul lengan William,Sashi menjelaskan jika William adalah temannya yang telah sukses berkarir di Eropa.


"Mengesankan.."puji Angela.


"Terima kasih, tapi Sashi sebenarnya hanya membesar-besarkan saja.." Ucap William membalas ucapan Angela.


"William.." Panggil Arka pada Sahabatnya itu.


"Hey,bro.Are you okay?" tanya William menanyakan kabar sahabatnya.


"Tentu saja.Aku harus selalu baik untuk istri dan anakku disini.." sentuh Arka pada perut Marsha.


Marsha tersenyum sembari menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Seriously? kamu beneran udah hamil Sha?" tanya William pada Marsha.


Marsha mengiyakan pertanyaan William dengan tersenyum kecil.


"Arka terlalu kerja keras Will.."goda Sashi mengejek Arka. Ketika Arka akan menghampiri Sashi,gadis itu bersembunyi di sisi William.


"Apa kalian memang harus sedekat itu?" seru seseorang di belakang mereka. Lelaki itu berpakaian formal dan memakai kacamata hitam. Di balik kacamata itu, dia menatap kesal kearah William dan Sashi yang terlalu dekat.


"Apa masalahnya? aku hanya melingkarkan tanganku saja.Apa aku harus berbuat lebih?" goda Sashi pada Andreas.

__ADS_1


Yah,lelaki yang memakai pakaian formal lengkap dengan jasnya itu adalah Andreas.


"Apa kamu tidak salah kostum.Ini di pantai bukan di kantor.."ucap Arka meledek pakaian Andreas. Membuat yang lainnya tertawa di buatnya.


"Sepertinya perjuanganku dari Chinna kesini sia-sia saja.." Andreas berbalik marah dan berjalan menjauhi mereka.


"Apa dia marah?" tanya Sashi pada yang lainnya.


"Aku tidak perduli.Jika dia marah yang merasa di rugikan adalah kamu.." seru Arka membuat Sashi menghunuskan tatapan tajam kepadanya.


"kejar sana priamu. Dia terlihat marah.."pinta William pada Sashi.


"Aku tau.." ungkap Sashi sambil tersenyum kecil. Andreas memang mudah marah jika ada seseorang yang menggodanya atau mencoba mempermainkan perasaannya.


Sashi berlari menghampiri Andreas.Sashi menghalangi langkah Andreas dengan cepat.


"Apa kamu marah.." ejek Sashi yang telah berdiri di depan Andreas. Namun Andreas mengalihkan tatapannya dari Sashi.


"Aku hanya sedikit mengusilimu sayang. Jangan marah,aku hanya bercanda..Aku.." belum selesai Sashi mengatakan kalimatnya Andreas dengan cepat membuat tubuh Sashi mendekat kearahnya dan mengecup bibir gadis itu.


"Jangan mempermainkan perasaanku.Jika tidak ingin aku mencium kamu sebagai hukumannya.." tegas Andreas pada Sashi.


"Mesum.." Sashi melepaskan tangan Dava dari pinggangnya.


Andreas memeluk Sashi. " Aku merindukanmu selama satu minggu ini.." Andreas memeluk Sashi lagi dan mengecup punggung gadis itu.


"Tapi kamu malah disini membuatku cemburu.."keluh Andreas dengan nada kecewa.


"Apa kamu masih membenci William? Ayolah,aku hanya menganggapnya saudara.." Sashi melentangkan kedua tangannya di leher Andreas manja.


"Saudara atau bukan.Jika dia terlalu dekat denganmu akan aku hajar.." jawab Andreas dengan nada mengancam.


Sashi mengernyitkan alisnya.


"Kekasihku sangat pemarah.Ayo kembali ke Villa.Yang lain sudah menunggu.." Sashi menggandeng tangan Andreas.


Di depan Villa, Arka dan yang lainnya sudah selesai menyiapkan hidangan untuk mereka bersama di temani pemandangan pantai yang indah.


"Haruskah aku memutar sebuah lagu romantis.." ucap William sembari mencari lagu yang cocok untuk moment indah itu.


"Apa kalian melupakanku.." Andreas berjalan menuju meja Arka dan William.


"Tetu saja,buat apa mengajak seseorang yang emosinya mudah tersulut.."ejek Arka dengan tawa cekikikan.


"Sialan.."gerutu Andreas.


Sashi duduk di antara Andreas dan William.Kursi itu di buat melingkar.Sedangkan di sisi kanan William ada Angela dan di ikuti oleh Marsha dan Arka.


Sashi memeluk lengan Andreas manja dan menatap lekat wajah Andreas.

__ADS_1


"Kenapa kamu menatap wajahku seperti itu? aku tau kalau aku memang tampan.."puji Andreas untuk dirinya sendiri.Yang lainnya hanya menyoraki ucapan Andreas.


"Apa kalian sudah bertunangan?" tnya William penasaran.


Sashi menatap wajah Andreas sebelum menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya dia tidak menginginkan hubungan ini lebih dari sekedar pacar.." keluh Sashi dengan ekpresi wajah yang di buat sedih.


"Andreas hanya lelaki pengecut.."ejek Arka pada lelaki di sampingnya itu.


Andreas melirik Arka kesal,lalu dia mengeluarkan kalung yang di pakainya. Di kalung itu ada sebuah cincin yang menjadi bandulnya.


Sashi mengernyitkan keningnya.


Kenapa cincin itu bisa berada di kalungnya..


Andreas mengeluarkan cincn dari kalung yang di pakainya dan meraih tangan Sashi. Arka dan yang lainnya menyoraki dengan penuh bahagia moment romantis itu.


"cincin pernikahan ini milik nenekku dulu.Lalu turun ke Papa dan kini di serahkan kepadaku.."jelas Andreas sambil melingkarkan cincin itu di jari Sashi.


"Menikahlah denganku.." ungkap Andreas sungguh-sungguh.Wajah Sashi sumringah mendengar kalimat itu.


"Apa bisa di ulangi lagi? aku ingin menengarnya lagi.." ucap Sashi dengan memegangi pipinya yang tiba-tiba hangat.Andreas tertawa melihatnya.


"Menikahlah denganku Sashi Kirana Dewantara.Aku mencintaimu.." ucap Andreas lagi.


Sashi mencium kening Andreas sebagai jawaban atas permintaan Andreas itu.


"Romantis sekali.." ungkap William kepada Sashi dan Andreas.


William menoleh kearah Angela.Dia memperhatikan Angela yang sedang tersenyum.


"Angela.." panggil William pada gadis yang duduk di sampingnya.


Angela menoleh kearahnya.


"Hmmm?"


"Bisakah kita berteman baik,sepertinya aku tidak memperkenalkan diriku dengan detail tadi.." William mengulurkan tangannya kepada Angela.


Angela tersenyum dan menerima uluran tangan William.


"Kamu tidak perlu menceritakan hidupmu secara detail,dengan berjalannya waktu kita akan saling mengetahui satu sama lain.." jawab Angela.


"Dia gadis yang baik.Aku menyukai nada bicaranya yang lembut."pikir William dalam hati


Mereka menikmati hembusan pantai sore hari sembari menikmati makanan yang telah tersaji diatas meja.Sesekali mereka menertawakan sesuatu dan terlihat sangat akrab satu sama lain.


Cinta membawa hal yang luar biasa di hidup mereka, hanya saja waktu telah menentukan. Kapan cinta itu pantas untuk di pertemukan.

__ADS_1


-


-


__ADS_2