
Sashi dan Andreas di buat kikuk dengan kehadiran Arka yang tiba-tiba.Di belakang Arka terlihat William yang memperhatikan keduanya.
"Ini di dalem rumah.Jangan aneh-aneh ntar di grebek massa.."ucap Arka dengan cengiran kecil di bibirnya.
"Apasih..kak Andreas cuma bantuin aku buat kopi.." keluh Sashi sambil membawa teh dan kopi ke ruang tamu.Arka mengikuti langkah Sashi di belakang.
"Bilangnya ke kamar mandi eh malah mampir ke dapur.Udah kayak suami selingkuhan.."gumam William pelan pada Andreas sebelum kembali menuju ruang tamu.
"biang kerok.."umpat Andreas membalas ejekan William.
Sashi menyajikam kopi dan teh yang telah di seduhnya di atas meja ruang tamu.
"Mama di kamar?"tanya Sashi pada Arka yang duduk di sampingnya.
"Iyaa..udah tidur kayaknya sekarang.."
Sashi menghela napas berat.
Sepertinya bulan ini banyak sekali masalah.Kak Angela,orang tua..
"Kak Andreas nanti pulang pakai mobil Sashi ya? Anterin Sashi ke kantor Papa.."pinta Sashi pada Andreas.Mendengar hal itu,tentu saja membuat Andreas senang.
"Okeee."balas Andreas dengan senyum yang masih menghias di bibirnya.
"Sas,kamu bisa kesana sama aku kok.Supir aku sudah perjalanan kesini?"celutuk William tak ingin kalah bersaing dengan Andreas.William sangat menyadari jika Sashi juga memiliki rasa kepada Andreas,namun prinsip "Sebelum janur kuning melengkung" menjadi prinsip utama kisah cintanya.
"Ohh yaudah deh.."Sashi mengiyakan tawaran itu.Lagi pula Andreas juga terlihat lelah.
"Nih cowok bener-bener biang kerok.Kenapa pacar aku polos sekali sih.Udah tau dia cuma cari perhatian.."keluh Andreas dalam hati.Ia menatap kesal kearah William.
"Kamu yakin? kasihan supir kamu tuh jadi bolak-balik jakpus ke Jaktim.." Ungkap Arka yang mengetahui lokasi rumah temannya itu.
"Aku kira kamu juga dari Jaktim.Jangan deh kasihan supir kamu.."Sashi menolak tawaran William.
"Gak apa kok Sas.."jawab William lagi namun Sashi tetap menolak tawaran itu.
Nih Arka gak bisa ngerti apa kalo lagi modusin adeknya.
"Aku sama kak Andreas aja searah tempatnya.."
_____________________________
Supir William telah sampai di tempat Sashi.
"Sas,aku pulang dulu ya.Makasih teh sama camilannya.Ka,pulang dulu yaa.."pamit William sebelum masuk ke dalam mobil miliknya.
"Iyaa.Hati-hati di jalan.."
"hati-hati will.."seru Arka sembari membalas lambaian tangan William.
Setelah William pergi,Sashi meminta Arka menjelaskan permasalahan kedua orang tuanya.
"Jadi kata mama gimana? mereka berantem ya?" tanya Sashi sembari berjalan masuk ked dalam rumah.
Arka memberikan kode jika masih ada Andreas disini.Andreas yang menyadari jika kedua saudara itu ingin membahas sesuatu penting segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruang tamu.
__ADS_1
"Aku tunggu di luar ya Sas.."seru Andreas dan melangkah pergi.
"Iyaa Kak.Tunggu bentar ya.."balas Sashi.
"Mama bilang kalo papa beberapa hari ini bersikap cuek bahkan jarang pulang ke rumah.."jelas Arka pada Sashi.Menyampaikan apa yang di katakan mamanya kepada dirinya saat itu.
"Kok papa tiba-tiba gitu? dia selingkuh?"tanya Sashi tak mempercayai hal itu.Sashi mengetahui sangat jelas jika kedua orang itu saling mencintai.
"Entahlah aku tidak tau pasti.Kamu tanyakan sama papa aja nanti.Jangan langsung menuduhnya,mungkin papa memiliki alasan lain.."imbuh Arka lagi menyampaikan opininya itu.
Sashi mengangguk mengerti.
"Yaudah,aku mau berangkat ke Papa sekarang.."ucap Sashi berpamitan pada Arka.
"Minta Andreas untuk fokus sama jalanan,jangan cuma mandangin wajah kamu aja.." Sashi tersenyum kecil mendengar pesan Arka itu.
"Iya Adek.."balas Sashi sebelum menghilang dari balik pintu rumahnya dan menghampiri Andreas yang sudah menunggu di teras depan.
"Yuk Kak.Maaf ya lama.." Sashi menonaktifkan Alarm mobilnya dan memberikan kunci itu kepada Andreas.
Mobil milik Sashi yang di kendarai oleh Andreas mulai bergerak dan melesat pergi menuju jalan raya.
Sashi menghela napasnya berat.Ia memikirian apa yang di katakan Arka kepadanya tadi.
Apa papa punya wanita simpanan?Akhh,tapi tidak mungkin.Papa sangat mencintai Mama..
Andreas yang melihat Sashi bergumul dengan pikirannya sendiri membuatnya khawatir.
"Tenang saja,semuanya akan baik-baik saja.." Andreas menyentuh jemari Sashi untuk menenangkannya.
Sashi mengangguk mengiyakan.Ia melekatkan telapak tangannya erat ke jemari Andreas.
Mobil Andreas berhenti tepat di depan pintu masuk kantor milik Orang tua Sashi.
"Aku tunggu di Lobby ya.."ucap Andreas ketika Sashi membuka pintu mobil.
"Iyaa kak.." Sashi mengiyakan dan segera masuk ke ruangan kerja Papanya.
Sashi menemui meja sekretarisnya yang berada di depan ruangan Dava.
"Apa Papa ada di dalam?"tanya Sashi pada Sekretaris laki-laki Dava.
"Ada nona..saya informasi dulu ke tuan kedatangan anda.." lelaki itu hendak menelpon Dava lewat telepon kantor namun Sashi mengurungkannya.
"Tidak perlu,aku langsung masuk saja.."Sashi berjalan menuju pintu kaca dan mengetuk beberapa kali sebelum masuk ke dalam.
Sashi melihat Dava sedang menatap layar laptopnya dengan serius.
"Papa.."seru Sashi menghampiri lelaki yang sudah berusia 54 tahun itu namun masih terlihat gagah.
Dava mendonggakkan kepalanya melihat Sashi berjalan menghampirinya.
"Sashi,kamu kok pulang ga ngabarin Papa.Kan Papa bisa jemput dan pulang ke rumah.." seru Dava sambil berdiri menyambut kedatangan putrinya dan berpindah duduk di sofa.
"Trus kalau Sashi gak pulang,Papa juga ga pulang ke rumah?"tanya Sashi dengan nada ketus membuat Dava sedikit heran.
__ADS_1
"Kok nadanya marah gitu ke Papa.." Dava memperhatikan kemarahan di wajah Sashi.
"Papa punya wanita simpanan ya?"
"Astagfirullah,kok gitu ngomongnya.Mamamu aja gak ngabisin kok malah ada wanita lain.."keluh Dava mendengar tuduhan putrinya.
"Bohong,Mama kok bilang Papa jadi cuek kalo di rumah..jarang pulang lagi.."
Dava menghela napas panjang.
"Papa jarang pulang karena memang sibuk sayang,ini perusahaan mau meluncurkan produk baru..jadi Papa harus menyeleksi semuanya agar laku di pasaran.Kamu sama Arka belum bisa bantu bisnis Papa,jadi papa yang memimpin semuanya.."jelas Dava membuat Sashi mengerucutkan bibirnya.
"Sashi gak ada passion di bisnis ini,pa.Sashi suka desain.."
Bukan karena tidak ingin,tapi memang Sashi tidak memiliki minat untuk terjun ke dunia bisnis seperti Papanya.Dia tidak pandai dengan perhitungan keuangan,bisnis dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan itu.
"Iya papa ngerti sayang.Papa gak maksa kamu untuk meneruskan usaha Papa..selama Papa mampu,akan Papa lakukan sendiri.."
"Lalu kenapa Papa cuek sama Mama?"tany Sashi lagi yang masih penasaran.
" kamu ini gak inget ya? dua hari lagi kan hari pernikahan Papa sama Mama..." kali ini Dava yang terlihat kesal karena ia mengira Sashi tidak mengingat hari pernikahan orang tuanya.
"Sashi inget Papa.. tapi yang buat Sashi bingung,kenapa Papa jadi bersikap cuek ke Mama.Biasanya juga kayak romeo sama juliet,lengket bener.."celutuk Sashi membuat tawa Papanya itu pecah.
"Ya kan karena Papa sayang Mama kamu.Buktinya juga lahir kamu sama Arka.."jawab Dava masih dengan tawa kecil di bibirnya sedangkan Sashi memasang wajah serius di depan Papanya.
"Sekarang udah gak sayang? Kok jadi cuekin mama sekarang.."
"Papa cuma mau buat trik prank kecil-kecilan ke Mama kamu Sas.Biar kayak pasangan jaman sekarang gitu..."ungkap Dava setelah di desak oleh Sashi.
"Seriusan?"tanya Sashi gak percaya.
"Iyalah,emang mau ngapain lagi? selingkuh gitu? umur papa udah gak muda lagi Sas.Siapa yang mau sama Papa yang udah keriput ini.Paling juga cinta sama uangnya.."
"Ya ampun Pa,aneh-aneh deh.Tuh mama murung di dalem kamar,ntar kalo mama lari trus nikah lagi tau rasa loh.."celutuk Sashi membuat Dava membelalakkan kedua matanya mendengar ucapan Sashi.
"Husssh,Kok gitu sih ngomongnya.Kan Papa becanda.."ucap Dava membela diri.
"Ya udah samperin Mama dulu di rumah.Gausah gitu-gituan Pa.Garing tau.."gerutu Sashi mendengar rencana Dava.
"Ekkh terserah Papa dong.Kan ini rencana Papa yang buat.." Dava mengambil jas yang di sampirkan di kursi putarnya.
"Terserah papa deh.."balas Sashi pelan.
"Kamu mau pulang bareng Papa? atau kesini bareng supir?"tanya Dava sebelum keluar dari ruangannya.
"Sama Kak Andreas Pa.."
Dava mengangguk mengerti."Kalian udah baikan?
"Iyaa udah.." jawab Sashi mengiyakan.
"Udah jadian berarti dong.."tebak Dava dengan senyuman smirk terlukis di bibirnya.
"Kok papa tau?"tanya Sashi bingung.Karena ia belum menceritakan kepada siapapun hubungannya dengan Andreas saat ini.Mungkin hanya Arka dan William yang melihat Andreas dan Sashi menjadi lebih dekat satu sama lain.
__ADS_1
"Tau dong.Papa kan juga pernah cinta monyet kayak kamu.."jawab Dava dengan senyuman kecil.
BERSAMBUNG