
Dava di bantu oleh Pelayannya untuk turun ke lantai dasar sedangkan Raeviga berada di belakang Dava.
Laili menghampiri anaknya yang telah duduk di kursi roda.Wanita parubaya itu mendorong kursi roda Dava hingga menuju ruang tamu di ikuti oleh Raeviga.
"Kalian pindah sementara saja ke kamar yang di bawah Nak.Biar gak susah untuk turun.."pinta Laili pada Pasangan itu.
"iyaa ma"jawab Raeviga.
Dava mengangguk mengiyakan ucapan ibunya.
"Mama kesini mau mengajak kalian untuk pergi ke acara lelang produk perhiasan nanti malam"
"Kenapa gak Arga aja ma"keluh Dava yang merasa malas dengan kondisinya sekarang.
"Mama sudah mengajaknya tapi Arga menolaknya karena urusan bisnisnya tidak bisa di tinggal.."
"Rae,kamu gimana mau kan?"tanya Laili pada Raeviga yang sedari tadi hanya diam mendengarkan obrolan mereka.
"Rae tergantung Dava aja ma"jawaban Raeviga itu membuat hati Dava berdebar entah mengapa.
Istri Sholeha.
"Mama pengen banget dateng di temenin anak-anak mama.."mencoba membujuk Dava agar pergi bersamanya.
Setelah beberapa menit Dava terdiam akhirnya lelaki itu mengiyakan permintaan mamanya.Dava berpikir mungkin di sana ada perhiasaan yang unik dan cantik untuk istrinya.
"Nanti malam mama akan kesini lagi,kalian sudah harus siap"ucap Laili tersenyum senang dan beranjak pergi dari kediaman anaknya.
"Dan di kulkas mama sudah menaruh beberapa buah dan makanan kesukaan kamu Nak.."serunya sambil berjalan pergi.
"Makasih ma"jawab pasangan itu bersamaan.
______________
Dava dan Raeviga sedang berada di taman halaman rumah mereka membantu Dava untuk melatih otot kakinya.
Dava mencoba berdiri dengan memegang tangan istrinya.Dava mulai mencoba melakukan peregangan pada ototnya dengan mengangkat satu kakinya hingga membentuk sudut 90° serta mengayunkan ke belakang membentuk sudut 45°.
Perlahan Dava mengangkat kakinya dan berkonsentrasi agar otot-otot kakinya tidak terlalu tegang.
"Dav,berhenti dulu kalo capek"seru Raeviga melihat keringat yang sudah mengalir sedari tadi di tubuh Dava.
"habis ini" jawaban yang sama dari 45 menit yang lalu.Sudah empat jam tubuh Dava terlalu memforsir tenaganya untuk melatih otot kakinya.Begitu pula dengan otot kaki Raeviga yang sudah kram karena sedari tadi berdiri memegangi tangan Dava.Namun Wanita ini menahan sebisa mungkin kram di kakinya.
__ADS_1
Dava mengakhiri sesi latihannya ketika sorot matanya tidak sengaja melihat kaki Raeviga yang sedikit gemetar.Dia menyadari bahwa dia terlalu terobsesi hingga tidak melihat wanita di depannya sedang menahan kaki di depannya.
Dava telah kembali duduk di kursi rodanya,Raeviga duduk di bangku taman di hadapan Dava.Wanita itu menyelonjorkan kakinya yang terasa kaku.
"Sini kaki kamu.."pinta Dava dan sedikit mendekat ke arah Istrinya.
Raeviga mengernyitkan keningnya binggung.Dava yang melihat ekspresi kebingungan Raeviga menatap gemas ke arahnya.Melihat Raeviga yang tidak segera mengangkat kakinya akhirnya Dava meraih kaki Raeviga dan menaruhnya di pahanya.
Raeviga yang melihat itu ingin menarik kakinya namun Dava telah menatap tajam ke arah membuatnya pasrah menuruti apa yang di katakan lelaki yang berada di hadapannya itu.
"Seharusnya bilang kalau kaki kamu capek.."omel Dava sembari memijit pelan Kaki Raeviga.Wanita itu hanya tersenyum malu dengan perlakuan Dava yang perhatian itu.
"Ngak capek banget kok"sangah Raeviga tersenyum dengan perhatian Dava.
Dava memandang wajah Raeviga yang sedang berbunga-bunga karena sikap manis Dava padanya.
"kenapa natap aku gitu.Makin terkesima ya"ejek Dava melihat Raeviga yang sedari menatapnya tak berkedip.
"Ikhh!Ge.er"Raeviga menyangkal Ucapan Dava lagi.
"Yakin? itu air liur udah mau netes aja"ejek Dava tertawa melihat Raeviga yang sudah merona merah itu.
"Nyebelin kan!"gerutu Raeviga sambil memukul lengan suaminya.
"Mau apa?"seru Raeviga yang sudah melihat tatapan mesum Dava.Dengan cepat Raeviga menutup bibirnya erat berjaga-jaga dari serangan Dava lagi.
Dava tertawa melihat kegugupan dan tingkah gadis itu.Namun tanpa memperdulikan hal itu Dava semakin mendekat ke arah Raeviga.Tubuh Dava sudah mencondongkan ke depan dan Raeviga menahan tubuh Dava untuk mendekat kearahnya.Dia hanya merasa malu jika harus bermesraan di tempat umum.Apa lagi harus di lihat oleh Pelayan-pelayan Dava yang berada tak jauh dari mereka.
"kenapa Rae? aku cuma mau ngambil daun yang tersangkut di rambut kamu.."ungkap Dava tertawa melihat Raeviga yang siap-siap menghindarinya.
Dava menarik daun yang terjatuh di rambutnya dan menunjukkan kepada Raeviga.Gadis itu sudah terlihat sangat malu dengan spekulasi bodohnya.
"Pikiran udah mesum aja!"keluh Dava terkekeh geli.
Yah,gimana lagi.Punya suami mesum kayak kamu!
Raeviga hanya mengerutkan bibirnya mendengar ejekan Dava padanya.
"Tuan,Nona makan siangnya sudah siap.."ucap pelayan wanita yang sangat dekat dengan Raeviga.
"Baik bi"jawab Raeviga dan mulai mendorong kursi roda Dava menuju meja makan.
___________
__ADS_1
Dava sedang berada di ruang kerjanya yang berada di samping kamar Dava-Raeviga yang baru.Kini untuk sementara waktu mereka akan tidur di kamar lantai bawah sesuai usul Laili tadi.
Dava membantu Arga menangani pembagian provit perusahaan dengan bekerja dari rumahnya.Dava akan melakukan panggilan Video apabila harus di butuhkan untuk bertatap muka.
Sedangkan Raeviga telah tertidur pulas setelah makan siang dan membaca Novel online Melodrama sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Gadis itu berurai air mata ketika membaca adegan yang membuat hatinya ikut menangis,dan terkadang dia juga mengumpat pada tokoh cerita yang membuatnya kesal.
Dava telah berada di ruang kerja berjam-jam yang lalu.Laki-laki itu masih sibuk dengan urusan perusahaannya yang berada di kantor cabang.Raeviga menggeliatkan tubuhnya.Dia bangun dari tidur siangnya yang tidak mendapati Dava di kamar mereka.
"Dava kemana?"gumamnya sembari berjalan menuju ruang tamu mencari Dava.
"Bi,liat Dava?"tanya Raeviga sambil mengedarkan pandangannya.
"Masih di ruang kerjanya non.."
"mulai siang itu sampai sekarang?"
"Iyaa non"jawab Pelayan itu mengangguk mengiyakan.
Raeviga berjalan menuju Ruang kerja suaminya.Dia melihat Dava masih sibuk dengan pekerjaannya.Raeviga berjalan menghampiri Dava dan berdiri di samping laki-laki itu.
"sibuk banget ya?"tanya Raeviga melihat laporan-laporan berserakan di meja kerjanya.
Dava yang tidak menyadari keberadaan Raeviga,menatap terkejut ketika Raeviga tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.
"Kamu sejak kapan disini?"tanya Dava sedikit terkejut.
"Kalo udah sibuk sama kerjaan,istrinya dateng aja gak diliat!"
Dava tersenyum tipis memandang wajah istrinya.
"Maaf ya,lagi banyak kerjaan"keluhnya kemudian kembali menatap ke arah laporannya.
Raeviga menggeser kursi yang berada di depan meja Dava dan meletakkannya di sisi lelaki itu.
"Mau aku bantu?"tanya Raeviga pada Dava.
Dava menoleh menatap istrinya.
"Kamu yakin?"
Raeviga mengangguk menyakinkannya.
"Kalo gitu kamu yang ngecek ini,biar aku yang menyesuaikannya dengan laporan ini.."pinta Dava memberi komando kepada Raeviga.
__ADS_1
BERSAMBUNG