CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 61 : EXTRA CHAPTER-SWEET FAMILY


__ADS_3

Dava sedang memeluk tubuh Raeviga di sebuah pantai di Bali,Langit yang masih terang dengan udara yang sangat sejuk.Dava mencondongkan wajahnya ingin mencium istrinya.


Namun tangan Raeviga menghentikannya dan menunjukkan kepada kedua buah hati mereka yang sedang bermain pasir dengan sangat gembira.


"Ada anak kita.Jaga sikap dong.."keluh Raeviga sambil melepaskan pelukannya.


"Ke kamar aja kalau gitu yank..."ucap Dava dengan tatapan yang sudah siap 'memangsa'


"Trus mau ninggalin anak kita gitu aja.Yang bener aja sih.."jawab Raeviga sambil mencubit lengan suaminya.


Dava merintih kesakitan sambil tersenyum kecil melihat keluarga kecil yang sempurna sekarang.


Dava menyusul Raeviga yang menghampiri buah hati mereka yang sibuk bermain dan bertengkar kecil.


"Papaaa..."rengek seorang gadis kecil sambil berlari memeluk tubuh Dava.


Dava menekuk kedua kakinya membuat dirinya sejajar dengan tinggi anaknya sekarang.


"Kenapa sayang?"tanya Dava lirih.


"Arka ngambil mainan aku..."ucapnya sambil menunjuk mainan sekop pasir yang di pegang oleh anak lelaki yang seusia dengannya.Namun sedikit lebih tinggi dari pada anak perempuan itu.


"Hih,Apaan sih manja.Nih mainan aku,Papa yang beliin buat Arka..."seru anak laki-laki itu yang menatap kesal pada gadis kecil itu.


Sashi Kirana Dewantara,gadis yang berusia 7 tahun itu adalah anak dari Raeviga dan Dava.Wajahnya oriental dengan kulit wanita asia itu terlihat sangat cantik.Sifatnya yang terkadang manja dan tak ingin mengalah membuat Dava dan Raeviga kewalahan dengan sikap manjanya.


Sedangkan Arka Gumilang Dewantara,lelaki kecil yang sekarang menatap kesal ke arah Sashi.Walaupun mereka di lahirkan di hari yang bersamaan namun Sashi lebih dulu lahir beberapa menit sebelum Arka.Membuat dirinya selalu di tindas dan mengalah karena Sashi selalu mengatakan jika Arka harus mengalah dengan Kakaknya.


Kedua anak itu memilik arti Penerang di nama mereka.Arka yang berarti Matahari,dan Sashi yang artinya Bulan.Dava dan Raeviga berharap keduanya selalu menerangi walau di kala terang atau gelap.Membuat mereka saling melengkapi sesuai arti namanya.


Dava menggendong putri kecilnya yang sedang merajuk dan merengek di pelukan Dava.


"Itu punya Sashi kan pa?"tanya Kanya dengan menunjukkan wajah yang memelas.


Anak ini sangat pandai berakting.

__ADS_1


"Bukan sayang,itu punya Arka.Kalau Sashi pengen mainan itu nanti Papa belikan ya.."jelas Dava pada putri kecilnya.Dava dan Raeviga selalu menunjukkan sikap yang adil untuk kedua buah hati mereka.Mereka akan menegur anaknya tanpa harus menyakiti fisik kedua buah hatinya dan tidak melukai perasaannya.


Mendidik anak seusia mereka butuh pembelajaran extra..


"Papa kok bela Arka sih!"gerutu gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya.


"Enggak sayang,Papa itu sayang kalian.."ungkap Raeviga sambil mengandeng tangan Arka dan menghampiri Dava yang mengendong anak perempuannya.


"Mainan ini emang punya Arka,kan Sashi di belikan boneka besar sama Papa kemaren.."ungkap Raeviga lembut.


"Tapi..Tapi Sashi pengen mainan Arka.Itu punya Sashi.."keluh anak kecil itu masih dengan wajah merengut.


"Nanti Papa beliin setelah pulang dari sini ya.."Dava mencoba menenangkan putrinya.Namun gadis itu tetap merengek meminta mainan milik Arka.


"Mau yang punya Arka sekarang.."pinta gadis itu keras kepala.


"Nih anak keras kepala nurun siapa ya? gue atau Dava?"gumam Raeviga sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja anak perempuannya itu.


"Nih buat Sashi..."timpal Arka tiba-tiba.Lelaki kecil itu menyodorkan mainan yang di bawanya kepada Saudara kembarnya itu.


"Papa,turunin Sashi.Aku mau ambil mainannya.."Ungkap Gadis kecil itu pada Dava.


Sashi mengambil mainan yang di berikan Arka padanya sambil memeluk saudara kembarnya itu.


"Makasih,adek pinter.." puji Sashi tertawa senang sambil mengelus pangkal kepala Arka.Membuat Laki-laki kecil mendengus kesal.


"Tangan kamu bau! udah sana.Awas aja masih cengeng lagi.."ungkap Arka sambil kembali bermain pasir lagi.Sashi mengikutinya dari belakang dengan mainan yang di bawanya.


Dava mendekati Raeviga yang tengah melihat kedua anaknya bermain,sesekali ia tersenyum kecil melihat bagaimana Arka mengalah kepada Sashi.Dava memeluk bahu Raeviga sambil sesekali mengecup lembut telapak tangan istrinya,melihat hal itu Raeviga mengernyitkan Alisnya melihat Sikap Suaminya itu.


"Ada apa?"tanya Raeviga melihat sedari tadi Dava terus mengecup jemarinya membuat gadis itu sedikit geli di buatnya.


Dava hanya menggeleng dan tersenyum menjawab pertanyaan istrinya.


"Dasar aneh.."gumam Raeviga dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

__ADS_1


"Kamu tau,sifat manja Sashi itu nurun dari kamu.."Ungkap Raeviga sambil menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.


"Keras kepalanya nurun dari kamu yank"ejek Dava membuat Raeviga mendengus kesal.


"Kok aku?.kamu lebih keras kepala ya.." Raeviga menyangkal perkataan Dava sembari menatap tajam ke arah suaminya.


"Hehe.Gak apa kan anak kita.."imbuh Dava sambil mengeratkan dekapannya di bahu istrinya.


_________________________


Langit yang cerah kini dengan cepat berganti dengan gelapnya malam,Dava mengajak liburan keluarga kecilnya itu untuk merayakan Peringatan pernikahannya yang sudah 11 tahun bersama Raeviga.Melihat kebersamaan Anak dan Istrinya membuat kebahagian tersendiri bagi Dava.


Raeviga tengah tertidur di pelukan Dava dengan hanya di baluti oleh selimut pitih yang membuntal tubuhnya.Dava mencium punggung istrinya yang disinari oleh cahaya bulan.Raeviga menggeliatkan tubuhnya ketika sesuatu yang hangat menyentuh tubuhnya.Namun kedua matanya tetap tertutup dan kembali terlelap.


Dava terkekeh geli,ia terus membanjiri istrinya dengan kecupan hangat di tubuh Raeviga di malam yang dingin itu.Dia membenarkan selimutnya lagi setelah merasa puas bermain-main di tubuhnya istrinya yang sedang tertidur.


Dava mengambil sesuatu di laci di sebelah kamar tidurnya dengan satu tangannya yang masih merengkuh tubuh istrinya.Sebuah kotak berwarna hitam telah berada di tangan Dava.Sebuah Kalung dengan manik berlian yang terukir sangat indah.Dia tersenyum kecil melihat kalung putih itu.Dava mulai memasangkan kalung indah itu di leher jenjang Raeviga yang sudhh penuh tanda kemerahan milik Dava.


Sebuah senyuman terukir jelas di bibir Dava ketika sebuah kalung itu telah melekat di leher istrinya.


Sangat cantik.


Dava mengenggam telapak tangan Raeviga,dan mencium kening istrinya.


"Happy Anniversary sayang.."Gumam Dava pelan di telinga Istrinya.Dava mempererat pelukannya dan tertidur memeluk tubuh istrinya.


Tak berselang lama,Raeviga membuka kedua matanya dan menatap Dava yang telah tertidur.Gadis itu ternyata tidak tertidur sepenuhnya ketika merasakan Sesuatu yang basah menyentuh tubuhnya.Namun Raeviga membiarkan Dava berulah di tubuhnya.


Kini gadis itu tersenyum menatap hadiah pemberian Dava yang melingkar di lehernya.


Sweet banget nih suami aku tersayang.Terima kasih,I love You..


Raeviga mengecup kening Dava lembut dan kembali tertidur di pelukan suaminya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2