CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 #4 - ARKA : KEMBALI SEMENTARA


__ADS_3

Arka sedang berada di Bandara,London.Dia berkeinginan untuk pulang ke negara asalnya untuk sementara waktu karena liburan semester masa perkuliahannya.Lagi pula dia hanya tinggal menyeselaikan thesis akhirnya.


"Bisa di selesaikan lewat online juga..."pikirnya.


Arka sudah berada di dalam pesawat.Dia tidak memberitahukan siapapun tentang kepulangannya ke Indonesia.Lelaki itu ingin memberikan kejutan kecil untuk keluarganya.


Arka memasang earphone di telinganya karena perjalanan penerbangan itu akan memakan banyak waktu.Sesekali lelaki itu merekam pemandangan kota dari atas langit dan laut biru yang terbentang sangat indah di bawah sana.Arka menikmati lukisan tuhan yang kini sedang di lihatnya.


Dava sedang berada di dalam kantornya mengadakan rapat dengan pemegang saham yang lainnya,termasuk juga dengan Andreas yang mewakili Papanya.


"......Terima kasih kepada kalian semua karena telah mempercayakan bisnis ini kepada Saya.Seperti kalian ketahui di tahun-tahun sebelumnya laba perusahaan yang semakin berkembang pesat hingga saat ini.Saya berkeinginan untuk bekerja sama mendirikan sebuah yayasan rumah sakit yang terletak di Kalimantan."beberapa kalimat Dava itu mendapat ungkapan setuju dari pemegang saham yang lainnya.Begitu pula dengan Andreas yang menyutujuinya.


Perjalanan panjang selama 13 jam di dalam pesawat membuatnya Arka sedikit jengah.Kini lelaki itu tengah berada di dalam taxi yang di pesannya memelalui online.


"Kemana mas?"tanya supir itu.


"Perumahan Kencana Asri.."ucapnya sambil memainkan layar hp-nya.


Tak membutuhkan waktu lama Taxi telah melaju memecah kemacetan kota sore hari itu.


Arka sedang memainkan sosmednya dan mencari sebuah nama lewat kolom pencarian.


Marsha Leona Hartanto


Tangannya terus menggeser layar itu semakin ke bawah mencari seseorang yang ingin di temuinya.Bahkan tangannya juga menjelajah ke Sosial media lain seperti Facebook dan Twitter namun ia tidak menemukan wanita yang di carinya.


"Mas,disini kan?"tanya Supir taksi itu ketika map menunjukkan tempat pemberhentiannya.


"Akkhh! iya pak.."seru Arka karena terlalu sibuk.dengan layar handphone ia tidak menyadari jika taksi yang sedang di tumpanginya telah sampai.


Arka menurunkan koper kecilnya dan menghirup napas dalam-dalam.


I'm comeback my home


Arka hendak membuka pintu rumah itu,namun suara wanita yang sedikit nyaring di telinganya itu membuatnya menghentikannya.


"Arkaaaa!!!"seru Sashi sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk saudara kembarnya itu.


Arka menyilangkan tangannya dan menjauhkan tubuh Sashi yang akan memeluknya itu.


"Apaan sih lo.Sok akrab.."tekan Arka sambil menjauhkan tubuh gadis itu darinya.


"Brengsek!"maki Sashi sambil melengos masuk ke dalam rumah tanpa membantu membawakan barang milik Arka.


Sashi yang masih berada di samping pintu rumahnya menoleh ke belakang menatap Arka.

__ADS_1


"Jam tangan gue udah lo beliin kan?"tanya Sashi menunggu jawabannya.


"Hmm? yang mana?"tanya Arka seolah tak mengerti dengan perkataan Sashi.


Sashi menggerutu kesal.


"Mulut lo lama-lama pengen gue perban.."umpatnya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Raeviga yang mendengar suara ribuk dari teras depan berjalan menghampirinya.Rambut yang di kuncir tak beraturan dan tangan yang kotor karena tepung berjalan santai menuju teras.


"Sashi,ada apa?"tanya Raeviga sambil melepas celemek.yang di pakainya.


"Ada orang gila di depan mau masuk ke rumah.."jawab Sashi santai dengan senyum kecil menghiasi bibirnya.


"Orang gila?" Raeviga mengerutkan keningnya bingung.


Mana ada orang gila masuk komplek perumahan.


Raeviga berjalan keluar dan mendapati Arka sedang kesusahan dengan koper yang di pegangnya,karena dia harus melewati tangga kecil untuk masuk ke dalam rumah.


"Arka?"seru Raeviga sambil menghampiri putranya.


Arka mendongak melihat wajah Mamanya dan tangan yang kotor penuh dengan tepung itu.


"Mama habis ngapain?"tanya Arka melihat penampilan Raeviga.


"Gak usah ma,Arka bisa kok.."


______________________________


Malam hari itu,Arka berkumpul dengan keluarga kecilnya.Dava dengan kacamata baca yang melekat di wajahnya sedang membaca dokumen perusahaan dan sesekali ikut tertawa kecil dengan celoteh ringan keluarganya.


"Kamu rencana di Indo sampai kapan,Ar?"tanya Dava sambil menutup dokumennya dan menatap lurus ke arah Arka yang duduk di depannya.


"Kenapa sih sayang? kok tanya gitu.." Raeviga. menyahuti perkataan suaminya sambil sesekali mengambil kue yang di buatnya tadi.


"Dua bulan Pa.."jawab Arka menunggu pertanyaan Dava selanjutnya.


"Papa rencana kenalin kamu sama rekan kerja perusahaan Papa.Setelah ini kan kamu yang menggantikan posisi Papa..."Arka mengangguk mengerti dengan penjelasan Dava,begitu juga dengan Raeviga yang mangut-mangut setuju.


Sashi yang duduk di sebelah Dava tidak mendengarkan obrolan keluarganya,dia sibuk dengan layar handphone-nya dan sesekali mengacak rambutnya kesal ketika melihat video yang sedang ia putar.


Dava yang menangkap gerutuan kecil Sashi itu mencuri pandang apa yang sedang di lihat Anak perempuannya itu.Sashi menyadari jika Ayahnya sedang memperhatikannya.


"Papa ngintip ya?"tanya Sashi sambil menutupi ponselnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Raeviga dan Arka menatap ke arah Sashi yang tiba-tiba membuka suara nyaringnya sejak dari tadi hanya diam saja.


"Lo ngapain sih,Bocel?"tanya Arka melihat Sashi menggerutu kecil.


"Ikkh,apaan sih Lo kutu.."balas Sashi mengejek Arka.


"Kutu?" Arka melemparkan kue yang telah di gigitnya setengah itu ke arah Sashi yang duduk di hadapannya.


"Jorok Ikkh.."Sashi mengibaskan pakaiannya karena remah kue itu.


"Kamu lagi kesel karena apa sih Sas?"tanya Raeviga kemudian.


"Ekkhm.."Sashi memikirkan alasan apa yang akan di katakan kepada orang tuanya.


"Ma,Sashi di ajakin temen ke Mall sekarang.Boleh ya?"pinta Sashi dengan wajah memelas.


"Sekarang? kan udah jam setengah 10 Sas.Mau ngapain malem-malem gini.."imbuh Dava yang menyahuti permintaan anaknya itu.


"Halah,alasan tuh pa.."seru Arka memanas-manasi keadaan.


"Diem lo kutu.."gertak Sashi pada saudara kembarnya itu.Arka mencibir Sashi dan mengejeknya.


"Tapi dianter sama Pak Jo.."ungkap Dava pada putrinya itu.


"Yahh,Pa.Sashi mau pake mobil sendiri.."ucap gadis itu sambil merengek manja.


"Temen yang mana sih sayang.."imbuh Raeviga lirih.


"Si Aurel,yang biasanya kesini.."jawab Sashi dengan cepat mencoba menyakinkan orang tuanya.Sedangkan di hadapannya Arka hanya mencibirnya tak percaya.


"Pa..Ma.."rengek Sashi lagi.


"Yaudah,tapi jangan malem-malem.Jam 10 harus udah pulang.Ngerti?"ucap Dava dengan tegas.


Sashi mengangguk dan segera berlari menuju kamarnya mengambil tas dan cardigan untuk mengurangi hawa dingin di luar sana.


Setelah kepergian Sashi,Arka naik ke dalam kamarnya karena waktu sudah larut malam.Lelaki itu menelpon seseorang sambl berdiri di depan jendela kamarnya sambil memandang keheningan malam.


"Aku sudah mengirimkan fotonya.Kau lacak keberadaan gadis itu.Segera kabari aku dengan cepat.."pinta Arka sebelum mengakhiri panggilannya.


Arka menghela napas dan melemparkan ponsel itu ke atas tempat tidurnya.


"Aku akan segera menemukanmu.."


BERSAMBUNG

__ADS_1


fyi,sekarang ternyata ada grup chat ya di Noveltoon,yuk gabung untuk pembaca setia CINTA MALAM PERTAMA atau novel-novel aku yang lainnya.thx


__ADS_2