CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 13 # SASHI : AKU MENYERAH


__ADS_3

Sashi tertidur sangat lelap di kamar Arka,cahaya matahari pagi menyinari wajahnya.Ia menghalau cahaya yang masuk itu dengan telapak tangannya.Ia menyipitkan kedua matanya dan meregangkan tubuhnya karena rasa kantuk yang masih menyerang.


Ponsel yang berada di dalam tasnya berbunyi.Ia meraih tas slempangnya itu dengan gerakan malas.


Panggilan Telepon dari Arka.


"heemm.."gumam Sashi memulai obrolan di panggilan itu.


"Bangun bocel,dah siang.Di tungguin mama nih di meja makan.."seru Arka dari balik teleponnya.Lelaki itu sedang duduk bersama Raeviga dan Dava menggelilingi meja makan yang berbentuk oval itu.


Sashi menggeliatkan badannya untuk kedua kalinya.Ia melihat kearah jam di HP miliknya.


"Astaga! kok udah jam 8 aja.."pekik Sashi sambil melemparkan ponselnya ke atas temlat tidur dan berlari masuk ke kamarnya untuk mandi.


Di balik telepon Sashi,panggilan teleponnya masih tersambung dengan Arka.Mendengar suara pekikan Sashi yang sudah mulai kelabakan Arka hanya meringis geli dan memutuskan panggilan telepon itu.


Sashi sudah berpakaian rapi dengan Dress selutut berwarna putih dengan hiasan tali berbentuk menyilang di bagian dadanya.Ia merias wajahnya dengan make up tipis agar tidak terlalu pucat dan menutupi kedua matanya yang sedikit bengkak karena malam itu,saat di dalam mobil setelah pulang dari pesta Andreas ia menangis begitu lama.


Sashi meraih ponsel pintarnya dan akan mengirimkan sebuah pesan kepada Andreas.Namun Andreas ternyata lebih dulu mengirimkan pesan singkat kepada Sashi kemarin malam.


"Sas,Maafin aku.."


Pesan singkat dari Andreas itu baru saja terbaca oleh Sashi.Dia memandangi tulisan itu beberapa detik sebelum menekan ikon panggilan telepon di layar Handphone-nya.


Andreas sedang berada di dalam kamarnya,masih menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal dan menenggelamkan seluruhnya di dalam selimut itu.Semalam Andreas kesulitan untuk tidur,bayangan tentang Sashi telah membuatnya begadang semalaman.


Suara Handphone Andreas bergetar dari meja kecil yang berada di samping tempat tidurnya.Ia meraih ponsel itu dan melihat nama Sashi yang sedang menelponnya sekarang.


Seketika Andreas bangun dari posisi telungkupnya dan duduk dengan tegap seolah sedang berada di ruang ujian.


Kenapa dia menelponku pagi-pagi.Apa dia sudah membaca pesanku? apa yang harus ku katakan..


Lelaki itu mengusap layar ponselnya untuk menerima panggilan Sashi.


"Kak.." suara lirih Sashi terdengar begitu jelas saat panggilan itu telah terhubung.


"Kamu sudah.." Andreas akan membahas tentang kejadian semalam tapi lagi-lagi Sashi memotong pembicaraannya.


"Sudah meluangkan waktu untuk hari ini kosong kan?" tanya Sashi dengan raut wajah yang terasa berat.Seolah ini akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Andreas

__ADS_1


"Hari ini?" tanya Andreas sedikit bingung,namun seketika ia teringat dengan perkataan Sashi semalam.


"Kita akan pergi kemana?"tanya Andreas lagi.


"Ke suatu tempat.."jawab Sashi singkat.


"Aku akan mengirimkan lokasinya,akan aku tunggu disana.Bawa pakaian ganti ya kak.."ucap Sashi melanjutkan perkataannya.


Andreas yang mendengarnya dari seberang teleponnya hanya mendengarkan tanpa bersuara.Ia hanya bergelut dengan suara hatinya sendiri.


Apa yang akan gadis itu lakukan? apa dia tidak menyadari kalo aku sedang gugup sekarang? Sial,Sashi telah kembali memenuhi pikiranku...


"Kak..Kak Andreas denger Sashi ngomongkan?"seru gadis itu dengan nada yang sedikit lebih keras membuat Andreas tersentak kaget.


"Akkh yaah,tentu. Aku akan bersiap.."


"Sashi tutup teleponnya kalo gitu.."ungkap Sashi sembari menutup panggilan teleponnya.Di seberang sana,Andreas masih larut dalam kenangan masa kecilnya dulu bersama Sashi.


FLASHBACK


Saat itu, Andreas kecil berjalan beriringan bersama Sashi menuju kelas mereka. Andreas selalu mengantar Sashi ke kelasnya.Usia Sashi dan Andreas terpaut 3 tahun.


"Sas..." sapa seseorang lelaki yang berpapasan dengan Sashi dan Andreas.


"Ini pacar kamu?"tanya lelaki itu tanpa basa basi.Sashi dan Andreas yang mendengarnya menatap bersamaan kearah lelaki yang berdiri di depan mereka.


"Akkh,dia..dia kakakku.Kak Andreas sudah seperti kakakku sendiri.."jawab Sashi sembari melirik sekilas kearah Andreas.


Sashi yang saat itu masih kecil hanya bisa menganggap Andreas sebagai saudaranya.Namun Andreas yang saat itu sudah memasuki masa remajanya menatap kesal dengan jawaban Sashi,karena saat itu bagi Andreas Sashi adalah perempuan spesial kedua setelah mamanya.


Sejak saat itu,Andreas menggubur perasaannya dalam-dalam tentang Sashi.Hingga saat Ia memasuki tahun ketiga,Andreas menjadi lebih dekat dengan saudara sepupu Sashi,Angela.Namun sialnya,ia tetap tidak bisa melupakan kehadiran Sashi yang pernah mengisi hatinya.


FLASHBACK END


Andreas sudah berada di dalam mobilnya,ia menghidupkan mesin mobilnya dan mulai melajukan kendaraan roda empat itu memecah kerumunan kendaraan lainnya di jalan raya.


Sebuah pesan masuk dari Sashi yang mengirimkan peta lokasi tempat mereka bertemu.Namun bersamaan dengan itu terdapat pesan masuk dari Angela untuk Andreas.


Andreas menepikan mobilnya,Nama Sashi berada di baris paling atas.Andreas membuka pesan dari Sashi yang hanya berisi peta lokasi.

__ADS_1


"Baiklah, tunggu Aku disana.Ada sesuatu yang harus aku jelaskan ke kamu.."jawab Andreas membalas pesan Sashi.


Setelah mengatakan itu,Andreas membuka pesan dari Angela.


Andreas,bisa temenin aku ke rumah sakit?


Andreas terdiam,dia tidak membalas pesan Angela.Sejenak ia bimbang dengan pilihan yang ia ambil sebelum kembali mengendarai mobilnya.


Sashi sudah berada di sebuah pantai dengan desiran ombak yang tenang.Gadis itu duduk di atas pasir di bibir pantai.Memandangi ombak kecil yang menggulung setiap menitnya.


"Mama benar.Pantai ini sangat indah.Seharusnya aku menikmatinya dengan seseorang yang akan selalu berada di sisiku kan?"gumam Sashi pelan di sertai hembusan angin yang menerpa tubuhnya.


4 empat sudah berlalu dari jam yang seharusnya telah di tentukan.Sashi melirik jam tangannya dan memandangi sekitarnya yang sudah terlihat sepi.Warna langit sudah berubah menjadi orange kekuningan hanya beberapa pengunjung yang menikmati keindahan itu bersama keluarga dan pasangan mereka.


Hanya Sashi yang duduk sendiri sembari menatap gelombang air di pantai.Raut wajahnya sudah terlihat kesal.Ia mengecek handphone-nya namun tidak ada pesan masuk sama sekali dari Andreas untuknya.Terlihat pesan masuk dari Raeviga yang menanyakan jam keberangkatan penerbangan Sashi.


1 pesan masuk dari Mama


Sayang,kamu dimana? Papa sama yang lainnya udah nunggu kamu di bandara..


Membaca pesan itu,Sashi segera bangkit berdiri dan menyerah untuk menunggu Andreas lebih lama lagi.


Maaf Sashi tidak bisa menunggu kak Andreas lebih lama lagi.Semoga kakak bahagia..


Sashi meraih tas selempang dan jaketnya sebelum beranjak berdiri.


Sebuah mobil SUV terlihat menepi di seberang pantai.Pengemudi di dalamnya berlari menuju pantai dengan secepat yang ia bisa.Kedua sorot matanya hanya memandang kesalah satu wanita yang berdiri membelakanginya.


"Sashi..."panggil Andreas dari kejauhan.


Sashi membalikkan tubuhnya menoleh kearah sumber suara.Ia melihat Andreas sedang berlari di depannya.Wajahnya terlihat kusut dan lebam kemerahan di sekitar bibir dan ujung mata kanannya.


Apa yang terjadi dengannya?


-


-


**BERSAMBUNG

__ADS_1


Kenapa updatenya hari ini**? karena biar Raedernya gak terlalu kecewa karna harus menunggu jadwal update yang katanya lama..


Maaf ya,Nih aku update buat kalian..


__ADS_2