CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 49 : SWEET ANNIVERSARY


__ADS_3

Raeviga telah berada di dalam kamar mandi.Menenggelamkan tubuhnya di dalam bathup yang telah berisi air hangat dan aroma wangi dari lilin aroma terapi.


Dava berada di balkon penginapannya menelpon seseorang dengan suara pelan agar Raeviga tidak dapat mendengarnya.


"Lakukan sekarang,sesuai yang aku katakan semalam.."seru Dava mempertegas setiap ucapannya dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


Dava berpapasan dengan Raeviga yang telah selesai mandi,wanita yang masih menggenakan jubah mandi itu sedang membuntal rambutnya yang basah itu dengan handuk.


"Sayang,kamu beruntung aku tidak memangsamu tadi.."seru Dava dengan nada usilnya.


Raeviga hanya mencibir mengejek ucapan suaminya.Raeviga mengambil pakaian yang di bawakan oleh pelayan Dava untuknya.Sebuah Dress berwarna putih tulang dengan balutan pita merah melingkar di pinggang rampingnya.Kemudian ia berlari sembari mengejek suaminya lagi.


"Emang enak.."ejek Raeviga dengan tawa mengejeknya.


Dava hanya terkekeh geli melihat Raeviga seperti itu.


Menyenangkan bisa menggodanya.


Tunggu saja nanti malam.


FLASHBACK


Dava telah membaringkan tubuh Raeviga di atas ranjang setelah mereka menikmati Pemandangan pantai yang telah menjelang sore itu.Dava telah bermain pada lekukan leher Raeviga dengan aroma tubuhnya yang sangat di sukainya.


Namun saat Dava mulai merayap ke bagian bibir gadis itu,bunyi ponsel miliknya berdering.Dava meracau mengacak rambutnya yang tidak gatal,gairah tubuhnya sudah mencapai titik yang siap untuk berperang sekarang.Tetapi ia harus menghentikannya karena urusan bisnisnya.


"Sial!"gumam Dava sembari menerima panggilan itu.


Raeviga yang sudah terlepas dari dekapan suaminya tertawa melihat suaminya yang frustasi.


Haha.Emang enak di kacangin


"Ada apa?" seru Dava pada seseorang yang telah menelponnya di seberang sana.


"Maaf,tuan.Apa tiket keberangkatan ke surabaya jadi di pesan untuk malam ini atau besok.."tanya Sekretaris Pribadi Dava itu.


Dava berdecak kesal mendengar pertanyaan Sekretaris barunya itu yang di anggapnya tak berbobot.


Apa dia mengangguku hanya karena itu? sial.


"Pesankan untuk keberangkatan jam 1 pagi.."seru Dava dengan nada kesal sembari menutup telponnya sepihak.Sedangkan lelaki yang sedang menjabat sekretaris baru itu hanya menatap dengan kesal ponsel miliknya setelah panggilan itu di matikan oleh Dava.


"Salah aku apa sekarang? Kok dia jadi marah-marah.Dasar bos aneh."keluhnya sambil memesankan tiket pesawat lewat online dan menyiapkan berkas-berkas keberangkatan atasannya.


punya bos gini amat.


Udah waktunya pulang masih aja di suruh sana sini.


Dava melemparkan ponselnya di atas sofa.Raeviga menelan salivanya ketika Dava telah mendekat kearahnya lagi.Gadis itu menutupi tubuhnya dengan selimut untuk menghalau pergerakan suaminya nanti.


Entah mengapa Raeviga hanya merasa belum siap jika harus melakukan hubungan itu lagi bersama Dava.Pertama kali merasakannya terasa sangat sakit di bagian intimnya.


"Tidak untuk sekarang,aku tidak ingin merasa kesakitan.."gumamnya dalam hati.


Dava telah bersiap naik kembali ke atas Ranjangnya.Namun suara ketukan pintu menyelamatkan Raeviga sekali lagi.Dava menghela napas frustasi.


Astaga apa lagi ini!


"Ada apa Pak Jo"seru Dava dengan nada jengkel ketika membuka pintu penginapan itu terlihat Pak Jo sedang berdiri di depannya sekarang.

__ADS_1


"semuanya sudah siap.Tamu undangan juga sudah datang.."jelas supir pribadi Dava sekaligus asisten rumah kepercayaannya.


"Apa mama juga datang?"tanya Dava lagi.


"Iya tuan.Nyonya Laili baru saja sampai"


"Baiklah,20 menit lagi saya akan kesana.."


Pak Jo mengangguk mengerti dan berjalan meninggalkan Dava yang tengah memikirkan kejutan spesial ini untuk istrinya.


"Sayangg.."panggil Dava ketika dirinya sudah masuk kembali ke dalam kamar namun tidak menemukan istrinya di atas ranjang.


"Aku di kamar mandi"jawab Raeviga bersahutan dengan suara gemericik air.


" Milikku' tersiksa jika harus menunggu lagi.Astaga!"keluhnya tak bersuara.Lelaki itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan sekilas tersenyum kecil menatap Raeviga yang berada di dalam kamar mandi.


FLASHBACK END


Dava merapikan kemeja yang di pakainya dan memakai jas putih tulang menyamakannya dengan warna Dress yang akan di pakai istrinya di pesta kejutannya.


Raeviga telah memakai Dress yang telah di persiapkan oleh Dava.Gadis itu sedikit bingung dengan pakaian yang di kenakannya sekarang.


"Apa akan ada pesta?tapi dimana?"gumam Raeviga sembari menatap ke arah kaca di depannya.


Dava tersenyum melihat Raeviga yang kini terlihat sangat cantik.Wajahnya dengan riasan yang sangat minim itu sudah membuat hatinya berdetak tak beraturan.


Akh,bahkan tanpa riasan pun aku akan tetap tergoda.


"Sayang.."serunya sambil memeluk pinggang istrinya dari belakang.Kedua pasang mata itu kini saling bertatapan mesra lewat kaca yang berdiri di depan mesra.Dava menyandarkan dagunya di bahu Raeviga dan sesekali memberikan kecupan singkat di bahu putih langsat istrinya.Jemari Raeviga memeluk Tangan Dava yang melingkar di perutnya.


"Apa kita akan mengadakan pesta?"tanya gadis itu di buat penasaran sedari tadi.


Raeviga membalikkan tubuhnya agar bisa menatap dengan jelas wajah Dava sekarang.


"Benarkah? di restoran mana kita akan mengadakannya?" wajah Raeviga terlihat bersemangat dengan dinner romantisnya sekarang.Dia sangat merindukan kebersamaan Dava sekarang sejak dulu.


"Tapi Dav,apakah bisa kita dinner-nya di pesisir pantai malam ini? dengan di kelilingi bunga mawar yang begitu banyak.Sangat menyenangkan.."imbuh Raeviga seolah ia menggambarkan keinginannya itu.


"Apa lagi yang kamu inginkan sayang?"pertanyaan Dava itu membuat Raeviga mengernyitkan kedua alisnya.


"Lupakan saja,aku sudah sangat bahagia asal bersamamu.."ucap Raeviga sembari memeluk tubuh Dava.


Dava meringis geli sembari membalas pelukan isrtrinya.


"Andaikan aku bisa mewujudkannya,apa lagi yang ingin kamu minta?"


Raeviga mendongak menatap kedua manik mata Dava yang oriental itu.


"Aku ingin merayakan ini bersama ibu mertua,Siska,Arga,Keluarga kecil Maura"ucapnya sembari membayangkan keluarga yang di sayanginya berkumpul.


"Akhh,dengan si kecil Angela juga.."imbuhnya dengan tawa bahagia.


"Sepertinya aku tidak dapat mengabulkannya sayang.."seru Dava sembari mengelus lembut wajah istrinya yang dalam pelukannya itu.


"Aku tau,Keluarga Arga sedang liburan.Dan mungkin Maura dan Axel juga seperti itu.."ucap Raeviga dengan senyum kecilnya.


"Baiklah ayo kita pergi sekarang,ini sudah sangat terlambat."pinta Dava sembari memeluk telapak tangan Istrinya membawanya pergi.


_________________________

__ADS_1


Raeviga berjalan keluar dari penginapan itu,namun ia begitu terkejut ketika bunga mawar menghiasi setiap anak tangga dan pesisir pantai yang di terangi oleh lampu-lampu yang menggantung di atasnya.Lampu kecil berwarna-warni tidak lupa ikut menghiasi keindahan itu.


"Apa kamu yang membuatnya?"tanya Raeviga pada Dava yang berdiri tersenyum bahagia melihat wajah istrinya itu.


Dava hanya mengangkat kedua bahunya menjawab pertanyaan Raeviga sembari tersenyum menatap istrinya.


"Terima kasih"seru Raeviga mengecup singkat pipi Dava membuat laki-laki itu memeluknya bahagia.


"Ayo kita kesana"tunjuk Dava pada beberapa meja yang telah di hias begitu cantik dengan warna putih merah kesukaan Raeviga.Meja-meja cantik itu telah di lengkapi dengan makanan dan minuman yang tertata rapi.


"Apa kita akan memasak barbeque berdua?"tanya Raeviga melihat pemanggang itu yang berdiri kokoh di atas butiran pasir.


"kata siapa cuma berdua?"seru Maura tiba-tiba di belakang Raeviga.Kemunculan Maura di ikuti oleh Axel dengan menggandeng tangan putra kecilnya Andreas dan ibu mertua Raeviga.


Raeviga terkejut melihat orang-orang yang di sayanginya muncul di hadapannya.


"Happy Anniversary,Rae.."Seru Maura memeluk Raeviga yang terlihat bahagia.


"Thank you,my sista!" Raeviga tersenyum bahagia memandang wajah Dava yang berdiri di depannya bersama Ibu mertuanya.


Raeviga menghampiri kedua orang itu dengan senyum bahagianya yang masih terukir sangat jelas.


"Semoga Pernikahan kalian semakin sakinah,mawaddah,warahmah ya sayang.."ucap Laili sembari mencium kening menantunya.


Raeviga memeluk Dava dengan erat.


"Terima kasih untuk hadiah seindah ini"


Raeviga mendekatkan wajahnya di telinga Dava dengan menjinjit sedikit.


"Kamu sudah seperti pesulap andal"bisik Raeviga memuji suaminya.


"Akh,ini belum selesai sayang"ucapnya sambil menunjuk kesebuah layar proyektor yang di bawa oleh Pak Jo.


Sebuah video menampilkan Angela yang sedang berlibur bersama Arga dan Siska.


"Hai,tante Rae.


Hepi Enniv tante,Angela sayang Om Dava sama tante Rae.I love you.." Angela tersenyum dengan mulut yang penuh belepotan oleh coklat yang di makannya.


"Rae,Happy Anniversary adekku,adik iparku tersayang.Cepet punya momongan ya dek.Daah!!" Siska.


"Hai,pasangan gila! Semoga pernikahan kalian semakin kuat dan bertahan di segala kondisi.Khusus Dava,Kurang-kurangin sifat jelek Lo atau ntar bini Lo kabur lagi.." Arga.


Rekaman video itu berakhir dengan Angela yang tersorot kamera memakan dengan lahap coklat di tangannya.


"gadis jelek!"seru Andreas menunjuk Angela yang terlihat sangat berantakan di wajahnya.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Andreas yang mengejek Angela dalam video yang baru saja berakhir itu.


Raeviga tersenyum memeluk jemari Dava dengan bahagia.


"Terima kasih,untuk waktu yang telah kita lewati hingga sekarang.Kamu masih bertahan bersamaku.."ungkap Dava sembari membelai wajah Raeviga dan menciumnya bibirnya sangat lama.


-


- bakal ada part 2 temen-temen,vote dan like sebanyak mungkin yaa.Thx


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2