
[UDAH FOLLOW AUTHOR? BELUM? YUK FOLLOW DULU]
"Tapi tatapan William padamu masih seperti dulu. Kedua matanya yang terlihat kagum dan menginginkanmu. Ingin rasanya aku menghajarnya.." keluhnya kesal.
Sashi menyunggingnya bibirnya dan menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Andreas.
"Dasar Bodoh. Kenapa kamu memperdulikannya. Tak bisakah kamu hanya memperhatikanku saja. Bukankah kedua mataku hanya mengagumi pesonamu saja.." goda Sashi dalam pelukan Andreas.
"Shit!"
Episode Sebelumnya
Terlihat tawa kecil di bibir Andreas ketika mendengar ucapan Sashi padanya. Ia merenggangkan pelukannya dan mencium kening Sashi sebelum melanjutkan lagi perjalanan pulang mereka
"Kamu cantik.." puji Andreas sambil mengenggam erat tangan Sashi selama perjalanan.
"Aku tau. Jika aku tidak cantik. Andreas si mata keranjang tidak akan menyukaiku.." sindir Sashi dengan senyum kecil di bibirnya.
"Aku mencium bau kesombongan disini.." balas Andreas pada kekasihnya itu.
"Tidak, aku hanya membicarakan fakta"
Andreas menyentil kening Sashi gemas dan memandangnya sesekali.
"Fokus ke depan. Jika kamu terus melihat kearahku seperti ini kita bisa saja kecelakaan.." Sashi memalingkan wajah Andreas untuk menatap lurus ke jalanan.
Andreas tersenyum dan mencium telapak tangan Sashi yang di genggamnya. Sedetik kemudian ia teringat tentang ucapan William saat di Restoran tentang kompetisi yang di ikuti Sashi.
"Tidak, aku salah satu investor di kompetisi sekaligus menjadi mentor kalian selama berada disana.."
ucapan William itu terus saja terngiang di kepala Andreas.
"Aku harus menjauhkan William dari Sashi.." keluhnya sendiri tanpa suara sambil menatap kearah Sashi sekilas.
*****
"Apa kita perlu pergi ke sesuatu tempat?" tanya William pada Angela yang sejak tadi hanya diam saja.
"tidak"
"Angela kamu kenapa? sejak di restoran kamu sangat sensitif. Apa kamu sakit?" tanya William sambil mengulurkan salah satu tangannya menyentuh kening Angela.
"Suhu tubuhmu baik-baik saja.." imbuh William bingung.
"Apa kamu marah padaku?" tanya Pria itu lagi.
"iya"
__ADS_1
William melirik kearah Angela sekilas dan mengerutkan keningnya.
"Apa yang sudah ku lakukan. Maaf, jika aku telah meyakitimu. Tapi beritahu aku apa kesalahanku?"
"Perasaanmu.."
William menghel napas. Tatapannya masih tertuju kearah jalanan.
"Bisa kamu berikan penjelasan yang jelas tentang itu? apa yang salah dengan perasaanku?Angela kamu membingungkanku.."
"Kita akan membahasnya ke Apartemenmu saja.." balas Angela singkat.
"Apartemenku? kamu akan pergi ke tempatku?" tanya William mengulang ucapan Angela.
"Kenapa? apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" sahut Angela cetus.
"Tidak, tapi ini pertama kalinya kamu seperti ini" Angela hanya diam tak menjawab ucapan William. Pria itu memutar arah dan pergi menuju Apartemennya.
Mobil William berhenti di sebuah tempat parkir VIP mobilnya. Angela turun lebih dahulu berjalan masuk ke Lobby Apartemennya.
"Kenapa Angela terlihat aneh?" gumam William selama perjalanan menuju Apartemennya.
William membuka Apartemennya dan mempersilahkan Angela untuk masuk ke dalam.
"Aku tak memiliki persedian makanan. Jika kamu menginginkan sesuatu, kamu bisa memesannya. Aku akan mengganti pakaianku dulu" William berjalan menuju lemari pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Ini pertama kalinya Angela masuk ke dalam Apartemen milik William. Ia memperhatikan beberapa lukisan klasik dan beberapa koleksi barang antik terletak di dalam etalase kaca. Pandangan Angela beralih kearah pajangan foto yang berada di meja kerja William. Sebuah foto yang membuat Angela semakin kesal. Foto lama William bersama Sashi dan Arka saat di London dulu.
"Angela, apa yang kamu lakukan?" tanya William yang sudah berada di belakang kekasihnya.
"Hanya melihat-lihat" jawabnya, ia berbalik menatap William yang sudah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian.
Angela memperhatikan rambut William yang masih setengah basah. Ia berjalan mendekat kearah kekasihnya hingga jarak mereka sangat dekat.
William sedikit terkejut dengan sikap Angela yang begitu berani mendekatinya tiba-tiba. Gadis itu mengelantungkan tangannya pada bahu William dan sedetik kemudian Angela mencium bibir William lama.
Pria itu terpancing dengan permainan Angela dan membalas menciumnya. Tangan Angela membuka kancing baju William dan membuat pria itu bertelanjang dada.
Jika saat William telah memiliki tubuhku dia tidak akan meninggalkanku kan..
William merenggangkan pelukannya di tubuh Angela dan menatapnya lekat.
"Apa kamu akan melakukannya sejauh ini?" tanya William yang merasa Angela saat ini telah berbeda dengan yang ia kenal sebelumnya.
"Aku tidak ingin kehilanganmu.." bisiknya dan mencium lembut rahang kanan William.
"Aku tidak akan meninggalkanmu.." seru pria itu lagi. Angela tak menghiraukan perkataan William. Ia akan membuka resleting gaunnya namun tangan William menahannya.
__ADS_1
"Angela kita tak bisa sejauh ini.." William memegangi tangan Angela menahan gadis itu melakukan hal yang tak seharusnya.
"Kenapa? apa karena orang yang ka.mu inginkan bukan aku?" tanya Angela, dia memalingkan wajahnya dari William.
"Angela apa yang kamu lakukan ini? ini bukanlah Angela yang ku kenal. Apa yang terjadi denganmu?" William meraih tangan Angela dan mengenggamnya erat.
"Lalu seperti apa Angela yang kamu kenal?"
"Gadis yang mandiri dan tau batasan.."
Angela mengangkat satu alisnya dan menyunggingkan bibirnya menertawakan ucapan William.
"Maksudmu seperti Sashi?"
"Sayang, kamu kenapa membawa nama Sashi dalam pertengkaran ini. Dia bahkan tak tau apa-apa.." William mencoba menahan emosinya pada kemarahan Angela saat ini.
Angela tertawa sinis menatap William. Ia meraih tas miliknya.
"Dia adalah penyebab semua ini!" bentak Angela sebelum melangkah pergi meninggalkan William yang masih berdiri di tempat itu. Ia membiarkan Angela pergi dan menenangkan diri terlebih dahulu.
William nampak kesal, ia memukul dinding apartemen di depannya untuk meluapkan emosinya.
"Apa yang terjadi dengannya.."
Angela sudah berjalan keluar dari Apartemen William, ia menoleh ke belakang namun tidak ada bayangan William yang menahan kepergiannya.
"Bahkan dia membiarkanku pergi sendiri. Apa dia hanya membuatku sebatas wanita cadangan untuknya.." keluhnya sendiri tanpa melihat orang di sekitarnya yang memperhatikan Angela yang berurai air mata dan mengeluh tiada henti.
Angela merentangkan salah satunya tangannya ke sebuah taksi yang melaju di depannya.
"Mau kemana non?" tanya supir taksi ketika Angela sudah duduk di kursi penumpang.
"Pulang!" jawab Angela dengan nada yang masih kesal.
"Alamatnya dimana non?" tanya supir taksi itu lagi. Jawaban Angela membingungkannya.
"Udah jalan aja nanti saya kasih tau!"
Tanpa mengatakan apapun lagi supir taksi itu menyalakan mesin mobilnya dan melaju mengikuti arus jalan di depannya.
Sial, Kenapa harus mendapat penumpang seperti ini!
BERSAMBUNG
Hai readers, maaf ya kalau sering terlambat update. Karena jujur untuk dapat waktu luang untuk menulis aku masih susah untuk mengaturnya. Waktuku banyak terbuang dengan jam kuliah, kerja dan hal-hal kecil seperti urusan keluarga. Jadi kalau mau nulis aku pasti tengah malem atau jam selesai subuh :(
Mohon dimaklumi ya :) terima kasih
__ADS_1
Happy reading~
Caramellow