
Acara lelang itu telah berakhir.Raeviga sedikit kesal karena tiba-tiba kalung yang sangat di inginkannya telah terjual begitu saja.
Dava tersenyum menyerigai melihat wajah Raeviga yang di tekuknya.
Dava dan Raeviga telah sampai di rumah mereka setelah mengantarkan dahulu Laili ke rumahnya.
"kamu kenapa sih kok cemberut gitu?"tanya Dava seolah tidak mengerti kegundahan hati istrinya.
"Lagi sebel aja"jawab Raeviga sembari mengambil baju gantinya.
"sebel kenapa?"
"Rae itu mau kalung liontin tadi tapi tiba-tiba belum buka harga udah ke jual duluan.Kan nyebelin!"ungkap Raeviga meluapkan kekesalannya.
"Ya mungkin udah keep dari tadi,Rae" seru Dava menjelaskan.
"Ngaklah,itu udah jelas maen belakang.."sangah Raeviga tak terima dengan pendapat Dava.
Yang maen jalur belakang ya suami kamu,sayang..
Dava hanya tersenyum mendengar keluhan Raeviga yang sudah masuk ke dalam kamar mandi untuk menganti bajunya.
Raeviga sudah berganti pakaian dengan baju tidur.Dava melepaskan kemeja yang di pakaiannya,Raeviga berjalan ke arah Dava untuk membantu suaminya.
"Aku ambilin baju tidur kamu,sebentar" Raeviga menuju lemari Dava dan mengambil baju tidurnya.
"Awww!!"rintih Raeviga ketika terjatuh dalam pelukan suaminya karena tangan usil Dava.
"Lepasin dulu!aku mau bantu kamu pakai baju tidur"ucap Raeviga mencoba melepaskan pelukan Dava.
"Nih!" Dava merenggangkan pelukannya pada Raeviga.Gadis itu mulai membantu Dava memakaikan pakaiannya.
"kamu gak suka apa liat body six pax aku"ungkap Dava sembari memperlihatkan bentuk otot perutnya yang sudah mengotak.
"Enggak usah.Makasih"ejek Raeviga pada Dava setelah selesai membantu suaminya dan berlari menghindari dari jangkauan suaminya itu.
"Masih aja jaim"ledek Dava membalas ucapan Raeviga yang hanya di jawab dengan senyuman meledek.
________________
Raeviga merebahkan tubuhnya di samping Dava yang masih duduk menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang.
"Sayang.."panggil Dava manja.
"Hemz!"gumam Raeviga melihat ke arah suaminya.
"kamu emang suka banget sama kalung itu?"
pertanyaan Dava itu sedikit membuat Raeviga mengerutkan bibirnya kesal jika mengingat hal itu.
__ADS_1
"gak mau bahas.Bikin kesel!"
Dava tersenyum melihat raut wajah Raeviga yang tergambar jelas.
"kamu kenapa sih suka kalung itu?"tanya Dava ingin mendengar alasan Raeviga menginginkan kalung dengan liontin berlian.
"ada huruf DR di liontinnya,bagus!"jawab Raeviga sambil menarik selimut di tubuhnya.
"DR?"Dava tak mengerti dengan inisial huruf itu.
"Dava-Raeviga.."gadis itu berdecak kesal karena Dava tidak tau inisial itu.
"bukannya itu nama kalungnya sayang,Diamond Roland.."
"ya kan DR juga huruf depan nama kita.."keluh Raeviga sedikit jengkel pada Dava yang justru membuatnya berdebat.
melihat wajah Raeviga yang jengkel tapi menggemaskan itu membuatnya ingin memakannya habis malam ini.
"Iya deh sayang.Tapi mau gimana lagi udah di beli.."
"makanya jangan di bahas"ucap Raeviga lirih.
"Yaudah sini,tidurnya kok jadi jauh-jauhan"pintanya sambil melambaikan tangannya pada Raeviga memintanya untuk lebih mendekat.
Raeviga mendekat ke arah Dava yang telah bersiap untuk memeluknya.Raeviga sudah tertidur dalam rengkungan tangan suaminya dan kepalanya yang sudah bertumpu pada tangan Dava yang di jadikan bantal itu.
Tangan menarik pelan tangan kirinya yang menjadi tumpuan kepala Raeviga.Dava menegakkan tubuhnya dan bersandar pada sandaran tempat tidur kemudian mengambil kotak berwarna hitam yang dia sembunyikan di laci yang berada di sampingnya.
Dava mengulum senyumnya mengingat Raeviga yang mengartikan inisial huruf kalung itu menjadi namanya.
Lelaki itu mulai membuka pengait kalungnya dan memasangkannya ke leher Raeviga.Gadis itu masih tertidur pulas tak menyadari dengan kejutan kecil yang di buat suaminya.
Dava tersenyum menanti reaksi Raeviga besok pagi dengan lehernya yang telah melingkar kalung yang sangat di inginkannya.
"Selamat tidur,sayang"gumam Dava mengecup kening Raeviga dan kembali tidur memeluk istrinya.
__________________
Cahaya mentari pagi telah menerobos masuk melalui celah-celah kamar mereka.Raeviga terbangun dari tidurnya dan merengangkan tubuhnya sebentar.
Gadis itu beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Di dalam kamar mandi Raeviga terkejut dengan kalung yang telah melingkar di lehernya.Kalung berinisial DR yang sangat di inginkannya kini telah menempel di lehernya.
"mimpi gak sih!"seru Raeviga pada dirinya sendiri.Raeviga kembali memakai jubah mandinya dan berlari keluar dari kamar mandi membangunkan Dava yang masih tertidur.
"Dav"seru Raeviga sambil menggoyangkan tubuh Dava pelan.
Dava membuka kedua matanya yang masih mengantuk dan melihat Raeviga di sampingnya.
__ADS_1
"ini dari kamu?"tanya Raeviga menunjukkan kalung itu pada Raeviga.
Dava mengangguk membenarkan dan bangkit dari posisi tidurnya.
"terima kasih"ungkap Raeviga memeluk Dava senang
Seakan tidak melepaskan kesempatan emas itu,Dava memeluk pinggang istrinya dan menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur.
Yah,masuk kandang macan lagi!
"Lepas dulu deh,mau mandi ini"keluh Raeviga menyangga tubuh Dava dengan tangannya yang akan mendekat.
"Udah gak bisa sayang.Udah lengket!"
"Oh gitu!"seru Raeviga dengan tatapan menyeringai.Tubuh Dava yang akan semakin mendekat padanya,dengan cepat Raeviga mengigit lengan Dava hingga laki-laki itu merintih kesakitan dan tanpa sadar melepaskan dekapan tangannya pada Raeviga.
"Rasain!"ejek Raeviga dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Dosa kamu yank,mencelakakan suami!"gerutu Dava sambil menepuk lengannya yang kesakitan,bahkan gigitan Raeviga itu membekas merah.
"Biarin! lagian istrinya mau mandi malah diajak gituan..."seru Raeviga dari kamar mandi.
Dava tertawa mendengar perkataan Raeviga yang seakan memaksakan kepuasaannya sendiri.Walaupun memang benar seperti itu halnya.Aroma tubuh Raeviga seolah menjadi candunya yang tak bisa terlepaskan.
__________________
Raeviga sedang berapa di ruang terapi bersama Dava.Lelaki itu kini sedang bersama dengan Dokter spesialis yang memang khusus hanya menangani kesembuhan Dava.
Sedangkan Raeviga duduk menunggu melihat Dava yang berlatih sangat keras.Waktu latihan sudah lebih dari yang seharusnya namun Dava masih terlihat berlatih menggerakkan kakinya perlahan tanpa pengawasan Dokternya.
Raeviga mengambil botol minuman yang berisi jus yang memang di buatnya untuk suaminya.Gadis itu mulai berjalan menghampiri Dava.
"Istirahat dulu.Kamu juga harus liat kondisi tubuh kamu yang sudah lelah."pinta Raeviga melihat Dava yang tidak memberi waktu untuk tubuhnya beristirahat.
Dava mengangguk mengerti,lelaki itu kembali duduk di kursi rodanya di bantu oleh supir pribadinya yang berada di samping pintu.Dava mengambil botol minum yang di sodorkan Istrinya dan meneguknya beberapa kali.
"Aku hanya ingin cepat sembuh,Rae.."
Agar aku tidak ingin mempermalukanmu karena memiliki suami lumpuh sepertiku..
Mendengar keluhan Dava seperti membuat hati Raeviga yang mendengarnya menciut.Ikut larut dalam kesedihan suaminya.Gadis itu sedikit membungkukkan tubuhnya agar posisi Dava dan dirinya sejajar dan menyeka keringat Dava di kening lelaki itu dengan jemarinya.
"kamu akan segera sembuh.."ucap Raeviga lirih menguatkannya.
BERSAMBUNG
-
- Udah nyampek di akhir ya bacanya? kuy like ceritanya kalo suka.wkwk :)
__ADS_1
-Vote jugaa yang banyak (sebanyak-banyak kalian bisa.Yang ikhlas tapi yaa :) :)