CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 44 : OBAT KUAT?


__ADS_3

Raeviga sudah bersiap dengan gaya pakaian yang casual dan balutan Jas berwarna pastel.Dava telah berada di ruang tamu mengotak-atik layar iPad-nya sembari menunggu Istrinya yang tengah bersiap.


"Tuan,mobilnya sudah siap.."seru supir pribadinya.


"Baiklah,tunggulah sebentar"jawab Dava sembari menoleh ke arah kamarnya melihat Raeviga yang masih belum selesai bersiap.


Nih cewek sekarang kalo dandan kok jadi lama..


Dava meletakkan iPad miliknya di atas meja dan meraih kedua tongkat kruk di sampingnya.Dava berdiri dari duduknya di bantu oleh supir dan pelayannya yang sedari tadi berdiri tak jauh dari tempat Dava duduk.


Dava memakai tongkat kruk nya dan berjalan perlahan menuju kamar tidurnya melihat Raeviga yang tak kunjung keluar.


"Rae.."panggil Dava yang telah berdiri di samping pintu.


Gadis yang masih berdiri di depan kaca itu menoleh seketika mendengar suara Dava yang memanggilnya.Dava berjalan menghampiri Raeviga yang sudah duduk di kursi riasnya.


"Kamu masih belum selesai?"Dava memperhatikan tas dan aksesoris Raeviga yang telah berserakan di kasur dan meja riasnya yang tidak tertata dengan rapi seperti sebelumnya.


Raeviga mendengus kesal dan mendekatkan ke arah Dava yang berdiri di depannya.


"Aku pakai tas apa? tas ini atau yang ini.Riasan wajahku terlihat menor gak? lalu.."tanya Raeviga bertubi-tubi membuat Dava menghentikan perkataannya.


"memangnya ada apa?terserah kamu sayang.."


"Aku hanya merasa penampilanku ini tidak cocok jika bersanding di sebelah kamu.."Entah mengapa Raeviga sedari tadi merasa cemas bahwa di kantor Dava nanti banyak pegawainya yang akan mencemooh penampilan yang tidak terkesan glamour sama sekali.


"kamu terlihat cantik memakai apapun.."imbuh Dava memberikan kata pujian kepada Istrinya.


Raeviga hanya mencibir sebelah mata pujian Dava yang berlebihan itu.


"berarti aku harus mengganti bajuku dengan yang lebih mini.."Tunjuk Raeviga pada pakaian yang sangat terbuka itu.Dava menatap tajam pada Raeviga karena perkataannya yang hanya ingin menggoda suaminya itu telah berhasil menyulut emosi lelaki yang sedang berdiri di depannya,dengan tatapan tak suka.


"Pakai saja,aku hanya perlu mengunci kamar ini dan melakukan service seharian dengan pakaian itu yang akan kamu gunakan.."Ungkapan Dava membuat bulu kuduk Raeviga merinding.Gadis itu mengetahui jelas penekanan kata 'service' yang di katakan oleh suaminya.


"Aku hanya bercanda.."ucap Raeviga sembari memukul bahu Dava manja,mencoba mendinginkan rasa kesal Dava karena ulahnya.


Namun melihat Raeviga yang terlihat manja di sampingnya membuat Dava semakin ingin memakannya sekarang.Dava menyeringai menatap istrinya seolah akan merencanakan sesuatu pada istrinya sekarang.


"Mendekatlah.."pinta Dava pada gadis itu.


Raeviga mendekatkan tubuhnya pada Dava yang telah bersiap merencanakan sesuatu pada wanitanya.


Raeviga perlahan mendekat ke arah Dava membuat jarak di antara keduanya sangat dekat.

__ADS_1


Dava melepaskan satu tongkat yang menyangga di tangan kanannya.Tongkat kruk itu terjatuh ke lantai,Raeviga masih tidak mengetahui siasat apa yang akan di lakukan oleh Dava setelah ini.


Tangan kanan Dava menarik pinggang Raeviga menempel pada tubuhnya tanpa meninggalkan jarak sedikit pun.


"Ukhhm!!"seru Raeviga terkesiap ketika bibir Dava telah menyentuh bibirnya


Dava menekan tengkuk leher Raeviga untuk memperdalam ciumannya.


Raeviga mulai menikmati setiap gerakan yang di buat Dava di bibirnya setelah beberapa detik kemudian.


Tok...tok..


Suara ketukan di pintu kamar mereka membuat aktifitas yang sedang mereka lakukan terhenti seketika.


Dava berdecak kesal di tempatnya karena telah menganggu kesenangannya.


Dasar bodoh,menganggu saja.


Raeviga telah berlari kecil menuju pintu kamarnya.Raeviga terkejut dengan kedatangan mertuanya yang tiba-tiba.


"Dav.."seru Raeviga memanggil suaminya.


Sedangkan di dalam kamar Dava mendengus kesal pada orang itu yang di kiranya seorang pelayan.


"Bilang pada pelayan itu kalau gajinya akan di potong karena telah mengangguku saja.."keluh Dava dengan nada yang keras membuat Raeviga dan ibu mertuanya bisa mendengar ucapan Dava itu.


Dasar anak kurang ajar!


"Mama tunggu di bawah ya,Rae.."ucap Laili kemudian.Raeviga mengangguk mengiyakan perkataan Ibu mertuanya dan masuk kembali ke dalam kamarnya setelah Laili tidak terlihat lagi.


Raeviga masuk ke dalam kamarnya lagi menemui Dava yang masih terlihat kesal.


Cowok tukang ngambek,Mak sendiri di kira Pelayan!


"itu tadi mama bukan pelayan,dasar ya kamu..."gerutu Raeviga pada Dava yang telah mengganti mode kesalnya menjadi tertawa cekikikan.


"Di tunggu tuh di ruang tamu,sekalian kita ke kantor udah kesiangan nih"pinta Raeviga sembari keluar dari ruangan dan mengambil tas slempang ukuran sedang miliknya.


"Kamu yang bikin lama sayang.." gumam Dava dalam hati sembari menggelengkan kepalanya menatap Raeviga yang telah berjalan di depannya.


"Maaf ya Ma,ku kira pelayan.."ungkap Dava yang telah melihat wajah kesal mama-nya itu.


"Dasar anak kurang ajar!"omel Laili sambil menyodorkan sebuah obat oles pada Anaknya.Dava yang mendengar umpatan itu hanya terkekeh geli dan mengambil obat berbentuk tube itu.

__ADS_1


"obat apa ini Ma?"tanya Lelaki itu melihat tulisan mandarin pada tube obat itu.Raeviga mencondongkan tubuhnya ikut melihat obat yang di berikan Mama mertuanya.


"Obat kuat ya Ma?"tebak Dava dengan tawa tertahannya.Raeviga yang mendengar pertanyaan bodoh Dava itu memukul pelan bahu laki-laki itu.


Dasar gak tau malu!


Sedangkan Laili hanya menggelengkan kepalanya frustasi kepada anaknya.


"Tjang-Toe-ng Ji" Eja Raeviga membaca tulisan mandarin itu.Dava menatap kagum ketika Istrinya bisa membaca huruf dengan garis-garis bersambung itu.


"Istri aku kok pinter sih"Puji Dava manja sembari mencondongkan wajahnya ingin 'memakan' kembali istrinya.Namun Laili dengan cepat menarik kerah baju Dava yang tengah duduk di sampingnya.


"Nyosornya nanti aja!"seru Laili membuat Raeviga yang duduk di samping Dava merona karena malu.


Laili membuka tube obat cina dan mengoleskan krim berwarna putih itu pada kedua kaki Dava dengan memijatnya sedikit.


"Ini buat kaki kamu,biar ototnya tidak terlalu kaku"imbuh Laili menjelaskan.Dava dan Raeviga serempak menganggukkan kepalanya mendengarkan penjelasan itu.


"Yaudah nih,malah keenakan nanti kamu mama pijet gini.Biar di lanjut sama Istri kamu aja nanti.."ucap Laili sembari memberikan krim oles itu pada Raeviga.


"Mama kok tau aja,Ntar malem pijet ya yank"ucap Dava dengan tatapan menyeringai pada wanita di sampingnya itu.


"Sekalian pijet plus plus yank.."imbuhnya lagi membuat Laili yang mendengarnya berdecak kesal.


Ini anak omongannya gak bisa di sensor.


Raeviga menelan ludahnya mendengar perkataan Dava dan tatapan penuh nafsu itu.


Bakal habis aku ntar malem!


Laili berpamitan kepada kedua anaknya itu setelah puas melihat keadaannya.


"Mama,pulang dulu ya sayang.."


Dava menganggukkan kepalanya sembari membalas lambaian tangan mamanya.


"iya Ma,makasih"jawab Raeviga sembari mengantarkan kepergian mama mertuanya hingga depan pintu.


-


-


BERSAMBUNG

__ADS_1


- kalau ada kesalahan penulisan,nama,ejaan dan yang lainnya info aku di kolom komentar ya teman2 biar bisa aku revisi.Thx


Selamat membaca


__ADS_2