CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 6 # ARKA : PERTEMUAN


__ADS_3

[Maaf ya keterlambatan update ini.Beberapa hari ini kondisi tubuhku lagi gak fit jadi masih butuh waktu untuk istirahat]


Suara panggilan telepon membangunkan Arka yang saat tertidur sangat lelap.Langit mendung di pagi haru membuat udara semakin sejuk.


Arka menggeliatkan tubuhnya sebentar sebelum menjawab sebuah panggilan telepon untuknya.


"Ada apa?kenapa kamu menganggu tidurku?"seru Arka dengan nada serak khas orang bangun tidur.


"Maaf tuan,saya terlalu senang untuk memberikan kabar gembira ini untuk anda.."jawab seseorang bawahan Arka dari seberang telpon.


"Apa yang ingin kau sampaikan?"wajah Arka berkerut menunggu apa yang akan di sampaikan oleh bawahannya itu.


"Nona yang kau suruh untuk melacaknya saya sudah menemukannya.."timpalnya,seketika wajah kusut Arka yang baru saja bangun dari tidurnya menorehkan senyum tipis di bibirnya.


"Dia dimana?"tanyanya lagi tanpa basa basi.


"Dia seorang dosen muda di Universitas JX di Jakarta"


"Bukankah itu Universitas yang kerja sama juga dengan perusahaan kita? dan Universitas yang sama dengan Sashi?"tanya Arka memastikan.


"Anda benar tuan.kita memiliki saham di Universitas itu"


"Baiklah,akan kuhubungi kamu lagi nanti.." Arka memutuskan panggilan teleponnya Setelah mendapat jawaban dari seseorang bawahannya itu.Arka segera bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.Ia tidak ingin membuang waktunya begitu saja setelah mengetahui hal ini.


Sashi sedang berada di ruang tamu,meneguk perlahan susu hangat di pagi hari.Wajahnya memandang kearah Majalah yang sedang di pegangnya namun pikirannya masih berlarian tentang kejadian di Bar kemarin malam.


"Ompong,gue pinjem mobil lo ya..."ungkap Arka pada Sashi sambil menuruni anak tangga.


Sashi menengadahkan kepalanya melihat ke arah Arka yang sudah berpakaian sangat rapi.


"Mau kemana Lo?"tanya Sashi melihat penampilannya Arka.


"Ada urusan.Mana kuncinya?"jawab Arka singkat sambil mengulurkan tangannya di depan Sashi untuk meminta kunci mobilnya.


"Anterin gue dulu ke rumah Kak Andreas.."ucapnya sembari menghabiskan susu hangatnya yang tinggal sekali tegukan itu.


"Ngapain sih lo pagi-pagi kesana.Gangguin orang tidur.."timpal Arka tak menyetujui untuk mengantar saudara kembarnya kesana.


"Lo mau pinjem mobil atau enggak?"gertak wanita itu sambil meloyor pergi meninggalkan Arka.


"Papa dimana sih?"


"habis enak-enak masih tidurlah di atas kasur sama Mama.."jawab Sashi dengan tawa kecil menghiasi wajahnya.


"Gila! sensor dong kalo ngomong.Blak-blakan banget.."seru lelaki itu yang berada di bawah tangga menatap Sashi yang tersenyum dan masih berdiri di anak tangga.


"jadi pinjem atau enggak?"tanya Sashi lagi dengan masih menawan tawanya.

__ADS_1


"Yaudah,mana kuncinya?"


"Bentar,gue mau mandi dulu,makeup dulu baru berangkat.."


"lama ompong.."keluh Arka mendengar ucapan Sashi itu.


"Derita elo.."


Arka hanya bisa menghela napas kesal dan menunggu Sashi selesai bersiap.


__________________________


Arka menggerutu kesal karena sudah 1 jam gadis itu tidak juga selesai bersiap.Arka naik ke lantai 2 untuk menemui Sashi.


"Woy ompong,cepetan! udah 1 jam lebih nih.."keluh Arka sambil menggedor pintu kamar Sashi.


Sashi yang sedang memilih baju sedari tadi terkejut dengan suara ketukan pintu yang sangat keras dari Arka.Dengan cepat Sashi mengambil setelan baju tanpa harus di pertimbangkan lagi karena Arka sudah terlihat kesal menunggunya.


"10 menit lagi.."jawab Sashi sambil memakai pakaiannya.


Dia menyapukan makeup tipis di wajahnya dan lipbalm yang membuat warna bibirnya merona natural.


Arka masih setia berdiri di pintu depan kamar Sashi.Beberapa menit kemudian Sashi membuka pintu kamarnya dan mendapati Arka yang sudah menatapnya kesal.


"Udah ayo jalan.Tadi katanya buru-buru.."seru Sashi sembari menuruni anak tangga dengan cepat.Arka yang berada di belakangnya hanya bisa menghela napas kesal kepada Saudara kembarnya itu.


Mobil berwarna merah milik Sashi telah melaju di antara kendaraan lain,ikut memecah keramaian ibukota.


Sesuai dengan permintaan Sashi,Arka menurunkan gadis itu di depan rumah Andreas yang masih terlihat sepi.


"Makasih.." ungkap Sashi tersenyum kecil pada Arka yang masih terlihat kesal.


Arka melajukan mobilnya lagi dengan sedikit cepat.


Sashi menekan bel rumah Andreas beberapa kali.Seorang wanita parubaya dengan celemek yang melekat di tubuhnya membuka pintu rumah Andreas dan tersenyum menyapa kedatangan Sashi.Dia adalah pelayan setia keluarga Andreas.


"Non Sashi..."seru wanita itu dan mempersilahkan Sashi masuk ke dalam rumah.


Arka sudah berada di Universitas JX sesuai apa yang di katakan bawahannya.Arka masuk begitu saja ke ruang dosen mencari keberadaan wanita yang sangat di rindukannya.


"Arka? apa yang kau cari disini?"tanya seseorang lelaki yang lebih tua darinya.


"Akhh,saya sedang mencari seseorang..."jawab Arka cepat sembari menggedarkan pandangannya mencari sosok wanita itu.


"Siapa? mungkin aku bisa membantumu.."


"Marsha Leona Hartanto.."ucapnya lirih.

__ADS_1


"Marsha?"Lelaki itu menggerutkan keningnya.


"Apa dia dosen bahasa mandarin?"tanya Lelaki itu lagi.


Arka hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan lelaki yang sudah hampir menua itu.Uban putih di rambutnya bercampur dengan rambut hitamnya.


"Pergilah ke kelas mandarin.Sepertinya sekarang dia masih mengajar.."ucapnya sebelum pergi meninggalkan Arka.


Pintu kelas masih tertutup,terdengar samar-samar suara seorang wanita di dalam sana yang sedang menjelaskan sesuatu dengan bahasa mandarin.Arka berdiri menyandar tembok kelas di samping pintu,menunggu kelas itu berakhir.


Setelah kurang lebih 30 menit menunggu,kelas akhirnya berakhir juga.Beberapa mahasiswa sudah meninggalkan kelas dan beberapa dari mereka juga memandang Arka yang berdiri di samping pintu.


"Tuh cowok siapa ya?kating kah? cakep bener dah.."bisik salah satu gadis yang berjalan berdampingan dengan temannya.


Arka masuk ke dalam ruangan kelas itu ketika keadaan sudah mulai sepi.Hanya segelintir mahasiswa yang masih duduk di kelas dan sibuk belajar.


"Marsha.."seru Arka sambil berjalan mendekati wanita itu yang sibuk melepas kabel proyektor dan melipatnya kembali.


Wanita itu menoleh ketika menyerukan namanya.Ia berdiri mematung melihat kedatangan Arka.Kilas balik saat dirinya masih SMA kembali berputar di ingatannya.


FLASHBACK


Marsha melepaskan pelukan jemarinya dari tangan Arka dan menamparnya dengan keras.


"kita putus!" ungkap Marsha dengan kesal dan penuh amarah.Koridor kelas saat itu terlihat sepi karena yang lainnya sudah pulang 30 menit yang lalu.


Arka menghalangi langkah Marsha yang ingin berlari meninggalkannya.


"Kenapa kamu tiba-tiba kayak gini?"tanya Arka menatap ke dalam manik mata indah milik Marsha.


"Mungkin selama ini aku bodoh,menganggap kasih sayang kamu tulus sama aku walaupun kasta kita berbeda.Tapi sekarang aku bukan lagi wanita bodoh yang bisa kamu mainin gitu aja..." Marsha sudah meneteskan air mata semakin deras.Setiap ia melontarkan satu kalimat maka menetes pula air mata dari kedua ujung matanya.


Arka mendekati gadisnya.Ia ingin meraih tangan Marsha namun gadis itu menepisnya dengan kasar.


"Permainanmu sudah berakhir,taruhan bodohmu juga telah berakhir.."Marsha berlaru melewati koridor sekolah yang telah sepi dengan isak tangis yang tak juga berhenti.


FLASHBACK END


Kini setelah 4 tahun lamanya Marsha berusaha menjauh dari Arka.Waktu dengan cepat kembali mempertemukan dengan lelaki yang pernah menetap di hatinya.Tidak,perasaan ini masih menempel nama Arka sebagai pemiliknya.


Tanpa Marsha sadari,setetes air mata jatuh membasahi pipinya.Lelaki yang selama ini di rindukannya tiba-tiba berdiri tepat di depannya.


"Sha..."panggil Arka lagi singkat.Sama seperti Marsha,Arka juga menahan kerinduan yang selama ini terus mengikutinya.Wajah Marsha yang oriental,sikapnya yang manis seperti senyumnya terus saja membayangi pikirannya.


Waktu seolah berjalan sangat lambat,Marsha hanya menatap wajah lelaki itu dalam diam.Amarah,kekecewaan,kerinduan membaur menjadi satu di otaknya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2