
"Rae,kita makan siang di luar ya.."ajak Dava sambil mengenggam tangan istrinya yang berada di belakangnya mendorong kursi rodanya.
"iya,mau makan apa?"tanya Raeviga mengiyakan ajakan suaminya.
"Kita ke restoran nasi padang"
Raeviga berseru mengiyakan menyetujui perkataan Dava.
"saya ambil mobil dulu tuan.."seru supir pribadi Dava.
Dava mengangguk dan laki-laki parubaya itu segera berjalan mengambil mobilnya.
Dava-Raeviga sedang menunggu supir mereka di depan rumah sakit.
Raeviga tiba-tiba berlari menuju jalan raya dengan tergesa-gesa membuat mobil dan kendaraan lainnya bersahut-sahutan mengklanson kendaraan mereka.
Brrrukkkk..
Dava membelalakkan kedua matanya terkejut dengan kejadian di depannya.Spontan tubuh Dava berlari menuju tempat Raeviga yang telah terkapar di jalanan.Namun naas kaki Dava tiba-tiba melemah saat di pertengahan jalan menuju Istrinya.Orang-orang menatap Dava terkejut ketika laki-laki itu terjatuh dan berusaha mengangkat kakinya lagi berjalan menahan sakit di kakinya menuju Raeviga.
"MINGIRRR!!"Keluh Dava sembari menarik kakinya yang telah merasa berat.
"TOLONG BAWA ISTRI SAYA KE RUMAH SAKIT!!"serunya dengan keras kerumunan orang yang telah memperhatikan mereka namun tidak ada tindakan sama sekali.
Beberapa perawat dan Dokter dari rumah sakit tempat dirinya berobat berjalan tergesa-gesa menghampiri Dava.
"Dav,ada apa?"tanya dokter itu dan petugas rumah sakit itu dengan sigap memboyong Raeviga yang sudah tak sadarkan diri.
Dava memukul aspal jalanan itu dengan keras berkali-kali meluapkan emosinya.
"kamu baik-baik aja kan?"tanya Dokter itu sembari menahan tahan Dava yang akan meninju lagi aspal di jalanan yang membuatnya menjadi tontonan gratis oleh orang-orang.
"Biar aku bantu kamu untuk duduk kembali.."Dokter itu mencari kursi roda milik Dava di sekitar laki-laki itu namun di tidak menemukannya.Namun tak berselang lama ia menatap terkejut melihat kursi roda itu berada di seberang sana.
"kamu sudah bisa berdiri?"tanya Dokter itu dengan wajah yang gembiranya.
"bawa aku ke istriku.."ucap Dava yang menyimpang dari pertanyaan dokter itu.
Supir Dava datang melihat tuannya yang berada di jalan raya bersama beberapa orang yang masih memperhatikannya walau tidak sepadat tadi.
Perawat membawa kursi roda Dava menuju pemiliknya yang masih tertuduk di jalanan.Supir Dava berlari menuju majikannya dengan sangat cemas.
"tuan,apa yang terjadi?"tanyanya sembari menatap dokter kenalan Dava mencari jawabannya.
"Raeviga tertabrak.."jelas Dokter itu sembari membantu Dava duduk kembali ke kursi rodanya.
"Ya ampun!"ucap Supir itu terkejut dan berlari mendekat kearah Dava.
"bantu aku untuk menemui Raeviga.."ucap lelaki itu dengan wajah yang tergambar jelas kepanikannya.
Dava dengan di dorong oleh supirnya masuk ke dalam rumah sakit menuju ruang operasi.Dokter yang telah menangani Raeviga telah keluar dari ruang operasi.
"bagaimana keadaannya?"tanya Dava cemas.
__ADS_1
"jangan khawatir.Istrimu baik-baik saja,hanya butuh beberapa jahitan di kepalanya dan pengobatan pada luka yang lecet.."jelas dokter itu sembari menepuk pelan bahu Dava mencoba menyemangatinya.
"Apa aku boleh masuk sekarang?"
"tunggu 30 menit lagi,biarkan perawat memindahkannya dulu ke ruang rawatnya.."pinta Dokter itu dan berlalu pergi meninggalkan Dava.
___________________
Dava sudah berada di ruang rawat Raeviga,gadis itu membuka kedua matanya ketika mendengar Dava memanggil namanya.
"Rae.."
"Hmmm.."
Dava meraih tangan Raeviga dan menggenggamnya.
"kamu jangan melakukan hal ceroboh lagi seperti itu.."ungkapnya sembari menyentuh wajah Raeviga dan membelainya.
"Maaf.."ucap Raeviga lirih.
Tak berselang lama seorang ibu dan anak perempuan yang di tolong Raeviga tadi masuk ke dalam ruangan.
"Maaf,permisi.."seru perempuan itu sembari menggandeng tangan anaknya.
Seketika Dava dan Raeviga menoleh ke arah sumber suara itu.Perempuan itu mendekat kearah Raeviga dan berdiri di sampingnya.
"terima kasih,sudah menolong anak saya.."serunya sembari menggenggam tangan Raeviga meluapkan rasa terima kasihnya.
Dava menatap kearah Raeviga yang tersenyum sembari menatap anak perempuan kecil itu.
"gadis cantik siapa nama kamu?"timpal Dava menayakan nama gadis itu.Anak perempuan itu menatap ke arah Dava yang memakai kursi roda.
"Aurel,om.."serunya tersenyum menatap Dava.
"Om kenapa?sakit ya?kok pake itu.."tanya gadis kecil itu sembari menunjuk kursi roda yang di pakai Dava.
"iyaa"Dava berseru membenarkan.
"cepet cembuh om,maaf ya tante.Aulel jalannya dak ati-ati..."seru gadis cantik itu sembari menatap ke arah Raeviga merasa bersalah.
"lain kali kalau mau ambil mainan ati-ati ya.."
Gadis kecil mengangguk dan tersenyum menatap Dava-Raeviga bergantian.
"Sekali lagi terima kasih atas bantuannya.."seru ibu dari anak kecil itu dan berpamitan kepada mereka berdua.
"anak itu sangat cantik ya,Dav.."puji Raeviga yang masih menatap kepergian anak itu.
"Rae..."panggil seseorang lagi dengan panik sembari menghampiri tempat Raeviga dengan cepat.
"Siska.."seru Raeviga terkejut dengan kedatangan temannya yang sudah mencari kakak iparnya itu.
"Kamu gak apa kan?"tanyanya melihat kondisi Raeviga dengan perban yang melekat di kepalanya.
__ADS_1
"Aku baik-baik aja,anak kamu mana?"tanya Raeviga yang tidak melihat keberadaan Angela.
"Hai,tante.."sapa anak itu sembari berlari menuju tempat Dava.
"panjang umur nih anak.."ungkap Raeviga yang tiba-tiba saja anak itu datang bersama Nenek dan Papanya.
"Rae,kamu gak apa?"tanya Laili khawatir dengan keadaan menantunya sekarang.
"Enggak kok ma,udah baikan."
"kalian itu ya selalu aja bikin mama jantungan.."ucapnya sembari mengelus rambut Raeviga lembut.
"kalian itu suka banget ya tinggal di rumah sakit.."gurau Arga melihat pasangan yang selalu bergantian masuk ke dalam rumah yang sangat khas dengan bau obat.
"pengennya juga enggaklah.."timpal Dava membalas ucapan Arga.
"kapan Raeviga bisa pulang?"tanya Laili lagi.
"belum tau ma.."
"Dav,"panggil jerome dari balik pintu.Dokter pribadi Dava sekaligus teman SMA.
"Jerome.."
"Kaki Lo bisa di gerakin ga?"tanya Jerome tiba-tiba membuat semua orang yang berada di sana menatapnya heran.
"Entahlah"jawab Dava singkat.Dia memang sangat ingat saat kecelakaan tadi Dava bisa berlari menuju Raeviga walaupun haru terjatuh berkali-kali.
"temenku bilang kamu tadi sudah bisa jalan.Hanya perlu di latih sedikit ototnya.."jelas Jerome membuat yang lainnya berseru senang.
"kamu sudah bisa jalan?"
"serius?"
"coba kamu turun perlahan sekarang.."pinta jerome sembari memegang tangan Dava.Semua pasang mata mengikuti gerak tubuh Dava yang mulai meletakkan kakinya di atas lantai putih itu.
"Ya tuhaan!!"
"kamu sudah bisa berdiri,sayang.."
"Om sembuh"
semua orang melihat Dava bahagia melihat lelaki itu bisa berdiri dengan kedua kakinya lagi.Dava melangkahkan kakinya perlahan.Sangat pelan.
"Aww!"serunya ketika dia berusaha mengangkat dan menggeser kakinya.
Dava sudah bisa melangkah perlahan walaupun masih terasa sakit di lekukan kakinya.
Raeviga tersenyum senang melihat Dava yang bisa melangkahkan kakinya walau masih sangat pelan.
-
-
__ADS_1
**BERSAMBUNG
(Vote dan Like sebanyak kalian mampu :v )✔🙊**