CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 30 : MABUK ( Part 2 )


__ADS_3

Raeviga dan Axel membaringkan tubuh Dava di kamar tamu.


"Berat banget sih dia!"keluh Axel sambil menguap berkali-kali menahan kantuknya yang menyerang.


Seketika Raeviga menatap pilu pada wajah Dava yang terlihat sendu.


"Gue balik ke kamar.Biarin aja dia!"seru Axel meninggalkan kamar Dava sambil menguap lagi.


Raeviga hanya mengangguk merespon ucapan Axel.Namun tatapan gadis itu terus tertuju pada Dava yang tertidur.


Raeviga menatap lekat wajah rupawan Dava yang masih terlihat sama 3 tahun lalu.Raeviga memandangi cukup lama wajah Dava,tangannya ingin menyentuh garis wajah Dava yang tajam itu namun dengan cepat Raeviga menarik kembali tangannya.


Raeviga menyampirkan selimut pada tubuh Dava sebelum melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan.Raeviga merasakan kakinya semakin berat saat mulai melangkahkan kakinya menuju pintu kamar.Seolah tubuh dan perasaannya terkoneksi untuk tetap berada di tempat remang tersebut.


Raeviga mungkin memang membenci Dava karena kecemburuannya yang telah membuat anak mereka menjadi korban,namun disisi lain perasaan Raeviga semakin merindukan kehadiran Dava di sampingnya.


Raeviga memantapkan kembali perasaannya dan melangkah keluar dari ruangan itu.


Namun siapa sangka jika Dava sebenarnya masih setengah sadar dan melihat kehadiran Raeviga yang telah berjalan keluar dari kamar.


Raeviga sedikit terkejut ketika lengannya ditarik oleh Dava hingga tubuh gadis itu menempel pada tembok dan berhadapan dengan Dava yang berdiri di depannya.


Seperti adegan drama romantis lainnya,tangan Dava mengunci tubuh Raeviga sehingga gadis itu tidak dapat berkutik.Gadis itu hanya menatap wajah Dava dalam diam dengan lampu yang temaram.Dava menyunggingkan bibirnya tipis melihat Raeviga yang berada dekat dengannya sekarang.Namun Raeviga tidak melihat senyum kecil Dava itu karena keadaan kamar yang gelap,hanya sorot mata Dava yang dapat dilihatnya sekarang.


"Rae,aku merindukanmu.."ucap Dava sangat pelan,hanya hembusan nafas yang terdengar sangat jelas di telinga Raeviga sekarang,gadis itu sedikit menggeliatkan kepalanya karena hembusan nafas Dava yang sangat dekat itu.Dan bau Alkohol yang tercium begitu tajam dari mulut lelaki yang berdiri sangat dekat dengannya.


"Aku merindukanmu.."ungkap Dava lagi sedikit keras setelah mengatur napasnya ketika tidak menerima jawaban dari gadis di depannya.Dan kali ini Raeviga mendengar sangat jelas ungkapan Dava yang membuatnya terdiam.


Tidak ada suara dari Raeviga mendengar dua kali ungkapan yang dilontarkan Dava pada wanitanya.Raeviga hanya menatap manik mata Dava seolah itu adalah jawaban dari ungkapan kata Dava.


Lelaki itu mendekatkan wajahnya pada bibir Raeviga,memulai tindakan kecil karena tidak ada respon dari wanita yang sedang di dekapnya sekarang.Raeviga menyadari sangat jelas wajah Dava yang akan mendekat padanya,namun gadis itu membiarkan Dava melakukan hal itu padanya.Kini tubuh dan perasaan Raeviga tidak dapat di kendalikannya lagi.Sangat naif apabila dirinya juga tidak menginginkan kemesraan itu sekarang bahkan lebih dari sekarang.

__ADS_1


Raeviga melingkarkan kedua tangannya pada leher Dava,seolah mengikuti permainan yang sedang lelaki itu lakukan.Raeviga telah kehilangan kendali atas dirinya,dia membiarkan tubuhnya bereaksi seperti apa yang diinginkannya.


Kedua tangan Dava memeluk pinggang Istrinya dan membawa Raeviga menuju tempat tidur dengan tatapan kedua mata mereka yang saling mengunci satu sama lain.


Sesekali mereka meringis kesakitan saat kaki mereka menabrak benda keras yang berada di bawah mereka karena keadaan kamar yang gelap.


Dava membaring tubuh Raeviga perlahan dan mengecup kening Raeviga lembut.


"Aku mencintaimu,Rae.."gumam Dava lagi di telinga Raeviga.


Raeviga tidak membalas ungkapan Dava padanya,Gadis itu terlihat mengatur napasnya.Raeviga hanya mendengarkan dalam diam ungkapan Dava padanya dan sesekali mengatur napas dan menahan sakit di area sensitif ketika Dava memulai pergerakannya.


Malam telah semakin larut dengan udara dingin yang menyelimutinya.Begitu pula dengan Raeviga yang telah larut oleh perasaannya dan terbaring dalam pelukan lelaki yang telah menikmati malam bersamanya.


__________________


Mentari pagi telah menerobos masuk ke dalam kamar pasangan yang masih tertidur lelap dengan saling memeluk satu sama lain.


Dava menarik tangan kanannya yang dari semalam menjadi tumpuan kepala Raeviga untuk tidur.Tangan Dava terasa kebas dan mati rasa namun lelaki itu tidak memperdulikannya justru dia bermain-main dengan wajah Raeviga yang tertidur pulas.


Dava akan menyentuh wajah Raeviga namun ponsel dalam saku celana yang tergeletak di lantai berdering kembali membuat Raeviga menggeliatkan tubuhnya sebentar dan melanjutkan kembali tidurnya.Dava tersenyum melihat Raeviga yang masih tertidur dengan pulas kembali.


Dava meraih celana yang tergeletak di lantai untuk mengambil ponselnya.


"Halo"seru Dava dengan suara khas bangun tidur.


"Maaf pak menganggu,saya hanya mengingatkan bahwa satu jam lagi akan ada rapat pembahasan laba perusahaan."jelas seorang wanita yang menjabat sekretaris di kantornya.


"baiklah,"seru Dava singkat dan memutuskan panggilannya secara sepihak,membuat gadis yang menjadi sekretaris Dava itu berdecak kesal.


Bos sialan

__ADS_1


Dava beringsut kembali mendekat ke arah Raeviga.Tangannya menelurusi garis wajah Raeviga yang tadi sempat tertunda.Di tatapnya lekat wajah gadis itu sebelum mendarat sebuah ciuman singkat di bibir Raeviga.


"morning kiss" ucap Dava lirih.Lelaki itu sangat menikmati kegiatannya sekarang.Dava memeluk tubuh Raeviga dan mencium keningnya singkat.Sedangkan gadis dalam pelukannya itu seolah mati rasa dengan perbuatan Dava padanya,dia masih tertidur dengan pulas tanpa menyadari apa yang di lakukan Dava padanya sekarang.


Setelah puas bermain dengan tubuh Raeviga,lelaki itu masuk ke dalam kamar mandi mengguyur tubuhnya menghilangkan bau Alkohol yang masih melekat di tubuhnya.


Beberapa menit kemudian,Dava sudah rapi dengan pakaian formal yang di pakainya semalam lengkap dengan jas yang telah terlihat lusuh.


Dava akan keluar dari kamar menemui Axel namun di depan pintu kamarnya Axel sudah menyapa Dava terlebih dahulu.


"Hey,kau pria yang menyusahkan!"sapa Axel sedikit menyindir pada Dava.


"Maaf..."cengir Dava sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kalau kau mabuk,kenapa harus ke rumahku!"keluhnya sambil menggelengkan pelan kepalanya seolah sedang memarahi anaknya.


Dava hanya tersenyum kecut tanpa membalas keluhan Axel padanya.


Asal kau tau saja ada istriku di dalam rumah ini!


Maura berjalan ke arah mereka dengan wajah bingung.


"apa kalian melihat Raeviga?gadis itu tidak ada di dalam kamarnya.."pertanyaan Maura itu membuat Dava tersenyum kecut mendengarnya.


"MAMPUS!!"keluhnya dalam hati.


Dava akan mengatakan sesuatu pada Maura namun Istri Axel itu lebih dulu berteriak terkejut melihat Raeviga tiba-tiba keluar dari kamar Dava dengan wajah berantakan dan tanda kemerahan yang memenuhi lehernya.


BERSAMBUNG


NB: Vote dan Like cerita ini ya kalau menurut kalian cerita bisa layak untuk di lihat lebih banyak pembaca.

__ADS_1


Terima Kasih,


__ADS_2