CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 24 #ARKA : MASALAH


__ADS_3

Arka duduk bersama dengan William.Di depan mereka terdapat Sashi dan Andreas.William melihat keduanya dengan tatapan berapi.Apalagi ketika Andreas dengan sengaja mengenggam jemari Sashi di depannya.Seolah melakukan hal itu agar membuatnya mendidih.


"Kamu pindah sana ka,biar Sashi duduk disini.."pinta William pada Arka.Namun lelaki itu menghiraukannya dan mengambil earphone yang telah di sediakan dan memainkan musiknya.


"Sialan,Gak setia kawan jadi orang.."omel William melirik kearah Arka yang hanya diam saja.


"Itu masalah kalian.Aku gak mau ikut campur sama persaingan bodoh itu.."imbuh Arka sebelum menutup kedua matanya dan beristirahat.


Sepanjang perjalanan di dalam pesawat William menggerutu kesal setiap kali Sashi dan Andreas memperlihatkan kedekatan mereka.


___________________________


Pesawat mendarat pukul 8 pagi waktu Indonesia.Sashi menggeliatkan tubuhnya karena perjalanan di pesawat membuatnya sangat lelah dan mengantuk.


"Ma,Pak Jo ada kan? aku sama Sashi ada di Jakarta sekarang.Suruh jemput pak Jo di bandara ya.." setelah Arka selesai dengan panggilannya ia kembali menuju ke tempat Sashi dan yang lainnya berkumpul.


"Sebentar lagi supir dateng.."ucap Arka memberitahu.


"Ka,Haus.Ada minum ga?"tanya Sashi pada Arka.Namun respon Andreas dan William lebih cepat dari Arka sendiri.


"Biar aku beliin sebentar.."sahut Andreas seketika dan hendak berjalan menuju kantin disana.Namun langkahnya terhenti ketika William menyodorkan sebotol air mineral yang di belinya tadi.


"Nih aku ada.." William memberikan sebotol air mineral itu pada Sashi.


"Kak Andreas gak usah beli.Nih William ada.."tunjuk Sashi pada botol minuman yang telah di pegangnya.


Arka hanya tertawa mengejek melihat keduanya.


Berselang beberapa menit,Supir pribadi keluarga Dewantara telah sampai di tempat penjemputan.Arka melambaikan tangannya pada supir itu saat melihat Pak Jo yang mengedarkan pandangannya mencari sosok tuannya.


"Disini tuan.."balas Pak Jo melambaikan tangannya.Arka dan yang lainnya menuju mobil putih itu.Arka dan Andreas membantu Pak Jo yang kesulitan memasukkan koper yang berat ke dalam bagasi.Melihat kondisi tubuhnya yang tak lagi muda seperti dulu.


Setelah koper mereka masuk ke dalam bagasi,Pak Jo mulai melajukan kendaraan beroda empat itu.


"Pak Jo,Papa di rumah?"tanya Sashi pada supirnya itu.


"Ekkh..itu non.."jawab Pak Jo ragu.Membuat Arka dan yang lainnya juga ikut penasaran apa yang akan di katakannya.


"Kenapa pak? ada masalah di rumah?"tanya Arka menebak-nebak.Namun selama ini,ia tidak pernah melihat kedua orang tuanya bertikai.Hanya persoalan kecil dan Papanya akan selalu mengalah.


"Mending kalian tanya sendiri ya sama Nyonya nanti.Saya takut salah penyampaian nanti.."jawaban Pak Jo membuat Sashi sedikit resah.


"Pak Jo kok gitu sih.Kalau Pak Jo kayak gini malah buat Sashi khawatir.."keluh Sashi kecewa dengan jawaban yang di berikan supir pribadinya itu.Andreas dan Willim hanya mendengarkan saja persoalan keluarga ini.Mereka tidak mempunyai hak sama sekali untuk ikut campur dalam masalah keluarga Dewantara.


"Maaf non.."ungkap Pak Jo merasa tak enak hati.


"Udah Sas gak apa.Tunggu sampai rumah aja.Lebih baik denger langsung dari keluarga.." saran Andreas pada kekasihnya itu.


Terlihat jelas raut wajah khawatir di wajah kedua saudara kembar itu.


30 menit perjalan dari bandara dengan perasaan khawatir yang mengusik pikirannya, perasaan resah tentang kedua orang tuanya membuat Sashi tidak bisa duduk dengan tenang.Andreas yang duduk di sebelah Sashi menyemangati gadis itu dengan mengenggam tangannya.Ia mengatakan lewat tatapannya untuk tetap tenang.


Setelah mobil berhenti di depan rumahnya Sashi segera berlari menuju pintu rumahnya yang tertutup.

__ADS_1


"Ma,mama.."seru Sashi mencari sosok mamanya.


"Sashi.."seru Raeviga melihat putrinya juga ikut kembali pulang.Ia mengira hanya Arka yang kembali ke Indonesia.


"Mama kok kayak habis nangis?"tanya Sashi melihat Raeviga yang terlihat lesu.


"Mama apa kabar.."seru Arka dari belakang Raeviga.


"Sayang,mama kangen kalian.."seru Raeviga sambil memeluk kedua anaknya.


Andreas dan William berdiri di belakang Arka ikut larut dalam moment Arka,Sashi dan Mamanya itu.


"Ada Andreas juga?kamu nyusulin Sashi kesana?"tanya Raeviga pada Andreas yang di jawab Angukan kepala oleh lelaki itu.


"Ini siapa?teman kamu Ndre?"tanya Raeviga yang melihat William yang berdiri di samping Andreas.


"Gak banget tan.Saya William temen Arka di London.." ucap William memperkenalkan diri.


Andreas yang mendengar hal itu hanya mencibir sebelah mata.


Dasar aneh.aku juga ogah punya temen bentukkannya kayak kamu..


"Orang indonesia juga ya? logatnya indonesia banget.."imbuh Raeviga melihat William yang lancar berbahasa indonesia.


"Iyaa tan.."


"Duduk dulu ya.Biar tante siapin makanan sama cemilan dulu.."ucap Raeviga sebelum meninggalkan ruang tamu.


"Gausah tan.."


"Gak apa kok.Tante udah masak tinggal di hidangin aja..."Raeviga melangkah menuju dapur di ikuti Sashi,sedangkan Arka membiarkan Sashi berbicara dengan Mamanya terlebih dahulu.


"Ma,jawab pertanyaan Sashi.Mama kenapa?"keluh gadis itu sambil mengikuti Raeviga yang sedang menyiapkan makanan di dapur.


"Mama gak apa sayang.Ini tadi sembab gara-gara bawang merah.."kilah Raeviga yang mencoba mengalihkan perhatian Sashi.


"Bantuin mama bawain ini ya.."pinta Raeviga dan berjalan mendahului menuju ruang tamu.


"Kalian udah pada nunggu yaa? tante cuma buat ini tadi.."Raeviga meletakkan beberapa kue kering dan cemilan lainnya di atas meja.


"Udah cukup kok tan..kita jadi ngerepotin.."timpal Andreas.


"Enggak kok.Ayo di makan.Tante mau ke dalam dulu ya istrihat capek soalnya.." Raeviga meninggalkan ke empat anak muda di ruang tamunya.Sashi memberikan isyarat kepada Arka jika mamanya tidak memberitahunya apapun.


Memahami dengan jelas isyarat Sashi,Arka pergi meninggalkan ruang tamu dan menyusul Mamanya.


Di ruang tamu hanya tersisa Sashi,William dan Andreas.Sashi duduk di depan dua lelaki itu.


"Kak nih cemilannya di makan aja,William juga nih..bukannya kemaren kamu bilang kangen sama kue kering indonesia.." Sashi membuka toples kaca berisi makanan itu.


Andreas sedikit bermuka masam saat ia mendengar perkataan Sashi.


Kenapa dia perhatian banget sih sama wili wili ini.Emang yang pacarnya siapa? aku atau dia..

__ADS_1


Sashi tidak menyadari jika perhatian kecilnya pada William membuat Andreas kesal.


"Kamu mau minum apa wil? Teh? Biar aku buatin.."tanya Sashi membuat William merasa berbunga karena perhatian kecil Sashi itu kepadanya.


"Teh aja gak apa.."


Andreas menatap kearah Sashi dengan raut wajah kesalnya.


kenapa cuma dia yang di tanya?nyebelin nih cewek.Baru juga jadi pacar beberapa jam yang lalu udah gak ada perhatiannya sama sekali.


Sashi yang tidak menyadari kekesalan Andreas,pikirannya terganggu karena Mamanya yang seolah menyembunyikan sesuatu.


Andreas beranjak dari tempat duduknya menghampiri Sashi di dapur.Ia tidak bisa menahan kekesalannya lagi.


"Mau kemana?"tanya William pada Andreas yang tiba-tiba menuju ke ruang arah dapur.


"Kamar mandi? mau ikut?" jawab Andreas dengan nada sinis.


"Jijik.."


"Emang tau tempatnya?"ucap William lagi.


"Aku udah kenal lama keluarga ini.Emang lu masih bawang.."jawab Andreas sebelum melengos pergi.


Andreas berjalan menuju dapur menghampiri Sashi,letak kamar mandi memang bersebelahan dengan dapur.Namun tujuan Andreas sebenarnya bukan ingin ke kamar mandi melainkan menuju dapur dimana gadis yang di cintainya itu sibuk membuat minuman.


Andreas memeluk Sashi dari belakang.Membuat gadis itu terlonjak kaget karena pelukan Andreas tiba-tiba.


"kamu sengaja buat aku cemburu ya?"tanya Andreas masih memeluk tubuh Sashi dari belakang.


"Cemburu? kapan?"tanya Sashi bingung.Ia merasa hal yang ia lakukan tadi sama sekali tidak memicu kecemburuan.


Andreas memutar tubuh Sashi hingg menghadap kearahnya.Ia mengunci sisi kanan kiri Sashi dengan lengannya.


"Kenapa kamu hanya menawari minuman kepada si William itu.Sebenarnya kekasih kamu siapa?"protes Andreas sembari menunjuk teh yang di buat Sashi.


Sashi tersenyum mendengar ungkapan Andreas itu.Ia menunjuk ke segelas coffee milk yang telah tersaji.


"Kamu masih suka kopi susu ini kan?"tanya Sashi pada Andreas.


Seketika Andreas tertawa kecil melihat hal itu. "Tentu,itu favoriteku.."jawab Andreas dengan tawa kecil di bibirnya.Ia mendekatkan wajahnya dan ingin mencium bibir Sashi.Namun ia mengurungkannya dan bergerak sedikit ke atas mencium kening Sashi.


"Apa gulanya juga pas takaran?"tanya Andreas.


"dikit gulanya."


"Pahit dong sayang.."jawab Andreas sambil menatap wajah Sashi.


"Liat aku emang kurang manis?"ucap Sashi dengan nada lembut dan di buat-buat.


"Kemanisan kalo ini.."


Andreas menyentuh lembut wajah Sashi.Ia akan mencondongkan tubuhnya dan mencium Sashi lagi namun suara Arka membuat keduanya kikuk.

__ADS_1


"WOY LAGI DI RUMAH INI.JANGAN YANG ANEH-ANEH.."


BERSAMBUNG


__ADS_2