CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S3 - ACARA KOMPETISI BUSANA


__ADS_3

"tidak ada, hanya saja wajah ini seperti candu untukku. Terima kasih sudah mengizinkanku menjadi bagian penting di hidup kamu, sayang"


"terima kasih kembali untuk kasih sayang kamu yang tak pernah hilang di makan waktu"


Dava membelai lembut wajah Raeviga dan memeluknya dalam tidur.


[EPISODE SEBELUMNYA]


Hari penantian yang di tunggu Sashi telah tiba. Gadis itu kini berada di balik panggung megah dengan perasaan gugup. Ia melihat model wanita yang telah mengenakan salah satu rancangan busananya di atas fashion show nanti. Sashi terlihat sedikit gugup walaupun bukan ia sendiri yang akan menampilkan busananya di depan umum dan para juri.


Sashi melihat wanita di hadapannya kini tengah melihat penampilan tubuhnya setelah memakai gaun milik Sashi.


"Apa ada yang perlu di ubah?" tanya model wanita itu pada Sashi yang masih memandang lurus kearah kaca besar di depannya.


Sashi berjalan memutar melihat koleksi gaun haute culture berwarna Lilac dengan bentuk mengembang 3 lapis dari bagian pinggang hingga menjuntai ke bawah.


"Tidak semuanya sudah pas. Apa bagian dada tidak terlalu longgar? aku bisa mengecilkannya lagi" tanya Sashi balik ketika melihat gaun dengan kedua lengan terbuka.


"Semuanya sudah sangat pas di tubuhku"


Seseorang penata rambut datang mendekati model wanita itu, Sarah. Sarah, model blasteran indonesia-perancis itu kini sedang bersama penata rias untuk membuat sebuah tatanan rambut yang sesuai dengan model baju yang ia kenakan.


Sashi mendekati dua orang model lagi yang akan memakai masing-masing 2 busana miliknya nanti. Busana yang lebih terlihat unsur indonesia namun tetap terlihat elegan dan modern.


"Hai, apa kalian sudah menerima busana yang aku berikan?"


"Sudah, kami sedang menunggu antrian ruang ganti"


"Terima kasih atas kerjasama kalian, kasih tau jika nanti ada masalah dengan gaunnya" seru Sashi sebelum meninggalkan kedua model itu.


"Baiklah, aku akan menemui kamu nanti"


Sashi memperhatikan beberapa desainer yang juga ikut dalam kontes busana saat ini. Semuanya terlihat menampilkan hasil yang terbaik.


"Sas..," sapa seseorang yang mengenakan jas berwarna pastel dengan gaya rambut yang di tata lebih rapi.


Sashi menoleh kearah sumber suara. Ia melihat William berjalan mendekatinya dengan senyuman yang menambah ketampanan pria itu. Pria blasteran itu kini menjadi perhatian beberapa orang yang berada disana. Tak hanya karena wajahnya yang di kombinasi dari dua negara namun senyumannya yang begitu renyah membuat beberapa pasang mata terpanah melihatnya. Namun bagi Sashi, ketampanan William tak sebanding dengan wajah Andreas yang menurutnya lebih tampan dari segala jenis pria yang dekat dengannya. Bahkan Arya Saloka yang saat ini sedang trending di setiap acara sinetron tak bisa mengalahkan ketampanan kekasihnya.

__ADS_1


psftt : jangan bully Sashi yang terlalu berlebihan ya gaes. Namanya juga di mabuk cinta.


"Kenapa kamu tiba-tiba ada disini?" tanya Sashi saat William sudah berdiri tepat di depannya. Aroma wangi maskulin dari bajunya tercium oleh hidung Sashi. Bau parfum ini sedikit menyerupai bau dari parfum Andreas yang sudah terbiasa tercium oleh indera penciumannya yang tajam.


"Aku juga orang penting di bagian ini jadi tentu saja aku harus disini,"


Sashi mengangguk mengerti. William adalah salah satu pemberi investasi di acara megah saat ini.


"Aku menunggu penampilan dari hasil karya kamu. Jadi jangan mengecewakanku,"


"Aku sedikit gugup. Sepertinya karya dari perancang yang lain lebih baik dariku,"


William menepuk bahu Sashi pelan untuk menyemangatinya. " Jangan minder. Kamu harus bangga dengan hasil karyamu sendiri"


"Ekkhhmm! apa kalian perlu berpegangan tangan seperti itu?" Sashi terlihat tak asing suara di belakangnya itu. Ia membalikkan badan dan melihat Andreas berjalan menghampirinya.


"Masih aja posesif jadi cowok" ejek William pada Andreas yang sudah menggenggam tangan Sashi erat-erat.


"Tentu, takut jika ada kucing tiba-tiba menyelinap tanpa ijin,"


Andreas tersenyum tipis menyadari sorot tatapan tajam dari Sashi. Ia mengacak rambut Sashi gemas. "Aku hanya bercanda, sayang. William juga pasti menyadari jika ucapan ku hanya candaan semata"


"Jangan khawatir Sas. Kita tak semudah itu untuk bertengkar. Apalagi hanya untuk memperebutkan gadis kecil seperti mu. Aku lebih memilih Angela," goda William membuat Sashi merenggut kesal.


Andreas tertawa melihat wajah kesal Sashi saat ini. Begitu pula William, wajah Sashi memiliki ciri khas saat gadis itu merasa kesal. Alisnya akan bertautan dan bibirnya akan mengerucut ke depan.


Sashi jadi teringat saat dulu William masih pdkt kepadanya bahkan sesekali harus berdebat dengan Andreas. Kini pria itu justru menjelek-jelekannya.


"Dulu aja ngejar-ngejar Sashi. Sekarang karena di tolak malah di jelek-jelekin. Kamu juga, kenapa ikutan ketawa? emang suka kalo pacarnya di bilang jelek?"


"Kata siapa jelek? gak kok kamu cantik. Aku suka.." jawab Andreas dan meletakkan tangannya ke belakang pinggang Sashi.


"Permisi, bisa saya berbicara dengan Sashi sebentar?" seorang model wanita datang sambil memakai gaun milik Sashi.


"Iya Ra? apa perlu sesuatu?"


"Sepertinya lingkar gaun ini sedikit kebesaran. Apa masih sempat untuk di perbaiki?" tanya model wanita itu dengan kedua tangannya yang mengangkat sedikit gaun yang menjuntai panjang itu.

__ADS_1


"Bisa, aku akan membantu kamu"


Sashi kembali menoleh kearah Andreas dan William. "Aku harus menyelesaikan ini terlebih dahulu. Kita bisa melanjutkan obrolannya nanti"


Setelah mengatakan hal itu Sashi segera berjalan pergi ke sebuah ruangan khusus untuk memperbaiki gaun itu. Di ruangan itu Sashi bertemu dengan seorang desainer yang terlihat kebingungan seolah kehilangan sesuatu yang penting.


Sashi mendekati wanita itu yang di ketahui bernama Valerie dari name tag di bajunya.


"Apa kamu mencari sesuatu?"


"Iya, aku kehilangan ornamen untuk pelengkap busanaku nanti. Sebuah bross bunga yang telah ku pesan jauh-jauh hari dari London. Gaun ini akan terlihat kosong jika tidak ada pelengkap apapun."


"Apa kamu tidak memiliki cadangan lain?"


"tidak, itu produk terbatas"


Sashi mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kopernya dan memberikan sebuah bross hasil rancangannya yang di buat oleh pengukir internasional. Ia ingin memakai bross itu di sebuah gaun mode internasional-modern namun sepertinya ada seseorang yang lebih membutuhkan bross itu.


"Aku pinjamkan ini untukmu. Kamu pasti lebih membutuhkannya. Mungkin ini tidak sama seperti milikmu. Tapi setidaknya bross ini masih sesuai dengan rancangan busana milik kamu,"


"Apa kamu yakin memberikan ini untukku? lalu gaun kamu bagaimana?"


"Tidak masalah, aku masih bisa memakai yang lainnya"


"Terima kasih. Harapanku untuk memenangkan kontes itu hampir saja pupus. Aku pasti kalah dalam kompetisi ini. Aku sangat ingin bergabung di kursus desain ternama di Perancis. Aku sangat menginginkannya"


Sashi tersenyum melihat kegigihan dari wanita di depannya. Bahkan harapan gadis itu jauh lebih besar dari harapannya sendiri.


Acara National Youth designer competition akan segera di mulai. Bahkan pembawa acara sudah menyambut kedatangan para juri dan tamu undangan khusus yang di hadiri oleh banyak desainer dunia. William sebagai investor terlihat duduk di salah satu tempat yang telah di sediakan oleh panitia. Marsha dan Arka juga terlihat hadir untuk menyemangati Sashi dalam kompetisi internasional ini.


Masih berada di belakang panggung Sashi duduk bersama Andreas dan menyaksikan pembawa acara yang mulai mengenalkan para juri dan tamu undangan yang menyaksikan langsung acara bergengsi di Jakarta saat ini.


BERSAMBUNG


Hai Readers.


Buat pembaca yang baik hati bak bidadari DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE VOTE NOVEL INI YA

__ADS_1


__ADS_2