
Sashi terbangun dari tidurnya ketika suara keroncongan perutnya yang tak bisa di tahannya lagi.Ia menggeliatkan tubuhnya beberapa kali sebelum beranjak turun dari kasur empuknya.Ia membuka paksa kedua matanya yang masih terlihat mengantuk.
Gadis itu pergi menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya agar terlihat lebih lusuh.Sashi menuju Apartement Arka untuk mengajaknya ikut bersama mencari makanan penganjal perutnya.
"Arka..Ka,bangun.."seru Sashi sesekali mengetuk pintu itu namun Arka yang sudah kelelahan tak dapat mendengar apapun.Ia seolah telah menjadi lelaki tuli dan hanyut dalam mimpi di tidurnya.
Sashi mendengus kesal,ia akan pergi sendiri namun suara William menghentikan langkah kakinya.
"Sashi,what are you doing?" tanya William yang berada di belakang Sashi.Lelaki itu menanyakan apa yang sedang Sashi lakukan larut malam.
Sashi membalikkan tubuhnya,ia melihat William yang hanya memakai kaos oblong dan celana pendek.Sashi melihat William yang penuh dengan keringat di area wajah dan bagian atas tubuhnya.
"Akkh,tadi aku membangunkan Arka untuk menemaniku mencari makan.Tapi lelaki itu tidak bangun juga.."keluh Sashi sambil melirik ke arah pintu Apartement Arka.
William tertawa kecil.
"Arka kalau sudah tidur tidak akan mendengar apa-apa.Bahkan suara geledek saja tidak akan dengar..."ucap William sambil sesekali menyeka keringat di dahinya.
Sashi yang melihat itu,menjadi penasaran apa yang di lakukan William hingga berkeringat seperti itu.
"Lalu..kamu sendiri dari mana? itu baju kamu penuh sama keringat.."tunjuk Sashi pada pakaian oblong hitam yang di kenakan William.
"Akkh ini? aku habis dari tempat gym.."jawab William atas pertanyaan Sashi.
Gadis itu mengangguk mengerti.Ia akan membalikkan tubuhnya untuk kembali berjalan menuju lift di lantai itu.Namun tangan William menghalangi Sashi dengan cepat.
"Sepertinya perutku juga lapar.Aku akan menemani kamu.."ucap William sebelum masuk ke dalam Apartemennya tanpa menunggu jawaban Sashi terlebih dahulu.
Beberapa menit,Sashi menunggu tak lama kemudian William keluar dari Apartemennya dengan kaos dan celana pendek yang terlihat sangat manly.
William dan Sashi telah berada di sebuah restoran yang tak jauh dari lokasi Apartemen.Mereka hanya perlu berjalan kaki beberapa menit untuk sampai ke tempat itu.
"Tempatnya masih ramai walaupun udah malem.."celutuk Sashi ketika masih banyak pengunjung yang duduk menikmati hidangan mereka.
"Restoran di buka 24 jam.."
Malam itu di kota London,Sashi dan William saling bercengkarama sembari menikmati udara sejuk dan pemandangan gedung-gedung tinggi London.
____________________________
__ADS_1
Andreas berada di dalam ruangan kantornya.Ia. menatap layar handphone yang telah redup itu tanpa melakukan apapun.
Angela masuk ke dalam ruangan Andreas setelah mengetuk pintu kaca itu beberapa kali.
"Ndre? kamu lagi sibuk kah?" tanya Angela dengan langkah kakinya yang mulai masuk ke dalam ruangan Andreas.
"Angela.."seru lelaki itu ketika melihat Angela berjalan mendekatinya.
"Ada sesuatu yang ingin aku obrolin sama kamu.."
Andreas menatap wajah Angela yang terlihat nampak pucat.Ia duduk di sofa depan meja kerja Andreas.
"Kamu ingetkan masalah penyakit aku yang di katakan dokter? Aku ingin menjalankan operasi itu sekarang.."
"Apa Papa dan Mama kamu sudah mengetahuinya? setidaknya beritahu mereka dulu.."ucap Andreas memberikan sedikit saran pada teman wanitanya itu.
"Tidak,aku terlalu takut untuk mengatakannya kepada mereka.Aku tidak ingin mereka menjadi sangat cemas.." Angela menggelengkan kepalanya cepat,menandakkan penolakan atas saran yang di berikan Andreas.
"Tapi mereka memiliki hak untuk tau Angela.Lagi pula dokter juga akan meminta persetujuan wali juga untuk operasi yang kamu jalankan nanti.."
"Tapi Ndre..." Angela masih menolak saran itu.
Angela napas pelan.
"Tak bisakah kamu membantuku,setidaknya aku perlu satu teman yang menemaniku nanti.."ungkap Angela menjelaskan tujuannya datang kepada Andreas.
"Aku akan memberitahu keluarga tapi tidak dengan penyakitku yang sebenarnya.."ungkap Angela lagi.Andreas tak bersuara,ia sangat tau perasaan Angela sekarang.Gadis yang sangat mandiri dan ingin menyelesaikan semua masalah hidupnya tanpa bantuan orang lain itu kini berada dalam dilema.Dia tak ingin kondisi tubuhnya membuat orang tuanya sedih.
"Jadwalkan saja operasi kamu segera.Lebih cepat penanganannya akan lebih baik.."jawab Andreas setelah beberapa detik tidak mengatakan apapun.
Angela mengangguk mengiyakan,gadis itu kini akan membahas topik lain yang masih menyangkut Andreas dan saudara sepupunya.
"Apa hubunganmu dengan Sashi baik-baik saja?"tanya Angela lagi.
Andreas mengedikkan bahunya,ia terlihat lesu jika mengingat kepergian Sashi begitu saja.
"Sepertinya hubunganku dengan Sashi hanya akan menjadi seorang teman saja.."ungkap Andreas dengan nada rendah dan helaan napas berat.
"Apa kamu menyerah? ini bukan Andreas yang aku kenal.."
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerah dengan perasaanku.Tapi bagaimana tentang Sashi? dia bahkan telah melupakan perasaannya kepadaku."
"Sesuatu yang sangat spesial di hidupmu itu perlu untuk di kejar Ndre.Lupakan tentang hal lainnya.Kamu hanya perlu mengekpresikan perasaanmu itu kepada orang yang tepat...Sashi." ucapan Angela itu sukses membuat Andreas terdiam.Selama beberapa hari ini,Andreas hanya berspekulasi tentang perasaan Sashi yang telah terhapus untuknya.
Satu jam telah berlalu,Angela keluar dari ruang kerja Andreas.Sedangkan di dalam sana Andreas masih bergelut dengan perasaannya.Beberapa detik kemudian,ia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil jas yang tersampir disandaran kursi putarnya.
"Segera pesankan saya tiket penerbangan ke London sekarang.."pinta Andreas pada Sekretaris lewat telepo yang berada di atas mejanya.
"Baik pak.."jawab Sekretaris itu mengiyakan.
Andreas keluar dari ruang kerjanya dan segera menuju tempat parkir mobil miliknya.
______________________________
Di London Sashi menikmati udara pagi dari balkon Apartemennya.Arka mengetuk pintu Apartemen Sashi untuk mengajaknya sarapan bersama dengan William juga.
"Sas,Bangun.Gak mau sarapan?"seru Arka yang telah berdiri di depan pintu bersama William.
Sashi yang mendengar seruan itu segera berlari menuju pintu Apartemennya dan membukanya.
"Tunggu 5 menit ya,aku mau ganti baju.."jawabnya ketika melihat kedua pria telah menunggunya.
Setelah bergantian pakaian,Sashi bersama Arka dan William pergi menuju restoran.
"Ka,cari makanan indonesia aja ya.Aku lagi kepengen itu.."ucap Sashi yang masuk ke dalam mobil milik William dan duduk di kursi depan bersama William.
"Makanan Indonesia?"tanya William berfikir.
"He.emm,ada kan daerah sini?"
"Kurasa ada.Pakai google map sebentar,aku lupa tempatnya dimana.."ucap William lagi sambil menekan aplikasi google map di handphonenya.
"Ada-ada aja sih kamu.."gerutu Arka yang berada di kursi belakang.
"Biar aja sih..."dengus Sashi membuat William tersenyum kecil melihatnya.
Sashi,kenapa kamu sangat cantik.
BERSAMBUNG
__ADS_1