CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 15 # SASHI - ARTI MELEPASKAN


__ADS_3

Sashi membalikkan tubuhnya menoleh kearah sumber suara.Ia melihat Andreas sedang berlari di depannya.Wajahnya terlihat kusut dan lebam kemerahan di sekitar bibir dan ujung mata kanannya.


Apa yang terjadi dengannya?


 


episode Sashi sebelumnya


 


___________________________


Sashi memandangi Andreas yang sudah berada dekat di depannya.Luka lebam di wajah Andreas terlihat sangat jelas.


"Kak Andreas apa yang terjadi dengan luka itu?"tanya Sashi sembari menyentuh kearah luka di wajah Andreas membuat lelaki itu meringgis kesakitan.


"Jangan di sentuh,Sas.Ini menyakitkan.." Andreas menghalangi tangan Sashi yang akan kembali menyentuh luka di ujung matanya.


"Apa yang terjadi? Apa sudah ke rumah sakit?"tanya Sashi lagi dengan raut wajah khawatir.


"Jangan pedulikan aku.Apa kamu sudah menungguku sejak tadi?"tanya Andreas sembari menatap lekat wajah Sashi.


Gadis berambut ikal itu tersenyum kecil mendengar pertanyaan Andreas.


"Menurutmu? sebenarnya aku sangat kesal kepada Kakak sekarang.Tapi melihat wajah babak belur itu seolah rasa kesalku sudah impas..."ungkap Sashi sembari menatap pantai di sore hari itu.


"Tentu saja impas.Tangan saudaramu sendiri yang memukulku.."keluh Andreas pelan sembari melangkahkan kakinya santai di atas pijakan pasir pantai.


"Hah? Kak Andreas bergumam Apa?"tanya Sashi yang mendengar perkataan Andreas samar-samar karena nada suara Andreas yang rendah.


"Tidak ada.."jawab Andreas dengan senyuman hangat saat melirik sekilas pada gadis yamg sudah berjalan di sampingnya.


"Dasar Aneh.." Sashi memainkan butiran pasir sembari menikmati desiran ombak yang menerpa kedua kakinya.


Andreas tersenyum melihat Sashi yang bermain dengan desiran ombak seperti seorang anak kecil yang baru saja melihat pantai.


Sashi membalikkan tubuhnya menoleh kearah Andreas.


"Kenapa hanya diam saja disana?takut basah?"tanya Sashi melihat Andreas yang hanya berdiri di bibir pantai.


"Bermainlah sendiri aku.."belum selesai Andreas menyelesaikan kalimatnya namun Sashi sudah mencipratkan air ke tubuh Andreas beberapa kali hingga membuat baju lelaki itu sudah setengah basah.


"Bermainlah.Ini sangat menyenangkan.."ucap Sashi sambil memainkan air pantai yang jernih itu.


Sedetik kemudian,Andreas sudah melepaskan baju yang di pakainya dan ikut bermain dan tertawa lepas dengan Sashi tanpa memperdulikan beberapa orang yang sekilas memperhatikan mereka.


Saling tertawa lepas tanpa beban,memeluk satu sama lain tanpa merasa cangung perasaan itulah yang saat ini keduanya rasakan.

__ADS_1


"Jangan pergi Sashi.Aku membutuhkanmu untuk selalu berada di sampingku.." Suara hati Andreas.


"Hari ini akan menjadi satu kenangan indah yang pernah aku miliki bersama Kamu Kak.Selamat tinggal Kak Andreas.." Suara hati Sashi.


"Capek..turunin Sashi.."ungkap Sashi yang berada di punggung Andreas di temani desiran ombak yang tenang.


"Kenapa kamu mengajakku ke tempat ini?"tanya Andreas sembari mengikuti langkah kaki Sashi yang menjauh dari air di pantai.


Gadis itu duduk di atas pasir di tepi pantai.Ia duduk sembari melipat kakinya di depan dadanya dan memandang kearah laut di pantai.


"Tidak ada alasan khusus.Aku hanya ingin menikmati ini bersama Kak Andreas.."jawaban Sashi itu berhasil membuat Andreas berfokus kepadanya.


"Apa Kamu tau siapa cinta pertamaku?"tanya Andreas pada Sashi yang masih menghadap kearah air laut yang tenang.


"Tentu saja aku mengetahuinya.Aku adalah pengikut kakak yang setia selama ini.."ucap Sashi di sertai tawa ringan namun jauh di dalam hatinya tergambar kesedihan saat menjawab pertanyaan Andreas.


"Kak Angela.Sejak kecil Kalian sangat dekat.Aku hanya menjadi orang ketiga di antara kalian.."


Andreas masih memandang wajah Sashi yang sejak tadi menyembunyikan kesedihannya.


"Ternyata kamu bukan pengikutku yang setia Sas.Kamu bahkan telah salah menyebutkan.."ucapan Andreas itu sontak membuat Sashi memandang wajah Andreas yang duduk di sampingnya.Gadis itu mengerutkan keningnya bingung.


"Apa kamu lupa siapa gadis yang selalu ingin kutemani saat di kelas dulu? gadis yang selalu memintaku untuk membelikan lolipop diam-diam,gadis yang selalu mengikutiku setiap saat bahkan sampai detik ini..dia adalah cinta pertamaku.."


Setiap kalimat yang di ucapkan Andreas ikut tergambar di pikiran Sashi.Gadis itu semakin mengerutkan keningnya memikirkan perkataan Andreas seolah sebuah teka-teki untuknya.


"Apa kamu masih tidak ingat?"tanya Andreas dengan raut wajah yang sedikit kesal.Seakan Sashi telah melupakan masa-masa kecil mereka.


"Aku hanya merasa bimbang dengan jawabanku..apa itu aku?"tanya Sashi dengan nada ragu sambil menunjuk ke wajahnya sendiri.


"Hemm.."gumam Andreas sambil menganggukkan kepalanya pelan.


"Aku? gak mung...Ekkhmm!" Andreas mengecup bibir Sashi seketika saat gadis itu sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri.Andreas mengecup lembut bibir Sashi seolah ia telah memiliki ijin sepenuhnya untuk melakukan itu.


Aku tidak lagi berlari dari perasaanku Sas.Aku tidak akan menahan lagi perasaan ini


Sashi membelalakkan kedua matanya ketika Andreas kembali menyentuh bibirnya untuk kedua kalinya.Gadis itu memukul lengan Andreas hingga lelaki itu meringis kesakitan.


"Apa yang kakak lakukan? aku bukan gadis polos yang bisa kakak mainkan saat Kak Andreas butuh.."ungkap Sashi marah sambil berdiri dari duduknya.


"Sas,aku tau kamu juga suka sama aku.Dan perasaanku juga sama sepertimu.."ungkap Andreas membela diri.Ia meraih kedua telapak tangan Sashi dan menatap lekat pada manik mata indah milik Sashi.


"Maaf telah terlambat menyadari perasaanmu.Dulu aku merasa putus asa saat kamu mengatakan aku hanyalah Saudara bagi kamu.Saat itu juga aku menyerah dengan cinta itu..."ucap Andreas lagi mengutarakan semua perasaannya yang selama ini ia pendam dalam-dalam.


"Bohong!" Sashi melepaskan kedua tangan Andreas yang memegangnya.


"Kak Andreas selalu bersama Angela.Kak Andreas selalu bersikap dingin padaku.Perlakuanmu kepadaku sangat berbeda saat bersama Angela..."

__ADS_1


Air mata Sashi perlahan menetes membasahi pipinya setelah mengatakan kegundahan hatinya yang selalu menjadi pertanyaan untuk dirinya sendiri.


Kenapa Kak Andreas selalu bersikap dingin? Apakah Kak Andreas membencinya? semua itu telah di lontarkan Sashi dengan pernyataan yang perlahan membuatnya teringat sikap dingin Andreas kepadanya.


"Hentikan kebohongan bodoh ini.Apa Kakak mendekatiku karena tidak bisa mendapatkan Kak Angela? Jangan perlakukan aku seperti gadis bodoh kak.." Sashi mengusap air matanya yang masih jatuh menetes tanpa permisi,ia melangkahkan kedua kakinya menjauh dari Andreas.


"Sas..dengerin aku dulu.Tidak semuanya benar seperti apa yang kamu pikirkan..."ucap Andreas sembari mencegah kepergian Sashi.


Namun langkah kaki Andreas terhenti saat Sashi tiba-tiba membalikkan tubuhnya.


"Jika memang itu benar maka Kak Andreas sudah terlambat.Sekarang aku terlalu lelah untuk memperjuangkan..."


Sashi akan melepaskan Kak Andreas untuk Kak Angela.


Kata orang cinta memang tak seharusnya memiliki walaupun rasanya akan terasa pedih.Tapi memang inilah resiko jika bermain-main dengan hati.


Perkataan Sashi seolah menjadi pukulan keras di hati Andreas.Ia seharusnya menyadari jika selama ini Sashi juga menaruh hati kepadanya,dan tidak akan bertikai dengan hatinya dan seolah membuat Angela menjadi wanita pengganti kehadiran Sashi di hatinya.


Andreas memeluk tubuh Sashi dari belakang agar langkah gadis itu menghentikan langkah kakinya.


"Maaf,aku sangat menyesal tidak menyadari perasaanmu.Kehadiran Angela membuatku bergantung padanya,tetapi setiap kali aku berusaha mencintai Angela wajahmu selalu membayangiku Sas.Itulah alasanku bersikap dingin kepadamu.Agar aku segera bisa melupakanmu Sashi.Tapi itu sia-sia.." Dalam pelukan Andreas,Sashi hanya terdiam tak bersuara seakan meresepi setiap kalimat yang di lontarkan Andreas kepadanya.


"Kamu telah membuat Angela seperti gadis pelarianmu Kak.Apa kamu menyadari hal itu?"balas Sashi beberapa detik berikutnya setelah meresapi setiap kalimat yang di katakan Andreas.


"Karena aku hanya ingin melupakan perasaanku kepadamu Sashi.Aku tidak ingin perasaan memilikimu ini selalu saja menghantuiku..."


"Aku akan merasa sangat kesal saat Angela dengan pria lain seolah aku benar-benar mencintainya tetapi hanya wajah gadis bernama Sashi yang selalu ku lihat disana.."


Andreas merapatkan pelukannya di tubuh Sashi.


"Arka memang pantas memukulku seperti ini.Aku memang pria sialan yang pengecut.."


Sashi membalikkan tubuhnya menatap kearah Andreas.


"Kak Angela mencintaimu kak.Jangan buat dia merasa sakit hati karena tindakanmu.Terkadang memiliki hubungan dengan seseorang yang mencintai kita adalah pilihan terbaik kak.."


"Langit akan semakin gelap.Sashi akan pulang dulu.."ungkap Sashi lagi sembari melirik kearah jam tangannya.


Andreas masih mengenggam erat tangan Sashi,seolah merasa berat untuk melepaskan gadis itu.


"Aku yang akan mengantarmu.."


"Aku membawa mobil sendiri.."tolak Sashi sambil menunjukkan kunci mobilnya dan tersenyum tipis menatap Andreas.


Aku pergi..


Terima kasih telah menjadi pria yang di cintai oleh Sashi...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2