CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 22 : ARGA KEMBALI


__ADS_3

Cahaya mentari pagi telah masuk menyinari ruangan kamar mereka.Dava mengerjapkan kedua matanya ketika cahaya mentari pagi menyinari sebagian wajahnya.Lelaki itu meregangkan tubuhnya sebentar dan membalikkan tubuhnya menatap Raeviga yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Tangan Dava mulai memeluk tubuh Raeviga hingga tubuh gadis itu berada dalam dekapannya.Dava mengelus lembut wajah Raeviga sebelum mengecup dahi Raeviga sangat lama.


"Pagi sayang.."sapa Dava sambil meraih telapak tangan Raeviga dan mengelusnya lembut.


Namun bagaikan mati rasa,Raeviga masih tertidur dengan pulas setelah Dava membuatnya kelelahan semalaman.


Dava mencium puncak kepala Raeviga lagi sebelum beranjak dari tempat tidurnya.


Dava telah berpakaian rapi dengan jas abu-abu yang di sampirkan di lengannya.Dava melirik sekilas pada Raeviga yang masih tertidur dengan nyenyak di atas ranjang.


"Dasar tukang tidur"ejek Dava kemudian berlalu pergi meninggalkan kamarnya menuju tempat makan.


"Biarkan istriku tidur,jangan bangunkan dia!"pinta Dava pada pelayannya yang sedang menyajikan sarapan pagi untuknya.


"Baik tuan"jawab pelayan wanita itu.


Dava menikmati sarapan paginya,namun tiba- suara dering ponsel miliknya menghentikannya menyuapkan makanan ke mulutnya.


Dava menerima telpon dari sekretarisnya,meminta dirinya untuk segera menuju kantor karena seorang klien baru ingin bertemu dengannya.


"Baiklah" Dava mengakhiri panggilan telponnya dan mulai memakai Jasnya.Suara deru mobil silver milik Dava telah berlalu meninggalkan kediamannya.


Raeviga membuka kedua matanya perlahan ketika sinar matahari sudah menyorot penuh wajahnya.Gadis itu mengeliatkan tubuhnya dan menyadari jika Dava sudah tidak berada di sampingnya.


Masih dengan merebahkan tubuhnya di kasur empuk,dia meraih handphone-nya yang berdering.


Raeviga sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat nama Arga yang menelponnya.


"Rae.." sapa Arga di seberang sana.


"Ga,lo ketemu sama Siska?"


"Udah,Rae.." Jawaban Arga membuat Raeviga yang mendengarnya bahagia.Namun berbeda dengan sorot wajah kehilangan pada Arga.Seolah Laki-laki itu telah kelihangan sesuatu.


"Tapi dia udah menikah,Rae.." lanjut Arga lagi


"Haa??" seru Raeviga tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Gue di Jakarta sekarang, aku ingin ngobrol sesuatu sama elo.Kita bisa bertemu hari ini?"


Raeviga mengiyakan permintaan Arga.


"Baiklah, dua jam lagi kita akan bertemu di Resto jepang sebelah kantor gue.." Arga memutuskan panggilannya setelah mendengar Raeviga mengiyakan permintaannya.


Raeviga meletakkan ponselnya sembari memikirkan apa yang telah Arga katakan tentang Siska.


"Hueek!"

__ADS_1


Raeviga berlari ke kamar mandi ketika perutnya tiba-tiba merasa mual.


Raeviga bersandar pada dinding kamar mandi dan memikirkan perkataan Dava yang mengatakan bahwa dirinya hamil.


Raeviga mengelus lembut perutnya dan tersenyum kecil dengan kehadiran bayi kecil yang masih dalam perutnya.


____________________


Raeviga mengambil sebuah dress mustrad selutut dengan lengan yang hanya sebahu.Ia mengambil cardigan dan memakaikannya pada tubuhnya.Penampilan Raeviga terlihat casual dengan perpaduan makeup naturalnya.


Raeviga berhenti menyisir rambutnya ketika mendengar suara dering whatapps di ponselnya.


Panggilan telpon itu dari Dava yang akan mengajaknya mengecek kandungan.


"Rae,kamu dimana?" tanya Dava sembari berkutat dengan laporan perusahaan.


"Dirumah.."jawab Raeviga singkat.


" satu jam lagi aku akan jemput kamu untuk cek kandungan.."


" bisa gak kita mundur sore aja.Aku ada janji" pinta Raeviga sedikit gugup menunggu jawaban Dava di seberang sana.


"Janji?"


Raeviga berdeham mengiyakan.


"Sama siapa?" tanya Dava lagi,karena setau Dava Raeviga bukanlah gadis dengan kepribadian yang mudah berteman.


"Kamu gak bohong kan?"tanya Dava ketika mendengar suara terbata-bata Raeviga saat mendengar.


"Eengaak! memang sama temen"seru Raeviga mencoba menyakinkan.


"Yaudah hati-hati ya! kamu harus inget ada bayi kita di dalam kandungan kamu.." balas Dava penuh penekanan di setiap katanya.Seolah memperingatkan Raeviga untuk tidak berbuat hal yang akan menyulut emosinya.


Raeviga memutuskan panggilannya dengan Dava setelah Dava memberikan ijin padanya.


Ada rasa menyesal ketika Raeviga harus membohongi Dava,namun ia juga tidak bisa mengatakan bahwa ia akan bertemu dengan Arga,karena Dava sangat membenci Arga begitu pula dengan Arga yang lebih membenci kehadiran Dava.Seolah kedua saudara beda ibu itu saling memangsa jika telah bertemu.


__________________


"Rae!!" panggil Arga ketika melihat gadis yang pernah berlabu di hatinya itu sedang mengedarkan pandangannya mencari sosok dirinya.


Raeviga tersenyum kecil dan berjalan menuju meja yang di tempati Arga.


"Lo tambah gemuk aja Rae!" ucap Arga sembari melontarkan senyumnya.


"ini pujian apa ejekan.."keluh Raeviga di ikuti tawa kecilnya.


Arga tertawa mendengar keluhan Raeviga dengan ekspresi marah yang di buat-buatnya.

__ADS_1


"Gimana Lo sama Dava?"


Raeviga memandang Arga bingung mendengar pertanyaan yang di lontarkan Arga padanya,karena setau gadis ini Arga yang membenci membahas hal yang berhubungan dengan lelaki yang bernama Dava.


"Kenapa?"tanya Dava ketika melihat ekspresi bingung gadis di depannya.


"Ehm,Lo jadi aneh.Biasanya Lo marah kalo denger nama Dava di sebut-sebut.Sekarang? Lo malah tanya tentang dia."


Dava tertawa mendengar ejekan Raeviga padanya.


"Gue tanya tentang hubungan Lo sama Dava.Bukan kehidupan pribadi Dava"elak Arga membuat tawa kecil di bibir Raeviga.


"Lo baik-baik aja sama dia?"


"Gue sama dia, ya gitu laah!"jawab Raeviga singkat.


"Gitu gimana?"tanya Arga penasaran.


"Lo disini mau bahas Siska atau bahas kehidupan pribadi gue.." gurau Raeviga di susul tawa ringan dari Arga.


"Siska beneran nikah?"tanya gadis itu memastikan.


"Gue belum bisa bicara langsung sama Siska,Rae.Gue hanya ngikutin dia dari belakang."


"Gue tanya sama tetangganya kalo Siska sudah menikah.." ungkap Arga penuh penyesalan.


"Gue,gak bisa kalo harus ganggu kehidupan Siska,Rae.." Arga menutup wajahnya dengan kedua tangannya frustasi.


Raeviga menyadari satu hal tentang pria yang di depannya sekarang,lelaki yang dulu agresif dan selalu ingin di nomer satukan itu kini bukan lagi pria seperti itu.Parasnya mungkin masih tetap sama namun perlahan Arga menjadi sosok yang lebih baik.


Melihat kekacauan di hati Arga sekarang,spontan Raeviga menepuk pelan bahu lelaki itu untuk menenangkannya.


"Gue merasa kehilangan tanpa kehadiran Siska,Rae"keluh Arga lagi.


Raeviga menatap nanar melihat wajah frustasi Arga.Lelaki yang sudah di anggapnya kakak itu kini sedang meringkuk dengan penyesalannya.


Raeviga menepuk telapak tangan Arga berusaha memberikan energi untuk menguatkan hatinya.


"Gue percaya,kalo memang kalian di persatukan.Waktu akan membawa kalian bersama.."


Arga spontan mengenggam tangan Raeviga yang sedari tadi menepuk pelan telapak tangannya.


"Gue berterima kasih pada tuhan,masih memiliki teman sebaik lo,Rae.."


"Aku juga.Lo itu udah kayak abang gue sendiri.Kalo jadi abang itu ga boleh cengeng."


Ucapan itu membuat sedikit tawa di wajah Arga.


Di balik restoran itu,mereka tidak menyadari bahwa seseorang sedang mengintainya dengan tatapan tajam yang mengarah kepada mereka berdua.Ia mengepalkan tangannya menekan emosinya melihat kebersamaan Raeviga dan Arga.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Selamat tahun baru buat kalian semuaa 🍀


__ADS_2