CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 60 : KEMBAR


__ADS_3

Raeviga sudah di tangani dokter kandungan.Dava dan yang lainnya tengah menunggu di ruang tunggu rumah sakit.Dava menenggelamkan wajahnya di telapak tangannya.Menyembunyikan wajah gelisahnya saat ini.Beberapa menit kemudian Jerome keluar dari ruangan dengan terburu-buru.


"Dav,kondisi Raeviga tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal.Jadi aku berencana akan memakai prosedur operasi sesar untuknya."Jelas Jerome sambil menyodorkan formulir operasi pada Dava yang sudah sangat tegang.


"Operasi? apa itu beresiko tinggi?"tanya Dava panik.


"Kemungkinan 60% operasi akan berjalan lancar.Aku tidak bisa mendeteksi detak jantung bayinya sekarang.Kemungkinan bayi dalam kandungan itu tidak selamat.."


Pernyataan Itu membuat Laili terguncang,pernyataan yang begitu pahit untuk dirinya.Begitu pula dengan Dava,lelaki itu menjatuhkan bulpen yang di pegangnya tanpa sadar.


"Selamatkan istri dan anakku jer.."seru Dava dengan lirih.Pikirannya kacau,Wajah Raeviga dan bayang-bayang wajah anaknya nanti bergantian memenuhi pikirannya.


"Akan ku usahakan.Untuk saat ini berdoalah untuk yang terbaik.."jawab Jerome sebelum pergi menuju ruangannya kembali setelah mendapatkan persetujuan dari Dava untuk Operasi.


3 jam telah berlalu namun Dokter kandungan yang membantu Raeviga bersalin belum juga keluar dari ruangannya.Dava semakin frustasi karena merasa sangat cemas dengan kondisi istri dan anaknya yang masih belum mendapatkan kabar apapun.


"Sabar Dav.."ungkap Laili sambil menepuk punggung Dava.Wanita parubaya yang telah menjadi seorang nenek itu melihat dengan jelas kecemasan anaknya saat ini.


"Tenang aja,pasti lancar kok.."imbuh Arga yang duduk di sisi kanannya.


Dava mengangguk mengiyakan sambil menopang kepalanya pada telapak tangan kekarnya.


"Papaa..."Arga menoleh pada sumber suara yang sangat di kenalnya.Putri kecilnya berlari kearahnya dan memeluknya di ikuti oleh Siska dan keluarga kecil Axel di belakang.


"Papa,anak tante Rae udah keluar?"tanya Angela dengan senyum senangnya.


Arga tersenyum dan membelai lembut rambut putrinya.


"Gimana?belum dapat kabar?"tanya Siska pada suaminya.


Arga menggeleng menjawab pertanyaan istrinya.


Arga menghampiri Dava yang tengah berdiri cemas di depannya.Dia mencoba menguatkan Dava yang merasa putus asa itu.


"Lama banget sih"gumam Dava dalam hati.


10 menit kemudian Suster dan Jerome yang menangani Raeviga keluar dari ruangan,ia menghampiri Dava yang sudah menunggu dengan panik.


"Je,gimana?"tanya Dava menghampiri Jerome yang sudah berada di depannya.


"Berdoalah minta kepada tuhan untuk segala kesembuhannya,kini tekanan darah Raeviga tinggi.Dia tidak sadarkan diri.."ungkap Jerome sambil menepuk pundak temannya itu untuk menguatkan.


Dava terduduk lemas,ia mencengkram kepalanya merasa frustasi.

__ADS_1


"Tuhan kumohon selamat dua orang yang sedang berjuang ini sekarang.Selamatkan dia.Jangan Ambil nyawa mereka,biarkan mereka menjadi penuntunku di dunia ini.."doa Dava dalam hati.Air mata menetes perlahan membasahi wajahnya.


Laili memeluk Dava yang terjatuh tersungkur di lantai.Wanita parubaya itu memeluk tubuh anaknya erat.


"Mereka akan baik-baik saja..."gumam Laili pelan.


Siska memeluk tubuh Arga yang ikut bersedih dengan apa yang di katakan Jerome.


Beberapa jam kemudian,suara tangisan bayi begitu memekik telinga Dava yang berdiri tak jauh dari pintu operasi.Tangisan itu seakan meluluhkan sedikit kekhawatiran dalam dirinya.Lelaki itu mematung sejenak mendengarkan suara tangisan buah hatinya.


Seorang Suster membuka pintu ruang operasi dan mendapati Dava yang sudah menunggu dengan cemas.


Jerome dan dua suster lagi keluar sambil membawa dua orang bayi yang berada di pelukan suster perawat itu.


"Kondisi Ibu dan kedua bayinya sehat Dav.Raeviga kini sedang dalam pengaruh bius namun dia baik-baik aja.Selamat ya anak kamu kembar.."seru Jerome sambil tersenyum menepuk pelan bahu temannya itu.


Laili dan yang lainnya mendengar hal itu merasa lega dan senang.Laili meneteskan air mata mendengar kabar bahagia itu.Kini dia telah menjadi seorang nenek dengan 3 cucu.


"Kembar?"tanya Dava tak percaya.Dava sangat bersyukur dengan apa yang di titipkan kepadanya.


Jerome mengangguk.


"Laki-laki dan perempuan.."lanjutnya.


"Wah,kamu sekali buat langsung dua coy.."ucap Arga terkekeh.


Dava berjalan mendekati dua orang bayi yang di gendong suster perawat itu.Dava begitu terharu melihat wajah anak-anaknya.


"Hai,sayang.Kamu udah disini sama Papa.Terima kasih sudah berjuang untuk lahir sebagai anak Papa.."ucap Dava pelan dan mengelus lembut kedua bayinya.


"Di adzanin dulu,Dav.."seru Laili ketika Dava sudah mengendong putri kecilnya.Dava mengiyakan dan melantunkan bacaan adzan dan Iqomah.


"Apa sekarang aku boleh menemui istriku?"tanyanya masih dengan senyum yang melekat di bibirnya dan satu bayi perempuan yang masih dalam pelukannya.Sedangkan bayi laki-laki di gendong oleh Laili.


"Tunggu 10 menit lagi.Biar di pindahkan dulu ke ruang bersalin."jelas Jerome kemudian masuk kembali ke ruangan tempat Raeviga bersalin.


"Kalo udah jadi orang tua turunin itu ego-nya.."ucap Arga menasehatinya.


Dava tersenyum mengiyakan.


Tak lama kemudian seorang suster datang kepada Dava dan memperbolehkan keluarga pasien menjenguknya.


"Sayang"panggil Dava lirih setelah masuk ke ruangan bersalin istrinya.Raeviga membuka kedua matanya perlahan,walaupun pengaruh obat bius masih berada di tubuhnya.

__ADS_1


Gadis itu melebarkan senyumnya melihat kedatangan Dava.


Raeviga terlihat lemas dan sedikit pucat.Wajahnya sayu namun ia tersenyum bahagia ketika melihat kedua buah hatinya berada di pelukan suami dan ibu mertuanya.


Dava meletakkan bayi perempuan itu di samping Raeviga dan mencium kening istrinya.


"Anak kita kembar sayang..."ungkap Dava dengan.wajah bahagia yang tergambar jelas.


"Terima kasih,telah berjuang untuk kelahiran buah hati kita.Kamu wanita hebat.."puji Dava pada istrinya ia menghujani kembali ciuman singkat di wajah Raeviga.Tak memperdulikan banyak pasang mata yang menonton kemesraan mereka sekarang.


Raeviga mengenggam tangan mungil anaknya.Jemari lentik yang kecil,kulit yang begitu lembut.Raeviga menangis haru sambil membelai lembut wajah halus anaknya.


"Sayang,makasih sudah mau hadir menjadi anak Mama sama Papa.."ungkap gadis itu dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


Dava tersenyum dan mengelus kening istrinya dan menatap kedua bayi mereka yang terbaring di sisi Raeviga.


Siska memegang telapak tangan Raeviga dan mengenggamnya.


"Rae,selamat ya.Kamu udah jadi ibu sekarang.." Siska menguatkan Raeviga yang sudah seperti saudaranya sendiri.Raeviga tersenyum mengiyakan.


"Aku sekarang bisa merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu untuk sebuah kehidupan baru untuk anaknya.."jawab Raeviga masih dengan wajah yang sedikit pucat.


"Kamu hebat sayang..."puji Dava mendengar perkataan istrinya.


Raeviga tersenyum dan memeluk jemari suaminya.


Tangan yang begitu hangat.


"Udah dapet nama buat anak kita?"tanya Raeviga setelah beberapa detik menangis haru melihat kedua buah hatinya.


Dava hanya menggeleng pelan dengan senyum kecil menghiasi wajahnya.


BERSAMBUNG


"Hai,pembaca setia yang terhormat Request nama buat anak gue dong.." Dava.


Fyi : Maaf ya kalau uploadnya lama sebenarnya uploadku sudah tiap hari tapi proses penerbitan dari Mangatoon sekarang lama.Aku gak tau cerita ini bakal di UP kapan sama mereka.Jadi sabar menunggu ya 💕


Jangan bosen..


Dan,setelah ini kalian mau cerita ini berlanjut atau cukup dengan EXTRA CHAPTER?


KOMENT DI BAWAH YAA💕

__ADS_1


Instgram : @ilyuaml1


__ADS_2