CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S3 - MENGALAH UNTUK CINTA


__ADS_3

Kenapa disana? aku mencari kamu sejak tadi. Tunggu aku, aku sedang berjalan kearah sana"


panggilan telepon itu terputus sepihak. Andreas tak sengaja mengakhiri panggilan telepon dengan Sashi.


"Kenapa dia mengakhiri panggilan? aku belum selesai bicara"


[EPISODE SEBELUMNYA]


Sashi berada di dalam mobil bersama Andreas. Gadis itu mengeluhkan tentang Andreas yang tiba-tiba bersikap aneh padanya. Bahkan Andreas mengakhiri panggilan teleponnya begitu saja.


"Kak, kamu kenapa? sayang, kalo kamu diem aja. Aku juga gak tau masalahnya apa.." Sashi menggoyangkan tubuh Andreas yang sejak tadi hanya diam mengalihkan tatapannya dari Sashi.


"Kamu marah sama aku? jelasin ke aku salahku dimana?" Sashi sedikit menaikkan nada suaranya lebih tinggi. Ia sudah tidak tahan dengan sikap Andreas yang hanya diam tak bersuara bahkan pria itu melupakan untuk memberikan ucapan selamat kepadanya.


"Apa kamu akan pergi ke Paris untuk kembali mempelajari desain?"


"Iya, karena itu adalah hadiah utama dari kompetisi desain ini, dan juga karyaku nanti akan di tampilkan di Paris Fashion Week tahun ini. Itu salah satu impian terbesar aku.." Sashi terlihat sangat senang hingga ia tak memperhatikan dengan jelas raut wajah Andreas yang nampak murung.


"Kamu melupakan rencana kita lagi? Jika aku minta kamu untuk tidak pergi. Apa kamu akan menuruti permintaan ku?"


Kali ini Sashi bisa melihat jelas ekspresi wajah Andreas yang nampak serius seakan ada sesuatu yang ia sembunyikan dari Sashi.


"Rencana apa?" tanya Sashi bingung.


"Bukankah kamu akan menjawab lamaran ku kemarin hari ini? Apakah jawabanmu tentang lamaran ku lagi adalah penolakan lagi? sampai kapan aku harus menunggu Sas.." Sashi terdiam, Andreas menumpahkan semua keluh kesahnya pada Sashi.


Untuk kedua kalinya Sashi bahkan tidak memperdulikan hubungan mereka untuk ke jenjang yang lebih serius. Sashi tidak mengerti bagaimana Andreas nampak gelisah saat seseorang seringkali mendekati kekasihnya walaupun sudah mengetahui dengan jelas bahwa Sashi adalah pacarnya.


"Kita hanya menundanya selama 6 bulan Kak. Aku juga disana untuk belajar. Kamu bisa mengerti aku kan?" Sashi mencoba menjelaskan dengan baik-baik pada Andreas. Baginya ini adalah sebuah masalah yang mudah untuk di atasi. Hanya di butuhkan kepercayaan masing-masing dan kesetiaan untuk menjaga hubungan maka tak ada masalah yang akan membebani hubungan mereka.


"Aku tau, tapi aku tidak bisa selalu ada di samping kamu Sas. Bagaimana nanti jika saat kamu disana, kamu melupakanku karena ada orang ketiga di hubungan kita"


Sashi nampak kesal dengan jawaban Andreas. Perkataan Andreas seolah menunjukkan bahwa Sashi adalah seorang gadis yang mudah tergoda oleh pria lain.

__ADS_1


"Itu tidak akan terjadi, Apa kamu tidak percaya denganku? maksud ucapan Kak Andreas aku akan memiliki hubungan lain di belakang Kakak? Jadi maksud kamu, aku wanita murahan?" pekik Sashi kesal. Sashi keluar dari mobil Andreas dan melangkah pergi dengan emosi.


"Maksudku bukan seperti itu Sas.." Andreas mencoba menghalangi Sashi untuk pergi darinya namun gadis itu memaksa untuk melepaskan tangannya dari genggaman Andreas. Beberapa pasang mata memperhatikan perkelahian keduanya.


"Lepasin aku kak, kita bicarakan ini nanti" Sashi melepas paksa pergelangan tangannya yang di tahan oleh Andreas. Gadis itu berjalan semakin jauh dari Andreas dan menghilang dari tempat parkir mobil.


Sashi melihat sebuah taksi dan segera masuk ke dalam mobil berwarna biru itu.


"Pak, BSD Resident.."


"Oke Non.." pengemudi berseragam biru yang senada dengan warna taksinya segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat kompetisi itu.


Andreas terlihat kembali masuk ke dalam mobilnya. Ia tak ingin memaksa Sashi untuk saat ini. Gadis itu sedang marah karena ucapannya. Dia tak ingin memperburuk masalah dan merusak hubungannya.


*****


Arka mengendarai mobilnya pulang bersama Marsha. Setelah acara kompetisi Busana yang di ikuti Sashi, Marsha merasa tubuhnya semakin lemas. Sejak pagi tadi dia sudah merasakan jika ada yang berbeda dengan kondisi tubuhnya. Perutnya merasa mual dan nafsu makannya nampak berkurang.


"Apa kita perlu ke Rumah Sakit sekarang?" tanya Arka yang akan bersiap melajukan mobilnya kearah Rumah Sakit.


"Kamu yakin ini hanya gejala lambung biasa?" tanya Arka cemas.


"Iyaa, bulan lalu juga aku pernah seperti ini. Aku akan baikan. Tenang saja, kita bisa pergi besok jika memang tidak membaik"


"kamu harus kurangi makanan pedas dan asam. Itu sangat beresiko untuk kesehatan kamu,"


"Iya sayang. Kamu sudah menelpon Arsha? kayaknya dia sangat betah tinggal bersama Oma Laili"


"Aku sudah mengirim pesan pada Oma tadi pagi. Dia bilang Arsha sedang berlatih menari ballet bersama pelatih yang di sewa Oma khusus untuk Arsha"


"Pantas saja dia tidak ingat sama sekali denganku. Ternyata gadis kecil itu sedang bersenang-senang," ungkapnya dengan tawa kecil yang terlukis di bibirnya saat mengingat tingkah lucu Arsha.


****

__ADS_1


Masih di dalam taksi, Sashi menitikkan air mata mengingat ucapan Andreas padanya. Ia sedih karena Andreas tidak mempercayai kesetiaannya dan Andreas sama sekali tidak mengucapkan kata-kata yang sangat di tunggu oleh Sashi. Dia sempat berpikir bahwa Andreas akan sangat senang karena keberhasilannya memenangkan kompetisi. Namun seolah bertolak belakang kini hanya ada kesedihan yang harus Sashi alami.


Apa setelah ini hubunganku dan Andreas akan berakhir? Apakah salah jika aku yang mendapatkan hadiah ini? kenapa Andreas bersikap seperti itu padaku?


"Semua cowok emang sama aja. Gak peka, gak bisa ngerti perasaan cewek" keluhan Sashi itu terdengar oleh pengemudi taksi.


"Maaf Non, tadi bicara sama saya atau bukan ya?" tanya Supir taksi dengan sopan. Ia juga memberikan kotak tisu pada Sashi.


Sashi menggelengkan kepalanya. "Bukan Pak, maaf jadi merasa tersinggung ya?"


"Iya Non sedikit"


Sebuah pesan masuk dari Andreas membuat Sashi enggan untuk menjawabnya. Akan tetapi seolah bertolak belakang dengan isi otaknya, perasaan Sashi lebih memilih untuk membaca pesan masuk itu.


Andreas


Maaf, aku sudah keras kepala. Aku tidak bermaksud untuk menuduh kamu Sas. Aku hanya takut kehilangan kamu.


Aku setuju kamu pergi untuk kursus disana. Seharusnya aku tidak menahan kamu untuk tetap disini bersamaku. Kamu punya impian yang harus kamu raih, aku tak seharusnya menghalangi itu. Kamu akan berangkat ke Paris kapan? aku bisa mengantar kamu nanti di Bandara.


Pesan yang cukup panjang dari Andreas membuat Sashi terdiam. Dia nampak memikirkan sesuatu sebelum membalas pesan itu.


"Aku akan berangkat besok siang. Kamu akan mengantarku ke bandara kan? Aku yakin kita bisa melewati hubungan jarak jauh ini" balas Sashi untuk pesan masuk dari Andreas.


Berselang beberapa menit, ponsel Sashi kembali berbunyi. Terdapat balasan dari Andreas.


Okey, aku jemput kamu besok. Kamu sudah sampai di rumah kan?


BERSAMBUNG


[ MAU KASIH INFO AJA KALO NOVEL INI BAKAL SEGERA SAMPAI PADA TITIK AKHIR. JADI JANGAN SAMPAI KETINGGALAN BUAT BACA. VOTE SEBANYAK MUNGKIN BIAR AKU BISA UPDATE GILA]


Hai Readers.

__ADS_1


Buat pembaca yang baik hati bak bidadari DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE VOTE NOVEL INI YA


__ADS_2